Articles by "Nasional"

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

maritimraya.com - Batam,  Kementerian Perhubungan RI memberikan penghargaan kepada 3 petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Hang Nadim Batam atas prestasinya dalam melaksanakan tugas sebagai petugas keamanan dan keselamatan penerbangan dengan menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu pada Sabtu, 22 Agustus 2020 lalu, di Security Check Point 2 Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam. 

Penyerahan piagam penghargaan diserahkan pada Kamis (10/9), bertempat di Ruang Dharma Wanita Bandara Hang Nadim Batam.

Penerima piagam penghargaan tersebut adalah Agung Sofyan, Mega Rama Dika, dan Tiar Riska Ulina yang diserahkan oleh Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Elfi Amir, didampingi Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) BP Batam, Suwarso.

Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Elfi Amir, mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas keberhasilan petugas Avsec BUBU Hang Nadim dalam mengagalkan penyelundupan sejumlah kasus penyelundupan narkotika yang akan melewati Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“Penghargaan ini merupakan arahan langsung dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto. Tadinya beliau ingin memberikan langsung penghargaan ini, namun beliau berhalangan hadir dan menitipkan salam serta apresiasinya kepada petugas Avsec Bandara Hang Nadim yang telah berprestasi dalam menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu ini,” kata Elfi Amir.

“Kami turut bangga atas prestasi yang dicapai oleh Bandara Hang Nadim. Semoga prestasi ini dapat dicontoh oleh bandara-bandara lainnya di Indonesia. Karena untuk mencegah penyelundupan narkotika ini amat sangat sulit, dan memerlukan keahlian khusus. Sekali lagi kami ucapkan selamat dan terima kasih kepada petugas avsec yang menerima penghargaan ini. Tetap semangat dan tetap menegakkan prosedur demi keamanan dan keselamatan penerbangan,” kata Elfi Amir.

Elfi Amir juga menyampaikan, dengan adanya temuan di Bandara Hang Nadim, pihaknya langsung mengeluarkan Surat Edaran untuk terus meningkatkan pengawasan dan pengecekan kepada siapa saja, baik itu masyarakat maupun pejabat, yang memasuki kawasan bandara dan hendak melakukan penerbangan.

Direktur BUBU Hang Nadim dan TIK BP Batam, Suwarso, turut memberikan apresiasi dan motivasi atas keberhasilan petugas avsec dalam menggagalkan upaya penyelundupan narokotika jenis sabu. 

Suwarso mengatakan, penghargaan ini akan terus memotivasi para petugas avsec untuk bekerja lebih baik dan terus bekerja pada koridor tugas pokok dan fungsi. 

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah, dalam hal ini Kementeri Perhubungan, yang terus memantau kinerja kita dalam menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan Bandara Hang Nadim Batam,” kata Suwarso.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasubdit Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Keamanan Penerbangan, Rudi Richardo, Kepala Otoritas Bandara II Medan, Kepala Bandara Dabo Singkep, Andy Hendra, General Manager AirNav Cabang Batam, dan jajaran BUBU Hang Nadim Batam, serta perwakilan petugas Avsec Hang Nadim Batam.(red)

maritimraya.com - Jakarta, Badan Pengusahaan (BP) Batam hadir dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI mengenai Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2021, pada Rabu (2/9/) malam, bertempat di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Jakarta.

Pada kesempatan ini, Wakil BP Batam, Purwiyanto, memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam Tahun 2021, di mana target penerimaan BLU/PNBP BP Batam pada 2021 merupakan sumber utama pendanaan untuk program pembangunan BP Batam tahun tersebut. 

Wakil Kepala BP Batam menjelaskan, dalam RDP ini, BP Batam mengusulkan agar pagu alokasi anggaran tahun 2021 sebesar Rp1.789,66 miliar. Pagu alokasi tersebut diusulkan untuk mendanai dua program, yaitu Program Dukungan Manajemen dan Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi ekonomi Batam dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam sejak awal triwulan II tahun 2020. Meski demikian, Purwiyanto, mengatakan, BP Batam tetap fokus pada pembangunan Batam tahun 2021, yaitu Pemulihan Industri, Pariwisata, dan Investasi, yang juga merupakan salah satu fokus pembangunan nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021. 

“Sejalan dengan itu, dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020-2024, BP Batam akan mendukung perkembangan 4 (empat) sektor prioritas, yaitu Industri Manufaktur, Industri Jasa, Kegiatan Logistik, dan Pariwisata,” jelas Purwiyanto.

Pada 2021, BP Batam akan mengusahakan dukungan dana non APBN sesuai aturan yang berlaku dengan menggunakan skema pola kerja sama pemanfaatan aset, seperti kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), kerja sama operasi (KSO), dan kerja sama pemanfaatan infrastruktur (KSPI), khususnya terkait dengan Pengembangan dan Pengelolaan Bandara Hang Nadim, Pengembangan dan Pengelolaan Pelabuhan, Pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), dan beberapa kegiatan lain. 

“Dengan pola kerja sama tersebut, kami berharap bahwa pembangunan di Batam dapat tercapai sesuai yang kami harapkan, baik dari segi kuantitas, kualitas, maupun kecepatan waktu penyelesaian pelaksanaannya,” kata Purwiyanto.

Pimpinan sidang, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung, mengatakan, sesuai amanat Presiden RI, rancangan kebijakan APBN pada Tahun 2021 diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi, mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi dan daya saing ekonomi, mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital, serta pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi.

“Komisi VI DPR RI menyetujui usulan pagu alokasi anggaran Tahun 2021 menjadi sebesar Rp1.789,66 miliar beserta kedua program yang diajukan oleh BP Batam. Kami berharap anggaran ini akan terserap dengan baik dan maksimal ke depannya,” kata Martin Manurung.

Selain jajaran BP Batam, turut hadir dalam RDP tersebut, para anggota Komisi VI DPR RI, Sekretaris Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah RI, Rully Indrawan, dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Bebas Sabang, Iskandar Zulkarnaen. (hms -red)

maritimraya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Web Seminar (Webinar) yang bertajuk “Kesiapan Batam Menghadapi Industrialisasi dan Investasi Asing”, pada Kamis (27/8/2020) bertempat di Meeting Room Marketing Center BP Batam.

Melalui aplikasi Zoom, Web Seminar ini menghadirkan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Ketua KADIN Indonesia untuk Singapura Michael Goutama, dan Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk Abidin Hasibuan sebagai narasumber, serta Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong selaku moderator.

Forum diskusi online yang diselenggarakan oleh BP Batam ini diikuti kalangan pengusaha, akademisi, dan umum, yang membahas topik terkait kesiapan Batam menghadapi industrialisasi dan investasi asing, merumuskan langkah jitu bagi pemerintah dan para pelaku usaha agar bisa berjalan bersama.

Dalam kesempatan pertama, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso yang dalam hal ini mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, membuka Webinar dengan memaparkan beberapa poin penting, di antaranya perkembangan dan dampak pandemi Covid-19 di Indonesia, Surplus Neraca Perdagangan, Integrasi Pengembangan Batam-Bintan-Karimun-Tanjung Pinang, serta 2 KEK di Batam yang telah disetujui oleh Kemenko RI.

“Proyeksi pertumbuhan secara global untuk tahun 2020 berada di kisaran -7,6 hingga -4,9%. Sedangkan Indonesia sendiri kita berharap angkanya menunjukkan tren positif, seperti prediksi dari World Bank dari yang tadinya minus, menjadi 0,0%,” ujar Susiwijono.

Susiwijono melanjutkan, Indonesia mengalami kontraksi ekonomi lebih kecil, yaitu sebesar -5,32% pada kuartal kedua tahun 2020, dibandingkan dengan negara-negara lainnya, terutama ASEAN yang mencapai angka dua digit. Ia juga mengatakan kemungkinan resesi bagi Indonesia selalu ada, dan bukanlah hal yang baru selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Sebagian besar negara-negara di dunia sudah melakukan resesi, bahkan hampir semua negara di ASEAN akan melakukan resesi. Bahkan Thailand sudah lebih dulu resesi, begitu juga dengan Singapura dan Filipina,” ujar Susiwijono.

Sedangkan pada kuartal kedua, Provinsi Kepulauan Riau mengalami kontraksi -6,66%, yang mana jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan kontraksi ekonomi nasional, yaitu sebesar -5,32%. 

Kemudian dari sisi pengeluaran, kinerja ekspor dan impor relatif terdampak minimal. Namun sektor investasi, konsumsi pemerintah, dan lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) menurun tajam dibandingkan dengan nasional.

“Seperti daerah lainnya di Indonesia, sektor jasa, transportasi, dan akomodasi adalah sektor perekonomian yang paling terdampak di Provinsi Kepri. Namun kita harus yakin dan percaya diri dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski mengalami kontraksi yang cukup dalam, namun masih jauh lebih baik dari negara lain,” kata Susiwijono.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam pemaparannya mengatakan, nilai pertumbuhan ekonomi Batam selalu di atas Provinsi Kepulauan Riau dan nasional, di mana tahun 2019 lalu, menurut data dari Badan Pusat Statistik Kota Batam, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 5,92%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri mencapai 4,8% serta Indonesia 5,02%.

“Seiring juga dengan jumlah nilai investasi di Batam yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pada tahun 2019 nilai investasi Batam mencapai USD 750.768 juta dan Semester 1 tahun 2020 (Januari-Juni 2020) mencapai USD 497.223 juta. Aktivitas ekspor juga berjalan baik, dengan destinasi seperti China, Prancis, India, Singapura dan Amerika Serikat, yang merupakan beberapa negara tujuan ekspor terbesar dari Batam,” ujar Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi yakin, Batam masih menjadi primadona dan memiliki daya tarik bagi perkembangan industri dalam menopang pertumbuhan ekonomi regional dan nasional karena tidak dikenakan biaya ekspor impor, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, hingga insentif keuangan lainnya.

“Dengan adanya kegiatan webinar ini, kami berharap dapat memberikan informasi penting tentang Batam, khususnya kondisi saat ini. Kami tetap melakukan berbagai upaya untuk terus mempromosikan Batam secara aktif, dan BP Batam juga berkomitmen untuk melayani anda dalam mewujudkan investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam,” kata Muhammad Rudi. (Hms Red)

maritimraya.com - Batam, Sejumlah  penyelam  dari Perusahaan salvage (pencaharian kapal bawah air) yakni PT. Spektrum dikabarkan   belum menemukan kapal tagbout Multi Sahabat 8  yang tenggelam di perairan Ship To Ship (STS) Batu Ampar Batam akhir Juni lalu, hal ini menganggu keselamatan dan keamanan kapal yang akan berlabuh diperairan tersebut


Dikabarkan perusahaan nasional ini telah menerjunkan penyelam melakukan pencaharian selama tujuh hari  dikedalanan 40 meter hingga 50 meter menuju dasar laut, tetapi bangkai kapal Multi Sahabat 8 belum berhasil ditemukan.

Menurut narasumber yang tak mau disebutkan namanya kepada awak media mengatakan area kapal tenggelam merupakan tempat labuh kapal, yang berdekatan jalur  pipa gas dan kabel optik, sehingga  menganggu keselamatan dan keamanan pelayaran, " kalau kapal tenggelam di area STS itu wajib dicari dan diapungkan, karena perairannya tempat kapal menurunkan jangkar untuk berlabuh " Ujarnya.

Dikatakanya,  bila perusahaan salvage tidak mampu secara manual mencari kapal yang tenggelam di dasar laut, agen kapal PT. JC yang menggageni kapal naas tersebut sepatutnya melapor ke Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam untuk memintak bantuan petugas Navigasi mencari keberadaan kapal tagbout Multi Sahabat 8. "Area tenggelam kapal sangat riskan karena berdekatan jalur pipa Gas dan kabel optik, solusinya mintak bantuan kapal navigasi untuk mencari keberadaan kapal" sambungnya.

Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam, Sanggam Marihot Simamora melalui bidang Humas Aina Solmidas  saat dihubungi awak media terkait proses pencaharian kapal tagbout Multi Sahabat 8 mengatakan sejauh ini belum mengetahui proses dan tahapan pencaharian kapal," Tolong di WA saja nama kapalnya Pak,nanti saya tanyakan kepada Bidangnya" kata Aina.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Rabu (24/6) Kapal Tagbout Multi Sahabat 8 tengah membantu MT Clearocean Apollon 11 di area perairan wajib pandu, namun diduga kapal berbahan besi bertubrukan dengan kapal MT. Clearocean Apollon 11, sehingga kapal yang memuat 5 orang kru kapal tenggelam.

Dalam peristiwa tersebut korban capten kapal Bambang Hardiono ikut tenggelam dan beberapa hari ditemukan jasadnya diperairan internasional, sedangkan empat orang kru kapal dapat menyelamatkan diri.**Tim




maritimraya.com - Batam,  Keluarga besar Alumni Akademi Polisi ( Akpol) 1991 Batalyon Bhara Daksa secara serentak menggelar kegiatan Bakti Sosial ( Baksos) pemberian 25.600 paket Sembilan Bahan Pokok ( Sembako) dan sejumlah alat usaha kepada rmasyarakat dari Sabang sampai Merauke yang terdampak Covid-19 pada Senin (27/7)


Adapun Paket Sembako yang dibagikan kepada masyarakat Batam dan Kepri adalah sebanyak 1250 Sembako.


Brigjen.Pol. Djoko Rudi, S.H.,S.Ik,M.Si, perwakilan ketua alumni Akpol angkatan 1991 Batalyon Bhara Daksa dalam  sambutannya pada acara Baksos pembagian Sembako kepada masyarakat di Polresta Barelang mengatakan, situasi pandemi covid-19 telah berdampak pada menurunnya tingkat kesehatan dan perekonomian di seluruh dunia serta sangat mempengaruhi tatanan kehidupan bangsa dan negara. Sehingga pihaknya memahami kesulitan dan beratnya beban yang  dirasakan oleh masyarakat.


" berangkat dari hal tersebut maka kami berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial ini,  sekaligus memperingati HUT ke 29, Alumni Akpol 1991 Batalyon Bhara Daksa yang jatuh tepat pada hari ini, senin tanggal 27 juli 2020.
Pelaksanaan kegiatan Baksos ini berbentuk pemberian Sembako dan bantuan alat/modal usaha. Kegiatan Baksos kali ini adalah bukti kepedulian kami terhadap masyarakat indonesia. Karena kami memahami kesulitan dan beratnya beban yang bapak ibu rasakan. " Ujar Brigjen.Pol. Djoko Rudi, S.H.,S.Ik,M.Si. Senin (27/7/2020).


Selanjutnya Direktur Pengkajian Sosbud dan Demograpi Debidjianstrat Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI ini menjelaskan  pemberian sembako selain kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, juga kepada Anggota polri yang bertugas dan terdampak langsung Covid-19 dan beresiko tinggi, serta Keluarga alumni yon bhara daksa yang sudah meninggal dunia,dan bantuan bencana alam ( Luwu Utara).


" Kami menyadari bahwa peran Polri sangat dibutuhkan dalam masa pandemi covid-19. Oleh karena itu kami harus berperan aktif, Salah satunya adalah melakukan kegiatan Baksos ini. " Tambahnya.


Lanjut Djoko, Pelaksanaan Baksos tersebut dilakukan serentak di seluruh Polda (34 Polda), dan jumlah yang mendapat bantuan sebanyak 25600 paket Sembako dan 10 buah gerobak dan 1 ekor sapi untuk qurban.


" Kami berterima kasih kepada seluruh rekan-rekan Alumni Akpol 1991 Batalyon Bhara Daksa atas partisipasinya. Mudah-mudahan akan menjadi ladang amal dan ibadah dari Tuhan yang maha Esa untuk 
rekan-rekan semua. Pelaksanaan Baksos yang kami gelar serentak di 34 Polda selain sebagai bentuk pengabdian kami agar lebih dekat diri kepada masyarakat, juga bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam menghadapi Covid-19." 


" Kami berharap kegiatan ini akan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif sehingga masyarakat akan semakin produktif sebagaimana tema yang diangkat oleh bapak Kapolri dalam memperingati hari Bhayangkara ke-74 yaitu: “ Kamtibmas kondusif, masyarakat semakin produktif”. Ujar mantan Kapolres Tanjung Balai Karimun.


Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kabid Humas Polda Kepri),  Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan sosial Alumni Akpol 1991 yang difasilitasi Polresta Barelang.

Ditambahkannya, Pelaksanaan kegiatan ini juga sebagai bukti kepedulian kepolisian terhadap masyarakat Indonesia dan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat serta memajukan usaha yang telah berjalan.


Pak Iren Ketua RT 08 Warga Baloi Kolam, Kelurahan Sei Panas yang mewakili warganya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan paket Sembako tersebut.


" Warga saya ada 40 orang yang mendapat bantuan Sembako. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan pak polisi. Karena bantuan ini sangat membantu kami untuk meringankan beban kami, " ujarnya usai menerima Sembako.


Tampak hadir pada kegiatan ini, Irwasda Polda Kepri  Kombes Pol Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon, S.H., S.I.K.,.M.Si yang merupakan Akpol 91, Kapolres Barelang AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, dan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. Kasat Binmas Polres Barelang Kompol Dunya Harun,serta pejabat Polri lainnya.** Tim

MARITIMRAYA. COM - Batam, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyetujui usulan pembentukan dua titik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni, Nongsa Digital Park dan Maintenance Repair Overhaul (MRO) Batam Aero Technic di Batam.

Hal tersebut disampaikan langsung pada Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus melalui rapat dalam jaringan (daring), pada Jumat (10/7/2020).

Kesepakatan tersebut diperoleh setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian melakukan jejak pendapat bersama beberapa Kementerian Lembaga yang berkaitan dengan pengembangan KEK, antara lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, Kepala BKPM, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Keuangan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bea Cukai, Kepala BAPPENAS, dan Kepala BP Batam.

“Pada dasarnya, usulan pembentukan KEK di Batam mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat. Namun memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Terutama mengenai insentif kebijakan fiskal dan nonfiskal untuk calon investor,” ujar Airlangga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, BP Batam akan berkomitmen untuk mengawal proses administrasi hingga akhir, agar pembentukan dua KEK di Batam tersebut tidak menemui kendala.

“Kami akan berupaya secara maksimal untuk mengawal proses administrasi usulan pembentukan KEK Nongsa Digital Park dan MRO Batam Aero Technic selama satu atau dua bulan ke depan, sehingga diharapkan program ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Muhammad Rudi. **

MARITIMRAYA.COM - Batam, Direktorat Pengamanan Aset BP Batam melaksanakan kegiatan Asistensi Pendampingan Rencana Penetapan Obyek Vital Nasional (Obvitnas)di lingkungan BP Batam, pada Kamis, 9 Juli 2020.

Asistensi Pendampingan Rencana Penetapan Obvitnas ini dibuka oleh Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Drs. Hari Prasodjo, MH di Marketing Data Center Room Gedung A Pusat Data Teknologi Informasi BP Batam, Batam Centre.

Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri menyampaikan asistensi ini bertujuan agar pengelolaan Obvitnas lebih baik dan diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi dan perekonomian di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

“Ada lima langkah yang akan kita cek yang harus dipenuhi oleh objek vital tersebut dan ada 118 kriteria yang harus di penuhi. Langkah-langkah tersebut ialah supervisi, asistensi, verifikasi, dan kemudian akan dilaksanakan audit,” kata Hari Prasodjo.

Adapun materi terkait Asistensi Pendampingan Rencana Penetapan Obvitnasl di Lingkungan BP Batam dan Sosialisasi Perpol 07/2019 dipaparkan oleh Auditor Profesional Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, M. Roy Kusumawardhana.  

Perencanaan lokasi dari BP Batam yang akan ditetapkan menjadi Obvitnas, antara lain Gedung PDSI BP Batam, Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar, 2 Terminal Ferry, dan 7 Waduk di Batam. 

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan peninjauan langsung ke obyek vital nasional di lingkungan BP Batam. 

Hadir dalam kegiatan ini Dirpam Obvit Polda Kepri, Ketua Korwil HKI Kepri, Pimpinan Pengelola Kawasan Industri, Pimpinanan Pengelola Obvitnas PT Perusahaan Gas Negara Persero, Tbk Batam, Pimpinanan Pengelola Obvitnas PT Pertamina DPPU MOR I Hang Nadim, Pimpinanan Pengelola Obvitnas PT Semen Bosowa Indonesia Batam dan sejumlah pejabat di lingkungan BP Batam. (hms -red)

MARITIMRAYA.com - Pelayaran, Setelah empat hari pencaharian akhirnya jasad  Nahkoda TB Multi Sahabat 8 Bambang Hardiono ditemukan   pada Sabtu (27/6) siang di perairan TTS oleh kapal patroli Singapura.

Tampak posisi jasad  Nahkoda TB Multi Sahabat 8 tertelungkup terbujur kaku.

Nahkoda kapal patroli KN.330 milik  Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas 1 Batam Capt wolly saat dihubungi awak media maritimraya.com  terkait  penemuan  jasad nahkoda TB Multi Sahabat 8 membenarkan informasi tersebut.

" Benar tadi pihak police marine Singapura menginpormasi temuan Jasad mengapung di dekat OPL perbatasan Singapura, sekarang kami sedang menuju kapal patroli Singapura, " Ujarnya.

Dikatakan korban hanyut  dibawa arus ke perairan internasional TTS dan ditemukan kapal marine Singapura saat sedang patroli.

Evakuasi korban dilakukan KN.330 dan Tim SAR menuju kapal patroli Singapura untuk dibawa ke pelabuhan Batu Ampar Batam, selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara.

* (Amrullah)

MARITIMRAYA.com Jakarta, Guna meningkatkan keselamatan pelayaran di Alur Laut Kepulauan di Selat Sunda dan Selat Lombok kementerian perhubungan akan menerapkan Bagan pemisahan alur laut atau Traffic Separation Scheme (SCC) dengan siatem pelaporan secara terpadu.

Salah satunya melakukan peningkatan pengawasan di TSS, dimana Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengoptimalkan pengoperasian Vessel Traffic Service (VTS) Merak dan VTS Benoa.

Dilansir dari Berita Trans. com Direktur kenavigasian Hengki Angkasawan mengatakan pentingnya meningkatkan keselamatan pelayaran di selat Sunda dan Lombok??
"Sarana dan prasarana di VTS Merak dan VTS Benoa, termasuk Sumber Daya Manusia, Automatic Identification System (AIS), Radar, dan lain-lain siap untuk melaksanakan pengawasan di seluruh wilayah TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok,” jelas Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dengan telah ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 129 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 130 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Selat Sunda, maka juga diatur mengenai pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi (SUNDAREP dan LOMBOKREP) bagi kapal-kapal yang melintas pada TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok.


Pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi bertujuan agar terdapat manajemen lalu lintas yang efisien dan cepat, demi kepentingan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan laut, sebagaimana didefinisikan dalam konvensi internasional yang relevan.





"Hal tersebut juga sesuai dengan Konvensi SOLAS Chapter V, yang mengatur tentang fungsi dan peran terkait operasional Vessel Traffic Services (VTS) dan Ship Reporting System (SRS), serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2011 tentang Telekomunikasi Pelayaran,” katanya.





Nantinya kapal yang hendak melewati TSS Selat Sunda dan Selat Lombok diminta memberikan informasi sebelumnya tentang ukuran kapal, baik dalam kondisi ballast maupun bermuatan dan apakah membawa kargo berbahaya.





Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi ini bersifat wajib, yaitu bagi semua kapal berbendera Indonesia yang melintas, menyeberangi/memotong bagan pemisah lalu lintas (TSS) melalui daerah kewaspadaan (precaution area).
"Sedangkan bagi semua kapal asing yang memasuki bagan pemisah lalu lintas (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok sangat dianjurkan untuk berpartisipasi dalam Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi,” ujar dia.





Hengki mengatakan, dalam berkomunikasi di Selat Sunda dan Selat Lombok harus dilaksanakan dengan percakapan yang mudah dimengerti dan singkat.





Bagi TSS Selat Sunda melalui Radio VHF pada channel 22 atau 68 dengan nama panggil Merak VTS, sedangkan TSS Selat Lombok melalui Radio VHF pada channel 16 atau 68 dengan nama panggil Benoa VTS, dimana semua kapal yang melewati TSS harus sepenuhnya melaksanakan tugas jaga dengar.





Selain itu, peran VTS sangat vital dalam pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi, mengingat kapal-kapal akan berkomunikasi dengan VTS, terkait dengan fungsi pelaporan kapal, serta terkait dengan pelayanan INS (Information Navigation Service) dan NAS (Navigational Assistance Service).





"Di mana semua kapal yang berlayar di kedua Selat tersebut direkomendasikan untuk mempergunakan informasi yang disiarkan oleh VTS Merak dan VTS Benoa,” ungkapnya.??
Pihaknya juga telah menyusun Format Pelaporan sesuai Standard Marine Communication Phrases (SMCP) IMO. Pertama format pada saat Kapal melintas di TSS Selat Sunda dan Selat Lombok, dan yang kedua pada saat Kapal memotong/menyeberang di TSS.





Selain itu, format Sistem Pelaporan Kapal disampaikan berdasarkan kode, Identifikasi pesan (jenis laporan) dan laporan pertama. Kode A disampaikan terkait informasi kapal (nama, tanda panggilan, nomor identifikasi IMO dan bendera kapal).
Kode P untuk muatan di atas kapal (kargo berbahaya atau tidak), Kode Q untuk informasi cacat/kerusakan/kekurangan/keterbatasan, dan Kode X untuk informasi lain-lain yang relevan.
"Bila diperlukan VTS operator daapt memintak inpormasi tambahan kepada kapal seperti destination, last port,syarat kapal serta memberikan pelayanan lainnya yang termasuk dalam pelayanan INS dan NAS" tutup Hengki.




(Berita Trans.com)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.