2021

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas

 



MARITIMRAYA.Com, BATAM - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2021 M/1442 H, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Al-munawwaroh  di perumahan Kavling KSB kelurahan Patam Lestari kecamatan Sekupang Batam mengadakan acara perayaan kelahiran Nabi besar Muhammad utusan Allah.

Acara diadakan di dalam Masjid Almunawwaroh pada Selasa malam (19/10) tampak ramai dihadiri warga muslim, mulai dari  Bapak, ibu Remaja serta anak- anak duduk di lantai memadati ruang masjid.

Adapun acara dimulai dengan Pembacaan Al-Qur'an Nur karim dengan qori ustad Suriadi dilanjutkan Berjanji, serta acara inti yakni siraman rohani dengan penceramah Ustad Drs H. Azizon, SH MH.

 Ustad Drs.Salbi salah satu toko masyarakat dan mewakili panitia acara dalam sambutanya mengajak agar jamaah terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan sesuai yang telah diteladani nabi Muhammad.

 " Dengan perayaan Maulid Nabi kita hadir laksana menjemput ilmu"

Ustad Salbi menyerukan untuk senantiasa  melaksanakan sholat berjamaah di Masjid, " Atas nama pengurus masjid mari kita sama- sama penuhkan masjid ini , untuk sholat berjamaah" Ucapnya

Selanjutnya acara inti Ceramah peringatan maulid nabi Muhammad SAW oleh Penceramah Ustad H. Azizon.

Ustad H. Azizon mengatakan suri tauladan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, telah mengajarkan kita untuk selalu menanamkan kebaikan  untuk seluruh alam dan isinya.

"nama Muhammad artinya terpuji"Katanya.

Menyiratkan nama itu Do'a, untuk itu peranan orang tua sangat Penting membuat nama anak dengan arti yang baik - baik, sehingga menjadi Anak anak soleh dan Sholeha.

Selain itu Anak- anak  diajak ke Masjid untuk diajarkan Sholat berjamaah dan senantiasa belajar membaca Alquran.

Seperti tahun lalu Perayaan Maulid Nabi Muhammad  di Masjid Almunawarroh kali ini disuguhi hidangan makana, Aneka macam kue Buah- buahan dan minuman ringan dari Ibu- ibu pengurus danJamaah Masjid

Ketua Pengurus Masjid Al-munawwaroh, Ustad Mastur menyampaikan terima kasih kepada Panitia acara, Bapak - bapak dan terutama Ibu- ibu  pengajian hingga acara perayaan kelahiran Nabi Muhammad terlaksana dengan baik.* * Red

 

 



MARITIMRAYACom, BOGOR - Badan Pengusahaan Batam (BP) Batam melalui Bagian Hubungan antar Lembaga dan Promosi Kantor Perwakilan BP Batam menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema “Pengembangan Infrastruktur Kawasan dan Destinasi Wisata di Batam” di Hotel Neo Green Savana, Bogor,Jawa Barat, pada Kamis, (14/10/2021). Sosialisasi ini untuk memberikan informasi terkini mengenai pembangunan serta pengembangan berbagai macam infrastruktur baik  utama, maupun pendukung dalam menunjang kegiatan industri serta upaya untuk mendongkrak pertumbuhan Ekonomi Kota Batam dan juga Kepulauan Riau.

Sosialisasi ini dilaksanakan secara tatap muka yang diikuti oleh pimpinan dan staf Kantor Perwakilan BP Batam dan delegasi unit-unit kerja di lingkungan BP Batam serta delegasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Dibuka oleh Kepala Kantor Perwakilan BP Batam, Purnomo Andiantono, sosialisasi ini menghadirkan Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni dan Kepala Subdit Pembangunan Gedung Dan Utilitas BP Batam, Harry Prasetyo Utomo sebagai narasumber yang memberikan materi informasi serta pemahaman mengenai program rencana pembangunan BP Batam kedepan.

Andiantono menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kantor Perwakilan BP Batam dalam memberikan informasi dan pemahaman serta edukasi kepada seluruh pegawai BP Batam, khusus yang berada di Kantor Perwakilan dan  di unit-unit terkait di BP Batam umumnya sehingga hal tersebut akan menambah wawasan bagi setiap peserta. 

“Perlu kita ketahui bersama bahwa Batam yang sejak dulu dikenal sebagai Kota Industri dan investasi, ternyata juga memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan khususnya di bidang industri pariwisata dan hub logistik internasional. Oleh karena itu kehadiran semua peserta di sini untuk mendengarkan, serta berdiskusi terkait dengan informasi-informasi penting mengenai rencana program pengembangan Batam saat ini dan juga yang akan datang dalam menjalankan peran, visi dan misi BP Batam sebagai tempat tujuan investasi terkemuka di wilayah Asia Tenggara,” ujar Purnomo Andiantono.

Pelaksanaan pengembangan infrastruktur di Batam dari berbagai sektor menjadi perhatian. Hal itu disampaikan Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, dalam kesempatan pertama. Ia kemudian memaparkan, pengembangan infrastruktur telah dilaksanakan, yaitu pembangunan dan pelebaran beberapa jalan arteri di Batam.

“pembangunan jalan arteri Gadjah Mada (depan Southlink) tengah dikerjakan, Pelabuhan Batu Ampar masih dalam proses penambahan container crane. Sedangkan Bandara Hang Nadim tengah bersiap pembangunan terminal kargo baik jalan akses dan lahan parkir pesawat,” ujar Imam. 

Tidak hanya itu, pembangunan Water Treatment Plant (WTP) sebagai pengolahan air bersih dengan kapasitas 300 liter/detik juga menjadi fokus BP Batam. 

“Dari segi pariwisata, BP Batam juga telah melakukan pengembangan tahun ini. Destinasi rekreasi masyarakat seperti pembangunan taman, jogging track dan jalur sepeda,” kata Imam.

Melalui pembangunan yang berkelanjutan, Imam berharap setiap terobosan tersebut mampu menggugah investor untuk berinvestasi di Batam. 

“Seluruh sarana dan prasarana yang dibangun oleh BP Batam kami harapkan mampu menjadi  wadah aktivitas serta konektifitas bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama pelaku usaha,” pungkasnya.

Program BP Batam ini sejalan dengan Program Presiden RI Joko Widodo dalam meningkatkan Indonesia Yang Maju yang menekankan terhadap pengembangan infrastruktur yang tepat dan efisien dalam menunjang kegiatan industri maupun kegiatan lainnya dan mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. 

Setelah kegiatan tatap muka, para peserta sosialisasi melanjutkan kunjungan kerja lapangan atau site visit ke lokasi Kebun Raya Bogor yang mempunyai kesamaan dengan Kebun Raya Batam dan juga Taman Rusa di Batam. Dengan dilakukannya kunjungan lapangan akan memberikan pencerahan serta informasi bagi seluruh peserta, khususnya Direktorat Infrastruktur Kawasan dalam melihat potensi pengembangan Destinasi Wisata di Batam. 

"Pengelolaan Kebun Raya Bogor dapat menjadi acuan BP Batam dalam implementasi pengembangan dan pembangunan Taman Rusa maupun Taman Kolam di Batam, dengan harapan menambah daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara," Tutup Imam. ** Hms - red

 



MARITIMRAYA.Com, BATAM - Penyelenggaraan rapat yang diprakasai Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (12/10) yang dihadiri instansi perhubungan Laut/ darat, Badan Usaha Pelabuhan, Agen Pelayaran dan berbagai organisasi nelayan  diduga tidak transparan dan daftar undangan dimanipulasi .

Hal ini dikatakan Ketua  Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( DPD - KNTI) Kota Batam Amrah Fahnani  SH menyoroti daftar undangan dalam acara hajat hidup nelayan - nelayan menangkap ikan yang terganggu oleh posisi kapal  asing LayUp/parkir.diperairan Galang.

Persoalannya di daftar undangan tercantum nama KNTI Kota Batam namun tidak diundang., " Daftar undangan kami terima setelah dua jam acara selesai ini perlu penjelasan"  Ujarnya 

Selain KNTI, ada  juga dua organisasi nelayan yang nasibnya sama dengan KNTI, yakni, PNTI dan  LKPI yang tidak disampaikan undangannya  " Organisasi nelayan yang menerima undangan dalam pertemuan rapat hanya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini ada apa" Tanya Amrah.


Amrah berharap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri  merupakan  orang tua bagi nelayan - nelayan dan tentu terbuka bagi semua organisasi kenelayanan tanpa pilih kasih.

Dijelaskanya Selama ini DPD - KNTI Kota Batam aktip bersosialisasi  untuk  kesejahteraan nelayan tradisional dan kecil dan melaporkan semua kegiatan ke Pemko Batam, Dinas Perikanan Kota Batam, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri." Dengan bersinergi  tentu kesejahteraan nelayan tradisional dan kecil akan terujud" Ujarnya.

Seperti diketahui Sebelumnya acara dilaksanakan di ruang rapat kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan di Batam guna menanggapi keluhan nelayan terhadap kapal - kapal asing LayUp  diperairan Galang Batam .

Ditenggarai posisi beberapa  Kapal  diluar titik koordinat berdekatan dengan nelayan menangkap ikan, tentu tidak nyaman, serta riskan bagi kapal tradisional** Am


 



MARITIMRAYA.Com, BATAM - Kepala BP Batam, Muhammad Rudi meninjau progres kesiapan pembangunan Gerbang Masuk Terminal Batu Ampar yang terintegrasi dengan Auto Gate System, yang merupakan bagian dari Batam Logistic Ecosystem (BLE) pada Selasa (12/10/) pagi.

Auto Gate System sendiri merupakan fasilitas pelabuhan yang menggunakan sistem otomasi sehingga pengguna jasa yang akan masuk dan keluar dari area pelabuhan akan terekam secara otomatis di sistem tanpa perlu mengantre, yang kerap menyebabkan kemacetan di ruas jalan Batu Ampar.

“Peninjauan Auto Gate System Batu Ampar ini dalam rangka menyempurnakan peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang rencananya akan rampung pada akhir bulan Oktober,” Ujar Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi, menambahkan, jika penyempurnaan sistem BLE selesai pada akhir bulan Oktober, maka dapat difungsikan dengan sempurna untuk pemeriksaan keluar masuk barang secara otomatis yang terintegrasi dengan sistem Bea Cukai.

Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebelumnya telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada Maret 2021 lalu, nantinya BLE ini digunakan untuk kegiatan layanan ship to ship/Floating Storage Unit (FSU) dan layanan kegiatan penataan logistik, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa agar lebih efisien dalam pengisian data dan berimplikasi pada penurunan biaya logistik di Pelabuhan Batu Ampar.

BLE yang merupakan bagian dari National Logistics Ecosystem (NLE) ini menjadi wadah yang mempertemukan komunitas logistik. Platform ini memfasilitasi importir dan eksportir untuk dapat melihat dan memilih harga dan kualitas atas ketersediaan truk, vessel, dan warehouse dalam satu aplikasi, dari hulu hingga hilir.

Tak hanya itu, pelayanan berbasis online pada Pelabuhan Batu Ampar dapat menggunakan aplikasi B-SIMS (BP Batam Seaport Information Management System) yang terintegrasi dengan Auto Gate System dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online, yang juga bagian dari BLE, bertujuan untuk mempercepat alur masuk dan keluar barang di Pelabuhan. 

B-SIMS juga terintegrasi dengan system TPS Online milik Bea Cukai sehingga pengguna jasa dapat melacak informasi lokasi kontainer yang ditimbun di TPS Pelabuhan Batu Ampar.

“Pembangunan Pelabuhan Batu Ampar ini harus segera kita selesaikan, dalam mewujudkan Pelabuhan Batu Ampar berdaya saing Internasional,” Tutur Muhammad Rudi.

Adapun progres pembangunan Pelabuhan Batu Ampar diantaranya, pemasangan rangka baja gerbang, pengecoran sirkulasi alur keluar masuk, pekerjaan drainase kawasan gerbang, pembangunan pos jaga dan pemasangan instalasi jalur kabel fiber optik.

Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin mengatakan pembangunan fisik untuk Gerbang Masuk Pelabuhan Batu Ampar telah terealisasi 80 persen hingga hari ini dan dalam kurun waktu akhir Oktober kita akan siap untuk pemasangan software.

“Kita berharap dengan pembangunan ini, Pelabuhan Batu Ampar dapat menjadi salah satu Pelabuhan Percontohan di Indonesia, khususnya Kota Batam,” Harap Syahril Japarin.

Proyek dengan nilai kontrak Rp. 6.080.457.005,20 ini, dalam waktu pelaksanaannya memakan waktu selama 120 hari kalender dengan kontraktor pelaksana PT. Royal Unions serta konsultan supervisi PT. Ganesha Geo Solusi.

Turut hadir mendampingi peninjauan tersebut, Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, dan Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait. ** Hms - red

 



MARITIMRAYA.Com, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam telah resmi meluncurkan Sistem Perizinan Online Terpadu pada akhir September lalu. Sebagaimana diketahui, peluncuran ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, ada total 67 jenis perizinan dari 8 sektor usaha yang berada di bawah kewenangan BP Batam.

“Nanti akan dibangun gedung PTSP terpadu. Seluruh perizinan instansi vertikal nanti bisa diletak di gedung baru tersebut. Nanti urusan perizinan tidak perlu ke saya lagi, tapi cukup di Direktur PTSP. Ini kita lakukan untuk songsong Batam kedepan agar lebih baik,” kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi setelah meluncurkan Sistem Perizinan Online Terpadu.

Sejalan dengan hal tersebut, untuk mewujudkan implementasi PP 41 tahun 2021, BP Batam menggelar sosialisasi Sistem Perizinan Online Terpadu pada aplikasi IBOSS khususnya sektor transportasi bidang kepelabuhanan, dalam hal ini perizinan Surat Pernyataan Kerja Bongkar Muat (SPKBM) kepada lebih dari 100 pelaku usaha yang terdiri dari asosiasi dan pengusaha bongkar muat Indonesia di Gedung PDSI BP Batam, Batam Centre, pada (12/10/2021) pagi.

"Ini wujud implementasi dari PP 41 tahun 2021 dan rangkaian dari peluncuran sistem online terpadu akhir September lalu oleh Kepala BP Batam, bahwa dengan aplikasi ini proses perizinan bagi pelaku dan perusahaan bongkar muat sektor transportasi bidang kepelabuhanan di wilayah kerja BP Batam akan lebih cepat transparan, akuntable, murah, dan terintegrasi,” terang Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam Harlas Buana.

Harlas menambahkan sejak serah terima pemberkasan dari KSOP khusus Batam pada pertengahan Agustus lalu, BP Batam telah menerbitkan lebih dari 2940 perizinan SPKBM sampai dengan kemarin (selasa). Ia menilai hal itu lebih memudahkan pelaku usaha dalam mengurus perizinan dengan efisiensi waktu. “Sebelum kemarin launching kita kan masih manual, itu manual saja teman-teman pelaku usaha sudah mengapresiasi karena kita lebih cepat,” ucap Harlas.

Dalam sosialisasi tersebut, BP Batam memaparkan alur perizinan SPKBM pada aplikasi IBOSS oleh Kasubbid Sistem Informasi Perizinan BP Batam Ronny Ansis selaku narasumber.

Dukungan regulasi sesuai PP nomor 41 tahun 2021, terdapat 8 sektor usaha yang ditangani BP Batam mulai dari Perizinan Berusaha Sektor Transportasi Bidang Kepelabuhanan, Perizinan Berusaha Sektor Kesehatan, Perizinan Berusaha Sektor Perdagangan, Perizinan Berusaha Sektor Perindustrian, Perizinan Berusaha Sektor Sumber Daya Air, Limbah, dan Lingkungan, Perizinan Berusaha Sektor Kehutanan, Perizinan Berusaha Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Perizinan Berusaha Sektor Kelautan dan Perikanan. ** Hms - red

 


MARITIMRAYA.Com, Batam - Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Cabang Batam menggelar rapat  terkait posisi labuh jangkar/LayUp Kapal - kapal asing di perairan Galang yang di keluhkan nelayan pulau panjang kecamatan Galang Kota Batam diduga beberapa kapal tersebut keluar dari koordinat Lay Up sehingga mengganggu sejumlah nelayan menangkap ikan.

Acara yang dilaksanakan pada Selasa (12/10) dan mengundang pejabat Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, PT. Bias Delta Pratama, PT. Tridacna Intercargo Maritim, PT. BUP Provinsi Kepri, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) LKPI, PNTI dan sejumlah nelayan Pulau Panjang.

Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Batam, Isnur Fauzi saat dihubungi awak media mengatakan rapat ini diprakarsai oleh Kabid Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, dan pihaknya hanya memfasilitasi tempat  acara, sehingga berjalan lancar.

Dikatakanya kegiatan Lay Up kapal- kapal diperairan Galang merupakan kawasan yang memiliki legalitas dari kementerian Perhubungan, sehingga keamanan dan keselamatan pelayaran merupakan wewenang KSOP Khusus Batam, " Lokasi LayUp kapal disitu Legal, mungkin Selama ini kurang Sosialisasi" Katanya.

Menindak lanjuti  keluhan nelayan beberapa Kapal LayUp posisinya mengganggu karena tempat tangkapan nelayan mencari ikan yang diduga keluar dari titik koordinat LayUp, Isnur mengatakan sebagai pembina nelayan akan merespon dan akan mendatangi area LayUp ." Minggu depan kami bersama instansi terkait akan ke Laut guna  memastikan titik koordinat  kapal- kapal LayUp" Ujarnya.

Saat disinggung awak media apakah nelayan sekitar mendapat bantuan CSR dari kegiatan kapal LayUp, Isnur mengatakan belum mengetahui, " kita sarankan kepada pengelolah dan pengusaha pelayaran agar diberi kompensasi kepada nelayan" Ucapnya.

Secara terpisah Direktur Bias Delta Pratama Capt. Ahmad Juhari menepis tudingan pihaknya tidak pernah memberikan bantuan kepada nelayan Hal ini dikatakanya saat dihubungi awak media melalui seluler, Capt Joo (biasa dipanggil) mengatakan telah membantu nelayan terutama keluarga nelayan yang memiliki kompetensi untuk bekarja di perusahaan baik sebagai Boat service, Sekuriti, Sopir maupun bekerja di kantor, selain itu bantuan CSR kita serahkan sama pengurus organisasi nelayan, " Seandainya seribu nelayan gak mungkin kita datangi satu persatu untuk memberi bantuan, jadi selama ini kita berikan kepada pengurus organisasi kenelayanan" Sebutnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( DPD-KNTI) Kota Batam, Amrah Fahnani SH mengatakan dengan tegas selama ini nelayan Tradisional belum pernah mendapat bantuan dari Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang mengelolah LayUp di perairan Galang dan ShipTo Ship (STS) di perairan Batu Ampar serta STS di perairan Nipa, 

"  kapal- kapal asing labuh jangkar ditempat nelayan Tradisional menangkap  ikan sejak dahulu, dan kami secara resmi telah melayangkan surat  kepada perusahaan BUP agar memberikan kompensasi kepada nelayan dan keluarganya, namun hingga kini belum terealisasi" Ungkapnya** Am



 



MARITIMRAYA.Com, BATAM - Dalam rangka melaksanakan pengelolaan, pengembangan dan pembangunan di KPBPB Batam sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 2021 untuk mewujudkan KPBPB Batam sebagai destinasi investasi yang berdaya saing, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada hari Kamis (7/10) bertempat di Le Meridien Hotel, Jakarta.

Kegiatan FGD dengan mengangkat tema Kebijakan dan Strategi Peningkatan Daya Saing Investasi di KPBPB Batam dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa mewakili Kepala BP Batam. 

Pada sambutannya Irfan Syakir Widyasa menjelaskan bahwa berdasarkan PP Nomor 41 Tahun 2021, BP Batam memiliki tugas dan wewenang untuk melaksanakan pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan KPBPB. Dalam melaksanakan tugas tersebut, BP Batam diberikan kewenangan untuk menerbitkan seluruh perizinan berusaha bagi para pengusaha yang mendirikan dan menjalankan usaha di KPBPB.

“Adapun yang masuk ke dalam 15 (lima belas) sektor ekonomi antara lain kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, energi dan sumber daya mineral, perindustrian, perdagangan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, transportasi, kesehatan, kebudayaan, pariwisata, telekomunikasi, logistik, sumber daya air, limbah dan lingkungan”, papar Irfan.

 BP Batam juga terus berupaya sejalan dengan semangat pembentukan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, Batam berperan menjadi kawasan ekonomi dan kawasan strategis nasional untuk mendukung terget investasi Indonesia sebesar 5000 triliyun sampai dengan Tahun 2024. 

 “Diketahui realisasi investasi di Batam dalam 5 tahun terakhir berkembang cukup pesat. Di masa Covid-19 ini pun investasi di Batam tetap tumbuh positif. Nilai investasi semester I tahun 2021 tumbuh 10,69% secara year on year dibanding tahun 2020”, tambah Irfan.

 Kegiatan FGD ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber diantaranya Deputi VI Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo, Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Anna Nurbani, Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi INDEF, Ahmad Heri Firdaus dengan dimoderatori oleh Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman.

Sementara itu, Deputi VI Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo mengungkapkan bahwa “Batam memiliki posisi yang baik. Dari dulu, Batam direncanakan sebagai lokomotif untuk investasi Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional dan juga nasional”.

“Berdasarkan hasil dari FGD yang telah berlangsung, kami menyarankan catatan-catatan itu bisa disampaikan ke BP Batam dan nanti akan dibahas di Pusat oleh Tim yang melakukan reviu terhadap semua peraturan-peraturan yang sudah ada. Saya yakin, bahwa kalo kita mempunyai koordinasi yang baik di daerah baik dari Pemerintah Daerah maupun seluruh Badan Pengusahaan, itu akan menjadi kunci keberhasilan investasi di Kepulauan Riau”, ungkap Wahyu. 

Turut hadir secara virtual, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto Pranoto, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad, Presiden Korea Indonesia Management Association, Mr. Kim Yook Chan, Korea Trade-Investment Promotion Agency, Mr. Shin Sung Cheol, serta para undangan dari Kementerian/Lembaga, Asosiasi dan pejabat tingkat II, III, dan IV BP Batam yang hadir secara aktual.** Hms - red

 

 


MARITIMRAYA.Com , BATAM -  Bersempena dengan Hari Bakti BP Batam ke 50 Tahun, BP Batam bersama Persatuan Istri Karyawan (PIKORI) BP Batam menyelenggarakan vaksinasi massal untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas yang dilaksanakan pada 5 s.d. 13 Oktober 2021 bertempat di Asrama Haji Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, Pemberian vaksinasi ini merupakan salah satu upaya pihaknya memulihkan perekonomian  dan mendukung program vaksinasi di Batam dapat tercapai seratus persen hingga bulan November ini.   

"Bulan November saya targetkan sasaran sudah divaksin semua, terutama yang dosis satu. Ini kita gesa terus tidak lain untuk memulihkan kembali perekonomian di Batam," kata  Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yang hadir dalam pembukaan kegiatan vaksinasi BP Batam bersama PIKORI BP Batam, (5/10/2021) siang.

 “Vaksinasi memberikan manfaat bagi kita semua dalam menurunkan angka penyebaran dan kematian akibat Covid-19. Saat ini hanya tinggal 1 orang yang terpapar dan dirawat di Rumah Sakit, angka ini sudah sangat menurun dan Batam sudah berada pada PPKM level 2. Pintu-pintu masuk baik dari udara dan laut harus semakin diperketat untuk menghindari gelombang penyebaran berikutnya. Namun, seluruh masyarakat tetap harus menjaga protokol kesehatan,” jelas Muhammad Rudi.

Wakil Ketua III Pikori BP Batam, Nur Indrayati Sudirman, mengatakan, kunci terwujudnya keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 sangat dipengaruhi  oleh banyak faktor,  salah satunya adalah program vaksinasi yang memegang peran yang sangat penting. Karena itulah, BP Batam dan PIKORI BP Batam menyelenggarakan program vaksinasi massal untuk masyarakat. 

“Dengan vaksinasi  tidak  berarti  kita  kebal dan  terbebas  dari  Covid-19,  vaksinasi  juga  tidak  serta merta menggantikan implementasi protokol kesehatan. Tetapi vaksinasi mampu mengurangi tingkat  keparahan seseorang apabila terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Nur Indrayati.

 Ia menambahkan, sampai dengan kemarin sudah tercatat 982 orang yang telah mendaftarkan diri secara online untuk melakukan vaksinasi, angka ini diharapkan akan terus bertambah dari masyarakat luas. Pihaknya juga akan melakukan vaksinasi bagi ibu hamil yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2021 di Rumah Sakit BP Batam Sekupang.

 Wakil Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Muhammad Yanto menyampaikan dalam laporannya, terkait target penyuntikan vaksin serta dukungan tenaga medis RSBP BP Batam. 

“Vaksinasi massal ini ditargetkan 1.000 vial vaksin Moderna per hari, kita menyiapkan 10 orang tenaga medis untuk melaksanakan pengecekan dan 10 orang tenaga medis untuk menyuntikkan vaksin,” kata dr. Muhammad Yanto.

"Kami berikan pelayanan yang ramah dan cepat oleh petugas, dengan tempat pelaksanaan yang nyaman dan telah diatur jarak sehingga tidak terjadi kerumunan pada saat melakukan vaksinasi. Tentunya kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dan kerjasama seluruh pihak internal maupun ekternal," ucapnya. ** Hms - red

 

.



MARITIMRAYA.Com - BATAM, Badan Usaha dan Direktorat di lingkungan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam menggelar Rapat Kerja Evaluasi Progres Kegiatan dan Pendapatan Tahun 2021 dan Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahun 2022 serta Target Pendapatan tahun 2022, Kamis (30/9/2021) pagi, di Harris Resort Barelang Batam.

Acara ini dibuka oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan dihadiri oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin dan para pejabat eselon serta staf Direktorat dan Badan Usaha di lingkungan BP Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya mengatakan target penerimaan unit kerja di bawah Anggota Bidang Pengusahaan pada Tahun 2022 hampir mencapai Rp 1,39 triliun.

Menurutnya, dengan kondisi Covid-19 masih melanda Batam, target tersebut terhitung cukup tinggi.

"Dari total pagu alokasi anggaran yang telah disetujui oleh Komisi VI DPR RI sejumlah Rp2,27 triliun dua pertiganya ada di bawah komando Anggota Bidang Pengusahaan. Maka dari itu saya titip kepada para Direktur Badan Usaha agar target ini mampu kita capai secara optimal,” harap Muhammad Rudi.

Di samping itu, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto mengatakan, sesuai dengan Surat Kementerian Keuangan Nomor S-99/AG.7/2021 tanggal 24 Agustus 2021, target penerimaan PNBP BP Batam naik sebesar Rp 49,90 miliar yang rencananya akan dioptimalkan dalam peningkatan layanan air bersih.

“Sementara ini anggaran tersebut akan kita optimalkan di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Sedangkan capaian BP Batam selama Bulan Januari-Agustus 2021 lebih tinggi 20 persen secara year-on-year dari Tahun 2020,” jelas Purwiyanto.

Meski demikian, dengan sisa waktu yang ada, Purwiyanto optimis capaian BP Batam hingga akhir Tahun 2021 akan mengalami eskalasi hingga 35 persen.

“Masih ada proses penyelesaian SPAM hingga akhir tahun nanti dengan pendapatan tambahan di Tahun 2021 senilai Rp 300 miliar. Ini akan menambah capaian BP Batam sebesar 15 persen. Sehingga secara keseluruhan, total capaian pendapatan BP Batam diproyeksikan sebesar 35 persen,” terang Purwiyanto.

Direktur Peningkatan Kinerja Dan Manajemen Risiko BP Batam, Asep Lili Holilulloh, menyampaikan, kegiatan Raker tersebut digelar dalam rangka evaluasi kegiatan, capaian dan proyeksi pendapatan Badan Usaha Tahun 2021 serta penyusunan anggaran dan kegiatan Badan Usaha dan Direktorat Tahun 2022 dan proyeksi pendapatan Badan Usaha Tahun 2022.

“Pelaksanaan kegiatan ini jadwalkan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu. Fokus pembahasannya juga kami bagi menjadi tiga bagian. Hari ini kami koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan pada unit kerja terkait di bawah Anggota 1, Anggota 2 dan Anggota 3 dengan program dan kegiatan Badan Usaha dan Direktorat di bawah Anggota Bidang Pengusahaan,” ujar Asep.

Adapun masing-masing Badan Usaha akan memaparkan capaian pendapatan sampai dengan Bulan September 2021 dan proyeksi pendapatan sampai dengan akhir Bulan Desember Tahun 2021.

Pemaparan selanjutnya berisikan usulan rencana kegiatan belanja dan target pendapatan Tahun 2022 yang dijadwalkan hingga Jum’at siang.

“Di sepanjang paparan pasti muncul diskusi dan masukan dari lintas Badan Usaha dan pimpinan BP Batam. Dari hasil masukan-masukan tersebut, pada hari terakhir (Sabtu) akan dirumuskan sumber-sumber pendapatan dan inisiatif strategi dari masing-masing Badan Usaha untuk mewujudkan target pendapatan BP Batam Tahun 2022,” jelas Asep. * Hms - red

 



MARITIMRAYA.Com, JAKARTA -  Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan penggabungan atau merger empat BUMN yakni Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV menjadi PT Pelindo telah disahkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Alhamdulillah, penggabungan empat BUMN pelabuhan, berintegrasi menjadi satu Pelindo sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, dan PP dari Presiden Joko Widodo juga sudah disahkan,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (1/10

Dikatakan Menteri BUMN, penggabungan Pelindo ini dilakukan untuk membuat industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, dan meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan.

“Penggabungan akan dapat memaksimalkan sinergi dan penciptaan nilai tambah. Salah satunya, terbuka peluang perusahaan untuk go global. Integrasi ini menempatkan Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia,” kata Erick.

Sebelumnya, Pemerintah segera mewujudkan penggabungan atau merger empat BUMN sektor pelabuhan yaitu PT Pelindo I-IV Persero pada 1 Oktober 2021.

Dijelaskan juga, dalam merger ini, PT Pelindo II akan bertindak sebagai surviving entity atau perusahaan penerima penggabungan. Setelah merger, nama perusahaan hasil penggabungan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Penggabungan BUMN sektor pelabuhan dinilai sebagai langkah tepat dan relevan untuk menyesuaikan dengan kemajuan industri yang makin pesat seiring kemajuan teknologi dan informasi.

“Sebagai perusahaan operator pelabuhan yang memiliki peran besar dalam menjaga rantai distribusi logistik dan berimplikasi pada kemajuan ekonomi negara, diperlukan terobosan melalui integrasi BUMN pelabuhan,” ujarnya.

Sebelumnya  Pelindo I  berkantor pusat di Medan, Pelindo II  di jakarta, Pelindo III  di Surabaya dan Pelindo IV di makasar . Sumber: Antara - red


 


MARITIMRAYA.Com -  Jakarta, Kemampuan komunikasi bagi para pegawai Badan Pengusahaan (BP) Batam, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) terus ditingkatkan. Hal ini dikarenakan tugas dan peran BP Batam sebagai pengelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Batam sangat esensial, sehingga kemampuan dalam berkomunikasi dengan mitra BP Batam baik investor, masyarakat umum dan instansi vertikal sangatlah penting. 

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan BP Batam, Purnomo Andiantono, pada pelatihan Public Speaking yang bertema “Find Your Leadership Voice” di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (30/9/2021), yang diikuti sebanyak 24 orang perwakilan masing-masing unit kerja di lingkungan BP Batam.  

Lebih lanjut, ia mengatakan pelatihan komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan, untuk memberikan kualitas komunikasi yang baik bagi para pegawai BP Batam, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kerja dengan adanya pola komunikasi yang baik.  

Andi menyampaikan kepada para peserta yang mengikuti pelatihan ini, nantinya dapat menjadi corong BP Batam untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan benar dan tepat, karena ke depan dengan adanya PP No. 41 Tahun 2021 dan program-program strategis pembangunan BP Batam perlu disampaikan ke masyarakat dengan baik.

"Para peserta diharapkan bisa mengimplementasikan pada kegiatan sehari-hari dalam bekerja dan bisa menjelaskan kepada masyarakat dengan benar dan tepat, sehingga mudah dipahami dan masyarakat ikut aktif berpartisipasi dalam program-program BP Batam,” ungkap Andi. 

Pelatihan Public Speaking ini dimoderatori oleh Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga dan Promosi Kantor Perwakilan BP Batam di Jakarta, Inda Eka Permana, dan mengundang Riri Artakusuma, sebagai narasumber utama pada kegiatan tersebut, yang merupakan seorang Lecturer, Radio Host, Voice Coach dan Trainer membagikan tips dan trik yang dapat dilakukan untuk leadership voice.

Riri mengungkapkan, dalam dunia kerja, kegiatan berkomunikasi yang disebut sebagai public speaking, memiliki arti penting bukan hanya sekedar bicara, tetapi menyampaikan dengan maksud yang jelas sehingga orang lain terpengaruh dan teryakinkan atas apa yang disampaikan. 

“Komunikasi yang efektif akan memberikan manfaat antara lain, pemecahan masalah lebih cepat, pengambilan keputusan yang kuat dan produktifitas yang meningkat,” ungkap Riri. 

Ia berharap para peserta pelatihan dapat mempraktekkan apa yang telah disampaikannya tentang mengelola suara agar lebih baik, sehingga dapat mendukung komunikasi yang jauh lebih baik, yang diterapkan di dunia kerja, baik dengan rekan kerja, pimpinan dan masyarakat. ** Hms -red

 



MARITIMRAYA.Com,BATAM - Sehubungan dengan kegiatan penataan dan pembangunan gerbang masuk kawasan di Pelabuhan umum Batu Ampar, BP Batam melalui unit kerja Badan Usaha Pelabuhan (BUP) memberlakukan pengalihan  arus keluar masuk kendaraan melalui penerbitan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2021 yang ditetapkan pada Kamis, 30 September 2021. 

Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pengalihan ini berlangsung, terutama kepada  regulator Kepelabuhanan (CIQP) dan pengguna jasa yang selama ini beroperasi di Pelabuhan Batu Ampar 

“Tujuan dari penataan gerbang ini adalah untuk mewujudkan Pelabuhan Batu Ampar sebagai pelabuhan bertaraf internasional, dan tentunya kita mulai dengan pengembangan infrastruktur termasuk penataan gerbang masuk pelabuhan,” ujar Ariastuty dalam keterangan resminya, Kamis (30/9/2021).

Ia menambahkan, pengalihan arus keluar dan masuk Pelabuhan Batu Ampar akan dimulai pada Sabtu, 2 Oktober 2021 pukul 00.00 WIB hingga Jumat, 15 Oktober 2021 pukul 24.00. Pengguna jasa maupun CIQP yang akan berkegiatan di Pelabuhan Batu Ampar dapat menggunakan akses Gate 2 di sebelah barat Gerbang Utama untuk masuk melalui dermaga selatan.

Dalam rancangan desain konstruksi penataan gerbang Pelabuhan Batu Ampar, gate baru akan dibangun berjarak 65 meter sebelah timur dari gerbang eksisting. Itu sebabnya, penumpang kapal Pelni tetap dapat menggunakan akses Gerbang Utama menuju ruang embarkasi (keberangkatan), begitu pun dengan CIQP yang berkantor di area gerbang eksisting Pelabuhan Batu Ampar.

“Pembangunan gerbang Pelabuhan Batu Ampar dilengkapi juga dengan fasilitas Auto Gate System yang terintegrasi dengan B-SIMS (BP Batam Seaport Information Management System) dan sistem TPS Online milik Bea Cukai Batam sehingga nantinya proses pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke pelabuhan akan lebih efisien dan dapat dimonitor melalui sistem,” tutup Ariastuty.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi telah meninjau progress Pembangunan Gerbang Masuk Pelabuhan Batu Ampar pada Rabu, 29/9/2021. 

Rudi berharap proyek pembangunan ini dapat selesai tepat waktu sehingga pelayanan prima bagi pengguna jasa yang berkegiatan di Pelabuhan Batu Ampar dapat lebih optimal.* Hms - red

 



MARITIMRAYA.Com, Yokyakarta - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pusat Pengembangan BP Batam menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pengembangan Sektor Pariwisata untuk Aset dalam Penguasaan (ADP) dan Barang Milik Negara (BMN) BP Batam di Hotel Royal Malioboro, Yogyakarta pada Rabu, (29/9/2021) siang.

FGD ini menghadirkan dua narasumber yaitu Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Agus Rochiyardi dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Stadion Maguwoharjo, Sumadi dimoderatori oleh Kepala Bidang Ekonomi Makro dan Pengembangan KPBPBB BP Batam, Barlian Untoro. Hadir sebagai peserta delegasi Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Koperasi dan UKM Daerah lstimewa Yogyakarta, DPD PUTRI Daerah Istimewa Yogyakarta, sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV  di lingkungan BP Batam dan Konsultan.

Kepala Pusat Pengembangan BP Batam, Irfan Syakir Widyasa mewakili Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam arahan dan sambutanya secara hybird mengatakan BP Batam sebagai pengelola KPBPB Batam dan KEK Batam mempunyai misi salah satunya untuk melakukan pengembangan pariwisata di Kota Batam.

"Kita ketahui bersama, saat ini Batam dan juga semua daerah di Indonesia sedang berjuang untuk pemulihan sendi-sendi ekonomi, pemerintah senantiasa mendorong agar bagaimana ekonomi Batam dapat terus bergerak tumbuh, salah satu cara dengan potensi yang dimiliki adalah meningkatkan pendapatan pada sektor pariwisata," kata Irfan.

“Usaha pemulihan tersebut memerlukan upaya pengembangan destinasi pariwisata baru di Batam dan sumber SDM yang mendukung sektor pariwisata Kota Batam agar tetap dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batam," lanjutnya.

Pihaknya menilai dalam prosesnya saat ini diperlukan kesiapan sarana dan prasana dalam menjalankan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. Selain itu juga dibutuhkan penyamaan persepsi mengenai pengembangan sektor pariwisata untuk ADP dan BMN BP Batam.  

"Maka melalui FGD ini harapannya dapat memberikan wawasan, masukan keilmuan dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata di Batam hingga dapat memberikan multiplier effect kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Batam ," harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi di Kota Batam mulai memulih, hal ini didasarkan pada beberapa sinyal perbaikan ekonomi terekam, baik pada level global, nasional, maupun lokal. Pertama, membaiknya kinerja perdagangan internasional dan investasi kota Batam. Kedua, mulai tumbuhnya sektor industri pengolahan dan konstruksi pada triwulan II 2021 yang berperan sekitar 70 persen terhadap PDRB kota Batam. Ketiga, terus membaiknya perekonomian mitra dagang kota Batam, seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dan Keempat, membaiknya perekonomian domestik yang teridentifikasi melalui Purchasing Manager’s Index (PMI) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia.

"Salah satu inisiasi pemulihan perekonomian dengan menggenjot pariwisata adalah akan diterapkannya travel bubble di Batam. Kondisi tersebut dapat dijadikan momentum BP Batam untuk memberikan fokus perhatian terhadap sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan maupun optimalisasi potensi aset untuk dikembangkan," tuturnya.

Sementara dua narasumber menyatakan sepakat bahwa ADP dan BMN yang dimiliki harus dikelola secara baik dalam hal pemanfaatannya, 

perencanaan yang efisien dan efektif serta transparan dan akuntabel dalam penyajian pelaporan dan pengawasannya. 

"Terus terang dalam pengelolaan aset yang dimiliki agar lebih dinamis untuk menyikapi kemajuan teknologi dalam pengembangan dunia pariwisata, dibutuhkan pendekatan pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata yang up to date," pungkas Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Agus Rochiyardi.* Hms- red

 


MARITIMRAYA.Com,BATAM - Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 dan memperhatikan tingkat penyebaran Covid-19 secara global, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Coffee Morning bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dan Asosiasi Pengusaha Batam, Rabu (29/9/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Marketing Center BP Batam ini membahas mengenai ketentuan imigrasi dan perizinan dalam masa pandemi dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

Pertemuan ini juga merupakan tahap awal dalam implementasi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kegiatan diawali dengan paparan mengenai Perizinan Berusaha (PB) dan Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU) yang diterbitkan oleh BP Batam yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Verifikasi Teknis PTSP, Rakhmat Ikraldo.

Aldo menyampaikan, sebanyak 9.376 perizinan berusaha diterbitkan oleh BP Batam, dimana 9.115 diantaranya merupakan perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan usaha dan 261 lainnya adalah perizinan berusaha.

"Untuk meningkatkan pelayanan, nantinya perizinan-perizinan tersebut akan terintegrasi secara terpadu dalam sistem aplikasi Indonesia-Batam Online Single Submission (IBOSS) untuk memudahkan para pelaku usaha,” ujar Aldo.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam, Ibnu Ismoyo, mengatakan orang asing pemegang visa atau izin tinggal yang sah dan berlaku kini dapat masuk wilayah Indonesia melalui tempat pemeriksaan imigrasi setelah memenuhi protokol kesehatan.

“Seiring penurunan kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah membuka kembali akses bagi orang asing ke Indonesia. Jenis visa yang berkaitan dengan para pelaku usaha di Batam antara lain, visa kunjungan, visa tinggal terbatas dan izin tinggal terbatas,” ujar Ismoyo.

Ia menambahkan, upaya ini dilakukan untuk mendorong pelaksanaan proyek strategis dan Objek Vital Nasional Sektor Industri (OVNI) di Provinsi Kepulauan Riau, dalam hal ini Kawasan Industri Batamindo, Kawasan Industri Kabil dan Panbil Industrial Estate. 

Permohonan visa kunjungan dan visa tinggal terbatas dapat diajukan secara elektronik dengan melampirkan persyaratan yang telah ditentukan dan juga melampirkan Bukti telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap, surat pernyataan bersedia mematuhi seluruh protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia dan Bukti kepemilikan asuransi kesehatan/asuransi perjalanan.

“Mereka juga harus bersedia untuk dikarantina atau isolasi mandiri (isoman) apabila nantinya terkonfirmasi positif Covid-19 dan menanggung biaya hidup secara pribadi selama isoman,” kata Ismoyo.

Angin segar ini disambut baik oleh Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Provinsi Kepulauan Riau, OK Simatupang. Ia berharap Permenkumham tersebut mampu mengakomodir dan mempermudah pengurusan visa dan izin tinggal para WNA yang bekerja di Batam.

Turut hadir dalam acara, Wakil Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng; Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait; Kepala Bagian Promosi BP Batam, Yudi Haripurdaja; Perwakilan Batam Shipyard & Offshore Association (BSOA); Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Batam Singapore Community Club, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam.**Hms- red

 


 


MARITIMRAYA.Com, BATAM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman pohon manggrove bersama masyarakat pegiat Lingkungan hidup di Pantai Setokok kecamatan Bulang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (28/9) kunjungan kepala negara tersebut mendapat sambutan hangat masyarakat Batam.

Hujan rintik-rintik  dilokasi pantai Setokok yang merupakan salah satu lokasi kegiatan pemulihan ekonomi Nasional (PEN) dan Padat Karya Penanaman Manggrove (PKPM) tidak menyurutkan Presiden Joko Widodo melakukan penanaman manggrove bersama penggiat lingkungan hidup.

Presiden Joko Widodo pada kesempatan ini menyampaikan bahwa, Indonesia memiliki kawasan hutan mangrove dengan luas 3,36 juta hektar atau kurang lebih 20 persen dari total hutan mangrove yang ada di dunia. "Artinya, kita memiliki sebuah kekuatan dalam potensi hutan mangrove. Tetapi, yang paling penting adalah bagaimana memelihara, bagaimana merawat, bagaimana merehabilitasi yang rusak, sehingga betul-betul hutan mangrove kita ini semuanya terjaga," ungkap Presiden Joko Widodo.

Kepala Negara menegaskan bahwa dengan menjaga hutan mangrove ini, selain memperbaiki ekosistem di pesisir pantai, juga dapat mengurangi abrasi dari air laut. Selain itu, yang paling penting adalah habitat di sekitar mangrove juga terjaga dengan baik. Menurutnya, hutan mangrove sangat mengurangi emisi karbon yang ada, apabila dibandingkan dengan hutan-hutan tropis di darat. "Sebagai negara yang memiliki hutan mangrove salah satu yang terluas di dunia, kita wajib memelihara ini. Karena apa pun, ini adalah kekuatan Indonesia," tegas Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Menteri Siti menerangkan bahwa Kawasan hutan mangrove mampu menyimpan karbon (carbon sinks) sebanyak 4 – 5 kali lebih banyak daripada hutan tropis daratan, terutama kandungan dalam tanahnya (coverground). "Dengan demikian, dalam rangka mendukung percepatan NDC (Nationally Determined Contribution) mangrove memberikan kontribusi besar dalam penyerapan emisi karbon, sebagaimana komitmen Indonesia pada perjanjian Paris Agreement," terang Menteri Siti.

Kegiatan PEN PKPM di Provinsi Kepulauan Riau telah dilaksanakan sejak tahun 2020 seluas ± 743 hektar. Kegiatan ini melibatkan 38 kelompok tani yang menyerap tenaga kerja 51.460 hari orang kerja (HOK) dan menanam 2.698.500 benih propagul. Sedangkan pada kegiatan PEN PKPM tahun 2021, dilaksanakan penanaman mangrove dengan total luas 2.700 hektar, yang melibatkan 107 kelompok tani dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 173.983 HOK dan penanaman 8.319.400 benih propagule dan bibit.

Penanaman mangrove di lokasi Kampung Sungai besar, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam seluas 15 Ha, bertujuan untuk mengendalikan abrasi pantai dan mendukung ekowisata pantai yang diharapkan berperan penting dalam mendukung kehidupan ekonomi masyarakat lokal. Selain itu, rehabilitasi mangrove melalui mekanisme PEN bertujuan untuk memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmaja, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi

Sumber : antara news - red


 


MARITIMRAYA.Com, BATAM -  Merefleksi tahun ke dua tepatnya 27 September 2019 menjadi sebuah sejarah baru dalam tata kelola dan organisasi Badan Pengusahaan Batam. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, didampingi Purwiyanto bersama 4 Anggota Bidang, dilantik oleh Ketua Dewan Kawasan untuk memimpin Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.  

Sektor infrastruktur pun dipilih untuk menjadi salah satu fokus utama BP Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi selama dua tahun terakhir, untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.

Di sepanjang tahun 2020, puluhan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur Kawasan telah dibangun, antara lain pembangunan dan pengembangan jalan arteri dan kawasan industri, jalur sepeda, dan Instalasi Pengelolaan Air dan Limbah (IPAL).

Area terbuka hijau yang dilengkapi wahana rekreasi sebagai sarana hiburan masyarakat Batam juga tidak luput dari perhatian Muhammad Rudi. Sebut saja, Taman Rusa Sekupang dan Taman Kolam Sekupang yang saat ini sedang dalam pembangunan, nantinya akan dilengkapi trek pejalan kaki, jalur sepeda dan jogging. 

Pengembangan dan pembangunan infrastruktur vital lainnya yang menjadi perhatian Muhammad Rudi adalah Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batu Ampar, Rumah Sakit BP Batam, hingga pengelolaan waduk yang berkelanjutan, seperti pembangunan panel surya sebagai energi listrik alternatif di Batam. Bersama Sunseap Group dan PT Toba Bara Energi, BP Batam telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Batam.

Pembangunan ini disiapkan BP Batam tidak hanya dari sisi infrastruktur, melainkan peningkatan digitalisasi dan suprastruktur agar lebih modern dan memiliki kapasitas lebih besar.

BP Batam juga telah menjadi bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) yang mengelola Auto Gate System di Pelabuhan Batu Ampar dan terintegrasi dengan TPS Online milik Bea Cukai. Selain itu, Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebagai turunan dari NLE, berhasil menjadi pilot project bagi daerah lain di Indonesia.

Dari sisi regulasi, melalui pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021, terdapat 67 jenis perizinan dari 8 sektor usaha yang berada di bawah kewenangan Badan Pengusahaan Batam, yang mana pada hari ini, Senin, 27 September 2021, sistem perizinan online BP Batam secara resmi telah diluncurkan untuk memberikan kemudahan perizinan melalui online. 

Meski menyandang status Kawasan Perdagangan Bebas, Batam kini telah memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah disahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yaitu PP Nomor 67 Tahun 2021 tentang KEK Batam Aero Technic (BAT) dan PP Nomor 68 Tahun 2021 tentang KEK Nongsa. Kini, Badan Pengusahaan Batam tengah mempersiapkan diri untuk menyusun pengajuan KEK Kesehatan di kawasan Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam, Sekupang. Untuk mendukung hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam berupa peningkatan layanan infrastruktur dan sumber daya manusia yang unggul.

Sejumlah pencapaian investasi dan kegiatan ekspor terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) terdapat peningkatan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) antara 2020 dan 2021 sebanyak 10,69 persen dengan peningkatan jumlah proyek sebanyak 201,12 persen. Selain itu, secara kumulatif (c-to-c), total ekspor Kota Batam meningkat 19,23 %, yaitu sebesar USD 6,28 M pada Bulan Januari-Juli Tahun 2021.

Tidak hanya membangun infrastruktur, dari sektor sosial, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi bersama jajarannya turut menginisiasi pemberian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19, dengan memberikan paket sembako di 12 Kecamatan dan 64 Kelurahan Kota Batam, sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Batam di masa pandemi Covid-19.

Dengan kerja sama yang padu dan harmonis oleh seluruh pihak, sejumlah penghargaan berhasil diraih oleh BP Batam antara lain, Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik dengan kualifikasi Badan Publik Informatif untuk kategori Lembaga Pemerintah Non Struktural (LPNS) dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia dan untuk ke 5 kalinya berturut-turut BP Batam menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Tahun 2020.

Menitik beratkan Batam sebagai Kawasan Tujuan Investasi. Kesiapan infrastruktur yang handal, kemudahan perizinan hingga kebijakan manajerial yang ramah investasi, menjadi torehan tinta emas di 5 Dasawarsa pembangunan Batam oleh Badan Pengusahaan Batam. **Hms - red

 


MARITIMRAYA.Com, BATAM - Bangkai Kapal KLM  Tirta Mulya berbobot 142 GT  Memuat 14 Ribu sak semen  tenggelam pada Minggu (19/9) di kolam bandar pelabuhan Batu Ampar Batam hingga kini masih  teronggok di koordinat 01°09.725 U - 103°59.198 T .

Guna   keamanan dan keselamatan pelayaran,  pihak kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam  memintak Owner kapal KLM Tirta Mulya untuk segera mengangkat bangkai kapal sehingga tidak mengganggu alur pelayaran.

Hal itu dikatakan Kepala KSOP khusus Batam Rivolindo yang diwakili Humas KSOP Aina Solmidas saat dihubungi awak media melalui ponsel pada Jum'at (24/9), "KSOP sudah menyurati owner kapal agar segera mengangkat  bangkai kapal" Ucapnya.

Selain itu untuk keselamatan lingkungan dari limbah cair sebagai upaya pencegahan pencemaran minyak  dari tangki dan mesin kapal pihak owner dimintak melakukan pemasangan alat penghisap limbah cair "  Dan segera melakukan pencegahan pencemaran dengan pemasangan  Oil boom"

Aina menjelaskan hingga kini penyebab kecelakaan kapal naas  buatan tahun 1992  serta pemeriksaan nahkoda kapal (Nurdin) masih dalam proses penyidik Ditpolair Polda Kepri, " Ada korban meninggal jadi masih dalam proses penyelidikan oleh Penyidik Ditpolair Polda Kepri" katanya.

Kapal kayu yang memuat barang  sebanyak 14 ribu sak semen merek Padang dengan berat satuan @ 50 kg diduga terjadi  kebocoran diruang mesin sehingga tenggelam.

Dalam musibah tersebut 2 orang Anak buah Kapal (ABK)menjadi korban, satu orang (Sopyan) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu orang (Abdul Gani)hingga kini masih belum ditemukan.** Am




 Pemerintah Pusat Tarik Kembali Pungutan Parkir Kapal  Retribusi Daerah Ke PNBP 



MARITIMRAYA.Com, BATAM - Otorisasi dalam Pengelolaan pungutan  lay up / parkir kapal niaga antara  pemerintah pusat dan Pemprov Kepulauan Riau  (Kepri) terjadi tarik menarik, awalnya  pungutan Lay up/ parkir kapal  merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)  di kelola  pemerintah pusat,

Namun pada  Maret 2021  pungutan Lay up/ parkir dikelolah oleh Pemprov Kepri dan masuk sebagai retribusi daerah, ironisnya tak sampai tujuh bulan kini ditarik lagi seperti awal sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (BNPB) sesuai PP Nomor 15 Tahun 2016..

Dilansir di Central Batam, Plt. Direktur Jendral Perhubungan Laut (DJPL) Arif Toha melayangkan surat pada (17/9) kepada Gubernur Kepri, menyebutkan bahwa retribusi itu tidak sesuai dengan perundang-undangan.

Dikatakanya Kewenangan pengelolaan dan pengawasan mulai dari bibir pantai titik 0 sampai 12 mil laut sebagai kewenangan  Prov Kepri dalam hal pengawasan  ruang perairan.

Disebutkan, objek retribusi yang dipungut oleh Pemerintah Daerah (Pemda) bersifat closed list. Artinya, pemerintah daerah hanya boleh memungut jenis-jenis pajak yang telah ditetapkan dalam undang-undang, yakni UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang PDRD (Pajak dan Retribusi Daerah).

Dengan mengacu PP nomor 15 Tahun 2016  Pemerintah Provinsi tidak diperkenankan melakukan perluasan objek dari yang diatur dalam UU tersebut. Intinya pungutan jasa Lay up kapal kembali sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Toha memerintahkan para kepala kantor di lingkungan Ditjen Hubla tetap melaksanakan pengenaan tarif PNBP sesuai PP Nomor 15 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif BNPB yang berlaku pada Kementerian Perhubungan. Tentu saja surat itu langsung membuat heboh.

Impian Pemprov Kepri  untuk meraup ratusan miliar dari retribusi Lay up kapal sebagai salah satu potensi Pendapatan Asli Daerah  akhirnya kandas.

Sebelumnya pemerintah pusat sudah memberi kewenangan kepada Pemprov Kepri untuk memungut retribusi labuh jangkar. Bahkan, retribusi itu sudah dimasukkan dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2021 sebesar Rp 200 miliar dan tidak diubah pada APBD Perubahan, beberapa waktu lalu. Surat tersebut membuat APBD yang sudah disusun menjadi berantakan.

Tidak hanya Pemprov Kepri, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan juga aktif mendorong Kepri bisa mendapatkan PAD dari parkir kapal tersebut. Kementerian Perhubungan juga dilibatkan dalam penyerahan kewenangan ini.

Lucunya lagi, penyerahan pungutan itu sudah dibahas cukup lama. Pemprov Kepri sudah meminta masukan dan saran dari lembaga pengawas dan lembaga hukum seperti Kejaksaan Tinggi Kepri, Ombudsman, Asisten BPKP RI, dan rekomendasi BPK RI.

Bahkan, pada 3 Maret 2021 lalu, Gubernur Ansar Ahmad sudah meresmikan pungutan perdana jasa labuh jangkar atau lay up yang dilakukan oleh PT Bias Delta Pratama di Galang, Kota Batam.

Dari paparan waktu peresmian, tahap awal pemasukan diperkirakan Rp 700 juta per hari atau sekitar Rp 200 miliar per tahun.

Seminggu setelah penarikan perdana, 9 Maret 2021, Ansar langsung melaporkan progres retribusi itu kepada Menko Luhut di Aula Sri Bintan, Dompak, Kota Tanjungpinang.

Ansar mengatakan, pencapaian retribusi itu sejak Febuari 2021, ada 56 unit kapal dengan pendapatan daerah Rp 42 juta per hari, atau Rp 1,3 miliar sebulan.

Di wilayah Kepri, ada enam titik labuh jangkar yang ditetapkan. Yakni perairan Karimun, perairan Berakit (Bintan), perairan Pulau Nipah, Galang, Kabil Selat Riau (Batam), dan terakhir perairan Batuampar.

Khusus Batuampar, Galang dan Selat Riau Kabil, kewenangan penarikan pungutan diberikan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Menurut Perka BP Batam 16 September 2021 lalu, aturan tarif jasa labuh kapal diklasifikasikan menjadi dua, yaitu untuk kapal dalam negeri dan kapal luar negeri.

Kapal dalam negeri jenis kapal niaga dikenai tarif Rp 87 per Gross Tonnage (GT) per kunjungan, sedangkan kapal non-niaga Rp 43 per GT, kapal pelayaran rakyat niaga Rp 47 per GT dan kapal pelayaran rakyat bukan niaga Rp 23 per GT.

Sedangkan untuk kapal luar negeri jenis Kapal Niaga diberikan tarif Rp 1.452 per GT/kunjungan dan kapal bukan niaga bertarif Rp 726 per GT/kunjungan.

“Itu tarif PNBP yang masuknya ke negara melalui BP Batam. Yang wilayah Pemprov, ya, ke kas Pemprov,” ujar Dendi, Senin (20/9/2021).

Bagi Pemprov Kepri, pungutan labuh jangkar ini tentu potensi yang sangat besar untuk menggerakkan  pendapatan daerah serta membangkitkan ekonomi dari sektor kemaritiman.

Ada tiga daerah  dilayangkan surat oleh DJPL  terkait labuh jangkar yakni  Sumsel, Sulut dan Pemprov Kepri.

*Sumber : (Central Batam/Maritim)



 


MARITIMRAYA.Com - BATAM, Jasad Sopyan ABK Kapal KLM Zaqiah yang tenggelam didalam kapal KLM Tirta Mulya  pada Minggu (19/9) akhirnya ditemukan  dalam kondisi meninggal terhanyut di pelantaran perairan Batu Merah Batam pada Selasa (21/9) pagi.

 Jasad satu orang Pria dan mengantongi identitas KTP atas nama Sopyan tergeletak dipinggir pantai " Barusan ketemu jasad Sopyan dipelantaran Batu Merah" kirim Wandi melalui WA.

Wandi  Ketua Pelayaran Rakyat (PELRA( Kota Batam dan juga Pimpinan perusahaan Agen kapal KLM Zaqiah kepada awak media.mengatakan bahwa nelayan Batu Merah yang  menemuan jasad Sopyan ini, " nelayan mau melaut yang menemukan jasad Sopyan di pinggir Pantai" Terangnya.


Dikabarkanya sejumlah petugas tampak hadir yakni Tim Inavis, KPLP, Polair, Basarnas, Camat Batu Ampar, TNI AD, TNI AL, Polsek Batu Ampar.

" Jasad Sopyan   sudah dimasukan ke kantong mayat dan akan dibawa ke RS Bhayangkara" ujarnya 

Dijelaskan Wandi, korban Sopyan adalah ABK. Zaqiah yang turut membantu  KLM Tirta Mulya  yang sedang bocor untuk memompa air dibuang ke laut namun tak kuasa air Semangkin banyak hingga buritan  kapal larat tenggelam, 

"Posisi kapal KLM Tirta Mulya dengan KLM Zaqiah dekat, Korban  Sopyan ikut membantu membuang air dari dalam kapal KLM Tirta Mulya bersama satu orang ABK KLM Tirta Mulya yakni Abdul Gani akhirnya kedua ikut tenggelam.* Red


  

MARITIMRAYA.Com, BATAM- Upaya Pencaharian Dua Anak Buah Kapal (ABK) Abdul Gani dan Sopyan yang ikut tenggelam bersama  KLM Tirta Mulya di perairan Batu Ampar Batam pada Minggu (19/9) hingga hari kedua masih nihil.

Tim SAR gabungan meliputi Basarnas, Polair Barelang, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) selain melakukan penyelaman dalam laut juga melakukan  penyisiran permukaan laut dengan kapal.

" Hari kedua Senin (20/9) pencaharian dilakukan tiga tahap dan dimulai dari pukul 7.00 pagi hingga 6.00 Sore kata Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Batam Yuzirwan Nasution.

Yuzirwan mengatakan 2 armada KPLP yakni KN 376 dan  KN. 5479 bersama kapal Basarnas dan Polair melakukan penyisiran namun Dua orang korban belum ditemukan.

“Masih dalam pencarian 2 kru kapal,” ujarnya 

Dikatakanya Posisi badan kapal kini kandas  di perairan depan Dermaga Bintang 99, Batu Ampar  

Perusahaan keagenan kapal KLM. Tirta Mulya Ucok Siregar mengatakan konsentrasi penuh masih terpokus pada pencaharian Dua orang korban " Kita dua hari ini masih utamakan pencaharian korban, untuk kapal secepatnya di evakuasi" ujarnya.

Insiden tenggelamnya KLM Tirta Mulia yang berukuran 142 GT i diduga mengalami kebocoran setelah memuat 14.000 sak semen Padang dan melepas tali kapal dari dermaga mau berlabuh di koordinat 01° 09,725′ U – 103°59,198′ T.

ABK Sopyan adalah kru kapal Zaqiah yang jadi korban  membantu memompa membuang air keluar dari kapal Tirta Mulya.*red




 


MARITIMRAYA.Com, BATAM - Satu unit kapal KLM Tirta Mulia  yang  mengalami kebocoran akhirnya  tenggelam saat akan berlabuh  Lego jangkar di kolam bandar pelabuhan Batu Ampar Batam Prov Kepulauan Riau pada Minggu (19/9) pagi. dalam kejadian tersebut 2 ABK tenggelam  belum ditemukan dan 6 ABK selamat.

Sebelum tenggelam Kru kapal Tirta Mulia memintak bantuan kepada kru kapal KLM Zaqiah  yang berada didekat lokasi kejadian untuk meminjam 2 unit mesin Robin  penyedot air dari dalam kapal, namun naas saat akan menghidupkan mesin Robin, tiba - tiba kapal yang memuat 14 ribu sak semen tenggelam bersama 1 orang ABK kapal Zaqiah serta 1 orang ABK Tirta Mulya turut menjadi korban.

Hal ini dikatakan  agen kapal KLM Zaqiah Wandi saat dihubungi  awak media, "  Saya bersama nahkoda Kapal Zaqiah sedang  berada di Polairud Barelang karena satu orang kru kapal Zaqiah bernama Sopyan turut menjadi korban tenggelam hingga kini belum ditemukan " Sebut Wandi

Dikatakanya kru kapal Zaqiah bernama Sopyan berniat membantu menghidupkan mesin Robin namun tiba- tiba kapal tenggelam bersama korban dan 1 orang ABK Tirta Mulya.

Pihak keluarga korban memohon kepada Tim gabungan SAR Batam agar dapat menemukan 2 orang korban, " Mewakili keluarga korban, saya berharap Tim SAR dapat menemukan korban dalam kondisi bernyawa/hidup atau sudah meninggal" Sebutnya.

Secara terpisah Kepala Pos SAR Batam Reza saat dihubungi awak media membenarkan kejadian kapal Tirta Mulya tenggelam, ia mengatakan Tim SAR gabungan telah melakukan dua kali penyelaman untuk pencaharian 2 ABK yang tenggelam namun hasilnya masih nihil, 

" Hari pertama Tim SAR gabungan dari Polair Polda, Polair Barelang, Basarnas dan KPLP melakukan penyelaman dan penyisiran di laut namun masih nihil, dan dilanjutkan besok Pagi" Ujarnya.

Dijelaskanya perihal tenggelam kapal KLM Tirta Mulya pihaknya  mendapat inpormasi awal dari Polairud Barelang," Dari Polair yang awal tiba dilokasi kejadian karena memang wilayah kerjanya," Terangnya.

Menurut inpormasi yang diterima awak media dari sumber dilapangan mengatakan  kapal KLM  Mitra Mulia berbobot 142 GT  selesai loading ( memuat barang) sebanyak 14.000 sak semen Padang dan melakukan olah gerak dari dermaga  berlabuh di kolam bandar pelabuhan Batu Ampar guna menunggu dokumen kapal dari petugas kepelabuhanan.

"Rencana mau berlayar ke pelabuhan  Guntung Kabupaten Indra Giri Hilir Prov Riau, namun karena kapal lain mau sandar bongkar muat barang,  diarahkan berlabuh di kolam bandar, sambil menunggu dokumen keberangkatan kapal, saat kapal kayu tersebut bergerak  berlabuh di kolam bandar terjadi kebocoran dan tenggelam" Ujarnya .* Red




MARITIMRAYA.Com, JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris. S.Sos, M.H., Membuka dan meresmikan Lapangan Tenis PT. Pelabuhan Indonesia II (PELINDO) Jambi, bertempat di Komplek Perumahan Pelindo II Telainai Pura, pada Sabtu (18/09/2021) pagi.

Peresmian lapangan tenis ditandai Pemotongan Tumpeng oleh Gubernur Al Haris dan Penanda Tanganan prasasti yang didamping GM. Pelindo II Cabang Jambi Cheppy Rymetaatmadja, Kejati Jambi Sapta Subrata dan Kepala OJK Perwakilan Provinsi Jambi Yudha Nugraha Kurata berserta Kepala OPD Provinsi Jambi terkait.

 "Dengan diresmikan lapangan tenis Pelindo II dapat menjadi fasilitas olahraga untuk meningkatkan prestasi dan mencari-bibit-bibit baru generasi muda. Kedepannya kita ingin sekali menjaring anak-anak  dari sekolah SMA/SMK yang berbakat untuk dilatih, sebagai bibit atlit baru di Provinsi Jambi, ” ucap Al Haris.

Al-Haris mengucapkan terima kasih kepada General Maneger PT. Pelindo II Persero Cabang Jambi Cheppy Rymetaatmadja yang telah merenovasi  lapangan tenis yang cukup baik.” Saya ucapkan terima kasih kepada  Mas Cheppy yang telah melahirkan lapangan yang cukup baik, ini sudah bertambah lagi lapangan tenis di kota Jambi, saya kira lapangan ini sudah cukup representatif dan ada tamu dari luar daerah mau main kita sudah bisa di ajak dilapangan ini, suasana sejuk, adem dengan dikelilingi pepohonan dan taman,” katanya.


Dikatakan Al Haris, dengan dibukanya Lapangan Tenis Pelindo II ini disamping berolahraga kita bisa bersilaturrahmi sesama pecinta tenis, terlebih sekali untuk mempererat tali persaudaraan.” Olahraga bersama ini merupakan lambang silaturrahim kita, dengan kesibukan kita berkerja sehari hari dikantor, kita harus meluangkan waktu untuk berolahraga sebagai peningkat imun tubuh kita menambah kebugaran tubuh tetap terjaga, sehingga dapat berkerja dan beraktivitas dengan baik.tubuh kita memerlukan olahraga yang seimbang,”katanya.

Selain itu Al-Haris juga minta kepada Pelindo II untuk merawat lapangan tenis ini.” Dengan dibukanya lapangan tenis ini mari sama sama kita rawat dengan baik,  dengan tanah yang tersisa masih luas, hiasilah dengan membuat taman taman , sehingga orang masuk kesini lebih nyaman disamping ada tamannya,” Pinta Al Haris

Untuk memeriahkan pembukaan lapangan tenis, Gubernur Ikut bermain tenis persahabatan Gubernur Al Haris berpasangan dengan Ibu Susi,  Kejati Jambi berpasangan dengan Ibu Pris

Sebelumnya General Maneger PT. Pelindo II Persero Cabang Jambi Cheppy Rymetaatmadja menyampaikan, ucapan terima kasihnya kepada Gubernur Jambi Bapak Al Haris berserta rombongan yang telah bersedia hadir dan membuka secara resmi lapangan tenis ini. “ 

Lapangan tenis ini sebenarnya sudah cukup lama, sudah ada pada tahun 1980 an, tetapi kurang terawat, dulunya teman teman dari Kejati yang sering main di lapangan ini, dalam penugasan kami yang kedua di Pelindo ini, terpanggil dan tergugah hati untuk membangun dan merenovasi lapangan tenis ini. Lapangan tenis ini kita renovasi bertujuan untuk meningkatkan tali silaturrahmi dan memperkuat persaudaraan, karena kita tidak hanya bisa mengenal seseorang di dunia pekerjaan saja, kita bisa juga mengenal seseorang melalui olahraga bersama. Insya Allah rezeki akan muncul karena persaudaraan dan hubungan baik sesama diantara kita,”ungkap Cheppy.

Dikatakan Cheppy, pembanguan lapangan tenis ini dibantu oleh anak-anak perusahan dari Pelindo, Pelindo yang dulu sangat berbeda dengan Pelindo sekarang.” Pelindo sekarang sudah mempunyai 17  anak perusahaan  dari 17 anak perusahan ada 5 anak perusahan yang beroperasi di Jambi, salah satu yang membantu dari anak perusahan PTP, dan Terminal Peti kemas Pelabuhan, dari anak-anak perusahan sudah lebih spesifik untuk menangani sebuah kegiatan, Insya Allah kedepan Pelindo akan meningkatkan ekspor Jambi, sesuai dengan programnya Pemerintah Provinsi Jambi, kami dari dunia perbankan sudah siap membantu untuk meningkatkan perekonomian Jambi,” ujarnya, ** Hms- Detri

 



MARITIMRAYA.Com - BATAM, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP) menghadiri pelaksanaan kegiatan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2021 dengan tema “Bergerak Harmonikan Bangsa”, Kamis (16/9/2021), bertempat di pelataran parkir Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Rivolindo; Lurah Kelurahan Tanjung Pinggir, Ersan; Direktur BUP Batam yang dalam hal ini diwakili oleh General Manager Unit Usaha Pelabuhan Penumpang, Ferry Wise Manullang; Manager Divisi Operasional, M. Taufik; Asisten Manager Sub Divisi SDM dan Umum, Adrian Rialdi; dan Perwakilan Dinas Perhubungan Kota Batam.


Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Rivolindo mengatakan, perayaan Harhubnas Tahun 2021 ini diwarnai dengan beberapa kegiatan yaitu, program padat karya yang melibatkan seluruh pegawai KSOP dan staf di lingkungan Pelabuhan Domestik Sekupang.

“Selain itu, kami juga menyerahkan 200 bingkisan Bantuan Covid-19 bagi para pegawai yang membutuhkan dan membersihkan area pantai di sekitar Pelabuhan Domestik Sekupang serta daerah Pancung, Sekupang,” ujar Rivolindo.

Selain menggandeng pimpinan daerah setempat, kehadiran BUP BP Batam dalam kegiatan tersebut dikatakan General Manager Unit Usaha Pelabuhan Penumpang, Ferry Wise Manullang, sebagai salah satu bentuk dukungan dan sinergi positif antar instansi, serta menambah semarak perayaan Harhubnas Tahun 2021.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat dan kepedulian KSOP Khusus Batam terhadap lingkungan dan masalah sosial di Batam mampu meraih masyarakat Batam dan meningkatkan taraf pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ferry. ** Hms - red

 


MARITIMRAYA.Com - BATAM, Usai pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, mengamanatkan BP Batam sebagai regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, mendapat kewenangan yang lebih luas dalam hal perizinan, sehingga harapan pelaku usaha terkait kendala birokrasi perizinan di wilayah KPBPB Batam yang selama ini ada, dapat ditangani lebih cepat. 

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi pada suatu kesempatan wawancara menyampaikan akan banyaknya keistimewaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Bintan, dan Karimun paska pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021. Pasalnya perizinan sudah diberikan dari Kementerian / Lembaga yang berurusan di Kota Batam akan dilimpahkan kepada regulator di daerah.

Lebih lanjut, ia menerangkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021 merupakan kebijakan strategis pengelolaan KPBPB Batam, Bintan, dan Karimun untuk meningkatkan ekosistem investasi untuk pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing kawasan. KPBPB intinya adalah kebijakan fiskal untuk pemulihan ekonomi dan investasi guna percepatan ekonomi.

Adapun daftar perizinan berusaha yang menjadi kewenangan BP Batam adalah 67 jenis perizinan dari 8 sektor (Sektor Transportasi Bidang Kepelabuhanan, Sektor Kesehatan, Sektor Perdagangan, Perizinan Berusaha Sektor Perindustrian, Sektor Sumber Daya Air, Limbah, dan Lingkungan, Sektor Kehutanan, Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Sektor Kelautan dan Perikanan).

Sejalan dengan hal tersebut, BP Batam terus menggesa terobosan besar yang akan lebih mempersingkat dan mempermudah seluruh perizinan, guna meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha di KPBPB Batam. Salah satu yang menjadi konsen, adalah penyempurnaan pelayanan berbasis elektronik Indonesia Batam Online Single Submission atau IBOSS.

Khusus di bidang kepelabuhanan, setelah mendapat pelimpahan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) per tanggal 14 Agustus 2021, pelayanan perizinan sektor transportasi bidang kepelabuhanan telah dilayani dan diterbitkan oleh BP Batam dalam hal ini Direktorat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana, saat kami temui siang ini, memaparkan bahwa proses persiapan sistem online ini telah sampai pada tahap finalisasi, dan diharapkan dapat mulai dimanfaatkan pelaku usaha pada akhir September 2021 mendatang. 

“sejak saat itu (pengesahan PP 41 tahun 2021) kita siapkan semua sistem aplikasinya dengan matang, nanti semua akan terintegrasi under IBOSS. Approve dimana saja, kapan saja, maka semua akan semakin mudah dan cepat”, ungkap Harlas.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama proses peralihan perizinan kepelabuhanan dari tanggal 14 Agustus 2021 (pelimpahan dari KSOP) hingga nanti 27 September 2021 (IBOSS siap digunakan penuh), sambil menunggu sistem digitalisasi ini berjalan dengan matang,  BP Batam tetap melakukan pelayanan perizinan kepelabuhanan secara manual. 

“Jangan sampai ada kekosongan pelayanan ke masyarakat, kita tidak mau investasi atau kegiatan berusaha terhambat, sehingga kita laksanakan secara manual, namun tetap memprioritaskan pelayanan yang excellent,” ungkap Harlas.

Tercatat, terdapat 13 jenis perizinan sektor transportasi bidang kepelabuhanan yang dilayani di PTSP BP Batam. Data perizinan sampai dengan 17 september 2021 pukul 16.47, tercatat terdapat 1.387 dokumen selesai dari 1397 yang masuk.  

Lebih lanjut ia katakan, bahwa pelaku usaha justru memberikan apresiasi kepada BP Batam, karena meskipun selama masa transisi ini dilakukan secara manual, mereka tetap merasakan kepuasan karena dokumen dapat selesai jauh lebih cepat daripada biasanya.

“bahkan yang biasa selesai sampai 2 hari, ini jadi 2 atau 1 jam selesai, ditunggu di MPP sambil minum kopi selesai, dan ternyata banyak. 1300-an lebih dokumen dalam sebulan, mereka selesai semua, tentu dengan persyaratan yang lengkap.” Imbuhnya.

Kedepan BP Batam akan terus berkomitmen memberikan pelayanan prima dan excellent kepada pelaku usaha, salah satunya dengan aplikasi digital untuk memproses perizinan bidang kepelabuhanan yang terintegrasi di IBOSS . Sistem online Indonesia Batam Online Single Submission, rencananya akan mulai dapat disosialisasikan kepada pelaku usaha pada tanggal 27 September 2021.** Hms - red

 


MARITIMRAYA.Com - BATAM, Musim hujan menjadi momok bagi petugas dan pengurus dokumen di Mal Pelayanan Publik (MPP) kota Batam pasalnya air hujan masuk dari atap bocor di sekitar pintu masuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Kondisi atap bocor ini sepatutnya segera menjadi perhatian serius pemilik gedung dan pengelolah, mengingat  lokasi cucuran air hujan berada di pintu masuk utama MPP.

Kepala Dinas Penanam Modal  Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (DPM- PTSP) Kota Batam Firmansyah saat dihubungi awak media pada Selasa (14/9) mengaku kondisi atap dari awal sudah bocor, pihaknya merupakan penyewa MPP dan telah menyurati  PT.911 selaku pihak pengelolah. 


"Kami bukan saja menyurati PT.911 bahkan mendatangi pihak pengelolah agar segera diperbaiki atap yang bocor"  Ujarnya.

Dikatakanya selain menyurati pihak pengelolah juga telah melapor ke atasan, " Sebaiknya Bapak wawancara saja pihak pengelolah" Sebutnya.

Sebelumnya media online maritimraya.com menayangkan berita fakta kondisi lantai basah dan licin diruangan pintu masuk utama MPP  diguyur air hujan  masuk dari atap yang bocor.

Sekitar ruangan pintu masuk terlihat pemandangan berjejer ember - ember serta tumpukan karpet basah.

Selain itu beberapa perangkat elektronik,  Komputer dll ditutupi plastik hitam oleh petugas diduga kuatir rusak dan konslet .** Red

 


MARITIMRAYA.Com - BATAM, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam merilis data ekspor dan impor pada periode Bulan Januari-Juli 2021 pada Kamis (2/9/2021) silam.  

Secara kumulatif (c-to-c), total ekspor Kota Batam meningkat 19,23 persen, yaitu sebesar USD 6,28 miliar pada Bulan Januari-Juli Tahun 2021 dan USD 5,27 miliar pada Bulan Januari-Juli Tahun 2020.

Dilansir dari Berita Resmi Statistik BPS Kota Batam, kenaikan nilai ekspor tersebut terjadi akibat meningkatnya ekspor kumulatif sektor non migas sebesar 17,61 persen. Ekspor kumulatif non migas Kota Batam ini menyumbang 80,69 persen dari ekspor kumulatif non migas (Januari-Juli) Kepulauan Riau.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, tren positif yang tengah berlangsung akan terus dipertahankan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

“Hal ini sejalan dengan fokus BP Batam untuk mendorong kegiatan ekspor di Kota Batam. Sejumlah infrastruktur juga terus dikembangkan agar proses pemulihan ekonomi berjalan dengan baik,” ujar Ariastuty.

Senada dengan Triwulan I Tahun 2021, sektor non migas hingga Bulan Juli 2021 masih didominasi oleh golongan barang mesin/peralatan listrik dengan peran sebesar 42,04 persen, disusul golongan mesin-mesin/pesawat mekanik 12,37 persen, dan minyak dan lemak hewan/nabati 11,87 persen.

Sedangkan total ekspor kumulatif menurut pelabuhan utama terbesar di Provinsi Kepulauan Riau pada Bulan Januari-Juli 2021 adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan kontribusi peran sebesar 39,17 persen. Kemudian disusul oleh Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sebesar 15,22 persen dan Pelabuhan Sekupang sebesar 14,23 persen.

Di lain sisi, total impor kumulatif (c-to-c) Kota Batam meningkat 26,39 persen, yaitu sebesar USD 6,10 miliar pada Bulan Januari-Juli Tahun 2021 dan USD 4,82 miliar pada Bulan Januari-Juli Tahun 2020.

Meski impor mengalami peningkatan, Ariastuty yakin, perekonomian Batam masih stabil karena memiliki surplus yang cukup baik dengan jumlah USD 185,91 juta.

“Aktivitas ekspor dan impor yang meningkat di Batam menjadi barometer pulihnya arus permintaan barang baik di luar maupun dalam negeri. Harmoni ini harus terus dikembangkan sebagai langkah Batam untuk menjawab tantangan ekonomi nasional hingga akhir Tahun 2021 ini,” kata Ariastuty. **Hms-red

 


MARITIMRAYA.Com - BATAM, Pemerintah Pusat terus menggencarkan upaya pengembangan wisata kesehatan atau medical tourism. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana pembentukan Indonesia Health Tourism Board (IHTB) (15/9), untuk mengembangkan wisata medis atau medical tourism nasional. 

Langkah yang sama dan sejalan, dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam sebelumnya. Dimana, BP Batam mulai mengembangkan kawasan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Sehat (KIS) di Sekupang, Batam.

Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto, mengatakan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema, 'Inovasi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha untuk Membangun KEK Kesehatan Bertaraf Internasional di Sekupang Batam pada Rabu (15/9) pagi, bahwa rencana pengembangan KEK KIS di Sekupang, Batam diharapkan, dapat menangkap peluang wisatawan medis. 

Melalui FGD itu, BP menerima masukan berkaitan model kerjasama yang bisa dikembangkan karena diharapkan Batam, mendapatkan partner internasional. Terutama yang selama ini berobat ke luar negeri. Wisata medis diharap dapat berkembang, tanpa mengganggu pelayanan medis yang ada saat ini.

“Pengembangan KEK KIS ini juga dapat menciptakan ekosistem medis yang mendukung kawasan kesehatan seperti industri farmasi, alat kesehatan dan jasa akomodasi," kata Enoh.

Diakui, pihaknya saat ini tengah menyusun rencana pengembangan KEK Kesehatan Internasional Sekupang. Hal ini ditujukan untuk menangkap potensi pasar kesehatan Indonesia, dimana sebelum kondisi pandemi, pengeluaran pasien untuk berobat ke Luar Negeri mengalami peningkatan dari tahun 2015 hingga 2019.

"Untuk itu, perlu adanya suatu strategi pengembangan, pemasaran, dan model kerjasama kawasan kesehatan bertaraf internasional yang tepat sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia," harap Enoh.

Dalam FGD ini, tampil narasumber, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Khalimah. Kemudian, Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)  Pusat dr. Lia G Partakusuma dan Ketua Umum Perkumpulan Ahli Profesional KPBU Indonesia, Dr. Herawati Zetha Rahman, MT.

Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK BP Batam, Irfan Syakir Widyasa, menilai Kawasan Sekupang menjadi magnet baru sebagai wisata kesehatan. Terintegrasi dengan destinasi wisata baru lainnya yang akan dilaunching. "Yaitu Taman Rusa BP Batam dan di daerah Sekupang juga ada Kawasan Agribisnis Sekupang, Fisherism Tanjung Riau dan Kawasan Agro Marina," kata Irfan.

Sementara  Lia G Partakusuma menyatakan dukungan dari PERSI untuk kegiatan wisata medis pada KEK Kesehatan Bertaraf Internasional di Sekupang, Batam. Disampaikan masukan untuk mendorong lahirnya keunggulan yang lebih spesifik. 

"Pilihlah keunggulan yang spesifik, tidak sulit dengan SDM, alat, fasilitas semua tersedia di Batam. Saya yakin, proyek ini akan menjadi tujuan/destinasi wisata yang membanggakan di Indonesia," pesan Lia.

Sementara Herawati Zetha mengatakan, KEK Kesehatan, menjadi bagian visi Presiden-Wakil Presiden terpilih untuk RPJMN 2020-2024. Menurutnya, di KPBU, Pemerintah dengan BU/Swasta bekerja sama untuk mengadakan aset. BU melakukan pelayanan kepada masyarakat selama jangka waktu yang disepakati dan setelah masa kerja sama berakhir, maka segala aset yang dibangun itu diserahkan kembali kepada Pemerintah," jelas Herawati.

"Untuk melihat efektif/efisiennya KPBU dapat melalui Value for Money, secara mudahnya diartikan sebagai salah satu metode menentukan suatu kegiatan penyediaan infrastruktur memiliki keuntungan lebih besar apabila dilakukan melalui skema KPBU atau oleh Pemerintah/Public Sector Comparator," himbaunya. **Hms - red

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.