Januari 2021

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas

 

 


MARITIMRAYA.COM - Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan peninjauan pada sejumlah aset dan proyek BP Batam, pada Senin (25/1/2021). 

Adapun sejumlah aset yang dikunjungi, antara lain Taman Rusa Sekupang, Taman Danau Teratai Sekupang, serta Pembangunan Jalan Kolektor dan Jembatan Kawasan Industri Sekupang Tahap 1.

Turut hadir mendampingi peninjauan tersebut, Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Paranoan, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar beserta jajaran.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, di awal tahun 2021 BP Batam telah memikirkan bagaimana penyerapan anggaran bisa lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kita sedang menyongsong pariwisata di tahun 2021 ini sembari menunggu vaksin selesai kita juga akan terus mengembangkan destinasi wisata, salah satunya Taman Danau Teratai Sekupang dan juga taman Rusa yang terletak di Sekupang,” kata Muhammad Rudi.


“Saya datang ke sini untuk melihat langsung keadaan tempat wisata alam ini. Pengembangan ini sudah dilaksanakan, mulai dari proses perencanaan, desain, pelelangan, sudah dilaksanakan pada tahun ini. Kita berharap di tahun 2022 pekerjaan penataan Taman Danau Teratai Sekupang ini akan selesai,” kata Muhammad Rudi. 

Taman Danau Teratai Sekupang ini dibuat sebagai area terbuka hijau dan juga tempat untuk bersantai dan berekreasi. Nantinya akan ada track pejalan kaki dan jalur sepeda. 

“Rencananya di sekeliling kolam ini akan dibuatkan jogging track. Taman Danau Teratai Sekupang  ini nanti akan menyatu dengan Taman Rusa,” papar Muhammad Rudi.

Rudi, mengatakan, Taman Rusa sekupang sendiri telah dibangun sebagai destinasi wisata olahraga dan rekreasi dengan campuran konsep urban dan alam terbuka yang menarik wisatawan lokal dan mancanegara di Batam.

Dengan total lahan seluas 12.2866 hektare, BP Batam telah menyusun rencana pengembangan konsep Mini Zoo di Taman Rusa Sekupang. Selain itu, area kegiatan publik dan konservasi juga akan dilakukan renovasi dengan desain yang lebih modern.

Beberapa langkah juga dilakukan oleh BP Batam untuk mengembangkan Kawasan Taman Danau Teratai Sekupang, dengan memanfaatkan topografi eksisting dengan meminimalisasi cut and fill untuk mendapatkan akses visual yang baik ke arah danau.

Upaya lainnya adalah pembersihan danau dari sampah dan tanaman enceng gondok, guna meningkatkan kualitas sanitasi dan visual estetika area danau. 

Hal ini dilakukan karena selain sebagai area publik terbuka hijau, Taman Danau Teratai Sekupang merupakan salah satu catchment area yang berfungsi untuk menangkap air hujan yang akan diserap oleh tanah di sekitarnya. * Red

 



MARITIMRAYA.COM, Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, melantik 3 orang pejabat tingkat II dan III di lingkungan BP Batam, Kamis (21/1/2021) pagi, di Balairungsari, BP Batam, Batam Centre.

Kegiatan pelantikan berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Kepala Subdirektorat Pengamanan Aset dan Obyek Vital Direktorat Pengamanan Aset BP Batam.

Kemudian Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Direktur Evaluasi dan Pengendalian di Lingkungan BP Batam, dan Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 5 Tahun 20201 Tentang Pengangkatan Direktur Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi di Lingkungan BP Batam.

Ketiga Surat Keputusan ini ditandatangani oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pada Rabu (20/1/2021).

Adapun pejabat tingkat II yang dilantik, antara lain

1. Amran, sebagai Direktur Bandar Udara Hang Nadim dan Teknologi Informasi Komunikasi,

2. Mulyadi Iskandar, sebagai Direktur Evaluasi dan Pengendalian.

Sedangkan pejabat tingkat III yang dilantik adalah AKBP S.A. Kurniawan, sebagai Kepala Sub Direktorat Pengamanan Aset dan Obyek Vital Direktorat Pengamanan Aset.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam arahannya, mengatakan, dengan hadirnya ketiga pejabat baru tersebut diharapkan mampu memberikan perubahan arah pengembangan menjadi lebih baik, sesuai dengan Rencana Strategis BP Batam 2020-2024 yang telah disiapkan.

“Tentu kita berharap ketiga pejabat ini mampu memberi warna baru di BP Batam. Bukan berarti pejabat sebelumnya tidak baik, namun karena sudah mengakhiri masa kerja di BP Batam, maka ketiga pejabat ini dilantik hari ini,” ujar Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi, juga mengajak seluruh karyawan BP Batam untuk bekerja lebih giat agar membawa perubahan yang signifikan di tahun 2021, baik dari segi anggaran dan pembangunan infrastruktur, guna meningkatkan daya saing BP Batam di mata dunia.

“Kita menginginkan peningkatan dari semua sisi, tidak hanya dari sisi realisasi anggaran saja, tapi semua hasil capaian saya harapkan demikian. Semoga dengan tenaga baru, ide-ide dan wawasan baru, apa yang dicita-citakan BP Batam bisa dilaksanakan oleh mereka bertiga,” pungkas Muhammad Rudi. 

Turut hadir dalam pelantikan, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, beserta para pejabat tingkat II dan perwakilan pejabat tingkat III di lingkungan BP Batam. * CC

 


MARITIMRAYA.COM - Batam, Bandara Internasional Hang Nadim, yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, memiliki nilai yang sangat strategis sebagai gerbang transportasi udara dalam sektor bisnis dan perdagangan, karena wilayah Batam merupakan daerah perdagangan bebas (Free Trade Zone).

 Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kawasan Bandara Hang Nadim akan dirancang menjadi sebuah kawasan hub logistik yang akan meningkatkan perekonomian dan industri di Kota Batam. 

“Oleh karena itu, pembangunan dan perluasan gedung kargo juga menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung hal tersebut,” kata Muhammad Rudi saat melakukan peninjauan apron dan taxiway yang telah selesai dibangun, Rabu (20/1/2021) pagi, di Bandara Hang Nadim.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan tujuan dari peninjauan untuk melihat hasil pembangunan Taxiway dan Apron 04 di Bandara Internasional Hang Nadim yang disiapkan sebagai Hub Logistik.

“Pagi hari ini kita berada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, tepatnya di Apron kargo yang memiliki Panjang 500 meter dan Lebar 168 meter. Apron kargo yang baru ini mampu menampung 5 pesawat berbadan besar, yaitu pesawat Boeing-777. Kita membangun bandara ini untuk mempersiapkan sewaktu-waktu nanti menjadi bandara yang tidak hanya untuk penumpang, tetapi juga dapat menjadi hub logistik,” kata Muhammad Rudi.

Ia menambahkan, pada tahun ini juga akan dibangun terminal kargo yang dikerjakan secara multiyears yang akan selesai pada tahun 2022. 


“Karena kita sudah merencanakan sebagaimana pembangunan ke depan agar ini menjadi suatu bandara yang betul-betul diminati, tidak hanya nasional, tapi juga internasional. Maka dari itu untuk memenuhi kualifikasi internasional, seluruh kebutuhan infrastruktur harus kita selesaikan. Hari ini kita sudah menyelesaikan Taxiway dan Apron 04,” kata Muhammad Rudi. 

 Tidak hanya itu, sistem penanganan barang (handling) juga akan diperbarui menjadi sistem terbaru dengan menggunakan sistem otomatis.

 Dalam hal volume, walaupun angka volume kargo eksisting Bandara Hang Nadim berada di bawah perkiraan dalam studi Master Plan Tahun 2018, namun volume angkutan lalu lintas udara di Bandar Udara Hang Nadim Batam, mengalami peningkatan yang pesat dan signifikan dari tahun ke tahun, baik penumpang ataupun kargo. Bahkan di saat pandemi Covid-19, pelayanan kargo di Bandara Hang Nadim terus berjalan.

 Saat ini, gedung kargo Bandara Hang Nadim memiliki ukuran 80 m x 32 m dan rencana selanjutnya akan dibangun terminal/gedung kargo dengan luas gedung ± 9.600 m².

 Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, pada akhir tahun 2020 lalu.

 Apron Kargo ini dibangun sebagai penunjang Gedung Kargo untuk menambah daya saing Batam, yang diproyeksikan akan menunjang Bandara Hang Nadim Batam menjadi Bandara Hub-Logistik Indonesia Bagian Barat.

 Pembangunan Apron kargo ini telah dilaksanakan tahun 2020 oleh Kontraktor Nindya Karya dengan Konsultan Supervisi Yodya Karya dengan nilai Kontrak sebesar Rp166.529.321.385,73; dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 158 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

 Selain Taxiway dan Apron 04, BP Batam juga membangun drainase, jalan akses, elektrikal, rerumputan, dan pagar di sekeliling lokasi.

 Selanjutnya, di tahun 2021—2022, BP Batam akan membangun gedung/terminal kargo, dengan biaya pekerjaan pembangunannya bersumber dari BLU BP Batam Tahun Anggaran 2021 dengan nilai ± Rp105.015.734.000.

Muhammad Rudi, juga mengemukakan, sesuai rencana ke depan ada dua rencana besar BP Batam, yaitu mengembangkan bandara Hang Nadim dan mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar dan pelabuhan lainnya.

“Ini menjadi prioritas kami dalam memimpin BP Batam, karena menurut kami kedua hal ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat Batam dan juga Indonesia,” pungkas Muhammad Rudi. * (Hms -CC)

 



MARITIMRAYA.COM - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual bersama Komisi VI DPR RI yang membahas tentang pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran Tahun Anggaran 2020 dan rencana pelaksanaan kegiatan dan anggaran Tahun Anggaran 2021.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, hadir didampingi Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Pengembangan Kawasan Investasi, Sudirman Saad, dan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dan sejumlah pejabat tingkat II BP Batam, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Batam Centre, Batam, Selasa (19/1/2021).

RDP dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Aria Bima, dan dihadiri sebanyak 18 anggota Komisi VI DPR RI, baik secara daring maupun hadir langsung di ruang rapat. 

Aria Bima, mengatakan, rapat tersebut dilakukan secara terbuka, transparan dan tetap menjaga protokol kesehatan, melalui siaran langsung di dunia maya.

Pada kesempatan ini, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan Pelaksanaan Kegiatan dan Realisasi Anggaran TA 2020 serta Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran TA 2021 di BP Batam.

Muhammad Rudi, melaporkan, dalam tahun 2020 realisasi penerimaan mencapai Rp1.307,54 miliar atau 128,15% dari targetnya, sementara tahun 2019 mencapai Rp1.330,74 miliar atau 104,51% dari targetnya. 

Di sisi belanja, realisasi tahun 2020 mencapai Rp1.693,50 miliar atau 77,04% dari pagunya, yang berarti menunjukkan kondisi yang lebih baik dari realisasinya di tahun 2019 yang mencapai Rp1.565,26 miliar atau 75,83% dari pagunya.  

“Terkait dengan realisasi belanja BP Batam yang mencapai 77,04 persen, beberapa kegiatan yang belum selesai seluruhnya di tahun 2020 dan akan dilanjutkan di tahun 2021, antara lain adalah proyek infrastruktur di Bandara dan pengembangan Sewerage System,” ujar Muhammad Rudi.

Lebih lanjut, Muhammad Rudi menjelaskan, dalam tahun 2021, DIPA BP Batam yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp2.014,20 milar akan digunakan untuk mendanai dua program, yaitu, Program Dukungan Manajemen dan Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Dalam tahun 2021, BP Batam akan mengusahakan dukungan dana non APBN sesuai aturan yang berlaku. 

Skema yang akan dikembangkan, dikatakan Muhammad Rudi, adalah pemanfaatan aset melalui pola kerja sama, seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Kerja Sama Operasi (KSO), dan Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI).

“Kami khususkan hal tersebut terkait dengan Pengembangan dan Pengelolaan Bandara Hang Nadim, Pengembangan dan Pengelolaan Pelabuhan, Pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), serta beberapa kegiatan lainnya,” kata Muhammad Rudi. 

Selain dengan BP Batam, Komisi VI DPR RI juga menggelar RDP dengan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kepala BP Kawasan Sabang dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). * ( Hms Rud )

 




MARITIMRAYA.COM - Batam, Asosiasi Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia ( Aspesindo) wilayah Kepri masa bakti Tahun 2020 - 2022 telah resmi dilantik oleh kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Direktorat Perhubungan Laut, Kementerian perhubungan, Gigih Retnowati pada Sabtu (16/01) di Hotel Pacifik Batam.

Dengan ditandai pemberian serah terima bendera pataka oleh kepala BTKP Gigih Retnowati kepada H. Muhammad Taufik untuk menahkodai Aspesindo wilayah Kepri masa bakti  2020-2022.

Tampak hadir  dalam acara tersebut antaranya : ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (PPAPKI) Sabaruddin,  pejabat Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan  (KSOP) Batam Capt. Feri Akbar, KSOP Tanjung Balai Karimun Adi Ismail, KSOP Tanjung Pinang, KSOP Tanjung Uban, ketua Indonesia Natiinal Shipowner Association (INSA) Kota Batam yang diwakili Sekretaris Umum, Sayuti, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( DPD KNTI ) Kota Batam, Hery Irianto serta pengurus dan anggota Aspesindo.

Dalam kesempatan itu kepala BTKP Gigih Retnowati mengucapkan selamat kepada pengurus  Aspesindo wilayah Kepri  masa bakti 2020-2022 dibawah kepemimpinan Muhammad Taupik SE MM.

" Sekali lagi saya mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus  Aspesindo wilayah Kepri periode 2020-2022" Ucap Gigih.


Dijelaskanya, jumlah asosiasi  perkumpulan perusahaan Service station (SS) alat keselamatan pelayaran ada dua asosiasi  yaitu PPAKPI  asosiasi tingkat nasional dan Aspesindo perkumpulan perusahaan  SS mewadahi wilayah Provinsi Kepri, diharapkan kedua asosiasi ini dapat berkaloborasi dan bersinergi dengan stakeholder UPT- UPT perhubungan laut dan perusahaan pemilik kapal (INSA).

" Total Ada 200 lebih perusahaan SS di Indonesia,diharapkan juga  kedua asosiasi ini akan berjalan dengan baik apalagi Pak Taupik di PPAPKI juga menjabat Sekjend" Harapnya.

Diketahui peralatan keselamatan kapal  selama ini isinya buatan dari luar negri, maka  pihak BTKP telah melakukan riset dan rancang bangun untuk produk peralatan keselamatan kapal seperti, Life Jacket, Life Buy, dan Life boat sesuai aturan Solas sehingga dapat diproduksi dalam negri. " Saya mendorong perusahaan SS dapat berkolaborasi mengembangkan usaha memproduksi alat ini," Kata Gigih.

Peralatan keselamatan pelayaran merupakan alat penolong berupa tabung pemadam dan pelampung (Life Jacket, LifeRaft, Life boat) yang berpungsi  saat terjadi kecelakaan di laut, sehingga harus laik pakai.

Adapun dalam acara pelantikan  tersebut mengusung  thema " Aspesindo mewujudukan alat keselamatan pelayaran yang handal dan siap pakai," hal ini merupakan wujud layanan prima  perusahaan Service station yang tergabung di Aspesindo untuk siap melayani kapal asing dan kapal nasional  dengan teknisi yang  profesional.


Ketua panitia Muhammad Turki mengaku legah acara berlangsung sesuai harapan, dan  menyampaikan ucapan terimakasih  kepada, kepala BTKP, Pejabat KSOP,  stakeholder, kolega, serta mitra  yang meluangkan waktu untuk hadir di acara pelantikan pengurus Aspesindo 2020-2022 dan telah menerapkan protokol kesehatan sehingga acara   berjalan dengan sukses.

" Kami selaku panitia menghaturkan terimakasih kepada seluruh undangan yang telah menyempatkan waktu hadir memenuhi undangan kami, semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu, dan kepada rekan-rekan pengurus yang telah dilantik kami mengucapkan selamat, semoga dapat melaksanakan amanah dengan baik" Ucapnya.

"Red

 


 MARITIMRAYA. COM - Batam, Pengusaha transportasi laut jenis kapal layar motor (KLM) asal Batam H. permata meninggal  terkena tembakan senjata api di duga dilakukan oleh oknum Bea Cukai Tembilahan   pada Jum'at (15/01) .

Jenazah selanjutnya dibawa dengan kapal kayu dari perairan Tembilahan menuju Batam,  jarak tempuh sekitar 5 (Lima) jam akhirnya tiba  Sore di Pelabuhan rakyat Tanjung Sengkuang Batam

Tampak   tiga lobang bersarang di dada sebelah kiri pria berusia berkisar 70 tahun hingga tewas ditempat tengah viral di media sosial

Ketua Pelayaran Rakyat (PELRA) kota Batam Wandi saat dihubungi maritimraya.com menyampaikan  prihatin atas kejadian  yang menimpa sosok sesepuh PELRA tersebut

Dikatakanya  H. Permata memiliki nama asli H. Jumhan Bin Selo merupakan sesepuh PELRA  yang aktif dan peduli dengan organisasi PELRA  Kota Batam

 "  Almarhum memulai usaha di  tranportasi laut,ada 3 kapal kayu yang biasa angkut Kelapa, pisang dan kayu getah yang biasa  dibuat palet" Sebutnya.

Namun dalam kasus ini kapal yang ditumpangi H. permata jenis Speedboat diduga membawa rokok yang dilarang dibawa keluar Batam sehingga dianggap melanggar kepabeanan.

" Kalau rokok khusus Batam dilarang di bawa keluar Batam sebaiknya tutup saja pabrik rokok" Tutupnya.

Red

 


MARITIMRAYA.COM - Batam,Waduk Duriangkang Sebagai salah satu sumber air baku terbesar yang menyediakan hingga 70% kebutuhan air di Kota Batam, menjadi waduk utama yang menopang kehidupan masyarakat dan keberlangsungan roda perekonomian.

Dengan luas catchment area yang mencapai lebih dari 7.500 Ha, Waduk Duriangkang mampu menampung air baku dengan kapasitas lebih dari 100 juta m3.

Asisten Manager Penanganan Limbah, Misyar Yunanto, mengemukakan, untuk penanganan pencemaran lingkungan dan waduk, BP Batam telah membangun beberapa Sedimentasi Trap Trash Rack (STTR).

STTR merupakan sebuah alat untuk menyaring sampah yang akan masuk ke waduk, sehingga air baku yang akan masuk ke waduk sudah dalam kondisi bersih dan aliran airnya sudah lancar.

Sesuai Detail Engineering Design (DED), untuk Waduk Duriangkang, rencananya akan dibangun sebanyak 12 unit, namun tidak semua sekaligus pembangunannya dilaksanakan. Rinciannya sebanyak 8 unit akan dibangun trash rack dan sisanya 4 unit dibangun sand trap. 

“Waduk Sungai Harapan sudah dibangun 1 unit dan selesai pada tahun 2020. Untuk di Waduk Duriangkang baru 3 unit, yaitu STTR 4, STTR 5 dan STTR  6. Dari enam Waduk yang ada sudah terbangun 4 unit STTR. Rencananya akan ada pembangunan lagi untuk Waduk Tembesi 1 unit STTR,” kata Misyar Yunanto.

Sementara itu teknisi pengelolaan limbah, Untung Suardi, mengemukakan, tidak hanya sampah saja, tetapi lumpur dan pasir dapat tersaring di bangunan sedimentasi trap yang secara berkala dikeruk (normalisasi) untuk menghindari pendangkalan waduk, sehingga kapasitas tampung waduk dapat dipertahankan dan air baku dapat terjaga untuk pemenuhan air bersih bagi masyarakat Kota Batam

“Jika terjadi hujan selama 2-3 jam, sampah yang ditampung sudah penuh satu bak atau sekitar 3 sampai 4 meter kubik," jelas Untung Suardi yang ditemui pada Senin (11/1/2021) saat sedang memantau aktifitas (STTR).

Untung, menambahkan, STTR tetap dijalankan setiap hari dan bisa dihidupkan dengan sistem otomatis. Sementara itu, untuk pengelompokan sampah saat ini hanya kayu yang dapat pisahkan, karena kayu tidak bisa dihancurkan dengan mesin pembakaran. 

Terkait dengan banyaknya sampah yang mengaliri drainase, Untung Suardi, mengharapkan dukungan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. 

“Jangan membuang sampah ke saluran air atau drainase karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan,” kata Untung Suardi.

Beberapa waktu lalu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melakukan rapat koodinasi bersama BP Batam dan Pemko Batam untuk memastikan permasalahan banjir akan segera diselesaikan. Penanganan masalah banjir dan bencana alam lainnya saat ini menjadi prioritas utama di Kota Batam. *(Hms -BP)

 



MARITIMRAYA.COM - Batam, Sejumlah Pengguna jasa transportasi laut di pelabuhan rakyat Tanjung Riau, Kelurahan Tanjung Riau Kecamatan Sekupang  Batam,  mengeluhkan tingginya tarif sewa kapal antar pulau dan tarif jasa Porter angkut barang  yang dinilai mencekik leher.

Hal ini dikatakan salah  satu pengguna jasa inisial Am seorang pengusaha yang biasa sewa kapal untuk  antar jemput barang di kapal niaga yang sedang berlabuh kepada awak media  pekan lalu.

Pengusaha Service alat keselamatan kapal dan tabung pemadam ini  mengharap  pelabuhan rakyat Tanjung Riau yang dikelolah Dinas perhubungan Kota Batam dapat membina   petugas porter. dan kapal yang beroperasi di pelabuhan  plat merah tersebut lebih profesional.

" Terutama tarif jasa porter di Pelabuhan Tanjung Riau mahal sekali hingga tiga kali lipat Rp.300 ribu, bila dibanding pelabuhan rakyat Sekupang dan Batu Ampar tarip resmi kisaran Rp.100 ribu" Keluhnya.

Kepala Pos Pelabuhan rakyat Tanjung Riau Bahat saat dikonfirmasi awak media pada Senin ( 11/01) melalui ponsel menyampaikan pelabuhan rakyat Tanjung Riau merupakan pelabuhan pengumpan, adapun  kegiatan pokok melayani kapal sandar  mengisi minyak menggunakan derigen, 

" Retribusi yang kita pungut hanya kapal sandar di dermaga, seperti kapal Fery domestik Sekupang sandar di dermaga , atau kapal kayu niaga antar pulau" katanya.

Dijelaskannya untuk  penyewaan  kapal pancung dan Speedboat kapal di pelabuhan rakyat Tanjung Riau belum dibentuk secara resmi, sedangkan porter  hanya menggunakan buruh Tempatan  di kampung Tanjung Riau, 

" Mereka yang notabene orang sekitar pelabuhan sendiri sebagai buruh angkut, tapi kalau ada pengguna jasa  komplain dilaporkan ke kami, tentu akan kami evaluasi" jelasnya.

Dari pantauan awak media  di pelabuhan Tanjung Riau petugas pengawasan sangat kurang, selain itu tampak beberapa kapal sandar, di dermaga dan kendaraan roda empat dan roda dua parkir,serta belasan dirigen berisi minyak jenis premium berjejer di dermaga.

Pelabuhan yang memiliki dermaga beton ini di duga rawan kegiatan ilegal baik penyeludupan barang dan angkut  penumpang secara ilegal antar provinsi tetangga , hal ini  dilakukan karena menghindar aturan Protokol Kesehatan yang ketat di pelabuhan resmi penumpang.

* Tim


 

 


MARITIMRAYA. COM, Batam -Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, melakukan sosialisasi layanan Ship to Ship dan Floating Storage Unit (STS-FTS) pada Jumat, (8/1/2021) di Gedung Marketing Centre, Batam Centre, Batam.

 Dalam kesempatan tersebut, juga dipaparkan rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Green Port dan Smart Port.

 Kegiatan ini dibuka oleh Direktur BUP, Nelson Idris, yang dihadiri Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk, Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam, Akbar Harfianto, serta para pelaku usaha bidang kemaritiman.

 Nelson, dalam pemaparannya, menjelaskan mengenai rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar Jangka Panjang Tahap 1 (2021-2025) yang direncanakan akan dimulai dengan perkuatan dermaga utara sepanjang 700 meter, pembangunan lapangan peti kemas seluas 2-10 Ha, perkuatan dermaga utara lama sebagai terminal multipurpose sepanjang 408 meter, dan pendalaman alur pelayaran kolam depan dermaga menjadi -8 LWS.

 “Dari segi suprastruktur, BUP BP Batam sedang menyiapkan peralatan-peralatan bongkar muat di pelabuhan sesuai dengan standar operasional pelabuhan selayaknya,” terang Nelson.

 Meski telah menyiapkan rencana pengembangan jangka panjang hingga tahun 2033, Nelson, berharap pada tahun 2025, arus peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar mencapai 1,8 Juta TEUs dan dapat mengakomodir kapal dengan kapasitas 3.000 TEUs atau kapal generasi ke-3 untuk angkutan Peti Kemas Domestik.

 “Kami optimis ke depannya, dengan pengembangan infrastruktur dan perlengkapan suprastruktur ini, dapat mengantarkan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Smart Port dan Green Port percontohan di Indonesia,” ujar Nelson.

 


Selain rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, Nelson, juga mengenalkan Layanan STS/FSU yang merupakan kolaborasi antara BP Batam, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

 “Sekarang jika ingin mengurus layanan STS/FSU untuk sementara ini bisa langsung melalui website http://bcbatam.beacukai.go.id/layanansts/login. Dalam sistem single entry tersebut, pengguna jasa bisa mengawasi proses pengurusan dokumen, berapa lama di BP Batam, Bea Cukai dan instansi lainnya,” jelas Nelson.

 Kemudahan lainnya yang kini dapat dirasakan para pengguna jasa kepelabuhanan dengan digitalisasi adalah pengurusan Pemberitahuan Kedatangan Kapal Asing (PKKA).

 “Bila sebelumnya hanya bisa diurus di Kementerian Perhubungan RI, kini telah dilimpahkan kewenangannya kepada KSOP Khusus Batam dan Tanjung Balai Karimun, sehingga proses pengurusan hanya memerlukan waktu satu jam saja,” ujar Nelson.

 Nelson juga menegaskan bahwa Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Curah Cair Kabil telah mengantongi sertifikat International Ship and Port Security (ISPS) Code dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

 Sertifikat ISPS Code yang telah diperpanjang hingga 28 September 2025 ini, kata Nelson, menunjukkan bahwa Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Curah Cair Kabil telah memenuhi fasilitas pelabuhan dengan ketentuan SOLAS 74 bab XI-2 dan bagian A dari Peraturan Internasional untuk Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code) sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan International Maritime Orgnization (IMO).

 “Sertifikat ISPS Code ini merupakan salah satu persyaratan Internasional dari IMO terhadap pelabuhan yang melakukan kegiatan bongkar muat, serta sebagai bukti bahwa BUP BP Batam terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam hal keamanan kapal yang berkunjung ke pelabuhan yang kami Kelola,” imbuh Nelson.

 Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk, pada kesempatan yang sama, mengapresiasi hasil kerja keras BUP BP Batam dalam meningkatkan pelayanan kepelabuhanan di Batam.

 Ia berharap, rencana pengembangan dan digitalisasi pelayanan di Pelabuhan Batu Ampar mampu membawa dampak yang signifikan bagi perekonomian Kota Batam.

 “Kita harus memperhatikan juga keamanan di laut, begitu juga dengan tarif tambat dan labuh. Jangan sampai rasionya terlalu jauh dengan para pesaing kita. Harganya harus lebih kompetitif,” kata Ketua KADIN Kota Batam, Jadi Rajagukguk.

 Pada akhir sosialisasi dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BUP BP Batam dengan PT Raja Poros Maritim tentang Penyiapan Pengoperasian Ship to Ship dan Floating Storage Unit di Wilayah Kerja BP Batam, yang ditandatangani oleh Direktur PT Raja Poros Maritim, Jadi Rajagukguk dan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin.

 Adapun kedua instansi akan mempersiapkan studi pendahuluan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan STS-FSU. (Hms - rd)

 


MARITIMRAYA. com - Batam, Guna menambah daya saing, Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan penyesuaian tarif Layanan Air Limbah yang disosialisasikan kepada para tenant yang tergabung dalam Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) Kabil, pada Kamis (7/1/2021) di Gedung Marketing Center BP Batam, Batam.

Perubahan besaran tarif layanan ini tertuang dalam Perturan Kepala BP Batam Nomor 28 Tahun 2020 Atas Perubahan Peraturan Kepala BP Batam Nomor 15 tahun 2018 Tentang Pengelolaan Tarif Layanan dan Tata Cara Pengadministrasian Keuangan Sumber Daya Air, Limbah, dan Lingkungan pada Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan.

General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan, Ibrahim, mengatakan, penyesuaian tersebut perlu dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap biaya operasi dan pengelolaan kawasan.

“Ada beberapa tarif, khususnya dalam pengelolaan KPLI–B3 Kabil yang harus diturunkan agar memiliki daya saing. Namun juga ada tarif sewa yang dinaikkan dengan mempertimbangkan biaya operasional dan biaya pemeliharaan yang semakin tinggi,” ujar Ibrahim.

Kenaikan tarif tersebut, lanjut Ibrahim, juga dipicu oleh biaya operasional dan pemeliharaan kawasan serta fasilitas KPLI–B3 Kabil yang cukup besar, menilik biaya-biaya yang telah dikeluarkan tahun 2019 mencapai lebih dari Rp 4 milyar untuk membiayai operasional, pemeliharaan dan pembangunan fasilitas.

Adapun penyersuaian tarif layanan jasa sarana dan prasarana Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI-B3) mencakup tarif sewa lahan per m²/tahun, tarif sewa pemakaian jasa timbang, ruang kantor, forklift, loading bay, biaya pengelolaan kawasan KPLI-B3 berupa keamanan, kebersihan, pemeliharaan jalan/drainase, lampu penerangan jalan, dan IPAL, serta biaya pass masuk orang dan kendaraan.

Meski memberlakukan kenaikan pada beberapa tarif layanan, Ibrahim, mengatakan, para tenant memberikan respon positif atas penyesuaian tersebut.

“Secara umum responnya baik, selagi tujuannya untuk mendukung pengembangan fasilitas dan meningkatkan pelayanan, para tenant mendukung kebijakan yang ditetapkan oleh BP Batam,” tutur Ibrahim.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pentarifan BP Batam, Haris Adi Purnomo, Manager Komersial BP Batam, Lusy Novita, Asisten Manager Pemasaran Dan Pengembangan Usaha, Dedi Suherli, Asisten Manager Tata Lingkungan BP Batam Suriadi Sembiring, serta dihadiri oleh lebih dari 20 perwakilan tenant KPLI BP Batam. *(Hms -rd)

 


maritimraya.com - Batam, Mengawali Tahun 2021, proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha  (KPBU) Bandar Udara  Internasional Hang Nadim Batam Badan Pengusahaan (BP) Batam memasuki tahapan Evaluasi Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis (Sampul I).

Sebelumnya, pada Senin (4/1/2021) lalu, para peserta lelang (tender) telah menyampaikan Dokumen Penawaran di Gedung Marketing Center BP Batam, Batam Centre, Batam.

Peserta lelang yang turut serta dalam penyampaian dokumen penawaran Proyek KPBU Bandara Hang Nadim tersebut adalah Konsorsium Batam, yang terdiri dari PT Angkasa Pura II, PT Adhi Karya, Egis Project S.A., dan Engie South East Asia.

Sedangkan peserta lelang kedua adalah Konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation, dan PT Wijaya Karya.

Kepala Sub Direktorat Inisiatif Strategi dan Manajemen Risiko BP Batam, selaku Wakil Ketua Panitia Lelang, Tumirah, mengatakan, kegiatan Penyampaian Dokumen Penawaran Proyek KPBU Bandara Hang Nadim tersebut merupakan salah satu tahapan, di mana para peserta lelang menyerahkan dokumen penawaran kerja sama.

Dalam tahapan tersebut, Panitia Lelang, juga melakukan pembukaan dokumen penawaran administrasi teknis (Sampul I) yang disaksikan secara bersama-sama oleh masing-masing peserta lelang.

“Sebelumnya ada empat peserta lelang yang lulus tahap prakualifikasi. Namun, yang mengajukan dokumen penawaran pada tahapan ini hanya dua peserta, yaitu Konsorsium Batam dan Konsorsium PT Angkasa Pura I,” ujar Tumirah.


Tumirah, mengatakan, meski mengalami pengurangan peserta lelang, tidak terdapat pengaruh yang berarti terhadap proses pelelangan proyek.

Lebih lanjut, Tumirah, menjelaskan, proses lelang ini menggunakan metode 1 tahap dengan 2 sampul, yaitu sampul 1 (Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis) dan sampul 2 (Dokumen Penawaran Finansial)

“Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis (Sampul 1) yang sudah kami terima akan kami evaluasi, dan akan diumumkan pada tanggal 29 Januari 2021 mendatang. Sedangkan untuk Pembukaan Dokumen Penawaran Finansial akan dilakukan pada tanggal 5 Februari 2021,” jelas Tumirah.

Seluruh rangkaian tahapan pelaksanaan pelelangan proyek ini akan berakhir dengan Penandatanganan Perjanjian KPBU yang dijadwalkan pada tanggal 3 Mei 2021. 

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam beberapa kesempatan mengatakan, pemanfaatan proyek KPBU yang akan memperbarui dan membangun Bandara Internasional Hang Nadim Batam ini nantinya akan dioptimalkan, guna mendukung kebutuhan arus keluar-masuk barang bagi kelancaran kegiatan perindustrian di Batam. (Hms - rd)

 


maritimraya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Nongsa.

Fasilitas ini dibangun untuk mendukung Bandara Internasional Hang Nadim sebagai Hub Logistik di Indonesia bagian barat. 

Pembangunan yang berkolaborasi dengan perusahaan BUMN jasa konstruksi, PT Nindya Karya, serta jasa konsultan teknik dan manajemen, PT Yodya Karya ini, menghabiskan waktu lebih kurang 5 bulan lamanya.

“Untuk jangka waktu pelaksanaan pembangunannya sekitar 158 hari kalender atau 5 bulan,” ujar Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, saat ditemui di lokasi pembangunan pada acara Pemeriksaan Adminstrasi dan Serah Terima Pertama Pekerjaan 100% /Provisional Hand Over (PHO), Rabu (30/12/2020).


Lebih lanjut, Fesly, menjelaskan, proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp166.529.321.385,73 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2020. 

Selain membangun Taxiway dan Apron 04, BP Batam juga membangun drainase, jalan akses, elektrikal, rerumputan, dan pagar di sekeliling lokasi. 

“Proses lelangnya sendiri sudah dilakukan sejak Bulan Juli 2020. Apron ini memang kami bangun sebagai fasilitas untuk mendukung kegiatan kargo bagi armada udara logistik di Bandara Hang Nadim dan bisa menampung lima pesawat kargo tipe Boeing 777,” tutur Fesly.

Adapun luas lahan awal, dikatakan Fesly, yakni 150 x 500 meter. Namun, mengalami perubahan setelah adanya hasil asistensi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan diperlebar menjadi 168 x 500 meter, guna mengakomodir pergerakan pesawat.

Project Manager PT Nindya Karya, Adrihadi, mengatakan, meski terkendala cuaca, pihaknya telah berkomitmen untuk merampungkan pekerjaan ini dengan baik dan maksimal. 

“Risiko bekerja di akhir tahun pasti akan terkendala cuaca ekstrem. Tapi, selain itu tidak ada halangan yang berarti,” ujar Adrihadi.

Adrihadi, mengatakan, selepas masa pelaksanaan pekerjaan, PT Nindya Karya masih akan melakukan pemeliharaan dengan jangka waktu 180 hari kalender atau 6 bulan lamanya.  

Rangkaian pekerjaan pembangunan Taxiway dan Apron 04 Bandar Udara Hang Nadim Batam ini ditutup dengan serah terima pertama pekerjaan 100%/Provisional Hand Over (PHO) atas Kontraktor Pelaksana PT Nindya Karya dan PT Yodya Karya selaku Penyedia Jasa Konsultasi Supervisi kepada BP Batam pada Rabu (30/12/2020) lalu.

Turut hadir dalam serah terima itu Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, perwakilan Satuan Pemeriksa Internal BP Batam, perwakilan Biro Hukum BP Batam, Manajer Operasional Bandara Hang Nadim dan jajaran, Kepala Sub Direktorat Pembangunan Kepelabuhanan Dan Bandara, Boy Zasmita, Tim Pendamping Ahli Kontrak LKPP, Tim Pendukung PPK 5127, jajaran PT Yodya Karya dan jajaran PT Nindya Karya. *( Hms - rud)

maritimraya.com - Batam, Tumpahan limbah minyak hitam kembali mencemari perairan Nongsa Batam pada Minggu (03/01).

Dalam video yang di unggah sekitar satu menit itu di informasikan limbah minyak hitam  mengotori pantai Nongsa mulai pagi hari.

Tampak gambar  di video  genangan minyak kental menempel di pasir kawasan  pantai Nongsa 

Salah satu nelayan Tradisional Kampung klembak Jauhari saat dihubungi awak media menyampaikan limbah minyak menggenangi perairan Nongsa akan menyulitkan nelayan mencari ikan.

Dikatakanya  setiap rahun  pantai Nongsa dapat kiriman limbah minyak hitam sehingga nelayan tidak dapat  mencari ikan.

Selain itu limbah minyak banyak menempel di dinding kapal nelayan tentu harus dibersihkan, karena ikan tak mau dekat ke kapal

Sumber kotoran limbah yang mencemari pantai Nongsa  hingga kini belum diketahui apakah dari kapal asing atau kapal nasional.

"Semoga pemerintah dapat menangkap pelaku yang membuang limbah minyak  ke laut" harap Jauhari.

* Am

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.