November 2020

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas

maritimraya.com - Batam, PT. Jasa Raharja bersama BP Batam melakukan penanaman pohon bersama, pada Jumat (27/11/2020) pagi, bertempat di Daerah Tangkapan Air Waduk (DTA) Duriangkang, Senjulung, Batam.

Kegiatan yang mengusung tema “Hijaukan Alam Untuk Negeri” ini dihadiri oleh General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim Koto dan Plt. Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kepri, Masna Firles beserta jajarannya. 

“Kami mengapresiasi inisiasi Jasa Raharja yang telah turut serta berpartisipasi untuk melestarikan penghijauan di DTA Waduk di Batam, terutama Waduk Duriangkang. Karena sebagian besar pasokan air baku di Batam berasal dari waduk ini,” ujar General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim Koto.

Lebih lanjut, Ibrahim, mengatakan, BP Batam telah melakukan pemasangan pagar pada sebagian Waduk Duriangkang sebagai langkah preventif perusakan DTA. 

Ia juga menjelaskan pentingnya penghijauan di DTA untuk menjaga ketersediaan air baku di Waduk.

“Prinsipnya, air yang terserap di DTA pada akhirnya akan mengalir ke waduk. Sehingga, di saat air waduk kita berkurang karena terus digunakan oleh kebutuhan rumah tangga dan industri, DTA yang terjaga kandungan airnya, mampu menjadi sumber cadangan air yang akan memenuhi waduk,” jelas Ibrahim.

Ia berharap kegiatan penghijauan yang dilakukan Jasa Raharja dapat berlanjut di masa mendatang dan menjadi inspirasi bagi instansi dan komunitas penghijauan di Batam, sebagai wujud kepedulian menjaga keseimbangan pasokan air baku di Batam.

Plt. Kepala Jasa Raharja Cabang Kepri, Masna Firles, mengatakan, terdapat 500 bibit pohon yang ditanam dengan jenis tanaman berdaya serap air tinggi. 

Ia mengatakan, penanaman pohon ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun PT Jasa Raharja ke-60 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

“Penanaman pohon ini juga kami laksanakan untuk memenuhi salah satu misi PT Jasa Raharja, yaitu bakti kepada lingkungan. PT Jasa Raharja Cabang Kepri sendiri sebelumnya sudah melakukan kegiatan penghijauan beberapa kali, salah satu di antaranya adalah penanaman pohon mangrove di Kampung Terih dan Pulau Sempadan,” ujar Masna. (Hms rud )

maritimraya.com - Batam, Dalam rangka penerapan kebijakan pengembangan industri yang baik dan efektif yang mana diperlukan dukungan data yang valid dan terkini, Badan Pengusahaan (BP) Batam, bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI, menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), pada Rabu (25/11/2020) di Meeting Room Asialink Hotel, Batam.

Sosialisasi ini juga bertujuan untuk memantau kondisi industri dan kawasan industri secara menyeluruh, serta menghimpun data yang lengkap dan rinci, dan penyederhanaan perizinan.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, menjelaskan, sosialisasi ini merupakan bagian dari peran BP Batam untuk memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha di Batam. 

Menurutnya, inovasi dan perbaikan dibutuhkan untuk mempercepat produksi industri di Batam. “Kawasan industri, perusahaan, dan aktivitas perdagangannya menjadi satu-kesatuan untuk meningkatkan produksi, agar sejalan dengan misi Kementerian Perdagangan RI yang kini sedang menjaga fokus tren neraca perdagangan dengan memperbesar ekspor,” ujar Harlas.

Ia mengimbau agar para peserta workshop dapat memanfaatkan pertemuan ini dengan baik dan dapat mengisi data pada sistem SIINas dengan lengkap.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian RI, Janu Suryanto, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Janu Suryanto, menyampaikan beberapa hal terkait penyampaian laporan data dan pemanfaatan SIINas bagi pelaku usaha.

Dikatakan Janu, total Laporan Perusahaan Kota Batam pada Semester 1 tahun 2020, saat ini hanya mencapai 141 perusahaan atau 3% dari jumlah keseluruhan.

“Padahal jika SIINas ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, banyak kemudahan yang didapatkan oleh para pelaku usaha, seperti mengetahui potensi bahan baku industri, tersedianya database paten, maupun adanya rekomendasi penetapan harga produk usaha tertentu,” jelas Janu.

Ia menambahkan, nilai ekspor Migas dan Non Migas pada Oktober 2020 mencapai US$14,39 Miliar, di mana mengalami kenaikan 3,09% dibanding September 2020. 

Sedangkan untuk impor pada Oktober 2020 mengalami penurunan -6,79% dibanding September 2020.

“Untuk itu, Pemerintah sudah menyiapkan beberapa langkah strategis program subtitusi impor 35% dengan peningkatan utilisasi produksi seluruh sektor industri pengolahan pada tahun 2022 diperkirakan mencapai 80%,” ungkap Janu.

Turut hadir dalam acara, Ketua Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang, Wakil Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, dan Kepala Sub Direktorat Pelayanan Penanaman Modal, Wildan Arief. (Hms - Rud)

maritimraya.com - Batam, Pimpinan dan Anggota Bapemperda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, melakukan kunjungan ke Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), Rabu (25/11/2020).

Kunjungan Badan Pembentukan Peraturan Daerah tersebut diterima langsung oleh Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad, didampingi sejumlah Pejabat Tingkat II dan III BP Batam, di Gedung Marketing Centre BP Batam.

Pimpinan Bapemperda DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan, sekaligus ketua rombongan, dalam sambutannya mengatakan, tujuan kunjungan ke BP Batam adalah untuk melakukan koordinasi tentang rancangan peraturan daerah terkait dengan penyelesaian rencana tata ruang wilayah Kota Batam.

“Kami ke sini ingin membahas tentang rancangan peraturan daerah bersama BP Batam, bagaimana supaya pembahasan Ranperda RTRW ini bisa diselesaikan bersama-sama yang target kita selesai di bulan Desember ini,” katanya.

Ramadhan juga menambahkan, ada rancangan yang harus kita bahas lebih detail dan sekaligus kita mencari solusi bersama BP Batam. 

“Ada pembahasan yang lebih serius yang harus kita bahas dengan BP Batam, dan pembahasan ini lebih menonjol dari pembahasan yang lainnya, yaitu masalah kampung tua, yang di dalamnya juga ada masalah Peta Lokasi (PL) yang sudah bisa disepakati, namun ternyata di dalamnya peruntukannya belum sesuai dengan yang disepakati bahwa di dalamnya ada peruntukan jasa, industtri dan pariwisata. Sementara sudah disepakati bahwa kampung tua itu pemukiman,” tambahnya. 

Ramadhan menegaskan bahwa Ranperda RTRW ini harus selesai dengan target yang telah ditentukan.

”Kami dari siang sampe malam, pagi-sore, kita berusaha menyelesaikan Raperda RTRW tahun 2020-2040. Oleh karena itu kami juga akan melakukan pertemuan lanjutan sekali lagi bersama BP Batam, karena kita ingin mendapatkan solusi agar target tercapai,” tegasnya.

Sudirman Saad, di awal sambutannya, berharap pertemuan ini akan menjadi manfaat bagi masyarkat. 

“Kami sangat berterima kasih kepada pimpinan Bapemperda bersama jajaran DPRD kota Batam yang sudah sempat mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke BP Batam. Dan kami berharap pertemuan ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Batam,” ujar Sudirman Saad.

Sudirman juga menjelaskan bahwa ada masalah yang sudah lama ingin  dibahas dan akan dicari solusinya. “Ada pending issue yang sudah lama kita ingin bahas bersama, pada hari ini kita duduk bersama, kita akan membahas dan mencari solusi terbaik buat masyarakat,” katanya.

Dia juga menambahkan, bahwa BP Batam sudah bekerja sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang awalnya berbasis Peraturan Presiden (Perpres).

”Pada prinsipnya BP Batam bekerja berbasiskan Peraturan Presiden, yang dikatakan bahwa perencanaan yang dianut oleh BP Batam itu awalnya berbasis Perpres tentang tata ruang atau Perpres tetang Kawasan Strategis. Di dalam PP, dikatakan, bahwa perencanaan yang dirujuk oleh BP Batam, selain Perpres BBK, juga RTRW Kota Batam. Jadi eksklusif, sehigga BP Batam memiliki kepentingan terhadap RTRW ini, karena itu menjadi salah satu referensi kita untuk melakukan eksekusi tugas-tugas BP Batam,” tambahnya.

Sudirman kembali menjelaskan ada kesepakatan yang dapat kita ambil dari pertemuan pada hari ini terkait kampung tua. 

“Kita sepakati bahwa hasil pengukuran sementara terhadap 37 titik kampung tua itu luasnya 1.006 hektar, namun di dalamnya ada alokasi lahan yang sudah diterbitkan oleh BP Batam, yang luasnya kurang lebih 300 hektar, sehingga kurang lebih 700 hektar dari 1.006 hektar kampung tua itu sudah bisa dikatakan clear and clean, sehingga bisa diadopsi ke dalam RTRW. Sementara yang sudah dialokasikan akan dibahas di pertemuan berikutnya agar tidak menganggu proses penyelesaian RTRW yang ditargetkan pada bulan Desember tahun ini,” jelasnya.

“Pertemuan ini sangat produktif meskipun juga sangat dinamis, karena teman-teman DPRD yang datang ini dari berbagai partai politik yang membawa aspirasi dari konstituennya masing masing. Itu menjadi suatu hal yang konstitusional, tetapi tentu saja BP Batam dalam menanggapinya juga harus mengikuti aturan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu BP Batam juga harus tunduk di situ, jadi dengan prespektif itu kita sepakat, dan itu menjadi suatu yang sangat positif yang selama ini sempat tertunda,” tegasnya. * ( Hms Zhl)

maritimraya.com - Batam, Kapal Kargo berbendera Asing MV. Tuna I kandas  menabrak batu karang di perairan batu berantai kecamatan belakang Padang kota Batam pada Minggu malam (22/11).

Alur pelayaran di perairan batu berantai kecamatan belakang Padang kota Batam terkenal rawan bila kapal - kapal melintasi perairan tersebut.

kapal kargo MV.Tuna I berbendera Cyprus kandas berdekatan dengan kapal Shahraz berbendera Iran  yang masih teronggok seperti besi tua.

Kapal MV. Tuna I berbobot GT. 66332 yang memuat ratusan kontainer berangkat dari Pelabuhan Singapura tujuan Jakarta.

M Taufik Petugas kantor Distrik Navigasi kelas I Tanjung Pinang saat dihubungi awak media belum bisa memberi keterangan terkait kronologis kejadian, " Iya memang benar ada kapal kandas tadi malam, tapi saya belum bisa mengeluarkan statemen, saya mau investigasi, karna ini ada aturannya" Sebutnya.

Pengamat maritim Batam, Bernabus saat dimintai tanggapan insiden mengatakan ironis incident ini mengundang banyak pertanyaan. karena semua lampu navigasi laut mulai dari selat Malaka hingga selat singapura dan ke selat durian semuanya berfungsi baik  untuk menuntun kapal yang berlayar  melewati selat singapura ( batu berantai ) pulau takong. 

Dikatakanya  tidak ada alasan kapal kandas  dikatakan fouce mayour, itu mustahil karena sejak dahulu kala keadaan perairan disekitar itu menjadi perhatian dunia, dengan dilengkapi demikian rambu suar dan pelampung suar atau sarana Bantu Navigasi Pelayaran.

" ini perlu diselidiki oleh ahli team  DJPL umtuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan. kejadian ini, dapat dibayangkan resikonya kelak, apalagi insiden kapal asing  Shahraz kandas hingga saat ini masih nongkrong diatas batu karang diarea yang sama" Tutupnya*Am

 

maritimraya.com - Batam, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlatamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., hadiri acara peletakan lunas/keel laying pembangunan kapal di galangan kapal PT. Batamec Tanjung Uncang Batam Kepri, pada Rabu pagi (18/11/2020).

Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan Presiden Direktur (Presdir) PT.Batamec, lalu pelaksanaan Ke el Laying, dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Keel Laying, sambutan Asintel Kasal Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua, S.E., M.M., doa, lalu ditutup dengan foto bersama.

Pembangunan satu unit kapal type Kapal Bantu Cair Minyak (BCM) ini, dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa, hal tersebut ditandai peletakkan lunas/keel laying, pernyataan resmi pembangunan Kapal BCM dengan menekan tombol sirena oleh Asintel Kasal

Selain itu penandatanganan Berita Acara Peletakan Lunas/Keel Laying pembangunan kapal antara Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo, CHRMP., dengan Presiden Direktur PT Batamec Maya Miranda, S.H., MIB., yang disaksikan oleh Asintel Kasal

Dalam sambutannya Asintel Kasal mengatakan “PembangunanKapal BCM saat ini merupakan tindak lanjut pengadaan Alutsista dalam upaya meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut yang mengacu kepada Minimum Essential Force yang telah ditetapkan”, sebutnya.

Lebih jauh dikatakan “Sebagai salah satu galangan dalam negeri, PT.Batamec diharapkan mampu meningkatkan mutu serta kemampuan dalam membangun kapal perang produksi dalam negeri yang berteknologi tinggi, sehingga PT.Batamec dapat menjadi referensi bagi TNI Angkatan Laut untuk tetap menjalin kerja sama dimasa mendatang”, pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Kadislaikmatal Laksma TNI Udyatmiko, Danguskamla Laksma TNI Yayan Sofyan,S.T., Kasubdis dalada, Kasubdisadalut, Aslog Danlantamal IV Kolonel Laut (T) Cok Bagus Alit Y, S.T., Aslog Danguskamla Kolonel Laut (T) I Negah S, Dansatgas Kapal BCM Kolonel Laut (T) Dody serta perwakilan dari Bank Mandiri.


( Dirilis dari :Pelopor Wiratama)

  


maritimraya.com - Batam, Badan Penguasahaan (BP) Batam, melalui Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 83 Tahun 2020 dan Permendag Nomor 76 Tahun 2019 dengan mengundang para pelaku usaha Batam, Kamis (19/11/2020), di Aston Hotel Batam.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana dan menghadirkan Kepala Sub Direktorat Barang Modal Direktorat Impor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Muhammad Sulaiman Suaib dan Kasubdit Barang Kimia Berbahaya, Tambang dan Limbah Kemendag RI, Ernawati, sebagai narasumber.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana, dalam sambutannya mengatakan, perkembangan industri aktif bidang usaha daur ulang berdasarkan izin usaha kawasannya didominasi oleh industri daur ulang bukan logam.

“Untuk perusahaannya memang masih dominan industri daur ulang bukan logam, adapun jumlah industri yang aktif mengajukan pemasukan BMTB melalui SIKMB BP Batam terus mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir,” ujar Harlas.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, para pelaku usaha semakin mendapatkan pemahaman terkait ketentuan pemasukan limbah non B3 sebagai bahan baku industri maupun pemasukan BMTB, yang pada akhirnya dapat mewujudkan kemudahan dalam berinvestasi di Batam.

Adapun konsep perubahan Permendag Nomor 118 Tahun 2018 Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 76 Tahun 2019 yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Barang Modal Direktorat Impor Kemendag RI, Muhammad Sulaiman Suaib, mencakup kemudahan pengumpulan dokumen permohonan perizinan para pelaku usaha beserta simplifikasi persyaratannya.

“Dalam rangka menarik investasi, salah satu usulan konsepnya adalah terkait penambahan jenis mesin dalam keadaan tidak baru yang dapat diimpor kepada pembina industri, dalam hal ini Menteri Perindustrian, agar HS Code dapat diakomodir dalam regulasi Permendag Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru,” ujar Sulaiman Suaib.

Perubahan dan relaksasi atas peraturan tersebut, dikatakan Sulaiman Suaib, juga merupakan bentuk perhatian dari pemerintah pusat terhadap kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

Kasubdit Barang Kimia Berbahaya, Tambang dan Limbah Kemendag RI, Ernawati, menjelaskan beberapa perubahan yang tercantum dalam Permendag Nomor 83 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 84 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun Sebagai Bahan Baku Industri.

“Adapun perubahannya mengenai eksportir terdaftar, ketentuan dalam proses PI-nya sendiri disimplifikasi, termasuk di dalamnya penambahan pelabuhan tujuan, pengintegrasian sistem dan masa berlaku Bukti Eksportir Terdaftar (BET),” ujar Ernawati. 

"( Hms)

 

maritimraya.com - Batam, Pemerintah kota Batam bersama  Indonesian Maritime Pilot's Association (INAMPA)  menggelar acara Fokus Group Discussiin (FGD)  kemaritiman pada Kamis (19/11) di Hotel Golden Bay Bengkong Laut.

Acara bertema "Peluang tantangan dan sinergi untuk majukan bisnis maritim Kepri, khususnya Batam dan sekitarnya, ini dibuka secara resmi oleh Pjs Walikota Batam Syamsul Bahrum.

 Dengan menghadirkan Enam orang narasumber  yang sangat kompeten di bidang maritim yaitu, Ka Bakamla Zona maritim barat, Laksamana Pertama TNI Hadi Pranoto, Komandan Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan ST,  KSOP khusus Batam yang diwakili Kabid Kepelabuhan Rudi Abdisena,  KPU Bea Cukai Batam diwakili Akbar Afianto,  Direktur PT. Badan Usaha Pelabuhan Kepri, Capt. Darmansyah, serta  rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah). Agung Dhamar Syakti.

Syamsul Bahrum dalam sambutanya menyampaikan  peluang bisnis maritim Batam selama ini diketahui  sangat potensial untuk mendongkrak  ekonomi, hal itu dikarenakan ramainya aktifitas lalu lalang kapal yang cukup padat di perairan selat Malaka, namun aktifitas labuh, tambat kapal asing tersebut didominasi perairan Singapura dan Malaysia.

 ia mengingatkan pengembangkan bisnis maritim tetap menjaga kesetaraan antara pembangunan ekonomi dengan kekuatan pertahanan dan keamanan maritim.

"Saya mengharapkan FGD ini akan membuat tim yang memuat secara konferhensip semua kebijakan di bidang maritim meliputi, analisis, potensi, aturan, kekuatan, kelemahan, tantangan serta peluang untuk memajukan bisnis maritim" Harapnya.

President INAMPA Pasoroan Herman Harianja kepada awak media menyampaikan kegiatan FGD bersama Pemko Batam terselenggara sesuai semangat bersama untuk membangun daya saing kemaritiman.

Dikatakanya Inampa ridak hanya sebagai wadah resmi perwira pandu maritim Indonesia, namun organisasi profesi ini juga berperan sebagai salah satunya penasehat kemaritiman.

sebagai negara maritim kita harus mampu mengelolah bisnis maritim yang lebih terintegrasi dan berkolaborasi.

"Kolaborasi bersama stakeholders dalam layanan pemberi jasa kemaritiman membuat Semangkin efektip dan cepat karena operasional kapal niaga mengacu ketepatan waktu" ujarnya.

Tak kurang 170 unit per hari kapal asing lalu lalang di perairan selat Malaka, ironisnya market ini belum kita garap secara optimal.

" Kapal niaga asing tersebut banyak singgah di perairan Singapura dan Malaysia. Untuk melakukan bongkar muat barang" Sebutnya.

Untuk itu Batam sebagai miniatur kemaritiman Indonesia harus memiliki daya saing yang tinggi, dengan kemampuan Infrastruktur, suprastruktur, SDM, Inovasi, kreatifitas dan networking.

"Kalau ini bisa kita lakukan pasti kita punya daya saing lebih baik, dan harus kompak jangan ada ego sektoral" Pungkasnya.

*Redaksi

 


maritim raya.com - Batam, Direktorat Pengamanan Aset BP Batam melaksanakan survei Objek Vital Nasional (Obvitnas) di lingkungan BP Batam yang diasistensi oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Mabes Polri.

Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen Pol. Moch. Badrus, mengemukakan, asistensi ini merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah dilakukan sebelumnya pada beberapa waktu lalu

“Hari ini disampaikan hasilnya dan akan kita tidaklanjuti bersama di wilayah ini, objek vital nasional dan cara pengamanannya, mudah-mudahan ke depannya kita bisa lakukan pengamanan yang maksimal, sehingga investor yang akan berinvestasi di daerah ini merasa aman dan terjamin,” kata Moch. Badrus saat pemaparan hasil asistensi pada Rabu (18/11/2020) di Gedung Pusat Teknologi Informasi BP Batam, Batam Centre, Batam.

Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Suhendri, dalam penjelasannya mengemukakan, ada beberapa hal yang telah disarankan kepada pihak BP Batam terkait penetapan obvitnas.

“BP Batam diharapkan untuk bisa menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan pada objek vital tersebut. Sehingga nanti akan mendapatkan sertifikasi dari Polri dan hal ini ke depannya dapat bermanfaat bagi BP Batam dan juga Polri,” kata Brigjen Pol Suhendri.

Dalam asistensi tersebut dilakukan pemaparan laporan hasil asistensi dan penetapan beberapa aset BP Batam yang akan ditetapkan sebagai Obvitnas yang disampaikan oleh Auditor Sispamobvitnas Madya TK II Ditpamobvitnas Korsabhara, Kombes Pol. Yacobus Sukirno.

Sedangkan Sistem Manajemen Pengamanan dalam lembaga disampaikan oleh Auditor Profesional Sistem Manajemen Pengamanan, M. Roy Kusumawardhana, dan presentasi terkait koordinasi dan Pembinaan Operasional Obvitnas di Wilayah Kepulauan Riau yang disampaikan oleh Kombes Pol Agus Triatmaja menjadi akhir dari paparan dalam kegiatan Penyampaian Rekomendasi, Hasil Asistensi dan Survei Objek Vital Nasional di lingkungan BP Batam.

Dalam kegitan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan berita acara Asistensi dan Pendampingan Penetapan Obvitnas yang ditandatangani oleh Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Suhendri dan Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen Pol. Moch. Badrus. 

Kegiatan ditutup dengan melakukan peninjauan ke lapangan beserta seluruh jajaran terkait.

Turut Hadir dalam kegiatan, Ketua Korwil HKI Kepri, dan beberapa perwakilan dari Kawasan Industri Batam, dan sejumlah pejabat tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. 

( Hms BP)

maritimraya.com - Batam, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Jerry Sambuaga, melakukan kunjungan kerja ke Batam, Senin, 16 November 2020.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamendag RI, berkesempatan melakukan dialog dan mendengarkan aspirasi para pelaku usaha, khususnya para eksportir Batam, terkait kendala dan tantangan ekspor Batam, di Balairungsari, Senin malam.

Wamendag RI, Jerry Sambuaga, mengatakan, banyak potensi dan juga kesempatan yang bisa dikembangkan, salah satunya lewat hasil dari perjanjian dagang. 

“Kami, Wakil Menteri Perdagangan, lebih banyak fokus pada perjanjian dagang dan juga dalam perjanjian kawasan. Dan baru-baru ini ada yang namanya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang merupakan sebuah kerja sama perdagangan kawasan antara 16 negara di kawasan Asia Pasifik, di antaranya China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru dan 10 negara anggota ASEAN,” kata Jerry Sambuaga.

Ia menambahkan, Batam sebagai salah satu pintu masuk memiliki potensi yang bisa dikembangkan. 

“Tentunya kami dari Kemendag siap untuk memfasilitasi hal tersebut. Hasilnya adalah bagaimana kita bisa membawa produk-produk yang ada di daerah untuk bisa diekspor,” kata Jerry Sambuaga.

“Saya pikir bagus, kegiatan publik hearing tadi banyak yang disampaikan masukan dan juga tantangan yang ada di daerah dan juga beberapa hal yang harus di follow up oleh beberapa instansi, tidak hanya dari Kementerian Perdagangan, tapi melibatkan Kementerian Lembaga lainnya.  Kami mengapresiasi masukan-masukan yang disampaikan para pelaku usaha dan kami akan mencoba memfollow up dan mencari solusinya,” ujar Jerry Sambuaga.

Dalam pertemuan tersebut, Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, berkesempatan memaparkan kepada Wakil Menteri Perdagangan RI dan para pengusaha yang hadir.

Purwiyanto mengungkapkan tugas BP Batam antara lain membangun daya saing dalam hal investasi dan industri melalui pemberian insentif, perjanjian perdagangan, dan pelayanan (bandara, pelabuhan, air, pemukiman, dan penyediaan lahan), serta penyediaan infrastruktur pendukung.

Dikatakannya, daya saing pada dasarnya dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk menjual dengan harga yang relatif lebih murah. “Untuk itu faktor insentif kemudahan, kecepatan, dan kemurahan dari proses ekonomi merupakan hal yang sangat menentukan,” kata Purwiyanto. 

Purwiyanto mengatakan, faktor lainnya yang juga penting bagi daya saing adalah biaya produksi yang bersaing, antara lain yang ditentukan oleh harga bahan baku dan bahan penolong, produktivitas tenaga kerja, dan teknologi produksi. 

“Hal lain yang juga penting adalah biaya logistik yang terdiri dari biaya angkut, biaya bahan bakar, dan bahkan biaya air,” ujar Purwiyanto.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Pjs. Walikota Batam, Syamsul Bahrum, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan Dan Investasi, Sudirman Saad, Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal modal, Harlas Buana, Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Endry Abzan, Himpunan Kawasan Industri Provinsi Kepri, dan HIPMI Kota Batam. 
(Hms BP)

maritimraya.com- Batam, Salah satu upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk meningkatkan Sumber Daya Kehumasan di lingkungan BP Batam dengan cara menggelar workshop kehumasan, khususnya Pengelolaan Website dan Media Sosial.

Workshop yang bertajuk Peningkatan Kapasitas SDM Kehumasan BP Batam di Era Digital ini diikuti sedikitnya 60 peserta pada Selasa (17/11/2020), di Hotel Aston Batam dengan menerapkan protokol Kesehatan secara ketat, yang dibuka resmi oleh oleh Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto. 

Adapun narasumber dalam kegiatan ini antara lain, praktisi desain website, Fendy Widjaya, CEO PR Indonesia, Asomo Wikan, dan Konsultan Visual Merchandising, Fauzie Helmy.

Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, dalam sambutannya, mengatakan, di era digital seperti saat ini, penggunaan website dan media sosial sudah bukan hal yang asing dalam melakukan komunikasi di dunia maya, terutama dalam dunia kehumasan. 

“Dengan memanfaatkan website dan media sosial, arus informasi tentunya menjadi lebih cepat dan lebih tepat sasaran. Komunikasi dua arah antara instansi dengan masyarakat pengguna informasi pun dapat terbentuk dengan baik, efektif dan efisien,” kata Purwiyanto.

Purwiyanto mengatakan, penyampaian informasi yang efektif dan efisien tentunya tidak dapat dipisahkan dari kapasitas SDM Kehumasan dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan informasi, baik itu melalui website maupun media sosial.

“Peningkatan kapasitas SDM Kehumasan di setiap unit kerja yang mengelola kehumasan sangat diperlukan guna mendukung pelayanan informasi yang efektif dan efisien,” kata Purwiyanto.

Purwiyanto berharap, materi yang dipaparkan dapat memberikan pencerahan para pegawai pengelola website dan media sosial di lingkungan BP Batam untuk dapat menyajikan informasi secara efektif dan efisien melalui kanal-kanal yang telah tersedia, sehingga mampu meningkatkan koordinasi informasi antar unitkerja, khususnya dengan Bagian Humas, sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih terarah dengan baik dan tepat sasaran. 
* (CC)



Maritimraya.com – Batam, Musyawarah Bersama Asosiasi  Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (Mubes Aspesindo) wilayah Kepri yang mengagendakan pemilihan ketua Aspesindo masa bakti  Tahun 2020 -2022  pada Sabtu (14/11)  di Batam berjalan sukses dan lancar.

Persaingan ketat memperebutkan kursi tampuk kepemimpinan  antara dua calon ketua yakni, H. Muhammad Taufik dan petahana syaiful Anwar dalam perolehan suara dukungan mewarnai pemilihan dua tahunan tersebut.

Dengan perolehan suara beda tipis akhirnya H. Muhammad Taufik terpilih untuk menahkodai Aspesindo masa bakti  2020-2022 menggantikan Syaiful Anwar.

Proses pemilihan dilakukan voting, keduanya bersaing ketat memperoleh dukungan dari yang memiliki hak suara, dalam perhitungan suara calon ketua dari  petahana Syaiful Anwar memperoleh dukungan sebanyak 12 suara, sedangkan H. Muhammad Taufik mendapat dukungan sebanyak 16 suara.

Ketua Panitia  acara Mubes Aspesindo Amrah  kepada awak media menyampaikan rasa syukur acara Mubes Aspesindo yang Ke III ini berjalan dengan tertib dan lancar, semua peserta yang hadir  tetap mengikuti kebiasaan baru  protokol kesehatan guna memutus rantai Covid-19.

“Alhamdullillah kita telah mengantarkan Mubes Ke tiga ini berjalan dengan lancar , hasilnya sama-sama kita ketahui Ketua Aspesindo untuk masa bakti Tahun 2020 -2022 dipimpin H. Muhammad Taufik” Sebutnya.

Amrah menyampaikan organisasi ini disepakat isecara bersama untuk kepengurusan Aspesindo dengan masa bakti selama dua tahunan, hal ini selain penyegaran kepengurusan, juga  memberi kesempatan  semua anggota untuk  mencalonkan diri sebagai Ketua periode berikutnya, “Sesuai anggaran dasar dan Kesepakatan semua anggota, kepemimpinan dua tahunan kita lakukan agar semua bisa merasakan memimpin organisasi” Terangnya.

Secara terpisah Ketua terpilih H. Muhammad Taufik saat di temui awak media  mengatakan kesiapan menjalankan roda organisasi Aspesindo yang telah diamanahkan, Dikatakanya amanah ini tentu akan dijalankan untuk kemajuan  Aspesindo, adapun program kedepan yang perlu mendapat dukungan yaitu selain membentuk kepengurusan yang solid. melakukan standarisasi minimal price atau minimal harga, hal ini perlu dilakukan supaya semua bia bersaing secara sehat.

“minim price ini  keluhan dari sebahagian anggota, sehingga kita akan menciptakan kondisi persaingan sehat di dunia usaha.” Ujarnya.

Dikatakanya jika asosiasi-asosiasi yang lain bisa membuat standarisasi  sebagai patokan penetapan harga, tentunya kita juga bisa apalagi ini yang dikeluhkan selama ini.

“Langkah pertama tentu nantinya kita buat progres rapat kerja membahas program tentunya dengan bermusyawarah,” Tutupnya.

Adapun jumlah anggota Aspesindo wilayah Kepri yang terdaptar yakni sebanyak 33 anggota dengan perincian 29 perusahaan berada di Batam,  dan 3 perusahaan berada di luar Batam  serta 1 anggota luar biasa.

*Am

maritimraya.com - Batam, Komisi VI DPR RI menyetujui Pagu Anggaran Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor S-692/MK.02/2020 dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI dan Nomor B.636/M.PPN/D.8/KU.01.01/08/2020 tanggal 5 Agustus 2020 sebesar Rp2.014.200.000.000,-.

Hal ini diputuskan oleh Komisi VI DPR RI setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2021 bersama BP Batam yang dipimpin oleh Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Faisol Riza, pada Selasa (22/9/2020) siang, bertempat di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta.

Pada RDP RKA tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi didampingi Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidjo Koentjoro, memaparkan Penyesuaian RKA BP Batam Tahun 2021 berdasarkan hasil persetujuan Banggar DPR RI.

Kepala BP Batam mengucapkan terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari Pimpinan dan Anggota Komisi VI DPR RI terhadap semua proses penganggaran dan pembangunan yang dilaksanakan oleh BP Batam. 

Kepala BP Batam, mengatakan, dalam tahun 2021, fokus pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam adalah pemulihan Industri, Pariwisata dan Investasi.

“Sejalan dengan salah satu fokus Pembangunan Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021, dalam Rencana Strategis (Renstra) BP Batam Tahun 2020-2024, BP Batam akan mendukung perkembangan empat sektor prioritas, yaitu industri manufaktur, industri jasa, pengembangan logistik, dan pariwisata,” kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Adapun 4 sektor prioritas tersebut, antara lain
1) Industri manufaktur yang mempunyai nilai tambah tinggi, seperti industri kedirgantaraan, smartphone dan shipyard, pengembangan informasi dan komunikasi;
2) Industri jasa, seperti maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat dan kapal shipbuilding dan shipyard, pengembangan jasa kesehatan dan pendidikan internasional, serta financial services, khususnya digital finance;
3) Kegiatan logistik, seperti transhipment e-commerce, warehouse dan infrastructure link; dan
4) Pariwisata yang berfokus pada pembangunan destinasi wisata dan event pariwisata, serta pengembangan industri kreatif (sinematografi).
Kepala BP Batam mengatakan, sebelumnya, dalam RDP pada 2 September 2020 lalu, pagu alokasi yang telah diusulkan dan kemudian telah disetujui Komisi VI adalah Rp1.789,66 miliar, atau lebih rendah Rp224,54 miliar dari pagu anggarannya yang telah mencapai Rp2.014,20 miliar.

“Usulan tersebut kami sampaikan dengan pertimbangan bahwa pengaruh pandemi Covid-19 akan berdampak negatif terhadap potensi PNBP yang akan dipungut oleh BP Batam dalam tahun 2021, sehingga lebih rendah Rp224,54 miliar menjadi Rp1.445,66 miliar,” kata Muhammad Rudi. 

Namun dalam perkembangan terkini, proyeksi PNBP sebesar Rp1.670,20 miliar akan dapat dicapai sejalan dengan adanya kenaikan potensi PNBP dari pengelolaan air bersih dan dari pengelolaan lahan. 

“Oleh karena itu, kami mengusulkan agar pagu alokasi anggaran BP Batam tahun 2021 tetap sama dengan pagu anggarannya, yaitu sebesar Rp2.014,20 miliar,” kata Kepala BP Batam.

Pagu Alokasi tersebut akan digunakan untuk mendanai dua program BP Batam, yaitu Program Dukungan Manajemen sebesar Rp816,74 miliar atau 40,55 persen, dan Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp1.197,46 miliar atau 59,45 persen.

Turut hadir dalam RDP tersebut, para anggota Komisi VI DPR RI, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Kurnia Toha, Kepala Badan Standardisasi Nasional, Bambang Prasetya dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Bebas Sabang, Iskandar Zulkarnaen. 
(Hms - Redaksi)



maritimraya.com - Batam, Dalam rangka menjaga kesehatan tubuh dan kesiapan dalam menghadapi pandemi Covid-19, Direktorat Pengamanan Aset (Ditpam) BP Batam melaksanakan Kesamaptaan Jasmani, pada Rabu (23/9/2020) pagi di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Muka Kuning, Batam.

Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak Senin lalu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

Sebelum kegiatan kesamaptaan jasmani dilakukan, sedikitnya 300 pegawai Ditpam BP Batam telah melakukan pemeriksaan kesehatan di RSBP Batam. 

“Rangkaian kegiatan kesamaptaan terdiri dari olah tubuh, seperti lari keliling lapangan bola dalam waktu 12 menit, shuttle run, push up, dan diakhiri dengan sit up. Karena aktifitas Ditpam banyak di lapangan, apalagi kondisi pandemi seperti ini, kami lakukan kesamaptaan agar bisa meningkatkan imun rekan-rekan Ditpam,” kata Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Mochammad Badrus.

Ia melanjutkan, kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan minimal sekali dalam setahun, dan direncanakan menjadi agenda rutin Direktorat Pengamanan Aset BP Batam. 

Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan olahraga bersama dengan seluruh pegawai Ditpam BP Batam.

“Kami juga memberikan kesempatan kepada rekan-rekan Ditpam BP Batam untuk menjajal bakat di bidang olahraga lainnya, salah satunya adalah bola voli. Alhamdulillah skill-nya terasah karena sering diikutsertakan dalam beberapa turnamen-turnamen di Kota Batam,” ujar Badrus.

Ia berharap melalui kesamaptaan jasmani ini, tingkat kekuatan fisik para pegawai Ditpam BP Batam dapat terukur dan mampu mendeteksi dini kondisi tubuh pegawai yang kurang prima. 
(Hms - Redaksi)



maritimraya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Sosialisasi Sistem Pengelolaan Air kepada para Pelaku Industri di Batam. Sosialisasi ini memaparkan kesiapan dalam penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan selama masa transisi Sistem Penyediaan Air (SPAM) Batam, pada Selasa, 10 November 2020, di Marketing Center BP Batam.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Direktur Restrukturisasi BP Batam, Arham S. Torik, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan, dan Kepala Bagian Promosi BP Batam, Ariastuty Sirait, Manajemen PT. Moya Indonesia, perwakilan BSOA, HKI, serta KADIN Batam dan para pelaku industri di Batam. 

Direktur Restrukturisasi BP Batam, Arham S. Torik, menyampaikan, bahwa penyediaan air bersih tidak akan terlepas dari pembahasan terkait air baku. 

Dikatakannya, sejak tahun 1992-2020 pengelolaan air bersih dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik kepada masyarakat. 

“Dengan berakhirnya kontrak kerja ATB dengan BP Batam, pengelolaan air di Kota Batam dilanjutkan oleh PT Moya Indonesia. BP Batam sebagai pengawas dan penanggung jawab pengelolaan air di Batam akan berupaya memberikan pelayanan maksimal,” kata Arham S. Torik.

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan, menjelaskan, bahwa dengan adanya UU 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, pihak swasta tidak boleh mengelola air dari hulu sampai ke hilir. 

“Masterplan Batam akan menggunakan integrated total water management dengan PT Moya Indonesia hanya sebagai operator dalam pengoperasian air selama 6 bulan. Pihak PT Moya Indonesia juga menyampaikan, dalam layanan air minum di Indonesia mencakup tarif, kualitas, kuantitas, dan keterjangkauan. Pemerintah hadir dalam cakupan keterjangkauan dan menghitung tarif dalam penyediaan air untuk masyarakat,” kata Binsar Tambunan.

Syahrial, dari PT McDermott Indonesia (PTMI), mengemukakan, setelah mendengar pemaparan langsung dari BP Batam dan PT Moya, pihaknya merasa yakin dengan kelancaran pelayanan dan ketersediaan air bersih setelah berakhirnya perjanjian kerja sama antara BP Batam dengan ATB. Ia mengharapkan, pelayanan air, baik untuk msyarakat dan industri, akan lebih baik lagi ke depan.

PT Moya Indonesia dalam kesempatan ini berharap agar pelaku industri tidak membuat penyediaan air milik sendiri, namun tetap menggunakan layanan penyediaan air oleh pemerintah. 

Dalam proses transisi ini, PT Moya Indonesia dalam tahap awal telah menyiapkan sebanyak 100 orang karyawan dan 4 kantor pelayanan, yaitu Kantor Pusat di Ruko Batam Centre Square, KPP Bengkong di Bengkong Palapa II, KPP Batu Aji di Pertokoan Batu Permata, KPP Tiban di Ruko Golden Wealth Blok A No. 6. Adapun call centre SPAM Batam dapat dihubungi melalui nomor telepon 150155.

Untuk kelancaran pembayaran air, PT Moya juga telah menjalin kerja sama dengan Perbankan, Pos Indonesia dan outlet pembayaran lainnya dengan nomor akun  pembayaran yang sama seperti yang dilakukan oleh ATB.

*(cc/Sukesih)


maritimraya.com -  Batam, Demontrasi 2 unit kapal ikan yang berlayar menggunakan mesin baru  konversi BBM ke BBG program kemitraan Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR-RI  di Pulau Air kel. pelenggut Kec, Sagulung Batam pada Selasa (10/11) 

Kapal ikan yang dikemudikan Taufik (26) ditumpangi dua pejabat yakni dari Kementerian ESDM yang diwakili Tenaga ahli  bidang litigasi dan hubungan lembaga Yurod Saleh dan sales manajer area Kepri PT. Pertamina TD. Cristanto,

Sementara  kapal ikan yang dikemudikan Tokngah (35) ditumpangi Komisi VII DPR RI Dapil Kepri Asman Abnur  yang diwakili Tenaga ahli, Armen Mustika S.kom  bersama Sekretaris Dinas Perikanan Kota Batam Rhinaldi M Pane.

Sejumlah peserta yang hadir memberi applaus tepuk tangan saat  kedua kapal ikan tersebut berlayar dan kembali merapat  ke dermaga.

Bantuan paket untuk kapal ikan nelayan sasaran per paket senilai Rp.8.800 jt, dan ini sedang diuji coba menggunakan mesin baru merek Honda, pendistribusian paket konversi BBM ke BBG merupakan Program kemitraan kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI.

khusus Provinsi Kepri Nelayan sasaran mendapatkan bantuan sebanyak 826 paket bantuan konversi BBM ke BBG, meliputi 445 nelayan sasaran kota Batam dan 381 nelayan sasaran Kabupaten Tanjung Balai Karimun dengan total nilai bantuan sebesar Rp 7.26 M

Yurod Saleh dalam sambutanya menyampaikan program pemerintah ini dilaksanakan sejak tahun 2018 memberikan bantuan secara gratis untuk nelayan sasaran, pada tahun 2020 ini pemerintah memberi bantuan sebanyak 25 ribu unit paket konversi BBM ke BBG di 42 kabupaten/Kota, "Anggaran kegiatan bantuan Nelayan semula dialihkan untuk Covid 19, namun oleh komisi VII  DPR RI dimunculkan kembali, sehingga dilakukan resornasi Anggaran pada kementerian ESDM" Ujarnya.

Begitu perhatian DPR RI terhadap program yang sungguh sangat memberi makna bagi kemudahan akses energi, dimana nelayan diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan, namun kegiatan BBM ke BBG untuk nelayan sasaran ini berdampak pula pada perekonomian nelayan, yaitu dapat mengurangi biaya melaut sampai Rp50 ribu/hari.

"Ini bantuan gratis untuk nelayan sasaran, tahun depan pemerintah akan membagikan 28 ribu unit paket di 20 Provinsi, harapan kami nelayan dapat merawat dengan baik dan jangan diperjualbelikan" pungkasnya.

Untuk menjaga agar barang bantuan ini terjaga dengan baik perlu mendapat perawatan baik bodi kapal maupun mesin kapal,

"Saya sudah bicara sama Dinas Perikanan  karna  alat ini baru penggunaan, agar si penerima dapat dibimbing" ujarnya.

komisi VII DPR RI  Dapil Kepri Asman Abnur yang diwakili Tenaga ahli Armen Mustika menyampaikan pokok pikiran Asman Abnur  DPR RI dapil Kepri, memperjuangkan program pemerintah untuk  bantuan masyarakat nelayan  Kepri terkait pendistribusian Konversi BBM ke BBG tahun 2020 tetap berjalan.


Dikatakanya  pihaknya saling bersinergi dengan Dinas Perikanan yang memiliki data - data nelayan yang memenuhi persyaratan sehinggab bantuan diharapkan sampai kesasaran , 

" Tapi kami tetap mengawasi  supaya sampai sasaran, kami tidak akan main- main, beliau (Asman Abnur) ini berjuang tidak sia-sia kepada masyarakat Kepri" Ucapnya.


Selanjutnya untuk pengisian ulang Elpiji khusus masyarakat nelayan, diharapkan dapat diberi bantuan kemudahan pengurusan  legalitas pangkalan khusus Nelayan, " tadi saya sudah bicara dengan sales branc Manejer wilayah Batam, pak Wiliam Handoko kami tetap koordinasi dan akan membantu agar kuota Elpiji ini tidak mengganggu kebutuhan rumah tangga" Sebutnya

Taufik saat di wawancarai awak media menyampaikan rasa senang mendapat bantuan, apalagi mesin baru BBG ini bunyinya halus, dan hemat biaya operasional,

"Saya terima kasih kepada pemerintah yang telah peduli kepada nelayan pesisir" katanya.

Secara terpisah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kota Batam Amrah Fahnani menyampaikan ucapkan syukur kepada pemerintah yang telah memikirkan nelayan kota Batam disaat kondisi serba sulit di masa pandemi Covid 19.

"Tentunya kami mengucapkan terimakasih  dari perjuangan pak Asman Abnur  komisi VII DPR RI  dari Daerah pemilihan Kepri" ucapnya.

Sebagai inpormasi pembagian bantuan konversi BBM ke BBG ke nelayan Sasaran kota Batam akan berlangsung  hingga 18 Nopember 2020, dan untuk nelayan sasaran Kabupaten Tanjung Balai Karimun akan di bagikan mulai tanggal 20 sampai tanggal 27 November 2020

* Am

 

maritimraya.com - Batam, Terkait masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk di Jakarta dan Batam, menjadi perhatian Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kantor Perwakilan BP Batam di Jakarta  menyelenggarakan webinar bimbingan dan pencerahan dengan tema "Hidup Sehat Selama Pandemi" yang diselenggarakan secara virtual melalui zoom meeting untuk pegawai BP Batam dan keluarga, yang dilaksanakan pada Jumat, 6 November 2020 lalu.

Tujuan webinar ini untuk memberikan literasi dan edukasi lingkungan perkantoran, industri dan masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 guna mencegah terjadinya klaster baru selama masa pandemi.

Adapun narasumber dalam webinar ini ialah Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Ketua Bidang Perencanaan Gugus Tugas Covid-19, Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Bernadus Wisnu Widjaja.

Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi BP Batam menggelar webinar ini. Hal ini membantu Pemerintah untuk terus menyosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada BP Batam yang telah mengadakan acara webinar ini dengan tujuan  membantu Pemerintah dalam menerapkan Protokol Kesehatan, baik di lingkungan Kantor BP Batam dan keluarga, serta menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya, baik di Jakarta maupun di Batam, yang masih zona merah Covid-19,” kata Doni Monardo.

Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto dalam sambutannya mengatakan, “Pada masa pandemi, dalam rangka mendukung Pemerintah, BP Batam tetap memberikan pelayanan terbaik dengan menerapkan protokol kesehatan dan secara online. Meskipun sebagian pegawai melaksanakan Work From Home (WFH), namun operasional berjalan lancar,” kata Purwiyanto.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Ir. Bernadus Wisnu Widjaja, M.Sc menyampaikan dalam pengarahan tersebut, “kunci utama penanggulangan/pencegahan Covid-19 adalah perilaku kita sendiri, patuhi protokol kesehatan dengan melaksanakan 3M, mencuci tangan dengan air dan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak”, kata Bernadus Wisnu.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh pegawai, setelah beraktifitas di luar rumah, harus membersihkan diri/mandi terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga.

( Hms)

 

maritimraya.com - Jakarta, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono S.E., M.M., menerima Courtesy Call President Indonesian Maritime Pilots’ Association (INAMPA) Member of International Maritime Pilots’ Asociation (IMPA) Pasoroan Herman Harianja, bertempat di Gedung Utama, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa kemarin (3/11/2020).

Dalam menerima kunjungan tersebut Kasal didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Kasal Laksda TNI Angkasa Dipua, S.E., M.M, Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kasal Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal Laksma TNI Irvansyah, S.H., Kepala Dinas Operasi dan Latihan Angkatan Laut (Kadisopslatal) Laksma TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si, dan Kepala Dinas Pembinaan Hukum Angkatan Laut (Kadiskum AL) Laksma TNI Kresno Buntoro, S.H., LLM., Ph.D.

Sementara itu,  President INAMPA  didampingi para pengurus INAMPA yakni; Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) VI INAMPA Capt. Harpin, VP Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Instansi Capt. Syamsul Bahri Kautjil, Ketua DPW I INAMPA Capt. Ahmad Jauhari, Ketua DPW I INAMPA Capt. Al Barar, Ketua DPW II INAMPA Capt. Umar Hadi, VP Bidang Usaha dan Komersil INAMPA Capt. Bambang Muhardono, VP Bidang Hukum, Kode Etik dan Pembelaan Anggota INAMPA Capt. Effendy Abdullah, Bendahara INAMPA Capt. Suwarto, Wakil Sekretaris Jenderal INAMPA Capt. Sonny M. Ihcsan, Wakil Ketua DWP VI INAMPA Rini dan Sekretaris INAMPA Nova Riani.


(Sumber :ISL News )



maritimraya.com Jakarta -Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA RI) Laksmana Madya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M. menerima kujungan Courtesy Call (Kujungan Kehormatan) Pengurus Pusat dan Perwakilan Wilayah Indonesian Maritime Pilots’ Association (INAMPA) pada Rabu (04/11)  di Markas Besar BAKAMLA Jakarta.

President INAMPA Pasoroan Herman Harianja didampingi oleh Pengurus Pusat dan Wilayah berjumlah 8 (Delapan) orang antara lain ; 

1.Capt. Syamsul Bahri Kautjil M.M. selaku Vice President INAMPA Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Institusi,

2. Capt. Harpin selaku Ketua DPW – Khusus INAMPA Kepri dan ASEAN,

3. Capt. Bambang Muhardono selaku Vice President INAMPA Bidang Hubungan Kerjasama Bisnis dan Usaha,

4. Capt. Effendy Abdullah, S.H., M.H.,M.Mar selaku Vice President INAMPA Bidang Hukum, Kode Etik dan Pembelaan Anggota,

5. Capt. Suwarto selaku Bendahara INAMPA,

6. Capt. Sonny M. Ihcsan selaku Wakil Sekretaris Jenderal INAMPA,

7. Ibu Endang Setiya Rini S.E. selaku Bendahara DPW – Khusus INAMPA Kepri dan ASEAN,

8. Nova Riani selaku Sekretaris Eksekutif INAMPA.

Dalam pertemuan tersebut INAMPA menyampaikan beberapa point penting untuk menunjukkan bisnis maritim dan keamanan maritim di Indonesia antara lain menyangkut :

Keselamatan Maritim, Keamanan Maritim, pelindung lingkungan Maritim, serta isu Maritim terkini

“Termasuk perlunya penindakan tegas dan terukur terhadap Pandu-pandu asing yang penugasannya ilegal terutama di Perairan Kepri dan sekitarnya agar diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” Ungkap Herman Harianja.

Disampaikan juga, kata Herman Harianja berkenaan dengan kesiapan organisasinya untuk mendukung tugas-tugas BAKAMLA sesuai Visi dan Misinya, selain melakukan tukar-menukar informasi dan desiminasi literasi kemaritiman khusunya yang menyangkut masalah Pemanduan dan Penundaan Kapal dan isu strategis lainnya.

“Kami juga menyampaikan keluhan kapal-kapal yang sedang di pandu oleh Perwira Pandu Anggota INAMPA yang sering dihentikan oleh petugas / aparat dan menyebabkan DEMURRAGE seperti yang terjadi di Perairan Kepri dan Perairan Daratan,” tambah Herman Harianja.

Kepala BAKAMLA RI menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada INAMPA untuk memajukan dunia maritim di Indonesia.

Laksmana Madya TNI Aan Kurnia mengatakan bahwa BAKAMLA telah membuat “INDONESIAN MARITIME INFORMATION CENTRE (IMIC)” sebagai pusat informasi yang terintegrasi tentang kemaritiman indonesia yang selama ini masing-masing instansi/institusi memiliki sistem ini namun belum terintegrasi.

Kepala BAKAMLA juga menyampaikan tugas pokok dan struktur organisasinya sebagai Single Agency dan Multifungsi mengenai keamanan laut di Indonesia.

 Pada akhir pertemuan dilakukan tukar cinderamata antara Kepala BAKAMLA dengan President INAMPA, Pasoroan Herman Harianja.

(Humas INAMPA)


 


maritimraya.com - Batam, Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Batam, menggelar Workshop Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan Workshop Pemenuhan Komitmen Izin Usaha Industri (IUI), pada Kamis (5/11/2020), di Meeting Room Asialink Hotel, Lubuk Baja, Batam.

Workshop dibuka oleh Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, dengan menghadirkan narasumber Kepala Sub Direktorat Wilayah Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau BKPM, Ady Soegiharto, dan Kepala Seksi Sektor Sekunder Wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat BKPM, Yuyun Kusmiarsih.

Kegiatan ini juga diikuti oleh para perwakilan perusahaan yang tergabung dalam kawasan industri di Batam, para perusahaan yang tergabung dalam Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, dalam sambutannya mengatakan, investasi dan penanaman modal merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) BP Batam dan menjadi perhatian khusus pimpinan BP Batam.

“Kami selalu melaporkan kepada pimpinan Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, terkait realisasi investasi di Batam, karena hal tersebut turut menjadi perhatian Presiden RI,” ujar Harlas.

Salah satu instrumen untuk melihat realisasi tersebut, dikatakan Harlas, adalah melalui hasil LKPM. Untuk itu Ia berharap semua perusahaan yang hadir dapat mengikuti workshop laporan realisasi secara online tersebut dengan saksama.

Kepala Sub Direktorat Wilayah Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau BKPM, Ady Soegiharto, dalam kesempatan tersebut, memaparkan tiga prioritas BKPM dalam mendukung target pemerintah 2019-2024, antara lain percepatan realisasi investasi, integrasi Online Single Submission (OSS) secara menyeluruh, dan penyelesaian permasalahan investasi.

“Untuk target realisasi investasi 2020 sendiri mengalami perubahan, dari target realisasi investasi semula 886,1 T menjadi 817,2 T. Target ini sudah sesuai dengan Surat Kepala BKPM perihal Usulan Revisi Target Penenaman Modal Tahun 2020-2024 Akibat Dampak Covid-19,” ujar Ady Soegiharto.

OSS juga telah mengalami pembaruan versi, dari OSS Versi 1.0 menjadi Versi 1.1, yang menampilkan beberapa fitur tambahan dalam sistemnya. Beberapa di antaranya, format isian legalitas sesuai jenis Badan Hukum & Badan Usaha, fitur LKPM, fitur untuk mengakomodir Kantor Cabang, dan fitur Izin Usaha untuk merger.

Kepala Seksi Sektor Sekunder Wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat BKPM, Yuyun Kusmiarsih, menjelaskan prinsip dasar penyampaian LKPM dan proyek inline.

“LKPM disampaikan secara daring melalui laman OSS atau laman LKPM online dengan hak akses yang sudah dimiliki oleh pelaku usaha yang sudah melakukan pendaftaran pada laman OSS,” kata Yuyun.

Dalam workshop ini, para peserta juga diajak untuk mempraktikkan langsung proses pengisian proyek inline pada laman OSS. 

Turut hadir dalam pembukaan workshop, antara lain Wakil Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, Kepala Sub Direktorat Pelayaban Penanaman Modal, Wildan Arief, dan Kepala Unit Layanan Terpadu BP Batam, Evi Elfiana Bangun. 

(Rillis)

 

Maritimraya.com - Batam, Acara  Launching Go - Live Penerapan Aplikasi Inaportnet di Pelabuhan Batam serta penandatanganan Pakta Integritas Tahun 2020 yang digelar Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam bersama stakeholder  pada Kamis (05/11) di Swiss Belhotel Harbour Bay diselimuti duka.

Hal ini dikarenakan Kepala KSOP khusus Batam Sanggam Marihot  Simamora SE MM meninggal dunia  pada Kamis dini hari pukul 01.05, (05/11) karena sakit.

 Saat awak media konfirmasi kepada   Humas KSOP Khusus Batam Aina Solmidas  di sela - sela acara launching  penerapan digitalisasi secara online  tersebut membenarkan meninggalnya kepala KSOP khusus Batam, Aina mengatakan Sanggam meninggal di RS  Awal Bros Batam. 

"Iya benar Bapak meninggal Dini hari tadi  kata Aina saat dikonfirmasi, Kamis (05/11)

Aina mengatakan, Sanggam sempat di isolasi di Rumah Sakit Awal Bros Batam, namun belum di pastikan  meninggal akibat virus Corona (Covid 19),

" Belum tahu masih menunggu hasil tes swab dari RS Bhayangkara Batam." Ujarnya.

Diterangkanya mulai tanggal 5 hingga 10 Nopember kantor tutup sementara, semua pegawai melakukan pekerjaan dari rumah (Work From Home), dan masuk kembali seperti biasa pada tanggal 10 November.

Walau dalam suasana berkabung, namun acara inti Go - Live Penerapan Aplikasi Inaportnet di Pelabuhan Batam serta penandatanganan Pakta Integritas Tahun 2020 berjalan dengan lancar.

Direktur Lalu Lintas Angkutan Kapal Laut Direktorat Jendral Perhubungan Laut Capt Antoni Arif Priyadi saat membuka acara menyampaikan bela sungkawa, Dikatakanya Ditjen Hubla kehilangan salah satu putra terbaik  yang telah melakukan pengabdian terutama untuk kemajuan pelayanan KSOP khusus Batam.

"Mari kita mendo'a kan agar beliau diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan acara launching Go - live ini akhirnya kita percepat dan sederhanakan" Tutupnya.

 


maritimraya.com - Batam, jika tidak ada aral melintang Asosiasi Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (Aspesindo) wilayah Kepri akan menggelar musyawarah bersama (Mubes) pada pertengahan bulan November ini di Hotel bilangan Jodoh Batam.

Kegiatan Mubes dua tahunan ini guna memilih kembali ketua Aspesindo periode 2020 - 2022 .

Ketua panitia Mubes Aspesindo wilayah Kepri Amrah Fahnani SH, MBA, M Kn saat dihubungi maritimraya.com  pada Rabu (4/11) membenarkan  Mubes Aspesindo wilayah Kepri akan di gelar  di Batam." Nantinya  acara Mubes  selain memilih ketua Aspesindo periode 2020-2022, juga membahas perubahan AD/ART Aspesindo." Ujarnya.


Presiden Direktur PT. Batam Marine Indobahari ini mengatakan sebanyak 33 perusahaan yang tergabung di Aspesindo akan hadir menyukseskan dan menggunakan hak suaranya

"Undangan sudah kami sebarkan kepada seluruh anggota Aspesindo wilayah Kepri dan rencana  acara Mubes dilaksanakan pada hari Sabtu(14/11)," Ujarnya.

Diterangkanya ada 2 orang  yang lolos sebagai calon ketua  yakni petahana Syaiful Anwar ST yang juga Direktur PT. Panca Dinamic Perkasa dan Muhammad Taufik, SE MM, yang juga Direktur  PT. Citra Marine Service Internasional.

" Mubes Aspesindo Wilayah Kepri  telah berlangsung ke tiga kalinya,  seperti biasa setelah terpilih ketua baru, selanjutnya akan mengadakan  acara pelantikan, " Tutupnya.

Aspesindo merupakan kumpulan Perusahaan penyedia alat keselamatan baik di kapal/ pelayaran maupun industri lainnya dengan memiliki tenaga ahli dan tim profesional

*AM

 

maritimraya.com - Batam, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, Badan Pengusahaan (BP) Batam, menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk Pembinaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BP Batam, pada Selasa (3/11/2020) pagi, bertempat di Meeting Room Harmoni One Hotel, Batam Center.


Pertemuan ini dihadiri oleh Komisioner Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, Cecep Suryadi, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Riau, Jazuli, Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat, Fathul Ulum, dan dibuka langsung oleh Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto.

Kegiatan ini melibatkan para praktisi kehumasan di masing-masing unit kerja di BP Batam sebanyak 30 orang sebagai peserta acara. 

Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto dalam sambutannya mengatakan, seiring dengan diterbitkan Peraturan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam tentang Perubahan SOTK di lingkungan BP Batam, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap kepengurusan PPID di lingkungan BP Batam.

Bentuk penyesuaian tersebut telah dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala BP Batam Nomor 186 Tahun 2020 tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

“Dengan diterbitkannya SK tersebut, diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarunit kerja di lingkungan BP Batam,” ujar Purwiyanto.

Menurutnya, Jika sebuah badan publik mampu menerapkan apa yang ditetapkan peraturan dengan baik, maka arus informasi dapat berjalan dengan lancar antara masyarakat dengan BP Batam

Dalam rangka Pembinaan PPID BP Batam Tahun 2020 ini, beberapa tema yang akan diangkat, antara lain, Pembinaan Kelembagaan PPID BP Batam, Peningkatan Kualitas PPID BP Batam setelah Kegiatan Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020, dan Pengujian Konsekuensi, Mediasi, dan Ajudikasi.

Komisioner Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, Cecep Suryadi dalam paparannya mengatakan, kualitas PPID BP Batam secara struktural sudah cukup kuat. Sehingga menurutnya, yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi dalam meningkatkan performa pelayanan publik.

“Di era pandemi ini kita mengalami fluktuasi. Dari yang awalnya bertatap secara fisik, kini harus melalui perangkat digital. Sehingga penting untuk melakukan optimalisasi potensi digital yang ada,” kata Cecep.

Menurutnya, beberapa tantangan era digital bagi Badan Publik antara lain, eksistensi Badan Publik sendiri dalam kehidupan masyarakat, pemerataan akses informasi melalui media sosial, meningkatkan kunjungan di website, melakukan pengawasan timbal balik masyarakat terhadap instansi, menangkap peluang kerjasama, dan mendeteksi ancaman sekaligus mengataksi krisis komunikasi.

“Nah, di balik tantangan tersebut, muncul juga kendala-kendala, seperti pola pikir sebagian pimpinan Badan Publik yang masih menganggap Keterbukaan Informasi bukan hal yang penting, kemudian komitmen sebagian Pimpinan Badan Publik yang masih rendah, kurangnya koordinasi internal PPID Badan Publik yang belum optimal, dan lainnya,” ujar Cecep.

Ia berharap, FGD ini mampu mengoptimalkan peran praktisi kehumasan di seluruh unit kerja BP Batam, sehingga kualitas pelayanan publik mampu meningkat secara signifikan.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Riau, Jazuli, menyampaikan beberapa hal terkait penanganan sengketa, kiat–kiat pengujian konsekuensi, mediasi dan ajudikasi.

Sedangkan Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat, Fathul Ulum berkesempatan untuk menyampaikan hal-hal seputar valuasi dan peningkatan keterbukaan informasi publik. 

( Rillis )

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.