Articles by "Pelayaran"

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas
Tampilkan postingan dengan label Pelayaran. Tampilkan semua postingan

 


Maritimraya.com – Batam, Persatuan pengusaha Pelayaran Rakyat Kota Batam menggelar Musyawarah   Cabang   yang mengagendakan pemilihan ketua Dewan Pimpinan Cabang Pelayaran Rakyat ( DPC Pelra ) Kota Batam masa bakti  Tahun 2020 -2025  pada Kamis (11/3/2021)  di Hotel Planet  Batam berjalan sukses dan lancar.

Dalam proses pemilihan dilakukan  secara voting Wandy   terpilih untuk menahkodai  DPC Pelra Kota Batam  periode 2020 - 2025,  menggantikan kepemimpinan Andi Mashadiyat  

Wandy yang juga menjabat Direktur PT. Batam Putra Tempatan   terpilih  dengan memperoleh suara terbanyak berjumlah 15 suara, sementara sainganya Asmadi  Direktur PT. Batam Lestari Bahari memperoleh suara sebanyak 5 suara.


Acara Muscab Pelra Ke IV Kota Batam ini  berjalan cukup alot terkait pembahasan pandangan umum, tata tertib dan AD ART serta mekanisme muscab  lima tahunan ini.

Ketua pimpinan sidang Andi Mashadiyat menerangkan dari total 26 perusahaan terdaftar sebagai anggota  Pelra yang hadir 20 perusahaan sudah memenuhi kourum,

" setiap perusahaan mengirimkan utusan 2 orang yakni  sebagai peserta dan peninjau, jadi total 40 orang turut mensukseskan acara DPC Pelra Kota Batam ke IV ini" katanya.

Diterangkanya  sekitar tiga bulan kepengurusan  ketua DPC Pelra Kota Batam berjalan  Demisioner yang seharusnya berakhir pada Desember 2020,

 " Pelaksanaan acara Muscab Pelra Kota Batam ini merupakan inisiatif saya, sehingga eksistensi  dan re generasi kepengurusan organisasi berjalan dengan baik' sebutnya.

Andi Mashadiyat menyampaikan masa transisinya sebagai ketua DPC Pelra Kota Batam, ada 3 (tiga) DPC Pelra yang telah dibentuk di Provinsi Kepri yakni DPC Pelra  Kota Tanjung Pinang  Pelra Kab Bintan dan DPC Pelra Kota Batam.

selanjutnya sesuai mandat DPP Pusat dan dukungan Ditjen Hubla akan mengagendakan  pembentukan DPD Pelra Provinsi Kepri, 

"Setelah Kepengurusan DPC dan DPD Pelra Provinsi Kepri telah terbentuk akan kita Lantik secara bersamaan," Ucapnya

ketua terpilih Wandy Kepada awak media menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara  acara berjalan dengan tertib dan  menerapkan protokol kesehatan, selanjutnya mengucapkan  terima kasih kepada peserta Muscab yang mengamanatkan kepadanya untuk memimpin Pelra Kota Batam,

"Amanat ini akan saya jalankan sebaik- baiknya, dan saya mohon dukungan saudara semua agar Pelra Semangkin bermartabat "Harapnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain, Pejabat Dinas Perhubungan Kota Batam, Polda Kepri, Ketua INSA Kota Batam, Ketua ISAA Kota Batam, Anggota Pelra Kota Batam serta undangan lainya** Redaksi

 



MARITIMRAYA.com  - Batam,Indonesia kembali  memberangkatkan  Satgas TNI Kontingen Garuda ( Konga )  dengan KRI Sultan Iskandar Muda - 367 ke Lebanon.

Panglima TNI Marsekal TNI DR (HC) Hadi Tjahjanto, S.I.P pada Jum'at (5/3) memimpin upacara pemberangkatan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-M Unifil Lebanon Tahun 2021 di Dermaga Utara Batu Ampar Batam Provinsi Kepri.

Dalam amanatnya Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (HC) Hadi Tjahjanto, S.I.P.,  mengatakan, sejak tahun 2009 TNI telah mengirimkan kapal perangnya di bawah UNIFIL menandai kontribusi ke 13 TNI menjaga perdamaian dunia

"Sebagai komponen maritim dalam misi Unifil, MTF memiliki peran sentral untuk menjaga stabilitas keamanan di laut dengan melakukan operasi pencegahan masuknya senjata dan material terkait senjata secara tidak sah di Lebanon. Selain itu untuk membantu meningkatkan kapasitas Angkatan Laut Lebanon agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara mandiri,” pungkasnya.

 Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., usai upacara di hadapan awak media mengatakan, KRI Sultan Iskandar Muda – 367 akan menggantikan KRI Sultan Hasanudin – 366, keduanya kelas Sigma di mana KRI Sultan Hasanudin sudah bertugas di Libanon selama satu tahun.

"KRI SIM – 367 akan membawa Prajurit sebanyak 119 orang, di mana selama lintas laut selain melaksanakan latihan dengan Angkatan Laut Lebanon juga membawa misi diplomatik,” jelasnya.

“KRI SIM – 367 akan berlayar dihitung mulai hari ini tanggal 5 Maret, akan menempuh pelayaran selama 24 hari. Diharapakan tiba di Beirut pada tanggal 29 Maret. Kita doakan semoga KRI SIM – 367 tiba tepat waktu dan KRI Sultan Hasanudin – 366 bisa kembali ke Indonesia dengan selamat,” pungkas Kasal.

Turut Hadir  dalam kegiatan tersebut Kapolri, Gubernur Provinsi Kepri, Pangkogabwilhan I, Pangdam I/BB, Danlantamal IV, unsur FKPD Provinsi Kepri dan unsur FKPD Kota Batam.*


 


MARITIMRAYA.com - Batam, Kecelakaan transportasi laut jenis tongkang yang sarat muatan terbalik saat ditarik tagbout kayu di perairan Tanjung Kasam telaga Punggur pada Selasa (9/3/2021).

Akibat insiden tersebut muatan jatuh kelaut diduga satu unit kendaran Kren, beko dan puluhan tiang failing berserakan menutup alur pelayaran.

Menurut sumber mengatakan kapal tongkang berawal memuat mobil beko,kren dan mesin generator di jembatan 1, kemudian olah gerak ke CLT Batu besar  Nongsa untuk memuat tiang failing sebanyak 48 batang sehingga total muatan sekitar 400 ton.

Saat memasuki perairan Tanjung Kasam kapal tongkang yang ditarik tag bout  diduga tidak stabili muatan kapal hingga kapal tongkang terbalik.

" Saya dapat inpo kapal naas tersebut mau berangkat ke Jambi" katanya.

Dikatakanya PT. Putra Jaya Kundur yang mengageni kapal tersebut.

Selain itu ditenggarai  tenaga kapal tagbout jenis kayu tidak sebanding untuk menarik tongkat sarat muatan yang begitu berat .

"muatan tersebUt seharusnya dilassing dengan betul sesuai aturan, ini perusahaan mana yg melakukan lassing" Tanyanya

"siapa petugasnya, apakah ada pengawasan  petugas kepelabuhan dan Syahbandar" Timpalnya

Pejabat PPNS  kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan  khusus Batam Hendri Eko kepada awak media membenarkan kejadian kapal tongkang terbalik, "Saya sekarang di TKP menunggu nahkoda, untuk nama kapal saya belum tahu" Terangnya.

Dikatakanya data terkait kejadian tongkang terbalik merupakan laporan dari nahkoda yang akan dikumpulkan untuk dibuat BAP dan laporan ke Pusat

" Data kapal tongkang  dan kejadian peristiwa secara detail dari  nahkoda kapal" Ujar Eko.

Diterangkannya dalam peristiwa tersebut tidak ada menelan korban jiwa.

" untuk Kru kapal semua selama,' katanya.

Belum diketahui apakah kapal naas  dan muatan barang dijamin asuransi, namun kejadian tersebut  diperkirakan  kerugian  mencapai satu milyaran. Redaksi

 




MARITIMRAYA.COM - Batam, Asosiasi Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia ( Aspesindo) wilayah Kepri masa bakti Tahun 2020 - 2022 telah resmi dilantik oleh kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Direktorat Perhubungan Laut, Kementerian perhubungan, Gigih Retnowati pada Sabtu (16/01) di Hotel Pacifik Batam.

Dengan ditandai pemberian serah terima bendera pataka oleh kepala BTKP Gigih Retnowati kepada H. Muhammad Taufik untuk menahkodai Aspesindo wilayah Kepri masa bakti  2020-2022.

Tampak hadir  dalam acara tersebut antaranya : ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (PPAPKI) Sabaruddin,  pejabat Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan  (KSOP) Batam Capt. Feri Akbar, KSOP Tanjung Balai Karimun Adi Ismail, KSOP Tanjung Pinang, KSOP Tanjung Uban, ketua Indonesia Natiinal Shipowner Association (INSA) Kota Batam yang diwakili Sekretaris Umum, Sayuti, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( DPD KNTI ) Kota Batam, Hery Irianto serta pengurus dan anggota Aspesindo.

Dalam kesempatan itu kepala BTKP Gigih Retnowati mengucapkan selamat kepada pengurus  Aspesindo wilayah Kepri  masa bakti 2020-2022 dibawah kepemimpinan Muhammad Taupik SE MM.

" Sekali lagi saya mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus  Aspesindo wilayah Kepri periode 2020-2022" Ucap Gigih.


Dijelaskanya, jumlah asosiasi  perkumpulan perusahaan Service station (SS) alat keselamatan pelayaran ada dua asosiasi  yaitu PPAKPI  asosiasi tingkat nasional dan Aspesindo perkumpulan perusahaan  SS mewadahi wilayah Provinsi Kepri, diharapkan kedua asosiasi ini dapat berkaloborasi dan bersinergi dengan stakeholder UPT- UPT perhubungan laut dan perusahaan pemilik kapal (INSA).

" Total Ada 200 lebih perusahaan SS di Indonesia,diharapkan juga  kedua asosiasi ini akan berjalan dengan baik apalagi Pak Taupik di PPAPKI juga menjabat Sekjend" Harapnya.

Diketahui peralatan keselamatan kapal  selama ini isinya buatan dari luar negri, maka  pihak BTKP telah melakukan riset dan rancang bangun untuk produk peralatan keselamatan kapal seperti, Life Jacket, Life Buy, dan Life boat sesuai aturan Solas sehingga dapat diproduksi dalam negri. " Saya mendorong perusahaan SS dapat berkolaborasi mengembangkan usaha memproduksi alat ini," Kata Gigih.

Peralatan keselamatan pelayaran merupakan alat penolong berupa tabung pemadam dan pelampung (Life Jacket, LifeRaft, Life boat) yang berpungsi  saat terjadi kecelakaan di laut, sehingga harus laik pakai.

Adapun dalam acara pelantikan  tersebut mengusung  thema " Aspesindo mewujudukan alat keselamatan pelayaran yang handal dan siap pakai," hal ini merupakan wujud layanan prima  perusahaan Service station yang tergabung di Aspesindo untuk siap melayani kapal asing dan kapal nasional  dengan teknisi yang  profesional.


Ketua panitia Muhammad Turki mengaku legah acara berlangsung sesuai harapan, dan  menyampaikan ucapan terimakasih  kepada, kepala BTKP, Pejabat KSOP,  stakeholder, kolega, serta mitra  yang meluangkan waktu untuk hadir di acara pelantikan pengurus Aspesindo 2020-2022 dan telah menerapkan protokol kesehatan sehingga acara   berjalan dengan sukses.

" Kami selaku panitia menghaturkan terimakasih kepada seluruh undangan yang telah menyempatkan waktu hadir memenuhi undangan kami, semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu, dan kepada rekan-rekan pengurus yang telah dilantik kami mengucapkan selamat, semoga dapat melaksanakan amanah dengan baik" Ucapnya.

"Red

maritimraya.com - Batam, Aktifitas terminal penumpang dan pelabuhan umum Batu Ampar akan menggeliat, sebanyak tiga kapal yakni, KM. Kelud, KM. Umsini, KM. Bukit Raya siap melayani warga Batam yang mau  berangkat menggunakan sarana transportasi laut.

 KM. Bukit Raya  di deviasi dari pelabuhan Kijang Kabupaten Bintan ke pelabuhan Umum Batu Ampar Batam, kapal plat merah ini sandar mulai hari Sabtu siang (10/10)  di dermaga Selatan melakukan bongkar muat barang dan penumpang.

Kepala PT. Pelni Cabang Batam Agus Suprijatno yang diwakili PLT Kepala Urusan Usaha Adam Izzuddin saat ditemui awak media pada Senin (5/10) usai meting internal membenarkan  KM Bukit Raya di Deviasi ke pelabuhan Umum Batu Ampar Batam.

" Ada dua kapal yang di Deviasi dari Pelabuhan Kijang ke Batam yakni KM. Umsini dan KM. Bukit Raya karena Pelabuhan Kijang lock down   untuk kapal penumpang khusus  antar Provinsi di tutup sementara" Sebutnya.

Diterangkanya  KM. Bukit Raya jadwal tetap transit ke pelabuhan Batu Ampar belum diketahui hal ini karena belum mendapat laporan dari pelabuhan asal , KM. Bukit Raya melayari rute, Natuna, Midai, Serasan, Pontianak, Surabaya, Tanjung Priuk, Belinyu dan Batam.

Sedangkan KM. Umsini akan singgah lagi ke Batam pada Minggu (11/10)  dengan jadwal singgah Per dua Minggu, melayari rute, Tanjung Priuk, Surabaya, Makasar, Larantuka, Momere, Kupang (PP).

" Hari Minggu ada dua kapal masuk ke pelabuhan. Batam yakni KM. Kelud  sandar Pukul 6.00 pagi hingga jam 11 siang dan KM. Umsini sandar pukul 14.,00 hingga pukul 18.00",  Ujarnya.

Guna memutus rantai Covid 19 pihak PT. Pelni Cabang Batam masih memberlakukan  protokol kesehatan. dengan menyesuaikan penerapan pelabuhan tujuan,

 " sesuai penerapan pelabuhan tujuan, maka kami mewajibkan penumpang melakukan rapid tes" Ungkapnya.

Rute ke tiga kapal yang singgah di pelabuhan Umum Batu Ampar Batam melayari sejumlah pulau besar dan kecil, serta merangkai pulau dari wilayah Barat hingga wilayah Timur Nusantara.
Tim



maritimraya.com Batam, Pelabuhan Indonesia (PT. Pelindo I) cabang Batam kini dinahkodai muka baru  yang  memiliki segudang pengalaman di dunia pemanduan dan kepelabuhanan dia adalah Capt. Al Abrar menggantikan Capt. Pasogit Satrya S .

 Pria yang menjabat sebagai General Manejer (GM) Pelindo 1 cabang Batam pada awal September lalu  saat ditemui awak media diruang kerjanya pada Senin (28/9)   sangat konsen terhadap perkembangan  marine dan arah bisnis kedepan.

" Kami Pelindo I lebih konsen ke bisnis marine"katanya,saat di singgung  progres pengelolaan pelabuhan Batu Ampar   kerjasama BP Batam dengan Pelindo II.

Mantan GM. Pelindo 1 Sei Pakning mengatakan selalu membuka komunikasi dan membangun sinergi bersama regulator,stake holder  berintegrasi untuk kemajuan bisnis marine, dan menemui pengguna jasa pemanduan yang setia kepada Pelindo serta melebarkan market seluasnya, guna mengejar peluang bisnis yang sangat besar sekali lalu lintas kapal di perairan selat malaka

" Kita selalu meningkatkan SDM dan Armada kapal Tunda, pilot pandu untuk pengguna jasa pemanduan di Batam, Sambu dan Perairan Nipa, hal ini prioritas utama untuk keamanan dan keselamatan pelayaran"


Diterangkanya kegiatan pemanduan di Batam bekerjasama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, pulau Sambu bekerjasama dengan Pertamina, dan perairan Nipa melakukan ship to Ship bekerjasama dengan PT. maxstreel Dyry Nusa.
Guna mendukung kegiatan jasa pemanduan dan ship to ship (STS) pihaknya telah menambah kapal tunda yang memiliki house power yang besar sebanyak 3 unit kapal tunda, dan 5 pilot boat dengan kecepatan tinggi.

Selain itu terus meng upgrade14 orang petugas pemanduan dan meningkatkan sertifikasi dan kompetensi mulai dari ANT III, ANT II,ANT I dan laut dalam

"Dari 14 orang petugas pemanduan meliputi 9 orang di Batam termasuk Capt Al Abrar,, dan 4 orang di Sambu.

Diketahui kegiatan pemanduan kapal di Batam dan perairan Nipa yang mengantongi perizinan legalitas dari pemerintah selain Pelindo juga ada dari perusahaan swasta murni yakni PT. Pelayaran pulau Persada dan PT. Bias Group.

Menurutnya kehadiran perusahaan swasta tentu disambut dengan baik, dan saling bekerja sama untuk menggarap potensi luar biasa lalu lintas kapal di perairan selat Malaka yang sejatinya  wilayah perairan Kita, dan kesetaraan tarif juga menjadi pedoman dalam rangka membangun bisnis marine.

" Kita head to head dengan negara tetangga, untuk itu kedepanya Pelindo I,II,III, dan IV dan dari swasta saling kerjasama,, termasuk kesetaraan tarif dapat bersaing dengan negara tetangga, karena selat Malaka ini wilayah kita tentu saya kira kitalah jadi Leadernya" pungkasnya.
Redaksi




maritimraya.com - TBK,  Petugas Kantor Kesyahbandaran Otoritas Kepalabuhan (KSOP) kelas 1 Kabupaten Tanjung Balai Karimun (TBK) Provinsi Kepri dikabarkan Satu orang terkonfirmasi positif covud 19.

Hal ini diinformasikan oleh salah satu perusahaan pengurusan dokumen  yang hendak mengurus dokumen alat keselamatan kapal secara manual di KSOP  kelas 1 TBK menjadi tertunda karena petugas merupakan bagian sertifikasi kapal.


Menurut  perusahaan pengurusan dokumen kapal  kepada awak media mengatakan pelayanan secara manual di KSOP Tanjung Balai Karimun  sementara ditunda selama satu Minggu..
"Untuk sistim aplikasi online pelayanan berjalan  normal, namun untuk pelayanan secara manual terganggu" ujarnya.

Secara terpisah kepala KSOP Kelas 1 Tanjung Balai Karimun Capt. Barlet S saat dihubungi via WhatsApp pada Senin (24/8) membenarkan salah satu petugasnya terkonpirmasi positif Covid 19, dan telah menjalani isolasi di rumah sakit Tanjung Balai Karimun.

" ada  satu orang dan telah dinyatakan oleh Dokter terkonpirmasi Covid 19" Ujar Barlet.

Dikatakanya Guna mengantisipasi penyebaran covid 19 sebagian petugas menjalani  karantina mandiri di rumah dan petugas lainya tetap melakukan pelayanan  seperti biasa. 

" Kantor ngak tutup pak pelayanan tetap seperti biasa hanya sebagian kerja dari rumah pak" Tutup mantan Ka KSOP Khusus Batam.* Red.

maritimraya.com - Batam, Sejumlah  penyelam  dari Perusahaan salvage (pencaharian kapal bawah air) yakni PT. Spektrum dikabarkan   belum menemukan kapal tagbout Multi Sahabat 8  yang tenggelam di perairan Ship To Ship (STS) Batu Ampar Batam akhir Juni lalu, hal ini menganggu keselamatan dan keamanan kapal yang akan berlabuh diperairan tersebut


Dikabarkan perusahaan nasional ini telah menerjunkan penyelam melakukan pencaharian selama tujuh hari  dikedalanan 40 meter hingga 50 meter menuju dasar laut, tetapi bangkai kapal Multi Sahabat 8 belum berhasil ditemukan.

Menurut narasumber yang tak mau disebutkan namanya kepada awak media mengatakan area kapal tenggelam merupakan tempat labuh kapal, yang berdekatan jalur  pipa gas dan kabel optik, sehingga  menganggu keselamatan dan keamanan pelayaran, " kalau kapal tenggelam di area STS itu wajib dicari dan diapungkan, karena perairannya tempat kapal menurunkan jangkar untuk berlabuh " Ujarnya.

Dikatakanya,  bila perusahaan salvage tidak mampu secara manual mencari kapal yang tenggelam di dasar laut, agen kapal PT. JC yang menggageni kapal naas tersebut sepatutnya melapor ke Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam untuk memintak bantuan petugas Navigasi mencari keberadaan kapal tagbout Multi Sahabat 8. "Area tenggelam kapal sangat riskan karena berdekatan jalur pipa Gas dan kabel optik, solusinya mintak bantuan kapal navigasi untuk mencari keberadaan kapal" sambungnya.

Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam, Sanggam Marihot Simamora melalui bidang Humas Aina Solmidas  saat dihubungi awak media terkait proses pencaharian kapal tagbout Multi Sahabat 8 mengatakan sejauh ini belum mengetahui proses dan tahapan pencaharian kapal," Tolong di WA saja nama kapalnya Pak,nanti saya tanyakan kepada Bidangnya" kata Aina.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Rabu (24/6) Kapal Tagbout Multi Sahabat 8 tengah membantu MT Clearocean Apollon 11 di area perairan wajib pandu, namun diduga kapal berbahan besi bertubrukan dengan kapal MT. Clearocean Apollon 11, sehingga kapal yang memuat 5 orang kru kapal tenggelam.

Dalam peristiwa tersebut korban capten kapal Bambang Hardiono ikut tenggelam dan beberapa hari ditemukan jasadnya diperairan internasional, sedangkan empat orang kru kapal dapat menyelamatkan diri.**Tim

MARITIMRAYA.COM - Pelayaran, Kapal angkutan massal KM. Kelud akan beroperasi kembali untuk melayani penumpang dan pelaku usaha jasa pengiriman barang, kapal plat merah ini berlayar dengan rute Pelabuhan  Tg Priok (Jkt), Kijang/Bintan, Batam,  Belawan (Medan) PP .

 Jadwal Pengoperasian KM. Kelud mulai  berangkat dari tg Priuk pada Jumat (10/7) dan singgah/ transit  di pelabuhan Kijang lalu singgah lagi di Pelabuhan Umum Batu Ampar Batam untuk bongkar muat barang serta  penumpang dan selanjutnya berangkat pada Minggu siang (12/7) menuju Belawan (Medan)

Hal ini diterangkan Kepala PT. Pelni Cabang Batam Agus Suprijatno yang diwakili PLT Kepala Urusan Usaha Adam Izzuddin saat dihubungi awak media pada Kamis (9/7) .

Adam mengatakan jadwal pengoperasian KM. Kelud belum berjalan seperti biasa, untuk sementara  yang keluar  tanggal 10 hingga 15 juli, sedangkan jadwal selanjutnya menunggu dari pusat

" Pengoperasian KM. Kelud sementara baru keluar jadwal dari pusat tanggal 10 hingga 15 juli," Ujar Adam.

Dikatakanya  seluruh penumpang tetap mengikuti aturan terkait upaya memutuskan rantai dimasa pandemi Covid 19.

Pihaknya menerapkan sesuai aturan protokol kesehatan, yakni jarak penumpang dan melengkapi surat kesehatan sesuai aturan setempat seperti SIKM, Rapid Tes, identitas.

Selanjutnya Adam menyarankan agar penumpang mengisi kartu kewaspadaan kesehatan  atau HAC ( Healt Alert Card ) secara elektronik dengan menggunakan Hp android atau Iphone dari rumah,  hal ini untuk mengantisipasi antrian penumpang yang panjang di Pelabuhan.
"  Kartu kewaspadaan kesehatan atau HAC berbasis digital ini dapat diakses melalui hp android dan iPhone, sistem ini tentu mengantisipasi terjadi antrian dan  memperlancar keberangkatan penumpang di Pelabuhan,Tutupnya * Red

MARITIMRAYA.com - Pelayaran, Setelah empat hari pencaharian akhirnya jasad  Nahkoda TB Multi Sahabat 8 Bambang Hardiono ditemukan   pada Sabtu (27/6) siang di perairan TTS oleh kapal patroli Singapura.

Tampak posisi jasad  Nahkoda TB Multi Sahabat 8 tertelungkup terbujur kaku.

Nahkoda kapal patroli KN.330 milik  Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas 1 Batam Capt wolly saat dihubungi awak media maritimraya.com  terkait  penemuan  jasad nahkoda TB Multi Sahabat 8 membenarkan informasi tersebut.

" Benar tadi pihak police marine Singapura menginpormasi temuan Jasad mengapung di dekat OPL perbatasan Singapura, sekarang kami sedang menuju kapal patroli Singapura, " Ujarnya.

Dikatakan korban hanyut  dibawa arus ke perairan internasional TTS dan ditemukan kapal marine Singapura saat sedang patroli.

Evakuasi korban dilakukan KN.330 dan Tim SAR menuju kapal patroli Singapura untuk dibawa ke pelabuhan Batu Ampar Batam, selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara.

* (Amrullah)

MARITIMRAYA.com -Pelayaran, Pencarian kapal TB Multi Sahabat 8 dan  nahkodanya Bambang Hardiono yang tenggelam di perairan Batu Ampar Batam (24/6) masih belum ditemukan.

 Hingga kini Jumat (27/6/2010) Tim Search and Rescue (SAR)/ melaksanakan  Pencarian dan Penyelamatan sesuai SOP dengan sejumlah kapal penolong SAR dari unsur institusi perairan dikerahkan dibeberapa titik koordinat lokasi kejadian.

Tidak hanya itu, para penyelam dan peralatan pemasangan jaring telah ditebarkan di lokasi kejadian.

Pada pencarian ini, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan ( KSOP) Kelas 1 Batam mengerahkan 3 kapal Patroli.

Hal ini dikatakan salah satu pejabat PPNS KSOP Batam saat dihubungi awak media  yang menolak untuk memberi keterangan, sembari mengatakan tidak berkompeten memberi keterangan.
" Langsung ke kantor aja pak, saya tidak berwenang memberi keterangan" Ujarnya

Saat ditanya jumlah kapal patroli KSOP Batam yang ikut dalam pencaharian korban, petugas yang enggan di tulis namanya ini mengatakan ada sekitar 3 unit kapal patroli.

" Kami kerahkan kapal meliputi  KN.330, KN.376 dan Rubber Boat, " ujar Pejabat pegawai Penyelidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) KSOP Kelas 1 Batam.

Dikatakanya, pihaknya  membentuk Tim penyelidikan lapangan dan mengecek tempat kejadian perkara dan membuat sketsa untuk mencari bukti-bukti penyebab kecelakaan.

Seperti diketahui tugas Tim penyidik KSOP Batam melakukan dokumentasi pemetaan lokasi kejadian, memintak keterangan kru kapal, agen kapal serta Ka Pos Syahbandar Rempang Galang untuk selanjutnya dibuat 
Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan
( BAPP).

Sulitnya pencarian kapal TB Multi Sahabat 8 dan korban ditenggarai salah satunya karena faktor kedalaman laut yang mencapai sekitar 50 meter.

**( Amrullah)


MARITIMRAYA - Batam — Sebanyak Delapan Tim SAR dari institusi perairan melakukan pencaharian korban Kapal Tug Boat TB Multi Sahabat 8 yang tenggelam di Perairan Batu Ampar Batam, pada Rabu (24/6/2020), sekira pukul 14.10 WIB. Diketahui kapten kapal, Bambang Hardiono, ikut tenggelam bersama kapal. Hingga berita diturunkan, korban masih dalam pencaharian Tim SAR.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Mu’min, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), membenarkan insiden ini. Tim SAR gabungan telah turun ke lokasi kejadian melakukan pencarian terhadap satu orang korban, namun belum menemukan keberadaan korban.


Adapun unsur SAR gabungan terdiri dari, Kantor SAR Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Polair Polda Kepri, Polair Polresta Barelang, PLP Tanjung Uban, Bakamla Batam, KSOP kelas1 Batam, petugas navigasi VTS Batam.


Diketahui kru kapal berjumlah 5 (lima) orang, kapal jenis tunda ini diduga tengah melakukan pemasangan Dapra untuk merapat ke Kapal tanker MT Clear Ocean Appolon 11. dikarenakan cuaca buruk, kapal naas ini hilang keseimbangan dan tenggelam, 4 orang kru kapal selamat dan 1 orang belum ditemukan.


”Korban Kecelakaan Kapal Tag Bout yang belum ditemukan 1 orang,” katanya.


Koordinat posisi kapal telah ditemukan di kedalaman sekitar 40 meter, masih di sekitar lokasi kejadian. Karena, arus dan gelombang tinggi, membuat personil tim SAR gabungan kesulitan melakukan pencarian korban.


”Posisi kapal telah diketahui. Berada di kedalaman sekitar 40 meter, tidak jauh dari lokasi kejadian. Pencarian korban kita hentikan sementara, karena hari sudah gelap dan malam. Pencarian korban dilanjutkan hari Kamis” UjarMu’min.** Bersambung(red)

MARITIMRAYA.com Jakarta, Guna meningkatkan keselamatan pelayaran di Alur Laut Kepulauan di Selat Sunda dan Selat Lombok kementerian perhubungan akan menerapkan Bagan pemisahan alur laut atau Traffic Separation Scheme (SCC) dengan siatem pelaporan secara terpadu.

Salah satunya melakukan peningkatan pengawasan di TSS, dimana Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengoptimalkan pengoperasian Vessel Traffic Service (VTS) Merak dan VTS Benoa.

Dilansir dari Berita Trans. com Direktur kenavigasian Hengki Angkasawan mengatakan pentingnya meningkatkan keselamatan pelayaran di selat Sunda dan Lombok??
"Sarana dan prasarana di VTS Merak dan VTS Benoa, termasuk Sumber Daya Manusia, Automatic Identification System (AIS), Radar, dan lain-lain siap untuk melaksanakan pengawasan di seluruh wilayah TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok,” jelas Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dengan telah ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 129 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 130 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Selat Sunda, maka juga diatur mengenai pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi (SUNDAREP dan LOMBOKREP) bagi kapal-kapal yang melintas pada TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok.


Pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi bertujuan agar terdapat manajemen lalu lintas yang efisien dan cepat, demi kepentingan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan laut, sebagaimana didefinisikan dalam konvensi internasional yang relevan.





"Hal tersebut juga sesuai dengan Konvensi SOLAS Chapter V, yang mengatur tentang fungsi dan peran terkait operasional Vessel Traffic Services (VTS) dan Ship Reporting System (SRS), serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2011 tentang Telekomunikasi Pelayaran,” katanya.





Nantinya kapal yang hendak melewati TSS Selat Sunda dan Selat Lombok diminta memberikan informasi sebelumnya tentang ukuran kapal, baik dalam kondisi ballast maupun bermuatan dan apakah membawa kargo berbahaya.





Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi ini bersifat wajib, yaitu bagi semua kapal berbendera Indonesia yang melintas, menyeberangi/memotong bagan pemisah lalu lintas (TSS) melalui daerah kewaspadaan (precaution area).
"Sedangkan bagi semua kapal asing yang memasuki bagan pemisah lalu lintas (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok sangat dianjurkan untuk berpartisipasi dalam Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi,” ujar dia.





Hengki mengatakan, dalam berkomunikasi di Selat Sunda dan Selat Lombok harus dilaksanakan dengan percakapan yang mudah dimengerti dan singkat.





Bagi TSS Selat Sunda melalui Radio VHF pada channel 22 atau 68 dengan nama panggil Merak VTS, sedangkan TSS Selat Lombok melalui Radio VHF pada channel 16 atau 68 dengan nama panggil Benoa VTS, dimana semua kapal yang melewati TSS harus sepenuhnya melaksanakan tugas jaga dengar.





Selain itu, peran VTS sangat vital dalam pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi, mengingat kapal-kapal akan berkomunikasi dengan VTS, terkait dengan fungsi pelaporan kapal, serta terkait dengan pelayanan INS (Information Navigation Service) dan NAS (Navigational Assistance Service).





"Di mana semua kapal yang berlayar di kedua Selat tersebut direkomendasikan untuk mempergunakan informasi yang disiarkan oleh VTS Merak dan VTS Benoa,” ungkapnya.??
Pihaknya juga telah menyusun Format Pelaporan sesuai Standard Marine Communication Phrases (SMCP) IMO. Pertama format pada saat Kapal melintas di TSS Selat Sunda dan Selat Lombok, dan yang kedua pada saat Kapal memotong/menyeberang di TSS.





Selain itu, format Sistem Pelaporan Kapal disampaikan berdasarkan kode, Identifikasi pesan (jenis laporan) dan laporan pertama. Kode A disampaikan terkait informasi kapal (nama, tanda panggilan, nomor identifikasi IMO dan bendera kapal).
Kode P untuk muatan di atas kapal (kargo berbahaya atau tidak), Kode Q untuk informasi cacat/kerusakan/kekurangan/keterbatasan, dan Kode X untuk informasi lain-lain yang relevan.
"Bila diperlukan VTS operator daapt memintak inpormasi tambahan kepada kapal seperti destination, last port,syarat kapal serta memberikan pelayanan lainnya yang termasuk dalam pelayanan INS dan NAS" tutup Hengki.




(Berita Trans.com)

MARITIMRAYA.com - Pelayaran, Empat Armada KRI dari jenis fregat dan Korvet (Kapal anti kapal selam) berada di perairan Natuna Utara , penempatan kapal TNI tersebut guna meningkatkan keamanan dari kegiatan ilegal kapal asing di kawasan perairan Natuna Utara Indonesia.

Selain itu peningkatan pengamanan di perairan Natuna Utara ini dilakukan pemerintah Republik Indonesia menyingkapi ketegangan antara armada perang China dan Amerika serikat di perairan Natuna Utara beberapa hari lalu.




Hal ini dikatakan  Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Ahmad Heri Purwono, saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjungpinang, Kepri, Jumat (19/6), upaya tersebut untuk menyikapi konflik yang terjadi antara China dan Amerika Serikat di Laut Natuna Utara.




Dikatakanya, sebagai negara yang wilayahnya yang berada di kawasan konflik, tentu pemerintah Indonesia mengambil langkah kongkrit mengamankan wilayah perairan Natuna Utara untuk kedaulatan hukum NKRI.




“Penempatan Armada KRI, dua jenis fregat dan dua jenis korvet disiap siagakan, adapun tugas mereka adalah melakukan penegakan kedaulatan hukum, kapal – kapal asing yang masuk ke wilayah kedaulatan kita,” ujar dia.




Menurutnya, keberadaan kapal perang Republik Indonesia di Laut Natuna utara ini juga mengantisipasi dari dampak konflik di Laut Natuna utara, karena tidak menutup kemungkinan Natuna akan menjadi daerah persembunyian atau pendaratan oleh negara yang saat ini sedang ramai di perairan pulau terluar Indonesia.




“Kita punya hak kedaulatan dan hak berdaulat,kita harus mempertahankan wilayah kita jangan sampai dia ganggu negara asing,” ucapnya.




Lanjutnya menjelaskan, situasi di Laut China Selatan saat ini semakin memanas. Ketegangan meningkat usai militer Amerika Serikat mengerahkan kapal-kapal perang mereka ke wilayah itu.




Kabar terbaru, kata dia, Angkatan Laut dan Udara China memukul mundur USS Barry milik Amerika. Kapal perusak nuklir itu dikejar karena secara sengaja menerobos masuk ke wilayah teritorial China di sekitar perairan Pulau Xisha. Militer China menyebut jika perbuatan Amerika Serikat itu sengaja dilakukan untuk memprovokasi.




Kondisi ini pula tentu dikhawatirkan akan berdampak terhadap aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan tradisional di Natuna, karena takut akan konflik yang terjadi di bagian utara. Namun, Pangkoarmada I tetap meminta nelayan beraktivitas seperti biasa.




“Jangan takut untuk melakukan penangkapan ikan, kami dari TNI AL akan tetap mengawal kapal nelayan Indonesia saat menangkap ikan di laut,” Tutup Pangkoarmada 1, Laksda TNI Ahmad Heri Purwono (Red)

MARITIMRAYA.com - Pelayaran, PT. Elnusa TBK , anak usaha PT. Pertamina (Persero) tengah layarkan Elsa Regenr. Kapal survei seismik terbesar berbendera Indonesia, untuk mendukung kegiatan eksplorasi Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang di wilayah terbuka Indonesia sejak pertengahan November 2019 lalu
Kegiatan eksplorasi ini adalah kerja sama antara satuan Kerja Khusus pelaksana kegiatan hulu minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan PT. Pertamina (Persero) Group dan merupakan yang terbesar di Asia Pasifik & Australia pada kurun waktu terakhir

Elnusa sebagai perusahaan jasa energi mendapatkan kepercayaan penuh SKK Migas & Pertamina untuk mendukung kegiatan ekplorasi ini dan menjadi bagian dalam penemuan cadangan migas raksasa di Wilayah lautan Indonesia.

Hingga saat ini Elnusa hampir menyelesaikan target pekerjaan survei seismik tersebut
Laporan kemajuan pekerjaan ini disampaikan kepada kepala SKK Migas Dwi Sutjipto dan Direktur Hulu Pertamina Darmawan H Samsu dalam virtual Managemen Walk Throught (Virtual MWT) di kapal Elsa Regen, pekan lalu Selasa (26/5/2020).
" Kami berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan, kondisi operasional di perairan maupun pandemi Covid -19 merupakan suatu tantangan besar penyelesaian pekerjaan ini. Perlu berbagai penyesuaian kegiatan operasional untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas data sesuai harapan. Namun, kami optimis kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai target," kata Direktur Utama Elnusa, Elizar P Hasibuan.




Ditengah Pandemi Covid-19, Elnusa menerapkan berbagai protokol pencegahan infeksi. Setiap person on board diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk rapid test, maupun isilasisebelum naik ke Elsa Regenr.




Sementara untuk menghadapi tantangan operasional di perairan, Elnusa bekerja sama dengan berbagai pihak yang dapat mendukung kelancaran kegiatan. Elnusa juga menerapkan prosedur seismik ramah lingkungan yang berlaku secara internasional untuk memastikan kegiatan akuasisi data yang ramah biota laut.
" Kami berharap dukungan survei seismik ini menjadi awal baik untuk penemuan cadangan Migas raksasa di Indonesia dan target produksi minyak nasional satu juta barel per hari dapat tercapai pada tahun 2030," tambah Elizar.
***(Red)






MARITIMRAYA.com - Batam, Peristiwa kapal niaga kandas diperairan batu berenti kecamatan Belakang Padang kota Batam hampir terjadi setiap tahun, tentu hal ini menjadi sorotan negatip bagi dunia pelayaran internasional.





Seperti pada pertengahan bulan mei tepatnya pada Senin (11/5) yang lalu dua unit kapal niaga di hari yang sama yakni, kapal kargo MV. Samudra Sakti 1 berbendera indonesia dan kapal kargo MV Shahraz berbendera Iran kandas menabrak batu karang diperairan batu berenti kepulauan Batam.





Beruntung MV Samudra Sakti1 tidak mengalami kebocoran sehingga saat air pasang kapal dapat bergerak kembali, namun naas bagi kapal asing MV Shahraz yang memuat full ratusan kontainer, terlihat lambung sebelah kanan robek dan kondisi kapal melengkung seperti patah tengah.





MV. Shahraz yang sebelumnya berangkat dari Malaysia tujuan India, hingga kini tengah proses evakuasi kontainer ship to ship (STS) diperairan Batu Berenti , menurut Nara sumber kepada awak media mengatakan muatan kontainer dipindahkan ke kapal kargo lain, proses STS menggunakan crane kapal tongkang dan selanjutnya disusun diatas kapal kargo, " muatan yang sudah memenuhi kapasitas kapal kargo diberangkatkan negara tujuan yakni India" ujarnya.





Sementara kru kapal asing bendera Iran itu sebanyak 26 orang mereka semua berkebangsaan Pakistan sekarang berada di Rudenim imigrasi Kab Tanjung Balai Karimun" Sebutnya





Evakuasi Kapal asing Charaz yang kandas diperairan pulau berenti kecamatan Belakang Padang kota Batam terkesan tidak transparan, lambat serta memakan biaya tinggi, aneh bin ajaib perairan batu berenti secara geograpis masuk wilayah kerja Batam, namun sekarang berada di wilayah kerja Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kabuapten Tanjung Balai Karimun, yang mana sebelumnya berada wilayah kerja KSOP kelas III pulau sambu Batam.





Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan kelas 1 Tanjung Balai Karimun Capt. Barlet S, selaku regulator yang berwenang menangani keamanan dan keselamatan pelayaran saat dihubungi awak media tidak menggubris pada Jumat (29/5) dan kirim pesan via whatsapp tidak mau membalas.





Perairan batu berenti merupakan jalur lalu lintas kapal terpadat NO : 2 di dunia dan ditetapkan sebagai kawasan pandu luar biasa, kawasan yang rawan kecelakaan ini mendapat perhatian khususnya dari pemerintah Jepang akan keselamatan pelayaran kapal negara matahari terbit, sehingga pihaknya menghibahkan peralatan canggih Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di Batam dan di pulau takong hiu kecil sekitar tahun 2013





Ditengarai proses evakuasi STS memakan biaya sekitar Rp 50 M, namun hingga kini instansi berwenang belum memberi keterangan terkait perusahaan keagenan kapal dan perusahaan bongkar muat kapal serta perusahaan kerja bawah air (salvage) yang mengerjakan evakuasi kapal asing tersebut.**Tim
"















MARITIMRAYA.com - Batam, Arus lalu-lintas kapal penumpang di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang dan Telaga Punggur yang dikelolah BP Batam masih berjalan normal meski mengalami penurunan jumlah penumpang yang signifikan sebagai dampak dari penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).





Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Nelson Idris mengatakan, rata-rata penumpang yang berangkat di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang per harinya adalah 181 orang dan rata-rata penumpang yang tiba di pelabuhan sebanyak 151 orang.





Kemudian Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur melayani rata-rata 284 orang yang berangkat dan 200 orang penumpang yang datang di pelabuhan.





“Di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang per harinya ada 1 kapal ke Selat Panjang, 2 kapal yang beroperasi ke Tanjung Balai Karimun, 1 kapal ke Tanjung Batu, dan 1 kapal ke Tanjung Pinang. Untuk Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur ada 5 kapal per hari yang beroperasi ke Tanjung Pinang dan 8 kapal per hari ke Tanjung Uban,” jelas Nelson.





Nelson merinci beberapa kapal yang beroperasi di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang, yakni Batam Jet 3 tujuan Selat Panjang dengan jadwal keberangkatan pukul 11.30 WIB, MV Miko Natalia 88 tujuan Tanjung Balai Karimun dengan jadwal keberangkatan pukul 11.30 WIB, MV Sentosa 15 tujuan Tanjung Batu dengan jadwal keberangkatan pukul 12.30 WIB, Dumai Line 1 tujuan Tanjung Pinang dengan jadwal keberangkatan pukul 15.00 WIB. Dan MV Miko Natalia 33 tujuan Tanjung Balai Karimun dengan jadwal keberangkatan pukul 17.00 WIB.





Untuk operator kapal di Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur, Baruna Jaya dan Oceanna Baru melayani tujuan Tanjung Pinang dengan jadwal keberangkatan setiap 2 jam sekali, yaitu pukul 08.30, 10.30, 13.00, 15.30, dan 17.30 WIB. Sedangkan PT. Anugrah Jala Candra, PT. Flora Perkasa, dan PT. Cahaya Mulya melayani penumpang dengan speed boat tujuan Tanjung Uban dengan jadwal keberangkatan setiap 1 jam sekali, dimulai pukul 07.03 hingga pukul 18.03 WIB.





“Penyebaran Covid-19 di Kota Batam tentunya juga berdampak pada kuantitas kapal yang beroperasi. Adapun kapal yang tidak beroperasi selama wabah covid-19 berjumlah 32 unit untuk Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur dan 20 unit untuk Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang,” kata Nelson.





Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang beroperasi mulai pukul 11.30 WIB dan ferry terakhir akan berlayar pada pukul 17.00 WIB. Sedangkan ferry terakhir ke Tanjung Pinang beroperasi pada pukul 17.30 WIB, serta ferry terakhir ke Tanjung Uban pada pukul 18.00 WIB. (rillis)







MARITIMRAYA.com - Batam, Pelabuhan di bawah pengelolaan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam tidak terkena imbas dari Peraturan Menteri Perhubungan PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Nelson Idris mengatakan, hingga saat ini Terminal Ferry Domestik dan Internasional di bawah pengelolaan BP Batam masih beroperasi seperti biasa.





Nelson menjelaskan bahwa dalam Permenhub PM 25 Tahun 2020 disebutkan bahwa larangan sementara penggunaan sarana transportasi laut berlaku untuk pengoperasian kapal penumpang yang melayani pelayaran mudik dalam satu wilayah provinsi, kabupaten, atau kecamatan yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pelayaran antarprovinsi, kabupaten, atau kecamatan dengan ketentuan pelabuhan asal, singgah, atau tujuan merupakan wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).





Selain itu, Permenhub PM 25 Tahun 2020 juga mengatur pengecualian penerapan larangan sementara penggunaan sarana transportasi laut, yakni untuk pelayanan kapal penumpang rutin non mudik yang mana daerah asal maupun tujuan tidak menetapkan PSBB; kapal penumpang antar pulau bagi TNI/POLRI/ASN dan tenaga medis, dan kapal penumpang yang melayani pengangkutan logistik (sembako, obat dan alat medis) yang telah mendapatkan persetujuan izin berlayar dari Syahbandar dan disetujui oleh Gugus Tugas Covid-19 di wilayah bersandar.





“Batam hingga kini belum ditetapkan sebagai wilayah pembatasan sosial berskala besar (PSBB), itu artinya kapal-kapal penumpang rutin baik domestik maupun internasional masih dapat beroperasi seperti biasa, namun terdapat pengurangan jadwal operasional sebagai imbas penyebaran Covid-19,” ujar Nelson Idris, Rabu (29/4/2020).





Meski demikian, Nelson mengakui bahwa Kapal Pelni KM Kelud tujuan Batam-Jakarta dan KM Sinabung tujuan Batam-Belawan (Medan) yang bersandar di dermaga Pelabuhan Batu Ampar tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang. Namun, meski tidak mengangkut penumpang, Kapal Pelni tetap diperbolehkan sandar di dermaga Pelabuhan Batu Ampar untuk mengangkut kebutuhan logistik.





Nelson pun meminta masyarakat mematuhi arahan Presiden Joko Widodo yang melarang masyarakat mudik pada Idul Fitri 1441 H kali ini demi mencegah penyebaran Covid-19 ke keluarga di kampung halaman.





“Kami tegaskan bahwa BUP Batam siap menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku, dan jika mengacu pada Permenhub PM 25 Tahun 2020, maka Pelabuhan di Batam tidak terkena imbas karena bukan termasuk wilayah PSBB. Tapi kita ingatkan agar masyarakat Batam tidak mudik sehingga wabah Covid-19 ini tidak berpindah ke daerah lainnya,” ujar Nelson.





Seperti diketahui bahwa BUP Batam mengelola dua Pelabuhan Domestik, yakni Terminal Ferry Domestik Sekupang dan Telaga Punggur. Selain itu ada lima Pelabuhan Internasional yang pengelolaannya dilakukan melalui kerja sama operasi dengan pihak lain, yakni Terminal Ferry Internasional Batam Centre, Terminal Ferry Internasional Sekupang, Terminal Ferry Internasional Teluk Senimba, Terminal Ferry Internasional Nongsapura, dan Terminal Ferry Internasional Harbour Bay.





“Sehubungan dengan sepinya jumlah penumpang, Terminal Ferry Internasional Sekupang memang berhenti beroperasi sementara waktu untuk mengurangi beban operasional, namun terminal ferry internasional dan domestik lainnya masih beroperasi,” imbuh Nelson.





Nelson menambahkan, Pelabuhan Barang di bawah pengelolaan BUP BP Batam, yakni Terminal Umum Curah Cair Kabil dan Terminal Umum Batu Ampar tidak terkena imbas dari Penyebaran Covid-19. Ia mengatakan operasional kedua Pelabuhan Barang ini tetap berjalan seperti biasa untuk memastikan pasokan logistik yang masuk dan keluar kota Batam berjalan lancar.





“Lalu lintas barang di Pelabuhan Curah Cair Kabil dan Pelabuhan Umum Batu Ampar tetap ramai seperti biasa,” demikian Nelson Idris mengatakan. (MC red )


MARITIMRAYA.COM, BATAM - Ditengah upaya menangkal dan menghentikan sebaran wabah virus Covid-19  pada jalur pintu masuk dari luar negeri, sepatutnya pemangku kepentingan pelabuhan internasional Batam selain selalu koordinasi juga memastikan ketersediaan stok barang disinfektan


Namun ironis pelabuhan Internasional Batam centre mengalami kehabisan cairan penyemprotan disinfektan. Rabu (01/04/2020).



Hal tersebut, merupakan temuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI ) perwakilan Kepulauan Riau saat melakukan kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) di lokasi Pelabuhan Internasional Batam Center. "Sejak lebih 2 minggu lalu setiap penumpang yang datang dari luar negeri melalui pelabuhan-pelabuhan internasional di Batam tidak dilakukan penyemprotan disinfektan dikarenakan stok yang ada telah habis," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam, dr. Ahmad Farchanny.



Menanggapi hal itu, Kepala ORI Kepri, Dr. Lagat Siadari mengatakan kehabisan stok ini sangat disayangkan karena masih banyaknya penumpang yang masuk dari Negara Singapura dan Malaysia yang mayoritasnya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).



"Setidaknya sejak tanggal 17 sampai dengan 30 Maret 2020 kemarin ada 30.000 PMI yang masuk pulang ke wilayah Indonesia melaui pelabuhan-pelabuhan di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun," terangnya.



Selanjutnya, dalam keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana menyebutkan bahwa pihaknya telah mengetahui kondisi tersebut. Karena alkohol khusus membuat disinfektan yang ramah/aman untuk disemprotkan pada tubuh manusia sangat langka dan sulit dicari.



Meskipun demikian, lanjut Dr. Lagat Siadari mengatakan dalam kegiatan Sidak di lokasi Pelabuhan Internasional Batam Center oleh Ombudsman Kepulauan Riau terlihat petugas KKP tetap melakukan pemeriksaan penumpang kapal.



Pemeriksaan meliputi, suhu tubuh setiap penumpang dengan menggunakan therma scanner, pengisian kartu identitas, dan data lainnya pada kartu kesehatan atau health card yang wajib dilaksanakan sebagai prosedur pemeriksaan terhadap setiap Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau penumpang dari luar negeri.



Di akhir kegiatan, Kepala Perwakilan ORI Kepri, Dr. Lagat Siadari menyampaikan saran kepada KKP Kelas 1 Batam segera melakukan langkah koordinatif dengan Kementerian Kesehatan agar untuk cepat diperhatikan pelaksanaan penyemprotan disinfektan kembali bagi penumpang dari luar negeri. (DI)


MARITIMRAYA.COM, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan tetap bekerja maksimal dalam menyelesaikan proses penyidikan kasus illegal fishing. Selasa, (31/03/2020)



Direktur Jenderal PSDKP, Tb Haeru Rahayu menjelaskan penggunaan video conference dalam proses penyidikan menjadi salah satu siasat agar penyidikan tindak pidana perikanan tidak terhambat di tengah pandemi Covid-19 di wilayah Indonesia.



”Kami menggunakan teknologi video conference dalam proses penyidikan terhadap pelaku illegal fishing, yang sedang diproses hukum di Pangkalan PSDKP Lampulo," terangnya, di Jakarta.



Penyidik di Pangkalan PSDKP Lampulo, melakukan proses dan tahapan sesuai dengan protokol pencegahan dan penanganan Covid-19. Dimana semua awak kapal asing yang ditangkap, diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari sebelum dilakukan pemeriksaan.



"Jadi, sebelum dilakukan penyidikan, awak kapal pelaku illegal fishing tersebut telah dilakukan pengukuran suhu tubuh secara rutin yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Ulehlhuee dan Dinas Kesehatan Aceh dan isolasi secara mandiri terlebih dahulu sebagaimana protokol pencegahan Covid-19," katanya.



Lanjutnya, sebanyak dua Nakhoda berkewarganegaraan Myanmar dari dua kapal pelaku illegal fishing berbendera Malaysia (PKFB 1099 dan PKFB 776), akan segera menjalani proses hukum atas tindak pidana perikanan yang sudah dilakukan.



Selain itu, terkait adanya beberapa kebijakan penutupan akses di beberapa wilayah. Menurutnya, hal tersebut juga berpengaruh terhadap proses penyidikan yang berjalan, khususnya mengenai penggunaan jasa penerjemah yang berdomisili di Provinsi yang berbeda.



Sehingga penyidik akhirnya melakukan video conference agar hal tersebut tidak menghambat proses penyidikan yang berjalan. ”Proses penyidikan harus tetap mengikuti norma yang diatur dalam hukum acara. Alhamdulillah dengan video conference dapat menjadi solusi yang baik," terangnya.



Sementara itu, Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran, Drama Panca Putra menjelaskan penggunaan teknologi teleconference dalam proses penyidikan merupakan upaya untuk memudahkan proses penyidikan yang sedang berjalan. Dalam hal ini KKP sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan setempat.



Mengingat kondisi penyebaran wabah corona saat ini, pihak Kejaksaan mendukung langkah yang diambil KKP sepanjang dapat dilakukan dokumentasi secara baik. "Semua terdokumentasikan dengan baik oleh PPNS Perikanan kita, dan akan kami sertakan sebagai alat bukti dalam proses pembuktian di pengadilan nanti," tutupnya.



Pada masa pandemi Covid-19, dua kapal berbendera Malaysia yang diawaki oleh warga negara Myanmar ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 12 pada tanggal 10 Maret 2020 saat sedang melakukan pencurian ikan di WPP 571 - Perairan Selat Malaka.



Sampai saat ini, KKP telah melakukan penangkapan terhadap 17 kapal ikan asing ilegal yang terdiri dari 8 kapal berbendera Vietnam, 4 kapal berbendera Filipina dan 5 kapal berbendera Malaysia. (DI)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.