MARITIMRAYA.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) membentuk gugus tugas penanganan virus corona. Selasa, (17/03/2020)



Gugus tugas ini dibentuk sebagai tindak lanjut atas perintah Presiden melalui Keppres No.7 Tahun 2020. Dan yang ditunjuk sebagai Ketua Gugus Tugas adalah Wakil Wali Kota Batam.



Usai dibentuk, gugus tugas ini langsung melakukan rapat perdana, dan terdapat beberapa poin, antara lain dibentuknya tiga Kelompok kerja (Pokja) Gugus Tugas, yaitu Pokja pencegahan, Pokja penindakan, serta Pokja sosialisasi dan publikasi.



Dalam Rapat yang berlangsung di Kantor Wali Kota Batam (16/3). Terdapat juga kesepakatan merekomendasikan ke Wali Kota Batam, untuk 14 hari ke depan tidak ada aktivitas massal.



"Dalam waktu dekat itu antara lain musrenbang, MTQ, peringatan isra’ mi’raj, dan Nyepi. Semua akan dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan,” kata Ketua Gugus Tugas.



Hal ini, sambungnya sejalan dengan surat Wali Kota Batam yang memerintahkan kegiatan belajar mengajar dari PAUD sampai SMP dilakukan dari rumah. Begitu juga surat edaran Gubernur Kepulauan Riau yang memutuskan tidak ada kegiatan belajar mengajar SMA di sekolah sampai dua pekan ke depan.



Wakil Wali Kota Batam melanjutkan persoalan virus ini, ada pada kecepatan penyebarannya. Oleh karena cepat menyebar itu, maka mata rantainya harus diputus dengan mengurangi kontak langsung antar individu. “Semua sepakat untuk melakukan gerak cepat dalam meminimalisir atau menghalangi sebaran virus corona yang kencang ini,” ujarnya.



Ia menegaskan, sampai hari ini Batam masih steril. Dalam artian, dari beberapa sampel yang dikirim untuk pemeriksaan, hasilnya dinyatakan negatif virus corona.



“Mudah-mudahan dengan gugus tugas ini bisa kita tekan lagi. Tak hanya yang mungkin terpapar, tapi juga orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan,” katanya.



Kemudian, gugus tugas ini juga akan turun ke masyarakat untuk mengantisipasi pembelian berlebih (panic buying) dan penumpukan stok bahan pangan. Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan penimbunan.



“Termasuk desinfeksi dan cairan sanitasi tangan (hand sanitizer) yang sudah mulai sulit ditemukan. Padahal kita sudah dorong kantor camat dan lurah jadi yang terdepan untuk mencontohkan cuci tangan, tapi rupanya barangnya ini sulit dicari,” terangnya.



Dalam penanganan virus corona ini, pemerintah akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga. Besaran yang tersedia yakni sekitar Rp3-4 miliar. “Paling tidak untuk dua bulan ke depan kita gunakan berapa yang ada, yang penting sebaran virus ini harus benar-benar kita cut,” tutup Amsakar Achmad. (MC/DI)