Latest Post

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas

 


maritimraya.com - Batam, Guna meningkatkan kompetensi SDM, Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengikutsertakan pegawainya untuk mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) manajemen bandar udara yang diselenggarakan secara daring oleh Politeknik Penerbangan Indonesia, Curug, pada Senin, 26 Oktober 2020, bertempat di Bandara Hang Nadim, Batam.


Kepala Bagian Administrasi Akademik Politeknik Penerbangan Indonesia, Curug, Capt. Daniel D. Rumani, dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada seluruh Kepala Bandara agar memperhatikan protokol kesehatan dalam operasional bandara.

Lebih lanjut, Daniel D Rumani, menambahkan kegiatan diklat agar dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.

“Kita harus bisa menjaga imej bandara udara dengan baik, jangan sampai terbentuk imej baru bahwa bandara adalah cluster baru penyebaran Covid-19. Oleh karena itu masing-masing bandara harus memiliki inovasi,” kata Daniel D. Rumani.

Kepala Biro SDM dan Organisasi BP Batam, Lilik Lujayanti, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya karena kegiatan ini dapat terlaksana walaupun melalui daring.

“Kami sangat bersyukur bahwa akhirnya kegiatan yang awalnya bisa dilakukan secara offline, namun karena pandemi korona maka dilaksanakan secara online. Saya berharap diklat yang akan berlangsung selama 21 hari ini dapat memberikan manfaat bagi semua peserta, khususnya bandar udara,” katanya.

Lilik juga menergaskan kegiatan ini dapat memberikan pengalaman serta ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.”saya berharap kepada semua peserta, terutama kepada peserta yang berasal dari BUBU Hang Nadim agar dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan ini dengan sungguh sungguh kerena ini merupakan kesempatan yang sudah kita tunggu tunggu untuk meningkatkan kompetensi dan dapat melaksanakan tugasnya secara optimal,’’tegasnya.

Ditempat terpisah Direktur BUBU Hang Nadim dan TIK BP Batam, Suwarso, mengatakan, kegiatan ini bermanfaat untuk peserta dan Bandara Hang Nadim.

”Kami mengirimkan 6 peserta untuk ikut kegiatan ini. Kami berharap semuanya lulus dan dapat menularkan ilmunya kepada teman-teman yang lain. Kami juga sudah menerapkan protokol kesehatan di bandara untuk menekan penyebaran Covid-19,” katanya. 

Diklat diikuti 31 peserta yang terdiri dari 25 orang dari Angkasa Pura II dan 6 orang dari BUBU Hang Nadim BP Batam. 

**( CC)



maritimraya.com - Batam, Dr. H. Asman Abnur, SE., MSi Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kepri membagikan secara simbolis  paket konverter kit Gas, konversi BBM ke BBG kepada Nelayan- nelayan sasaran penerima bantuan dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) kementerian  Energi dan Sumber Daya Mineral pada Minggu (25/10) di lantai dua kampus institut Teknologi Batam (ITEBA).

 Program bantuan  tahunan (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral  tahun ini nelayan sasaran di Provinsi Kepri yang mendapat bantuan Konverter kit Gas yakni kota Batam  berjumlah 445 nelayan, dibagikan mulai tanggal 11 hingga 18 Nopember 2020,, dan Kabupaten  Tanjung Balai Karimun berjumlah 381 nelayan, dibagikan mulai tanggal 21 hingga 27 November 2020.

Mantan MenPAN - RB mengatakan konverter kit Gas merupakan bantuan cuma - cuma, peralatan ini ramah lingkungan serta aman digunakan  selain itu dapat  menghemat biaya melaut nelayan sampai 30 persen.

 "Alat ini ramah lingkungan dan hemat bahan bakar untuk melaut, pergunakan sebaik-baiknya, tahun depan kita tarik lagi bantuan pemerintah pusat untuk nelayan Kepri yang belum dapat" Katanya. didampingi Handayani kepala seksi kenelayanan & Diversifikasi usaha Penangkapan Dinas Perikanan Kota Batam.

 Sementara Handayani saat diwawancarai awak media mengungkapkan kegembiraanya karena bantuan ini sangat membantu nelayan sasaran.

Selanjutnya Handayani menjelaskan Bantuan diberikan kepada nelayan sasaran yang telah memenuhi kriteria dan terdaftar serta belum pernah mendapat bantuan baik dari pemko Batam maupun PemProv Kepri.

 Diterangkamya nelayan kota Batam dibentuk secara kelompok sejak tahun 2009. sistim Kelompok Usaha Bersama (KUB)  menjadikan nelayan Semangkin produktif,  dan sistim ini sudah menjadi icon, acuan secara nasional.

" Nelayan Batam ada 74 kelompok Usaha Bersama (KUB) di Batam, dalam satu kelompok minimal 10 orang dan mendapat pembinaan dari Pendamping Perikanan Lapangan,"  ujarnya.

Salah seorang peserta bernama Juhari Anggota Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Batam mengatakan sangat senang mendapatkan bantuan konversi BBM ke BBG .

" Inpormasi yang saya terima alat ini hemat bahan bakar dan sangat aman digunakan" Ujar Juhari yang juga ketua KUB Amanah Bersama kampung Kelambak Batam.

Secara terpisah Pejabat Pembuat Komitmen Konkrit Nelayan Ditjen Migas Irine Yulianingsih mengatakan  program bantuan Ditjen Migas untuk nelayan dimulai sejak tahun 2016 dengan bentuk barang bantuan Konverter Kit Gas dan Syarat yang sama.

" Tahun ini  secara nasional ada 42 kabupaten / kota yang mendapat bantuan dengan jumlah  total 25 ribu nelayan sasaran" katanya.

Dikatakanya   anggaran  tahun 2020  untuk program bantuan nelayan sempat dialihkan ke penanganan  Covid 19, tapi dapat ditarik kembali, hal ini dikarenakan program bantuan ini menyentuh masyarakat nelayan secara langsung.

" Program ini arahan dari DPR RI komisi VII, dan Rencana tahun depan bantuan  akan dibagikan sebanyak 28 Ribu nelayan sasaran." Sebutnya.

Adapun data yang tertulis  bantuan konverter kit gas senilai  Rp 8.800.000 per paket

Total nilai bantuan 826 paket untuk nelayan Kota Batam  dan kabupaten  Tanjung Balai Karimun senilai Rp 7,27 M.

Sesuai  rincian  paket bantuan Ditjen Migas yakni  berupa :1 unit mesin kapal, 2 set konverter kit serta pemasangannya, 2 unit tabung LPG 3 kg beserta isinya serta1 set As panjang dan baling-baling.

**A Mursalim



maritimraya.com - Batam, BPH Migas  dan Pertamina berkolaborasi dengan anggota komisi VII DPR RI dapil Kepri menggelar sosialisasi implementasi  Sub penyalur  dan Penyalur mini bahan bakar minyak dan Gas kepada peserta utusan kapal pompong antar pulau dan nelayan Se - Provinsi Kepri .

Acara  pembekalan sekaligus  pendorong  perekonomian nelayan agar tumbuh  dan berkembang ini diadakan pada  Sabtu (24/10) di Gedung Auditorium Kampus Institut Teknologi Batam (ITEBA) kecamatan Sekupang Batam.

Hadir dalam acara tersebut antaranya, Dr. H. Asman Abnur, SE, M.Si / Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PAN Dapil Kepri, Pjs Gubernur Kepri yang diwakili Kadis ESDM Provinsi Kepri, Anggota Komite BPH Migas, Ir.Henry Ahmad MT,  General Manejer (GM) MOR I PT. Pertamina (Persero) PJS GM Piere Janitza Wauran, PJS Walikota Batam, Drs. Syamsul Bahrum, M.Si, Ph.D, Kadisperindag & ESDM Kota Batam DR. Gustian Riau, SE, M.Si, Perwakilan Polresta Barelang  serta stakeholder lainnya.

Anggota Komite BPH Migas Ir. Henry Ahmad dalam sambutanya mengatakan peluang usaha sektor migas bagi  Sub penyalur  dan  penyalur mini di Indonesia masih terbuka.

Hal ini  berdasarkan perbandingan dengan negara tetangga Malaysia 8 ribu penduduknya dilayani 1 penyalur, sedangkan Indonesia masih tinggi yakni 35 ribu dilayani1 penyalur

Kondisi yang tidak sebanding ini menyebabkan munculnya diberbagai daerah Pertamini ilegal yang tidak jelas asal usul minyaknya sehingga mengancam stabilitas mesin bermotor.

" Kalau   perizinan penyalur mini dengan kriteria  Pertamina disebut petrashop, sedangkan perizinan Sub penyalur untuk kebutuhan kelompok seperti kelompok kapal pompong antar pulau maupun nelayan" terangnya.

Sementara Anggota Komisi VII DPR RI, Asman Abnur dalam sambutanya mengatakan support kepada BPH Migas untuk mensosialisasi implementasi penyalur dan Sub penyalur kepada masyarakat serta edukasi dan transparansi  subsidi minyak dan Gas pemerintah ke masyarakat yang diputuskan bersama komisi VII DPR-RI.

" Nah sosialisasi inikan saya anggap penting diketahui masyarakat terkait tugas operator Migas dan regulator serta program pemerintah membuka peluang usaha Penyalur mini dan Sub penyalur" Ujarnya.

Diterangkanya  beberapa program aspirasi masyarakat Kepri telah terealisasi dengan bantuan pembuatan sumur bor beberapa titik di pulau tanjung batu hal ini dikarenakan saudara kita disana sulit air bersih, serta bantuan Lampu penerang jalan menggunakan tenaga surya sebagai kebutuhan masyarakat di kundur.

" Acara puncak besok (Minggu) saya akan menyerahkan bantuan kementerian ESDM berupa paket konversi BBM ke BBG untuk mesin kapal nelayan di kampus ITEBA" Ucapnya.

Secara terpisah Sekjen Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kota Batam Ir. Hery Irianto kepada awak media mengatakan harapanya agar pembangunan SPBN/ petrashop untuk para nelayan bisa KNTI akomodir untuk kontribusi nelayan.

Hery selanjutnya menjelaskan Kepri merupakan wilayah kepulauan dengan jumlah 2407 pulau di Provinsi Kepri serta 446 pulau di kota Batam, sehinga sarana transportasi laut antar pulau dan nelayan sangat dominan, namun masyarakat hinterland sulit mendapatkan BBM.

" Tadi teman-teman Nelayan dari kabupaten lingga dan Karimun juga mengeluhkan kelangkaan BBM subsidi,dan akan menangkap peluang ini untuk kelancaran  kapal nelayan  mencari ikan" Tutupnya.
A mursalim




 




maritimraya.com - Batam, Bersempena dengan Hari Bakti Badan Pengusahaan (BP) Batam ke-49 Tahun 2020, BP Batam berbagi sukacita dengan memberikan santunan kepada anak yatim/piatu pegawai dan purnabakti yang tergabung dalam Ikatan Pegawai Purnabakti Otorita Batam (IPPOB). 


Penyerahan santunan dilaksanakan pada Jumat, (22/10/2020) secara simbolis kepada 5 anak yatim pegawai BP Batam sebagai perwakilan dari 30 anak penerima. 


Santunan diserahkan oleh Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, didampingi Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar dan Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana.


Sedangkan santunan bagi para purnabakti diserahkan oleh Anggota Bidang Keuangan dan Administrasi, Wahjoe Triwidijo Keontjoro, didampingi Kepala Biro Umum, Budi Susilo dan Kepala Biro SDM dan Organisasi, Lilik Lujayanti, yang diterima oleh Bapak Sulasmono dan Bapak Toni Pardede sebagai perwakilan dari 10 orang anggota IPPOB yang saat ini kondisi kesehatannya kurang prima.


Purwiyanto, dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada para purnabakti BP Batam yang telah berkontribusi kepada instansi, dan salah satu wujud kepedulian BP Batam kepada anak-anak yatim/piatu pegawai BP Batam.


“Teruntuk para pegawai yang masih aktif di BP Batam, saya rasa kegiatan ini bisa menjadikan tonggak agar ke depannya bisa kita tingkatkan. Jadi tidak hanya atas nama instansi, tapi juga bisa dilaksanakan dari unsur pegawai dengan berbagai kegiatan sosial,” ujar Purwiyanto dalam sambutannya di Marketing Center BP Batam.


Purwiyanto juga mendoakan para anak yatim/piatu pegawai BP Batam, agar mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, dan negara di masa depan. 


“Semoga adik-adik yang menerima santunan hari ini kelak menjadi anak-anak yang pintar, yang rajin mengaji, saleh dan saleha, serta rajin mendoakan orang tuanya. Kami juga berharap, santunan ini dapat memberikan manfaat kepada adik-adik beserta keluarga,” harap Purwiyanto. 

(rud)

 


maritimraya.com - Batam, Pelabuhan Batam akan menuju green port berstandar internasional menuju poros maritim dunia. Hal ini terungkap dalam pertemuan saat Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan Universitas Pertahanan, Kamis (22/10/2020) di Balairungsari BP Batam, Batam Centre.


Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, menerima langsung kunjungan yang dipimpin Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, MM.


Purwiyanto, dalam sambutannya, mengatakan, kunjungan Universitas Pertahanan akan semakin mempererat hubungan baik antara BP Batam dengan Kementerian Pertahanan RI.


Ia berharap kunjungan ini dapat menghasilkan suatu yang bermanfaat untuk Batam, khususnya. “Harapan kami adalah kunjungan ini akan mengahasilkan sinergi dalam berbagai hal, terkait khususnya, Batam dapat bersaing dengan pelabuhan di seluruh dunia,” katanya.


Purwiyanto juga mengatakan hubungan BP Batam dengan Kementerian Pertahanan sangat erat. “Kami merasa hubungan antara BP Batam dengan Kementerian Pertahanan sangat erat. Kami ditugaskan ke Batam, sama dengan ditugaskan untuk perang, karena kami memang tidak menggunakan senjata atau yang lainnya, tapi kami butuh strategi, mungkin kami juga butuh pembekalan agar kami tau bagaimana sikap yang baik untuk menghadapi perang atau bersaing itu seperti apa,”katanya.



Pimpinan rombongan, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Masetio, MM, dalam sambutanya, mengutarakan, tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melakukan penelitian bersama menganalisa Kota Batam menuju green port berstandar internasional sehingga dapat mengukuhkan sebagai poros maritim dunia.


“Kami hadir di sini, salah satunya untuk membuat penelitian tugas akhir, di mana kami akan meneliti dan menganalisa apa saja yang menjadi hambatan bagi Batam untuk bisa menjadi sama dengan Negara Singapura,” katanya.


Mersetio juga mengatakan, posisi Batam memiliki keunggulan dibanding dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya di Indonesia. “Batam berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia dengan model pelabuhan yang canggih. Batam hanya bisa bermimpi untuk bersaing dengan negara tetangga kalau pelabuhannya saja masih model pelabuhan tahun 70-an,” katanya.

 

Marsetio juga mengatakan, timnya sempat menganalisa dan mempelajari karakter pelabuhan yang ada di Batam. “Kami sebenarnya sudah sampai di Batam sejak kemarin, kami juga langsung mengunjungi pelabuhan dan melihat keadaan Pelabuhan Batu Ampar. Kami masih melihat kegiatan di pelabuhan yang dilakukan secara manual dan tidak terdata secara baik,“ ungkapnya.


Dia juga menegaskan bahwa koordinasi sudah dilakukan dengan Bapak Menko Maritim. “Kami sudah berkoordinasi dengan Menko Maritim, dan kami juga sudah menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk membentuk pelabuhan yang berstandar internasional. Semua akan menggunakan konsultan, dan konsultan yang digunakan juga yang berstandar internasional,” tegasnya.


Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan, Laksamana Madya TNI Dr. Amarulla Oktavian, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, mengatakan, Unhan sudah melakukan beberapa penelitian di beberapa perairan yang memiliki potensi di Indonesia.


“Kami sudah melakukan beberapa penelitian, antara lain Selat Sunda dan Selat Lombok. Semua selat ini harus menjadi jalur yang menghasilkan untuk negara. Jalur internasional yang berbayar, jadi semua kapal yang lewat jalur Indonesia harus bayar ke Indonesia,” katanya.

**rillis


maritimraya.com - Batam, Pelaksana harian (Plh) Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purwiyanto, didampingi oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro melakukan peninjauan ke Water Treatment Plant (WTP) Muka Kuning dan valve jaringan Central Sukajadi pada Kamis (22/10/2020).


Peninjauan ini dilakukan untuk melihat dari dekat bagaimana proses produksi dan distribusi air yang selama ini dilakukan PT Adhya Tirta Batam (ATB) di Water Treatment Plant (WTP) Muka Kuning serta valve jaringan Central Sukajadi. 


Dalam peninjauan tersebut, Plh. Kepala BP Batam dan jajaran diterima oleh Direktur PT ATB, Benny Andrianto, beserta jajarannya.

Plh. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purwiyanto, mengatakan, tujuan kunjungan tersebut adalah dalam rangka proses pengakhiran dan penyerahan aset dari PT ATB yang telah 25 tahun melayani masyarakat Batam dan konsesi tersebut akan berakhir pada tanggal 14 November 2020 mendatang.


“Masyarakat tidak perlu khawatir pada masa transisi ini, seperti yang kita harapkan bersama semoga pelayanan tidak terganggu. Namun dalam prosesnya nanti jika ada kendala yang terjadi, kita harapkan kendala tersebut dapat teratasi,” kata Purwiyanto.


Direktur PT Adhya Tirta Batam, Benny Andrianto, mengatakan, pada dasarnya seluruh aset yang nantinya akan diserahkan sudah dalam kondisi yang siap berfungsi dengan baik dan sudah dipelihara, sehingga layak dan pantas untuk digunakan kembali.


“Aset-aset nantinya yang akan diserahkan adalah semua aset yang berfungsi untuk produksi dan distribusi yang mencakup WTP dan jaringan yang ada di dalamnya,” kata Benny Andrianto.


Turut Hadir dalam kegiatan Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan, Direktur Restrukturisasi sekaligus Ketua Tim Pengakhiran, Arham Sakir Torik, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar, dan jajaran manajemen PT ATB. 

(cc)



maritimraya.com - Batam, Guna meningkatkan dukungan teknologi informasi (TI) pada Sistem Informasi Keluar Masuk Barang (SIKMB) sehingga mampu mengakomodir pengajuan item dalam jumlah yang besar dan serta kecepatan transfer data secara kekinian.

 Badan Pengusahaan (BP)  Batam
menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peningkatan  Pelayanan Lalu Lintas Barang dengan Dukungan IT” yang dibuka resmi oleh Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, pada Rabu (21/10/2020), di Radisson Golf and Convention Center, Batam.

Purwiyanto menyatakan pentingnya untuk memperhatikan pelayanan perizinan lalu lintas barang sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan daya saing Batam. Menurutnya, tarif yang bersahabat harus selaras dengan pelayanan yang cepat dan efisien.

“Jadi di samping pemberian insentif dengan tarif dan murah, dan kemudahan dalam pengurusan dokumen, pelayanan yang cepat dan tepat juga merupakan hal yang harus diberikan perhatian lebih,” ujar Purwiyanto.

Ia mengimbau kepada Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal agar memperhatikan data pada 2019 dan 2020 dalam proses penyusunan Rencana Pemasukan Barang Konsumsi (RPBK) Tahun 2021.

“Tidak hanya mencatat kuota, tapi faktor-faktor penentunya juga harus dicatat sesuai dengan kebutuhan,” kata Purwiyanto.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, mengatakan, pihaknya akan memperhatikan dengan saksama pengumpulan dan pendataan RBK Tahun 2021 oleh pelaku usaha.

Penerbitan perizinan yang dirangkum dari SIKMB, tercatat Izin Usaha Kawasan sejumlah 61 perizinan dan Izin Pemasukan Barang sejumlah 599 perizinan, serta PNBP Perizinan SIKMB mencapai lebih dari Rp87 juta pada September 2020.

“Sedangkan data izin Usaha Kawasan, pada penerbitan Izin Usaha Luar Daerah Pabean (LDP) tahun 2019 mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam kurun waktu 5 tahun. Jumlah penerbitan izin usahanya mencapai lebih dari 1.200 perizinan,” jelas Harlas Buana.

Kenaikan ini, dikatakan Harlas, diakibatkan adanya perubahan regulasi yang mengharuskan adanya pembaruan Izin Usaha LDP atau Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDDP).
“Kami juga akan melakukan peningkatan dukungan sistem IT pada SIKMB agar mampu mengakomodir pengajuan item dalam jumlah yang banyak dan meningkatkan kecepatan transfer data,” ujar Harlas Buana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Konsultan dari Universitas Indonesia, Khoirunnurofik dan Andhika Pratama, Staf Ahli Kepala BP Batam, Muwasiq M Noor, Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK BP Batam, Endry Abzan, dan jajaran BP Batam lainnya.
( CC - red)

 


maritimraya.com - Batam, Pencaharian satu orang korban atas nama Dana (36) yang tenggelam   di sekitar kolam pelabuhan Beton Sekupang Batam akhirnya ditemukan para penyelam  pada Selasa pagi (20/10) dalam kondisi meninggal dunia.


Korban ditemukan oleh penyelam masyarakat Tempatan didasar laut sekitar 200 meter dari dermaga pelabuhan beton tersebut, sementara kapal pompong yang mengangkut korban masih tenggelam didasar laut hingga kini masih belum diketahui posisinya.


Hal ini dikatakan kepala Pos Sar Kota Batam Ronaldi saat dihubungi maritimraya.com  melalui telepon seluler.


" Korban ditemukan sekitar pukul 6.30 pagi di dasar laut oleh penyelam pertama dari masyarakat Tempatan dan Tim SAR,  selanjutnya pihak keluarga membawa ke rumah duka di pulau Belakang Padang" Terangnya.


Ditambahkan Ronaldi pencaharian korban dilakukan diwaktu pagi  karena arus belum begitu kuat sehingga membantu penyelam  melihat korban  di dasar laut.


"Tadi siang sebelum sholat Zuhur korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga dan kerabat" Ujarnya.


Merunut kejadian awal, peristiwa korban tenggelam akibat kapal pompong yang dikemudikannya  terbalik, Dana berlayar bersama Abib dari pelabuhan rakyat belakang Padang pada Senin dini hari (19/10) sekitar pukul 2.00 pagi menuju perairan Sekupang Batam untuk memancing  sotong.


Namun  sekitar 30 menit pelayaran mesin kapal mengalami gangguan pada pedal gas sehingga kapal melaju tak terkendali, jemping hingga kapal terbalik di arus gelombang yang cukup tinggi.


Dana dan kapal pompong yang dikemudikannya tenggelam di dasar laut, sedangkan Abib selamat berenang sampai ke tepi dermaga beton Sekupang Batam.

* Redaksi



maritimraya.com - Batam, Sejumlah kapal penolong  (SAR) Gabungan  melakukan pencaharian seorang pria Dana (36) yang tenggelam bersama kapal jenis pompong di perairan  berdekatan kolam dermaga Pelabuhan Beton  Sekupang Batam pada Senin(19/10).


Selain petugas SAR turut pula masyarakat setempat  membantu menyelam untuk mencari keberadaan korban namun belum ditemukan.


Kepala Pos Sar Kota Batam Ronaldi saat ditemui awak media menjelaskan dua orang   yang berada diatas kapal, satu orang selamat dan satu orang hingga kini masih dalam pencaharian.


" Satu orang selamat atas nama Abib (17), dan yang tenggelam hingga kini belum ditemukan bernama Dana (36), ujarnya.



Dikatakanya kronologis kejadian kapal berawal  berangkat dari pelabuhan rakyat Belakang padang  sekitar jam 2.30 pagi mau memancing sotong di perairan Sekupang dalam perjalanan sipengemudi tak bisa mengendalikan gas hingga kapal terangkat ombak laut dan karam.


" Korban yang selamat Abib menerangkan saat jatuh ke laut Dana masih memegang tali kapal dan berupaya menarik kapal kayu tersebut  ke pantai, dan diingatkn Abib untuk melepaskan kapal karena arus gelombang kuat" Katanya.

Mereka rencana mau memancing sotong dan selanjutnya ke Batam, tiba- tiba di perairan sekupang mesin kapal pompong ngegas kencang hingga kapal melompat dan terbalik.


Diterangkan Ronaldi lokasi kejadian berkedalaman 20 meter dengan air yang keruh menyulitkan petugas menemukan korban, dan  pencaharian di hari kedua  akan melakukan pencaharian menyisir pantai.


" Sesuai SOP masa pencaharian korban kecelakaan selama 7 hari, mohon doanya semoga di hari kedua kami Tim Gabungan berhasil menemukan Korban" harapnya

* Redaksi



maritimraya.com - Medan, Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menjalin kerja sama tentang Operasional Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Wajib Pandu di lingkungan kerja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.


Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dan Direktur Operasional dan Komersil, Ridwan Sani Siregar, yang dilaksanakan pada Jumat (16/10/2020), di Grand Aston City Hall, Medan, Sumatera Utara.

Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dalam sambutannya mengungkapkan, kerja sama antara BP Batam dengan dengan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) sudah berlangsung lama, tetapi pada hari ini kita membuatkan kerja sama yang lebih terstruktur. “Semoga hal ini menjadi awal yang lebih baik untuk ke depannya,” kata Syahril Japarin.


“Badan Pengusahaan (BP) Batam bukanlah perusahaan, tetapi Lembaga pemerintah yang bertugas dalam pengelolaan pengusahaan di Pulau Batam, di mana kita memberikan ruang seluas-luasnya kepada para pengusaha apakah itu dari BUMD, BUMN, maupun dari BUMS,” tambah Syahril. 



Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Dani Rusli Utama, mengatakan, penandatanganan kerja sama ini merupakan wujud upaya bersama antara Pelindo I bersama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam meningkatkan kinerja antar kedua belah pihak.


"Hari ini adalah kebahagian dan kebanggaan bagi kami, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), yang berarti pengakuan atas kerja sama kita, dan yang lebih penting adalah bagaimana kehormatan Pelindo I dipilih menjadi partner BP Batam ke depannya. Kami paham bahwa ada beberapa hal yang sudah kita kerja samakan yang dilakukan beberapa waktu lalu yang masih membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan,” kata Dani Rusli Utama.


“Saya berharap kerja sama yang baru saja kita tandatangani ini memberi nilai tambah bagi kedua pihak, bukan saja dari sisi finansial, tapi juga dari sisi reputasi. Kami bangga bisa bekerja sama dengan BP Batam. Kami yakini akan bekerja dengan sepenuh hati,” kata Dani Rusli Utama. 


Turut hadir dalam penandatanganan naskah kerja sama, antara lain Direktur Badan Usaha Pelabuhan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nelson Idris, General Manager Pelabuhan Barang, Kurnia Budi, Manager Komersial, Ronaldi Z, dan jajaran Managemen PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).

* Redaksi

maritimraya.cim - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam memaparkan tiga proyek investasi di Batam pada acara Road to Indonesia Investment Day, yang dilaksanakan Selasa (13/10/2020) pagi, bertempat di Ballroom Radisson Golf & Convention Center Batam.


Ketiga rencana investasi tersebut dipaparkan oleh Kepala Bidang Analisa Ekonomi Makro dan Sektor Strategis BP Batam, Irfan Syakir Widyasa. 


Proyek investasi tersebut, antara lain Pengembangan KEK Batam Aerocity, Logistik dan Halal Hub, serta Pengembangan Berorientasi Transit (LRT).


“Lokasi pengembangannya kami tentukan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam. Dengan total luas lebih dari 1.700 hektar serta hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam dari Singapura, menjadikan Batam sebagai pilihan yang tepat untuk berinvestasi,” ujar Irfan Syakir.


Lebih lanjut, ia menjelaskan, melalui pengembangan tersebut, BP Batam mampu merangkul beberapa komponen pelayanan, seperti Maintenance Repair Overhaul (MRO) dan manufaktur komponen suku cadang pesawat terbang, pergudangan, distribusi, serta mencakup sektor jasa perhotelan hingga perkantoran,

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana mengatakan, Indonesia Investment Day sendiri merupakan kegiatan unggulan hasil kolaborasi Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, KBRI untuk Singapura, dan BP Batam, yang bertujuan untuk memasarkan potensi investasi Indonesia, khususnya Batam, kepada investor global.


Harlas kemudian melanjutkan, pengembangan ketiga proyek investasi tersebut telah dipersiapkan secara khusus oleh tim KEK BP Batam dan telah tawarkan via one on one meeting melalui daring kepada investor. 


“Alhamdulillah respon yang kami terima dari para investor terkait ketiga rencana investasi BP Batam, sangat positif. Mereka mengaku tertarik dan menaruh minat yang tinggi untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan BP Batam,” ujar Harlas.


Ia juga menyambut baik rencana pengembangan Travel Corridor Agreement (TCA) yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. 


“Ada tiga pelabuhan di Batam yang ditunjuk sebagai pintu masuk para investor untuk berinvestasi di Batam, yakni Pelabuhan Harbour Bay, Pelabuhan Batam Center dan Nongsa,” kata Harlas.


Ia berharap, kegiatan ini mampu mendokrak jumlah investasi dan memperbaiki sektor ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Batam. 


Hadir dalam acara melalui daring, Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Singapura Didik Eko Pujianto, dan Pjs Gubernur Provinsi Kepri Bahtiar. 

*Hms - redaksi

maritimraya.com - Batam, Lembaga Aliansi Indonesia - Badan Penelitian Aset Negara (LAI- BPAN) DPD  Provinsi kepri menggelar rapat via zoom meeting dengan   kepala sekolah negeri Tingkat Sekolah Dasar (SD), dan  Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta pengurus bendahara dan pengelola aset  se Kabupate Tanjung Balai Karimun pada Rabu (14/10).


Adapun rapat  secara virtual tersebut  membahas aspek hukum terkait pengunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


Ketua LAI-BPAN DPD  Provinsi Kepri Awaluddin menjelaskan  kegiatan secara virtual ini akan  diselenggarakan secara bertahap khususnya sekolah Negeri yang berada di kabupaten/Kota Provinsi Kepri.


"Zoom metting pertama bersama Kepala Sekolah Negeri tingkat SMA  seProvinsi Kepri, kedua bersama Sekolah Tingkat SD,SMP se Kota Batam, dan Ketiga di Kabupaten Tanjung Balai Karimun ' Terangnya.


Kegiatan ini merupaka penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas dalam pengelolaan dan penggunaan dana pendidikan 

Sehingga para peserta benar"memahami dalam hal aspek hukum yg di jelaskan.


Hali ini tentunya semua kepala sekolah beserta jajaran nya semangkin memahami dalam pengunaan dana BOS sesuai dengan peruntukannya  yang telah diamanatkan oleh Undang undang.


Kepala Dinas Pendidikan  Tanjung Balai Karimun yg diwakili sekretaris Dinas Pendidikan  Dra. Reza Kurniati mengapresiasi kegiatan Zoom meting yang diselenggarakan oleh LAI-BPAN DPD  Provinsi Kepri.


Kegiatan virtual ini merupakan kebiasaan baru serta salah satu solusi memutus rantai wabah covid 19, namun dengan kemajuan teknologi informasi semua berjalan dengan baik.


Semoga kabupaten yg lain bisa berpatisipasi dalam mewujudkan program yang dilaksanakan LAI-BPAN DPD kepri.

*Redaksi

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.