2021

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas

 



MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam melaksanakan penyembelihan hewan kurban bersempena dengan Hari Raya Idul Adha 1442 H/ 2021 M. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Juli 2021 bertempat di halaman Masjid B.J. Habibie BP Batam.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini merupakan tahun keempat yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Dakwa Islam BP Batam dan sebagai bentuk wujud kepedulian terhadap sesama. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, seluruh anggota Panitia Kurban Masjid B.J. Habibie BP Batam telah melaksanakan swab antigen dengan hasil negatif. 

Adapun jumlah hewan kurban yang disembelih pada Idul Adha 1442 H / 2021 M ini sebanyak 52 ekor yang terdiri dari 17 ekor sapi dan 35 ekor kambing.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyumbangkan 1 ekor hewan kurban berupa sapi limousin berwarna coklat dan dalam penyembelihan hewan kurban tersebut disaksikan langsung oleh Ibu Marlin Agustina. 

Begitu juga Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, dan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad, masing-masing berkurban 1 ekor sapi.


Kepala Biro Umum selaku Ketua Panitia Kurban Masjid B.J. Habibie BP Batam, Budi Susilo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H kepada seluruh pegawai BP Batam yang beragama Islam dan masyarakat Kota Batam.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H, pada tanggal 21 Juli 2021 ini Panitia Kurban Masjid B.J. Habibie BP Batam telah melaksanakan pemohongan hewan kurban, dan semoga kurban yang kita laksanakan di masa pandemi ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Budi Susilo

Budi Susilo menambahkan, dalam kurban tahun ini, karyawan BP Batam sangat antusias untuk berkurban. 

“Hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah hewan kurban dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Protokol kesehatan telah kita terapkan, seluruh Panitia Kurban Masjid B.J. Habibie BP Batam telah melakukan swab antigen dengan hasil negatif, dan kita juga menghadirkan dokter hewan untuk meneliti dan memastikan hewan kurban ini dalam kondisi sehat,” kata Budi Susilo.  

Adapun penerapan jaga jarak fisik (Physical Distancing) penyelenggaraan kurban, antara lain melaksanakan pemotongan hewan kurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik, penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan kurban. 

Kemudian diharuskan menerapkan jaga jarak fisik antarpetugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging, pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas ke tempat tinggal warga yang berhak, petugas yang mendistribusikan daging kurban wajib sudah divaksin serta mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.

Kepala Biro Umum selaku Ketua Panitia Kurban Masjid B.J. Habibie BP Batam, Budi Susilo, mengatakan, daging kurban nantinya akan distribusikan ke pihak yang menbutuhkan, baik di dalam lingkungan BP Batam, maupun di luar BP Batam. "Hms- red




MARITIMRAYA.com - Batam, Usai penandatanganan MoU dengan Sunseap Group, BP Batam juga melakukan penandatanganan awal (heads of agreement) kerja sama pengelolaan (desain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian, dan pemeliharaan) Bandara Hang Nadim Batam dengan Konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero) - Incheon International Airport Corporation (IIAC) - PT Wijaya Karya Tbk., (Persero) [WIKA], selaku pemenang lelang pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.

Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi dengan Pimpinan Konsorsium, yaitu Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji selaku PTS. Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) dan disaksikan oleh President and CEO Incheon International Airport Corporation Kyung-Wook Kim, dan Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya Tbk. (Persero) Mursyid, yang mewakili Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk. (Persero) Agung Budi Waskito.

Penandatanganan ini dilakukan dalam rangka memperkuat komitmen dan menunjukkan itikad baik dari para pihak terkait dalam mewujudkan terlaksananya kerja sama tersebut. Saat ini, BP Batam dan konsorsium tengah melaksanakan proses yang dibutuhkan dan disyaratkan sesuai dengan hak, tugas dan tanggungjawabnya masing-masing untuk dapat melaksanakan proyek kerja sama ini.

 Pada kerja sama ini, BP Batam akan menyediakan seluruh area dan/atau wilayah operasional Bandara Hang Nadim Batam sebagai wilayah kerja yang akan dipergunakan konsorsium untuk dikelola dan dikembangkan. Sementara itu, Konsorsium Angkasa Pura I - IIAC - WIKA bertanggung jawab terhadap penyediaan desain, melaksanakan pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian dan pemeliharaan Bandara Hang Nadim Batam.

 Setelah penandatanganan HoA ini, Konsorsium akan menyelesaikan pendirian Badan Usaha Pelaksana (BUP) dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan BP Batam.

 Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, "Diharapkan dengan dilaksanakannya pengembangan dan pengelolaan Bandara Hang Nadim dengan skema KPBU akan memperbarui dan membangun Bandar Udara Hang Nadim untuk dapat mengoptimalkan kebutuhan arus keluar-masuk barang, bagi kelancaran perindustrian di Batam, serta dapat mengelola bandara lebih profesional, mendukung Batam sebagai hub logistik, memberikan multiplier effect, dapat membuka penerbangan internasional dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi."

 "Kemenangan Konsorsium Angkasa Pura I dalam seleksi pengelola Bandara Hang Nadim Batam ini merupakan milestone penting bagi perusahaan, di mana hal ini merupakan pertama kalinya perusahaan memenangkan persaingan di antara para pelaku kunci industri bandar udara lainnya, baik nasional maupun global, untuk mengelola bandara potensial. Hal ini juga merupakan pengakuan terhadap kapabilitas dan kualitas Angkasa Pura I sebagai perusahaan pengelola bandara terpercaya," ujar PLT. Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji.

 Dengan Angkasa Pura I sebagai pemenang tender pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam ini, lanjut Devy Suradji, maka ke depannya, Angkasa Pura I memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan bandara-bandara potensial lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tender pengelolaan Bandara Hang Nadim, di mana Angkasa Pura I sebagai pemenang, otomatis menambah portofolio dan jaringan pengelolaan bandara perusahaan, sehingga total bandara yang dikelola Angkasa Pura I menjadi 16 bandara.  

 Sementara itu, President and CEO Incheon International Airport Corporation (IIAC) Kyung-Wook Kim mengatakan, “Indonesia adalah salah satu mitra utama kami dalam konteks Kebijakan Selatan Baru Pemerintah Korea Selatan. Selain mendorong komunitas bisnis Korea Selatan untuk mengeksplorasi peluang baru di Indonesia, kontrak tersebut memungkinkan kami untuk berbagi keahlian kami dalam pengoperasian bandara dengan tujuan untuk mengubah Bandara Batam menjadi hub regional.”

 Direktur Utama PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. [WIKA] Agung Budi Waskito, mengatakan bahwa kesempatan dan tantangan bisnis infrastruktur kebandaraan kian nyata di depan kita semua. Bandara telah bergerak maju menjadi suatu kawasan yang sangat vital, sebagai episentrum sistem transportasi udara, sebagai pintu gerbang utama suatu negara, dan juga wujud kebanggaan teknologi bangsa.

 "WIKA siap mendukung sinergi, strategi, dan investasi berskala global dalam hal kebandaraan, dengan memperhatikan perkembangan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup dari masyarakat sekitar," ujar Agung Budi Waskito, Direktur Utama WIKA, optimistis.

 Dalam pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam, anggota Konsorsium Angkasa Pura I memiliki perannya masing-masing.  Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara itu, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

 Ke depannya, Bandara Hang Nadim akan dikembangkan untuk menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik serta kargo di wilayah barat Indonesia. Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik.* Hms - red

 



MARITIMRAYA.com - Batam,  kapal asing SB Cramoil Equity yang membawa  puluhan ton limbah beracun  ke perairan Batam diamankan petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Batam yang sedang melakukan patroli laut di Perairan Batu Ampar (15/7)

Guna penyelidikan lebih lanjut kapal berbendera Belize  beserta barang ilegal tersebut diamankan di pelabuhan Batam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun 20 ton limbah beracun dari pelabuhan Jurong  Singapura akan dibawa menuju East Out Port Limit (OPL).

Kepala Kantor  Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Mugen Suprihatin Hartoto, mengatakan Kapal SB. Cramoil Equity ditangkap oleh Kapal Patroli KNP. 330 di Perairan Batu Ampar pada posisi 01°10’00”N / 103°59’00”E di perairan Batu Ampar,

“Kapal SB. Cramoil Equity dinahkodai seseorang berinisial CP dan dua ABK kapal berinisial MSW, RRP yang saat ini sudah kita amankan,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (17/7/2021).

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan ABK dan nahkoda kapal, kegiatan ini sudah berlangsung selama 2,7 tahun dengan setiap bulannya rata-rata kapal ini membawa kurang lebih 100 ton limbah beracun.

“Selama tahun 2021 kapal tersebut sudah membawa 279 ton. Muatan limbah ini akan dibawa ke kapal besar di East Out Port Limit (OPL),” terangnya 

Mugen selanjutnya mengatakan, sebelum ditangkap, kapal SB. Cramoil Equity tersebut sudah tiga hari berada di perairan Nongsa, Batu Ampar. Saat ini telah dilakukan pengujian jenis limbah oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Awak kapal mengakui bahwa kegiatan ini adalah kegiatan ilegal. Bahkan, spesifikasi kapal bukan untuk mengangkut limbah,” terangnya.

Atas peristiwa ini nakhoda tidak mematuhi ketentuan tentang alur pelayaran dan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

Perairan Batu Ampar Batam yang berbatasan perairan internasional merupakan lalu lalang kapal niaga  yang terpadat no 2 di dunia, sehingga perlu peningkatan pengawasan terkait keamanan dan keselamatan lingkungan pelayaran* Tim.

 



MARITIMRAYA.com - Jambi,  Kasus suap ketok palu Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun 2017-2018 belum selesai, KPK akan   melengkapi berkas  AF yang sekarang menjabat anggota DPRD Provinsi Jambi.

 AF sebelumnya adalah orang dekat mantan Gubernur Jambi Zumi Zola, yang diduga ikut terlibat, namun hingga kini berkas  masih di dalami pihak KPK

Bermula dari Informasi yang mendasar yaitu adanya dua orang mantan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014 - 2019 yang telah di tahan  dalam kasus suap Ketok Palu untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017 -2018 yang lalu yaitu berinisial WI dan REP.

Selanjutnya kedua mantan wakil rakyat tersebut telah diperiksa sebagai saksi untuk berkas AF yang merupakan orang dekat Zumi Zola mantan Gubernur Jambi.

Hal ini dikatakan Wadji SH yang merupakan Kuasa Hukum REP kepada awak media, Wadji SH,menyampaikan  bahwa Kliennya sudah di panggil dan diperiksa untuk kelengkapan berkasnya AF

"Hanya saja apakah REP diperiksa sebagai tersangka atau saksi untuk AF kami tidak menanyakan hal itu" kata Wadji (15/7).

Menurut informasi yang berkembang, sebenarnya sudah dapat dari Internal KPK beberapa waktu yang lalu, AF ini akan memakai baju orange, yaitu pada saat KPK  berada di Jambi.

" AF ini merupakan  orang dekat Zumi zola, yang saat ini menjabat anggota DPRD Provinsi Jambi".Tutupnya. *Detri 


 



MARITIMRAYA.com - Batam, Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan besar terhadap kelangsungan kegiatan perekonomian di Batam, termasuk juga bagi aktivitas perindustrian. Penerapan protokol kesehatan menjadi sesuatu yang wajib dilakukan dalam semua aktivitas. Bahkan vaksinasi bagi para pekerja industri terus digesa untuk menopang operasional industri dapat berjalan maksimal.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi berharap program vaksinasi yang dilakukan secara masif sejak beberapa bulan terakhir akan mendukung kepercayaan investor untuk menanamkan modal dan menjamin proses produksi di industri Batam.  

"Kegiatan vaksinasi ini khususnya bagi para pekerja industri adalah bagian dari usaha untuk mendapatkan herd immunity, di samping itu, ini untuk menjaga agar para investor lebih percaya diri untuk melaksanakan perencanaan realisasi investasi," kata Muhammad Rudi.

Ia menjelaskan tujuan investasi adalah untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara. Oleh karena itu, menurut dia, upaya tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak terlebih di situasi pandemi saat ini.

Rudi mengaku senang atas antusias masyarakat, khususnya para pekerja, untuk mengikuti program vaksinasi. Ia juga menyatakan apresiasinya atas keterlibatan dunia usaha di Batam untuk bersama mengambil tanggung jawab bagi para pekerjanya melaksanakan program vaksinasi gotong royong sesuai Permenkes Nomor 10 tahun 2021 tentang vaksinasi gotong royong.

Walau demikian, lanjut Muhammad Rudi, untuk mencapai atau memberikan dampak yang positif pada pertumbuhan ekonomi di Batam, jumlah vaksinasi harus dipenuhi dengan target mencapai 70 persen hingga akhir Juli nanti.

“Melihat antusias masyarakat yang ingin divaksin, kita optimistis mampu mencapai target sasaran vaksinasi dan kolaborasi dengan dunia usaha mampu menyelesaikan pandemi ini," ujar Muhammad Rudi yang juga merupakan Walikota Batam.

Muhammad Rudi selama ini gencar melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi di beberapa tempat di Kota Batam, di antaranya peninjauan vaksinasi bagi para pekerja, seperti di PT Paxocean, PT Volex Indonesia, PT Sat Nusa Persada, Kawasan industri Batamindo dan Kawasan Industri Panbil.

Peninjauan ini dimaksud untuk memastikan vaksinasi Covid-19 di Batam berjalan lancar agar dapat menciptakan kekebalan komunitas dari Covid-19.

Program vaksinasi bagi pekerja industri juga mendapat tanggapan positif dari Himpunan Kawasan Industri Kepri. Koordinator Wilayah Batam dan Karimun HKI, Tjaw Hioeng, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi pimpinan daerah di Kepri dan Batam yang telah memperjuangkan bagi pekerja sehingga dapat dilakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin pemerintah. 

Program vaksinasi ini sangat berperan penting dalam peningkatan herd immunity di Kota Batam, yang mana target dari pimpinan daerah pada akhir Juli 2021 dapat tercapai 70%. Ini sangat bagus untuk meningkatkan rasa percaya diri dan rasa aman dari Covid-19. 

Dikatakan Tjaw Hioeng, HKI mendukung program vaksinasi tersebut. Bersama Disnaker dan Dinkes, HKI menyampaikan data dari setiap pengelola kawasan industri yang akan melaksanakan vaksinasi di wilayah perusahaan masing-masing. 

“Sampai saat ini sudah sekitar 75% dari pekerja industri telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, walaupun kadang-kadang agak sulit menjadwalkan kegiatan ini karena perusahaan sedang kebanjiran order akibat lockdown di beberapa negara pesaing kita,” ujar Tjaw Hioeng.

Tjaw Hioeng juga mengatakan, HKI tetap optimis dan berharap ke depan industri di Batam dan Kepri terus berjalan meski dalam masa pandemi. Harapan ini cukup berdasar melihat data BPS, ekspor dari Kepri maupun Batam cukup bagus dan signifikan, bahkan dalam kurun waktu 5 tahun ke belakang. 

“Ini menggambarkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini justru ekspor kita naik. Kepri pada periode Januari sampai dengan Mei 2021 naik sekitar 32.06% dari periode yang sama di tahun 2020. Dan Batam periode pada periode Januari sampai dengan Mei 2021 naik sekitar 18% dari periode sebelumnya. Ini disebabkan banyak negara yang melakukan lockdown sehingga orderan dari sister company mereka di negara-negara tersebut dialihkan ke Batam. Kita juga berterima kasih kepada BP Batam yang terus memantau perusahaan-perusahaan industri agar tetap menjalankan Prokes yang ketat di masa pandemi ini,” pungkas Tjaw Hioeng.* Hms- red

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Usaha Pelabuhan BP Batam mencatat kenaikan volume bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Barang pada Semester I 2021, sebesar 18 persen, yakni dari 261.394 TEUs pada Semester 1 2020 menjadi 307.785 TEUs. 

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Nelson Idris, mengungkapkan, kenaikan volume bongkar muat peti kemas pada Semester 1 tahun 2021 ini cukup menggembirakan mengingat hampir seluruh sektor lumpuh akibat pandemi Covid-19. 

“Kinerja Pelabuhan Barang di tahun 2021 ini cukup optimis melihat kenaikan volume Bongkar Muat Peti Kemas di Semester I, dibandingkan periode yang sama di tahun 2020,” ujar Nelson di Batu Ampar, Selasa (13/7/2021).

Peningkatan volume Bongkar Muat Peti Kemas di Semester I Tahun 2021 ini didominasi oleh kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor yang meningkat 36 persen dibandingkan Semester 1 2020, yakni dari 174.543 TEUs menjadi 239.061 TEUs. 

Nelson mengatakan bahwa jumlah kunjungan kapal barang di Semester I ini juga mengalami peningkatan sebesar 1,1 persen dibandingkan periode yang sama di Tahun 2020, yakni dari 11.507 Call ke 11.637 Call kapal. Dari sisi GT juga terjadi peningkatan cukup signifikan, yakni sebesar 17,7 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020, dari 17.695.630 GT ke 20.829.205 GT.

“Hal ini menunjukkan bahwa kapal-kapal yang datang ke wilayah Perairan Batam cenderung berbobot besar yang dapat dilihat dari GT kapal. Kita harapkan volume bongkar muat dan arus kapal terus meningkat, sehingga di Semester II nanti kita dapatkan pencapaian yang lebih menggembirakan,” imbuhnya.

Peningkatan volume produksi di Pelabuhan Barang ini turut berimbas pada pendapatan yang diperoleh Badan Usaha Pelabuhan. 

Nelson mengatakan bahwa pendapatan di SBU Pelabuhan Barang pada Semester I 2021 meningkat 27.9 persen dibandingkan periode yang sama di Tahun 2020.

“Meski badai Covid19 masih belum berlalu, namun kami optimis sektor logistik masih terus bergairah demi menopang kebutuhan masyarakat. Kami berharap kinerja di Semester II akan lebih menggembirakan,” lanjut Nelson.

Saat ini, kata Nelson, kegiatan Ship to Ship-Floating Storage Unit (STS-FSU) menjadi salah satu fokus Badan Usaha Pelabuhan BP Batam dalam meningkatkan potensi pendapatan negara yang selama ini belum tergarap. Nelson menyebut, ada potensi pendapatan yang luar biasa dari kegiatan Ship to Ship dan Floating Storage Unit tersebut.

"Dalam kegiatan ini, BP Batam melalui unit Badan Usaha Pelabuhan dapat memperoleh penerimaan negara dalam bentuk biaya labuh, bongkar muat dan throughput fee," tandas Nelson. * Hms - red

 



MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) membuka tender atau lelang pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam untuk memilih mitra kerja sama jangka panjang dalam pengoperasian dan pemeliharaan SPAM Batam. Sebagaimana diketahui bahwa pada saat ini pengoperasian dan pemeliharaan SPAM Batam selama masa transisi dikerjasamakan dengan PT Moya Indonesia yang akan berakhir pada taggal 31 Oktober 2021.

Pelaksanaan Tender SPAM Batam menawarkan dua paket kerja sama, yaitu Kerja Sama Operasi dan Pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum Hulu Batam dan Kerja Sama Operasi dan Pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum Hilir Batam. 

BP Batam membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para pelaku usaha yang berpengalaman dalam pengelolaan SPAM untuk ikut berpartisipasi dan menyampaikan penawarannya. 

Dalam pelaksanaan tender ini, BP Batam mengharapkan nantinya akan mendapatkan mitra kerja sama yang berpengalaman dan kompeten dalam pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan SPAM, baik di Hulu maupun di Hilir, sehingga permasalahan penyediaan air minum selama ini dapat terselesaikan dengan baik, dan hal ini merupakan komitmen BP Batam untuk meningkatkan pelayanan penyediaan air minum kepada masyarakat dan industri yang berkegiatan di Kota Batam.

Peserta lelang dapat berupa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Swasta (BUS) berbentuk Perseroan Terbatas (PT). 

Adapun untuk dapat mengikuti proses prakualifikasi tersebut, adalah sebagai berikut:

1. Calon Peserta dapat mengunduh Form Pendaftaran dan Surat Kuasa;

2. Form Pendaftaran dan Surat Kuasa yang sudah diisi dan ditandatangani, discan dan dikirimkan ke alamat email: panitialelangspamhulu@bpbatam.go.id dan panitialelangspamhilir@bpbatam.go.id;

3. Panitia Lelang akan melakukan konfirmasi kelengkapan dan keabsahan data yang disampaikan calon Peserta;

4. Panitia Lelang akan mengirimkan Dokumen Prakualifikasi ke alamat email Peserta yang telah mengirimkan Form Pendaftaran dan Surat Kuasa secara lengkap dan sah;

5. Calon Peserta yang menyampaikan Form Pendaftaran dan Surat Kuasa dengan data yang tidak lengkap dan sah, tidak dapat dilayani dan ditolak sebagai Peserta.

Persyaratan utama kualifikasinya, yaitu para peserta memiliki pengalaman dan kemampuan dalam pengelolaan SPAM dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. 

Kemudian peserta dapat berbentuk sebagai Badan Usaha tunggal atau Konsorsium. Peserta juga harus memiliki Surat Izin Usaha kegiatan yang bergerak dalam bidang pengolahan air.**

 

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Pengerjaan poyek peningkatan (overlay) landasan pacu Bandar Udara Hang Nadim Batam resmi dimulai.

Hal ini ditandai dengan penyerahan helm dan atribut kerja dari BP Batam sebagai pemilik proyek kepada pelaksana dan pengawas proyek tersebut dalam rapat Pre-Construction Meeting (PCM) Pengembangan Pavement Runway Service Performance Bandar Udara Hang Nadim Batam, Rabu (7/7/2021) di Ruang Rapat Bandar Udara Hang Nadim.

Pertemuan ini digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan dan dilaksanakan dengan waktu yang singkat. 

 General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan PCM ini dilakukan untuk kordinasi sekaligus memberikan arahan dan memastikan pengerjaan proyek dapat dilaksanakan tepat sasaran, tepat mutu, tepat biaya dan tepat waktu, serta mengetahui hambatan yang mungkin ditemui saat konstruksi.

 “Kita harap proyek ini berjalan dengan lancar. Proyek ini diawasi oleh tim dari Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan Biro Hukum BP Batam. Penting kita lakukan karena proyek ini berhubungan dengan keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar Benny.

Benny berharap, pengerjaan proyek ini dapat dilaksanakan pada Agustus 2021 mendatang. 

 “Untuk pelaksanaan pekerjaan kami jadwalkan pukul 10 malam hingga 5 pagi. Tentunya ini menyangkut operasional penerbangan pesawat penumpang, maka dari itu kami jadwalkan demikian. Mungkin yang beroperasi nanti sisanya adalah pesawat kargo, namun jumlahnya tidak banyak,” terang Benny.

 Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara BP Batam, Boy Zasmita, mengungkapkan, lingkup pekerjaan konstruksi ini meliputi pekerjaan persiapan, perbaikan weakspot dan overlay, pekerjaan marka dan pekerjaan Airfield Lighting System (AFL), dengan nilai kontrak sebesar Rp105,47 miliar, serta waktu pelaksanaan dan pemeliharaan 180 hari kalender. 

Penandatanganan kontrak sendiri telah dilakukan pada 1 Juli 2021 yang lalu.

 Untuk menyelesaikan konstruksi ini, BP Batam menggandeng PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana dan PT Dumai Geo Tech Consultant sebagai konsultan pengawas.

Perwakilan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Aka Saidi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan sesuai dengan tujuan konstruksi yang ingin dicapai oleh BP Batam. 

“Kami mengantisipasi sedini mungkin terhadap ancaman, gangguan dan hambatan terhadap pelaksanaan kegiatan ini, terutama dari segi yurisdiksinya,” ujar Aka. 

Ia melanjutkan, antisipasi yang dilakukan mencakup faktor personal, aset dan perizinan, apabila terdapat hambatan dalam proses konstruksi. 

Turut hadir dalam acara, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman; Kepala Bagian Humas BP Batam, Yudi Hari; perwakilan Airnav Hang Nadim Batam, dan undangan lainnya.*Hms - red

 



MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Pengusahan (BP) Batam ikut terjun langsung melakukan monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan protokol di sejumlah perusahaan kawasan industri di Batam yang dilaksanakan mulai 8 Juli hingga 20 Juli 2021.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang juga Walikota Batam memberikan pengarahan di hadapan 100 pegawai BP Batam yang akan dikerahkan untuk membantu mengawasi protokol kesehatan di kawasan industri di Batam. Pengarahan Kepala BP Batam dilaksanakan di Dataran Engku Putri Batam Center, pada Kamis (8/07/21).

"Ada 100 perusahaan yang akan di-monitoring terkait dengan protokol kesehatan saat ini, karena kondisi penyebaran virus korona di Batam meningkatkan Kembali. Kita berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat,” kata Muhammad Rudi. 

Muhammad Rudi, mengimbau Pengelola Kawasan Industri di Batam agar terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Virus Corona di lingkungan kerjanya secara ketat dan disiplin.

“Kita hanya punya waktu 1 bulan untuk menurunkan status zona level 4, artinya saat ini kita di posisi PPKM Mikro, tidak boleh meningkat menjadi PPKM Darurat. Jadi kita harus turun dari PPKM Mikro hingga kita akan menjadi normal seperti biasa,” jelas Rudi.

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian RI Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 dan Surat Edaran Walikota Batam Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Optimalisasi Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kota Batam, BP Batam melalui Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal bersama Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi memberikan pengarahan kepada 100 orang pegawai BP Batam yang bertugas untuk melakukan monitoring di perusahaan-perusahaan kawasan industri.

Nantinya para pegawai yang bertugas akan melihat dan memantau secara langsung kegiatan yang dilakukan di perusahaan, apakah sudah sesuai dengan protokol kesehatan dan aturan dari pemerintah.

Batam adalah daerah Industri, investor dan pelaku usaha bersama pemerintah akan bersama-sama menjalankan protokol kesehatan agar kegiatan produksi tetap berjalan lancar. Oleh sebab itu, BP Batam akan membantu melakukan monitoring di perusahaan.

“Hal yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kita ingin semua lapisan masyarakat ikut mendukung program ini agar kita bisa kembali hidup normal seperti biasa, saat ini kita akan mengawasi dan memberitahu, namun apabila tetap melanggar kita akan tindak tegas tanpa terkecuali,” tegas Muhammad Rudi.* Hms - red



MARITIMRAYA.com - Batam, Dalam rangka pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Pembatasan Kegiatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Lingkungan Badan Pengusahaan Batam.

 SE tersebut merupakan implementasi dari instruksi Menteri Dalam Negeri dan Arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) PPKM Mikro di Luar Pulau Jawa.

 “Kami memberlakukan pengaturan pegawai bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) 75 persen dan bekerja dari kantor atau Work from Office (WFO) 25 persen bagi unit kerja non pelayanan. Ini berlaku mulai dari tanggal 6-20 Juli 2021,” ujar Muhammad Rudi, saat melakukan peninjauan vaksinasi pegawai BP Batam, Kamis (8/7/2021) di Balairung Sari BP Batam.

 Ia melanjutkan, bagi unit kerja pelayanan akan diberlakukan WFH 50 persen dan WFO 50 persen. Sedangkan unit kerja di bidang kritikal, seperti bidang kesehatan, pengamanan, logistik dan transportasi, serta utilitas dasar (air) diberlakukan WFO 100 persen. 

Khusus unit kerja Kantor Perwakilan di Jakarta mengikuti ketentuan PPKM Darurat. Selain itu, para pegawai yang melaksanakan WFH tidak diperkenankan untuk meninggalkan rumah kecuali dalam keadaan mendesak dan diwajibkan menaati protokol kesehatan Covid-19.

 Ia melanjutkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI telah memberikan titah untuk menekan angka penyebaran Covid-19 dalam kurun waktu 8 minggu. Bila target tersebut tidak tercapai, maka Kota Batam akan diberlakukan PPKM Darurat.

 “Jika ini tidak selesai dalam waktu yang ditentukan, maka Kota Batam dengan sangat berat hati akan memberlakukan PPKM Darurat. Otomatis semua kegiatan usaha akan sangat dibatasi. Kita tidak menginginkan ini terjadi, karena grafik perekonomian kita otomatis akan merosot tajam. Teman-teman di kawasan industri juga pasti akan merasakan dampaknya,” kata Muhammad Rudi. 

 Menurutnya, tingkat keberhasilan menurunnya angka terkonfirmasi positif di Kota Batam bergantung pada ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang berlaku. “Ini adalah tanggung jawab kita semua. Untuk itu, Saya mengimbau masyarakat agar dapat melaksanakan vaksinasi dan mematuhi prokes, serta menghindari keramaian. Hal ini dilakukan tidak lain untuk menjaga stabilitas perekonomian Batam,” pungkas Muhammad Rudi. * Hms - red

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi para pegawai di seluruh lingkungan kerja BP Batam yang dilaksanakan di Balairungsari BP Batam, Kamis, 8 Juli 2021.

Dalam peninjauan vaksinasi Covid-19 dosis kedua ini, Muhammad Rudi, didampingi oleh Kepala Biro Umum Budi Susilo, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Promosi dan Protokol Dendi Gustinandar, dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi Lilik Lujayanti.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan vaksinasi hari ini adalah vaksinasi dosis kedua, target untuk Kota Batam vaksinasi dosis pertama sebesar 70% masyarakat sudah tervaksin pada bulan Agustus sudah tercapai. 

“Kita berharap kalau lah bisa 70% itu, bukan hanya dosis pertama, tetapi juga dosis kedua, sehingga herd immunity atau kekebalan masyarakat Kota Batam kalau sudah dosis kedua bisa mencapai 70%, mudah-mudahan Batam sudah bisa terbebas dari Covid-19 ini,” kata Muhammad Rudi.

I


Dia juga berharap untuk seluruh keluarga pegawai yang belum melaksanakan vaksinasi agar segera mendaftarkan diri untuk dilakukan vaksin di tempat yang sudah disediakan. 

S"emua wajib vaksin mulai dari diri sendiri dan keluarga juga harus divaksin, mumpung vaksin masih ada dan gratis. Intinya kita ingin Batam terbebas dari Pandemi Covid-19," ujar Muhammad Rudi.

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSBP Batam, dr. Muhammad Askar, mengatakan, pelaksanaan vaksin dosis kedua dimulai dari tanggal 5 s.d. 15 Juli 2021. 

Ia mengatakan mulai hari ini target vaksinasi ditingkatkan, yang biasanya 200 orang per hari menjadi 600 orang per hari. Diharapkan vaksinasi bagi pegawai sebelum tanggal 15 juli 2021 sudah selesai. 

"Vaksinasi tahap kedua ini menggunakan vaksin AstraZeneca, seperti tahap pertama. Sampai dengan tanggal 7 Juli 2021 sebanyak 1.076 orang pegawai BP Batam sudah di vaksin, diharapkan dalam 3-4 hari ke depan sudah mencapi target semua tervaksinasi," kata dr. Muhammad Askar.

Askar menambahkan, target vaksinasi BP Batam selanjutnya adalah keluarga dari pegawai BP Batam yang belum divaksin.

"Saat ini kita sedang dalam proses pendataan keluarga pegawai yang belum divaksin. Nantinya akan kita persiapkan vaksin dan tenaga vaksinatornya," katanya.

"Nantinya pada saat akan divaksin, akan dilakukan screening terlebih dahulu, dan informasikan dengan jelas penyakit yang diderita, misalnya darah tinggi, sakit asma, sakit lambung dan lain sebagainya, dengan harapan seseorang yang telah divaksin merasa aman dan sehat," kata dr. Muhammad Askar.

 Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, berharap, dengan kegiatan vaksinasi secara serentak ini, ekonomi Batam akan pulih kembali karena warganya sudah tervaksin. 

“Batam vaksin bersama-sama, demi kota Batam yang kita cintai, demi membangun kesehatan ekonomi dan kehidupan kita semua,” pungkas Muhammad Rudi.* Hms- red

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Jumlah penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam hingga semester I tahun 2021 masih belum mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang masih terjadi di wilayah Indonesia dan penjuru.

Hingga semester I 2021, tercatat sebanyak 5.594 pesawat datang dan 5.592 pesawat yang berangkat, serta 352 penerbangan lokal. 

Total pesawat di sepanjang Semester I 2021 adalah 11.538 pesawat. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar -9,82 persen jika dibandingkan pada 2020, di mana total pesawat pada tahun 2020 adalah 12.794 pesawat.

Adapun jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 555.166 dan penumpang yang datang tercatat sebanyak 557.167 penumpang, serta sebanyak 90.199 penumpang yang transit di Bandara Hang Nadim. 

Akumulasi penumpang di Bandara Hang Nadim sepanjang Januari s.d. Juni 2021 adalah 1,2 juta penumpang atau mengalami penurunan -9,96 persen.

Sementara itu, kegiatan bongkar muat bagasi mengalami peningkatan secara y-o-y. Tercatat sebanyak 3 juta kg bongkar dan 4 juta kg muat, dengan total akumulasi 7 juta kg pada tahun 2021. 

Sedangkan pada tahun 2020, tercatat sebanyak 2,5 juta kg bongkar dan 3,7 juta kg muat, dengan total akumulasi 6,2 juta kg. Total peningkatan sebesar 13,61 persen.

Aktivitas kegiatan bongkar muat barang transit turut mengalami peningkatan. Sebanyak 7 juta kg bongkar, 7 juta kg muat, dan 8.689 kg barang transit. 

Akumulasi kegiatan barang di Bandara Hang Nadim tercatat 15 juta kg dengan total peningkatan 9,73 persen.

General Manager BUBU Hang Nadim Batam, Benny Syahroni, mengatakan, penurunan jumlah penumpang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Melihat perkembangan penyebaran Covid-19 yang belakangan ini sangat pesat menimbulkan dampak yang sangat besar. Selain itu beberapa aturan dari pemerintah yang memberlakukan pembatasan dan pengetatan syarat perjalanan dengan transportasi udara, juga memberikan dampak yang sangat besar terhadap penurunan jumlah penumpang,” ujar Benny.

Sedangkan meningkatnya jumlah kargo, dikatakan Benny, disebabkan meningkatnya kebutuhan barang-barang e-commerce saat pandemi covid-19. 

“Selain itu beberapa barang-barang untuk keperluan industri di Batam juga menjadi salah satu faktor, karena dibawa dengan menggunakan pesawat cargo wide body,” kata Benny.

Melihat tren positif pengiriman kargo ini, ia berharap, perkembangan pergerakan barang melalui transportasi udara dapat lebih baik ke depannya. * Hms-red

  


MARITIMRAYA.com -Jambi, Pasangan Bapak, Al Haris dan Abdullah Sani akhirnya terpilih dan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur  Provinsi Jambi masa bakti tahun 2021 -2024. Pada Rabu (7/7) di Istana Negara.

Prosesi  Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi terpilih menerapkan protokol kesehatan dan digelar berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 93/P Tahun 2021 Tentang Pemberhentian Penjabat Gubernur Jambi dan pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi,

Surat keputusan tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretaris Negara yaitu Nanik Purwati.


Gubernur dan wakil gubernur Jambi terpilih terlebih dahulu menerima Petikan Surat Keputusan Presiden di Istana Merdeka Jakarta, kemudian di lanjutkan dengan  Kirab menuju Istana Negara bersamaan dengan Presiden Joko widodo dan Wakil Presiden Ma ruf Amin juga Menteri dalam Negeri,Tito Karnavian,

Al Haris dan Abdullah Sani secara resmi Mengemban tugas sebagai Gubernur dan Wakil gubernur terpilih periode 2021 – 2024 dan setelah di ambil Sumpah Jabatan oleh Kepala Negara . 

Rankaian acara pelantikan Gubernur dan Wagub Jambi ditandai dengan pemberian Ucapan Selamat oleh Presiden dan wakil Presiden serta di ikuti oleh para Undangan diantaranya, Menteri Koordinator bidang Politik,Hukum dan Keamanan,Mahfud Md, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Setelah acara Pelantikan yang penuh hikmat,Al haris dan Abdullah sani mengucapakan Terima Kasih kepada Presiden Joko widodo , selanjutnya mengatakan bahwa Pihaknya akan Fokus untuk menangani Pandemi Covid-19   sekaligus berupaya untuk memulihkan Perekonomian di Provinsi Jambi semangkin bangkit nan jaya. "Detri A

 



MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kelima kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menerima langsung Opini WTP atas Laporan Keuangan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Tahun 2020.

Laporan dan penghargaan ini diserahkan langsung oleh Anggota V BPK RI, Bahrullah Akbar, Kamis (1/7/2021) di Balairung Sari BP Batam.

Penghargaan Opini WTP ini adalah yang kelima kalinya diterima BP Batam secara berturut-turut, sejak tahun 2016 hingga 2020.  

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan perolehan Opini Wajar Tanpa Pengecualian tidak lepas dari bantuan dan bimbingan BPK RI, sehingga BP Batam dapat mempertanggungjawabkan laporan keuangan dengan tepat dan tidak menyalahi aturan yang berlaku.

“Dan yang menjadi temuan dan rekomendasi BPK RI akan kami tindaklanjuti untuk diselesaikan dengan baik. Hal ini menjadi perhatian kami sebagai bentuk komitmen pelaksanaan Peraturan Pemerintah 41 Tahun 2021,” ujar Muhammad Rudi.


Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan RI, Bahrullah Akbar, dalam sambutannya mengatakan, penyerahan laporan keuangan ini merupakan salah satu bentuk atensi BPK RI kepada BP Batam yang fungsinya semakin meningkat setelah terbitnya Peraturan Pemerintah 41 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. 

“Hal ini juga menjadi sarana silaturahmi dan sinergi dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan di lingkungan BP Batam. Berkat kerjasama, sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak, laporan ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu,” ujar Bahrullah.

Bahrullah mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari UU Nomor 15 Tahun 2004 dan UU Nomor 15 Tahun 2006 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. BPK RI berkewajiban untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan atas laporan pemerintah pusat dan laporan keuangan Kementerian dan Lembaga.

“Selain itu, pemeriksaan keuangan juga bertujuan untuk memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. Selain menguji dan menilai kewajaran pada laporan keuangan, kami juga menilai aspek kepatuhan pada ketentuan perundang-undangan,” jelas Bahrullah.

Adapun beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian antara lain, pengelolaan lahan, pengendalian kerjasama dengan pihak ketiga, optimalisasi pemungutan PNBP dan kepatuhan realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal.

Bahrullah mengimbau kepada BP Batam yang telah diserahkan LHP-nya untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPK paling lama 60 hari setelah laporan diterima dan diharapkan dapat melaksanakan minimal 80 persen rekomendasi yang diberikan BPK RI. 

Turut hadir dalam penyerahan LHP ini Auditor Utama Keuangan Negara V BPK RI, Akhsanul Khaq; Wakil Ketua BP Batam, Purwiyanto; para Anggota Bidang BP Batam, pejabat lainnya di lingkungan BP Batam.* Hms - red

 


MARITIMRAYA.com - Jambi,  Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD )Kota Jambi, Subhi (58 Th ) ditetapkan sebagai tersangka oleh  Kejaksaan Negeri Jambi berdasarkan Surat Nomor print 01/L5.10/Fd 1/06/2021.Kamis17 juni 2021 dengan dugaan korupsi penggelapan insentif  pajak dengan nominal mencapai miliaran  Rupiah 

Atas perbuatannya Tersangka melanggar Pasal 12 hurup e Undang-undang.RI Nomor, 31 tahun1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah di ubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2021 Jo Pasal 64 KUHP. dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun penjara.

Tindakan melawan hukum  ini  disebut sebagai bentuk memperkaya diri sendiri dan diperkirakan mencapai hingga Milyaran Rupiah dalam Hal pemotongan Insentif Pajak para PNS  yang dilakukan  sejak tahun 2017 sampai 2019.

 Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jambi ,Rusdi Sastrawan kepada awak media mengatakan  Jumlah  Rp 1 Milyar lebih  yang didapat merupakan Hasil penyelewengan selama 3 (tiga) Tahun menjabat sebagai Kepala BPPRD Kota Jambi dari tahun2017 -2019 .

" saat ini Tim Penyidik  Kejaksaan Negeri Jambi telah menyita Barang bukti berupa Uang sejumlah Rp,212.808.512, dari perkara dugaan pemotongan Pembayaran dana Insentif Pemungutan Pajak pada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Jambi pada tahun 2017 hingga 2019," Sebutnya.

"Barang bukti itu disita /diambil dari para PNS yang merupakan Uang dari Tersangka  Subhi yang beberapa waktu lalu mengembalikan kepada para PNS itu sendiri," Ungkapnya  Sabtu 26/6/2021.

Pihak Kejaksaan Negeri Jambi sebelumnya  memanggil dan memeriksa lima Orang Saksi untuk dimintai Keterangannya,  pada hari selanjutnya Pihak Kejaksaan mengagendakan tersangka untuk Hadir, namun Tidak kunjung hadir , dalam hal ini merupakan Panggilan pertama. 

Secara terpisah  Sekretaris Daerah (SekDa) Kota Jambi Budhi Daya saat dimintak tanggapan terkait kasus  dugaan korupsi intensif pajak yang dilakukan Kepala BPPRD tidak banyak Komentar.

Dikatakanya  Segala keputusan melalui  Proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat hukum, jadi Kasus yang tengah di Jalani Pejabat Eselon II Pemkot jambi itu sepenuhnya di serahkan kepada aparat penegak hukum.

"Proses Hukum dan Keputusannya kewenangan Aparat Penegak Hukum," Ujarnya.

Selanjutnya Budhi menjelaskan  Saat ini tersangka  tengah dalam persiapan Pensiun. untuk itu Jabatan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retibusi Daerah (BPPRD) kota Jambi sementara akan segera di Tunjuk salah satu pegawai dengan jabatan sebagai  Pelaksana Tugas atau PLT BPPRD," imbuh Budi Daya .* Detri Jambi 

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam melaksanakan program vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi para pegawai.

Kepala Seksi Pengembangan Layanan Medik RSBP Batam, dr. Maisharah, mengatakan, jarak antara vaksinasi pertama dan kedua adalah dua belas minggu. Sehingga saat ini, kegiatan vaksinasi terhitung sesuai dengan jadwal, yaitu pada menjelang akhir Juni 2021.

“Ini adalah para pegawai BP Batam yang sudah melaksanakan vaksin pada 1 April lalu. Vaksinasi tahap kedua ini menggunakan vaksin AstraZeneca, seperti tahap pertama. Target kami hari ini 160 pegawai sudah tervaksin,” ujar Maisharah, Kamis (24/6/2021) di Balairungsari BP Batam, Batam Centre.

Kegiatan vaksinasi ini dilakukan secara bertahap hingga Bulan Juli, agar target 2.800 pegawai tervaksin sepenuhnya dapat tercapai.

Sedangkan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas sebagai vaksinator berjumlah sepuluh orang dari RSBP Batam.

Menilik keluhan atau kondisi pada pasca-vaksinasi tahap pertama, Maisharah mengatakan, tidak ditemukan mengalami gejala yang membahayakan pada pegawai BP Batam. 

Selain itu, ia menambahkan, terjadi selisih antara jumlah pegawai yang divaksin pada tahap pertama dan kedua.

“Hal tersebut terjadi ada beberapa pegawai yang tidak memenuhi kriteria untuk vaksinasi tahap kedua, salah satu di antaranya adalah pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk tindak lanjutnya apakah masih dapat dijadwalkan vaksinasi atau tidak, kami masih menunggu kebijakan dan koordinasi dari Biro SDM dan Organisasi BP Batam," lanjut Maisharah.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang juga Walikota Batam, secara gencar melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi di beberapa tempat di Kota Batam.

Muhammad Rudi optimis, vaksinasi yang mulai dilakukan secara lebih masif di Kota Batam, sejak 13 Juni 2021 lalu akan mencapai target 70% pada akhir Juni nanti.

Muhammad Rudi menambahkan, akses vaksinasi juga telah tersedia di seluruh Puskesmas dan Kelurahan di Kota Batam. 

“Setiap Kecamatan kita minta minimal ada satu Kelurahan untuk melakukan vaksinasi. Tinggal kita sediakan vaksinatornya saja dan membaginya se-Kota Batam,” kata Rudi.

Muhammad Rudi berharap, dengan kegiatan vaksinasi secara serentak ini, ekonomi Batam akan pulih kembali karena warganya sudah tervaksin. 

Ia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak lengah pasca-vaksinasi dan tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. * Hms-red

 


MARITIMRAYA.com- Batam, Mengantisipasi penyebaran Covid-19, Badan Pengusahaan (BP) Batam memberlakukan kembali pengaturan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) di lingkungan BP Batam. 

Pengaturan WFH dan WFO di lingkungan BP Batam tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi BP Batam Nomor 23 Tahun 2021 yang dikeluarkan pada Rabu, 23 Juni 2021 tentang Pengaturan WFH dan WFO.

Disebutkan, dalam rangka pencegahan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan BP Batam perlu diatur pegawai yang melaksanakan WFH dan WFO, dengan tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pelayanan, baik pelayanan internal maupun eksternal.

Pelaksanaan WFH diutamakan pada unit kerja/unit usaha yang terdapat pegawai yang terpapar COVID-19. WFH diberikan maksimal 50% dari jumlah pegawai, dan WFH hanya diberikan kepada pegawai yang ruang lingkup pekerjaannya di bidang administrasi (supporting) bukan di bidang operasional.

Pegawai BP Batam yang masuk kerja diwajibkan menaati aturan Pemerintah, yaitu Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Perkantoran dan Penyesuaian Pola Kerja di Era Normal Baru (New Normal).

Masa pelaksanaan penggiliran WFH dimulai dari tanggal 24 Juni s.d. 8 Juli 2021 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan.

Terkait dengan adanya pengaturan WFH dan WFO, dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di lingkungan BP Batam, diharapkan masyarakat dapat memakluminya. * Hms - red

 


MARITIMRAYA.com - Batam,  Kantor Badan Pengelolah Pelabuhan Batam BP Batam   akan merevisi Perka terkait pungutan  pass pelabuhan  untuk orang dan kendaraan di pelabuhan BP Batam yang sebelumnya menggunakan pass pelabuhan  Dwi mingguan dan pass tahunan sehingga nantinya menggunakan sistim auto gate.

Menanggapi keluhan salah satu  pengguna jasa pelabuhan  yang keberatan dikenakan tarif tahunan karena kendaraan angkutan barangnya masuk ke pelabuhan Temporeri.

Direktur Badan Pengelolaan Pelabuhan  Batam Nelson Idris kepada awak media beberapa hari lalu mengatakan,  sesuai Perka 11 tahun 2018, ada dua jenis pungutan, tarif  Dwi mingguan katagori kendaraan roda empat angkutan barang ditambah sopir senilai Rp.400 rb dan pass pelabuhan tahunan  tarifnya disesuaikan jenis kendaraan.

" Untuk kendaraan Temporeri ada tarif Dwi mingguan yang bisa digunakan pengguna jasa, tarif pungutan pass pelabuhan ini masih tergolong standar bila dibanding tarif Pelindo" Ujarnya yang didampingi manajer komersil Ronaldi Z.

Dikatakanya sebagai Pelabuhan yang complay dan mengantongi sertipikat ISPS code, pengelolah dipersyaratkan menjalankan aktifitas terkait keamanan kepelabuhanan, mengacu Internasional Maritim Organitasion (IMO).

Untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan, Badan Usaha Pelabuhan akan merevisi Perka pass pelabuhan dengan menggunakan siseim auto gate bagi kendaraan dan orang yang memasuki Pelabuhan, sehingga aktifitas lalu lintas barang kendaraan serta orang terdata dan terintegrasi.

 Revisi Perka ini mungkin 2 atau 3 bulan ini selesai, tentu kita  akan undang assosiasi Kepelabuhanan seperti, PBM, TKBM, INSA, ISAA,  Assosiasi perusahaan alat keselamatan Pelayaran Indonesia (Asperindo) dan Pelra" Ucapnya.

Secara terpisah Sekretaris Asperindo Kepri  Amrah saat di temui awak media pada Selasa (22/6) mengatakan mendukung rencana revisi pass Pelabuhanan umum BP Batam menggunakan barcode.

"Artinya keluhan kami ini sudah terjawab dan revisi pass pelabuhan ini nampaknya ada kemudahan bagi pengguna jasa pelabuhan" Harapnya * red

 


MARITIMRAYA.com, Batam, Walikota Batam, Muhammad Rudi, yang juga Kepala BP Batam, secara gencar melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi di beberapa tempat di Kota Batam. 

Peninjauan ini untuk memastikan vaksinasi Covid-19 berjalan lancar termasuk bagi para karyawan di kawasan industri galangan kapal. 

Salah satu yang dikunjungi dalam peninjauan Muhammad Rudi adalah sebuah perusahaan galangan kapal, PT Paxocean, Sagulung, Kamis (17/6/2021).

Muhammad Rudi memberikan apresiasi kepada PT Paxocean yang telah melaksanakan vaksinasi dengan sangat tertib sekali yang dipusatkan di Paxocean Training Centre.

Rudi optimis vaksinasi yang mulai dilakukan secara lebih masiv di Kota Batam sejak 13 Juni 2021 lalu akan mencapai target 70% pada akhir Juni nanti.

“Kita sudah jalankan vaksinasi secara serentak, baik di tempat yang telah kita siapkan, salah satunya dipusatkan Stadion Temenggung Abdul Jamal itu, kemarin bisa sampai 10.000 lebih,” kata Rudi.

“Hari ini ada sekitar 7-8 tempat yang kita laksanakan vaksinasi. Sejak dari Minggu (13/6), kita mengejar 70%, tidak lain kita ingin 3/4 Kota Batam atau warganya sudah tervaksin semua, dalam waktu satu setengan bulan dari sekarang sampai ke depan,” tambah dia.

Walikota Batam/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan Paxocean, melalui Yard Director Paxocean, Jerome Chew, karena perusahaannya sudah memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk divaksin. Rudi meyakini jika semua perusahaan bisa melakukan seperti ini, maka vaksinasi bisa tercapai 100 persen.

Walikota Batam/Kepala BP Batam juga telah berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melalui Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, agar vaksin untuk Kota Batam dapat diperbanyak karena jika perekonomian Batam hidup, maka perekonomian Kepri juga akan hidup.

Muhammad Rudi menambahkan vaksinasi juga sudah dibuka di seluruh Puskesmas dan kelurahan dan sudah mulai berjalan. “Setiap kecamatan kita minta ada satu kelurahan untuk melakukan vaksinasi tinggal kita menyediakan vaksinatornya saja dan membaginya se-Kota Batam,” pungkas Rudi.

Muhamma Rudi berharap dengan kegiatan vaksinasi secara serentak ini, ekonomi Batam akan pulih kembali karena warganya sudah tervaksin semua.* Hms - red

 



MARITIMRAYA.com - Batam,  perusahaan Modal Asing (PMA) di Sagulung Tanjung Uncang, PT. PaxOcean, memberikan apresiasi kepada Muhammad Rudi selaku Walikota Batam/Kepala BP Batam, yang telah memenuhi janjinya untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang menghubungkan dengan simpul-simpul kawasan industri.

Apresiasi tersebut diungkapkan oleh Director Yard PaxOcean, Jerome Chew, saat menerima kunjungan peninjauan Kepala BP Batam/Walikota Batam, Muhmmad Rudi, ke perusahaannya guna meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19.

Chew mengungkapkan, ia pernah bertemu dengan Walikota Batam/Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Singapura, tiga tahun lalu.

“Itu adalah acara federasi bisnis di Singapura, di mana Bapak Rudi ada di sana mengundang investor Singapura datang ke Batam, untuk berinvestasi. Pak Rudi telah berjanji pada waktu itu dan  memberikan nomor teleponnya. Pak Rudi mengatakan bahwa kita akan mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan di Batam menjadi sebaik Singapura loh, bahkan mungkin lebih baik dari Singapura,” ujar Jerome Chew menuturkan kembali ucapan Walikota Batam/Kepala BP Batam yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. 

“Dan saat ini saya dengan bangga mengatakan semuanya. Menyaksikan sendiri dengan mata kami sendiri, kami telah melihat banyak peningkatan infrastruktur di Batam,” kata Jerome Chew.

“Pak Rudi telah membuat investor jauh lebih mudah diberikan akses, lebih ramah dalam bisnis, dan kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Bapak, di mana para pekerja kami, mereka adalah bagian dari keluarga kami, dan itu sangat penting,” tambah Jerome Chew.

Ia juga mengatakan, pihaknya berupaya untuk menjaga karyawannya dan mendukung kebijakan pemerintah untuk mendorong lebih banyak orang untuk divaksinasi. 

“Jadi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, kami telah memberikan insentif kepada para pekerja kami. Kami memberikan mereka waktu libur, kami telah memberi mereka waktu untuk vaksin, pada hari libur kami memberikan voucher KFC. Kami juga telah memberikan masker, handsanitizer dan vitamin karena kami percaya dan menghormati serta mendukung kebijakan Pemerintah,” kata Jerome Chew.

Ia mengatakan demikian, karena bisa saja sebagian besar pekerjanya akan terpapar karena akan ada kapal yang datang dari berbagai belahan dunia. Dan Walikota Batam/Kepala BP Batam dengan ramah menerima ini dan mendukungnya. 

“Jadi untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak. Luar biasa. Terima kasih. Terima kasih,” pungkas Jerome Chew. * Hms - red

 


Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyambut baik penyerahan PP 67 dan PP 68 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BAT dan KEK Nongsa. Kepala BP Batam juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah kepada Batam.

“Kita berterima kasih (kepada Pemerintah Pusat) dan sangat bangga bahwa urusan kita yang setahun lalu sudah terselesaikan. Kita berharap dengan kemudahan-kemudahan dalam KEK ini akan membantu pertumbuhan ekonomi Kota Batam, karena ini yang sudah lama ditunggu sebagai salah satu persyaratan administrasi,” ujar Muhammad Rudi.

Rudi juga mengatakan pihaknya berharap investasi Batam Aero Technic (BAT) dalam tahun 2027 kelak akan bisa menerima tenaga kerja sampai dengan sepuluh ribu orang.

“Sekarang sudah seribu lebih tenaga kerjanya, kita bandingkan nanti sepuluh ribu. Seribu lebih saja investasinya sudah berapa triliun atau nanti sampe tahun 2027 kita bisa bayangin puluhan triliun, artinya anak-anak Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau ataupun Indonesia tentu nantinya akan ramai untuk belajar dan bekerja di bidang kedirgantaraan di Kota Batam, baik itu pembuatan pesawat, pemotongan pesawat, teknisi mesin dan semuanya. Ini yang kita cari sebetulnya supaya Batam betul-betul berkembang,” paparnya.

Muhammad Rudi juga menyambut gembira dengan KEK Nongsa. “Di Nongsa Digital Park itu ada salah satu pendidikan yang seperti di luar negeri. Saya sudah bertemu dan mengucapkan terima kasih kepada pemilik Nongsa Digital Park. Belum KEK saja, dia sudah operasional apalagi sudah KEK, juga disampaikan baru KEK saja sudah hampir tiga ratus lima puluh ribu dollar US investasinya,” ujarnya.

Terkait dengan terbitnya PP tentang KEK tersebut, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan sebagai Pemerintah Daerah dan Kepala BP Batam, pihaknya akan berupaya meningkatkan fasilitas lainnya. “Kalau itu sudah jadi KEK tentu aksesnya akan kita sempurnakan mudah-mudahan ini akan menambah investasi di Kota Batam,” katanya.

Lion Air Group juga menyambut positif penetapan KEK BAT melalui Peraturan Pemerintah No. 67 Tahun 2021, yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto, Sabtu (12/6/2021).

Penetapan KEK tersebut bernilai strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Batam, Bintan dan Karimun yang saat ini telah dikembangkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone yang telah mampu menarik investasi, baik asing maupun dalam negeri.

Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh BP Batam dalam membantu kemudahan berinvestasi. 

“Tak kurang dari 2 minggu proses pencarian lahan untuk berinvestasi di Batam dapat terealisasi. Hal ini merupakan sebuah komitmen dalam memperlancar dan mewujudkan keberhasilan pengembangan KEK BAT di Batam,” kata Edward Sirait saat memberikan sambutan di acara tersebut.

Dikatakannya, BAT memiliki nilai investasi Rp7,29 triliun serta dapat menyerap tenaga kerja berkisar 9.976 orang pada 2030. Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri. 

Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang diprediksi memiliki rata-rata (kisaran) 12.000 unit pesawat udara dan nilai bisnis sebesar US$ 100 miliar pada 2025.

“BAT menyampaikan rasa terima kasih atas terbentuknya sebagai KEK di Batam dalam upaya melakukan pengembangan usaha dengan tujuan sinergi positif sektor aviasi. Iklim usaha yang diciptakan oleh Pemerintah sangat mendukung pertumbuhan dan pengembangan di Indonesia. Dalam hal ini, pelaku usaha di bidang industri penerbangan, khususnya jasa angkutan udara sangat merasakan bantuan dan dukungan dari pemerintah dalam rangka pengembangan dan pertumbuhan bidang usaha industri penerbangan,” kata Edward.

“KEK BAT di Batam ini optimis akan mampu mendorong perseroan (Batam Aero Technic) untuk terus meningkatkan utilisasi dan optimalisasi dari kapabilitas yang dimiliki saat ini sejalan rancangan kerja berkelanjutan (master plan). Harapan utama, dapat terwujud perawatan pesawat yang terintegrasi sehingga dapat menekan angka pekerjaan berbagai perawatan pesawat ke luar negeri,” paparnya. *Hms- red

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim BP Batam melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk para stakeholders di lingkungan Bandara Hang Nadim selama 3 hari pada 14, 16 dan 18 Juni 2021 (Senin, Rabu dan Jumat) yang dimulai pukul 08.00 - 15.00 WIB.

Sebelumnya, sejak Minggu (13/6) kemarin hingga 25 Juni 2021 mendatang, stadion Temenggung Abdul Jamal, sebagai fasilitas publik, juga telah dijadikan sebagai tempat pusat pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di Batam, untuk mencapai target 70% vaksinasi.

Vaksinasi Covid-19 ini terselenggara atas kerja sama dengan TNI-Polri, Pemerintah Kota Batam, BP Batam dan instansi lainnya.

Direktur BUBU Hang Nadim dan Teknologi Informasi dan Komunikasi BP Batam, Amran, mengatakan, vaksinasi Covid-19 tersebut memang diinisiasi oleh BUBU Hang Nadim sebagai pengelola bandara. 


Hal ini dikarenakan masih banyaknya para karyawan dari beberapa stakeholder yang beroperasi dan beraktifitas di bandara yang belum divaksin. Sedangkan sebagai pekerja bidang jasa yang berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya memiliki resiko tinggi terpapar Covid-19.

Amran menambahkan seluruh pegawai dari beberapa instansi yang beroperasi di Bandara Hang Nadim yang akan divaksin hampir 1000 orang dan dijadwalkan untuk vaksin dalam 3 hari. 

“Target vaksinasi Covid-19 per hari 300 orang dan mudah-mudahan targetnya tercapai serta berjalan dengan lancar,” kata Amran usai meninjau kegiatan vaksinasi, Senin (14/6/2021).

Adapun para peserta vaksin di Bandara Hang Nadim berasal dari 19 instansi/operator bandara, yaitu karyawan maskapai Lion Group, Citilink, Sri Wijaya Air, Gemalindo, Gapura, GMF, Persero, DBM, porter, supir taksi bandara, petugas cleaning service, tenant, petugas parkir, PT Nenci Citra, CV Aster, CV Dwijaya, CV Dwijaya Metrika, agen FTO kargo.

Untuk jenis vaksin yang digunakan adalah AstraZeneca dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kabil sebanyak 14 orang yang dikoordinatori oleh dr. Yokie Simamora.

Amran berharap dengan adanya vaksinasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna Bandara Hang Nadim Batam dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUBU Hang Nadim.

Program vaksinasi juga untuk mendukung Pemerintah dalam mencapai target Vaksinasi Covid-19, khususnya di Kota Batam sebesar 70 persen pada Juli mendatang, yang telah diprogramkan oleh Walikota Batam/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.*Hms - red

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Satu unit kapal asing MT .Sea Tangker II diamankan Ditpolairud Polda Kepri  diduga melanggar tindak pidana Pemalsuan dokumen saat  berlabuh di Batam .

kapal tanker asal Singapore, MT. Sea Tanker II berbobot GT. 2714 itu kedapatan melakukan pemalsuan dokumen keabsahan kapal yakni satu lembar surat laut sementara dan satu lembar surat ukur internasional (1969).

Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom ketika dikonfirmasi awak media, Senin (14/6/2021) menjelaskan kronologis kapal asing memasuki perairan Batam.

"pada hari Senin tanggal 15 Maret 2021 sekira pukul 14.00 WIB petugas KSOP melakukan pemeriksaan terhadap keabsahan dokumen kapal MT. Sea Tanker II GT. 2714 yang tiba di Batam pada hari Selasa tanggal 09 Februari 2021 di Pos Syahbandar Telaga Punggur KSOP Khusus Batam, kemudian setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen Kapal MT. Sea Tanker II GT. 2714 tersebut ditemukan satu lembar surat laut sementara dan satu lembar surat ukur internasional (1969) sementara diduga palsu atau dipalsukan," ujarnya.

Dikatakanya, terkait dengan tindak pidana pemalsuan tersebut pihaknya saat ini telah mengamankan 4 orang tersangka yakni MS, AS, RA, dan LN.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihaknya selain satu unit kapal MT. Sea Tanker II GT. 2714, dokumen palsu kapal MT. Sea Tanker II GT. 2714, satu buah Paspor Republic Of Singapura atas nama tersangka, MS.satu unit handphone merk Vivo 1902 Warna Biru, dua buah kartu Telkomsel, serta satu buah kartu Singtel, 

Satu unit handphone merk Huawei seri P 30 warna biru, satu unit handphone merk I Phone 12 Pro warna abu-abu, satu unit laptop merk Acer Aspire V5-571 series warna hitam, satu unit printer merk Epson L310 warna hitam, lima lembar blangko warna putih berlogo lambang burung Garuda Pancasila.

"Terhadap para tersangka kita jerat dengan pasal 263 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana tentang pemalsuan" ujarnya * Tim


 


MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, bersama dengan TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, Bright PLN, dan instansi vertikal lainnya, menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 secara massal bagi seluruh masyarakat Batam.

Proses vaksinasi ini dilangsungkan di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, pada Minggu (13/6/2021) pukul 08.00 s.d. 15.00 WIB.

Turut hadir dalam peninjauan, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Marlin Agustina; Walikota Batam dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi;  Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang, Kombes Pol Yos Guntur; dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam, Letnan Kolonel (Letkol) Kav Sigit Dharma Wiryawan. 

Kepala BP Batam, yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi, dalam peninjauan tersebut menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mencapai target Vaksinasi Covid-19 di Kota Batam sebesar 70 persen di bulan Juli mendatang.

“Sehingga nanti di bulan Agustus terkejar 100 persen. Maka untuk mengejar target tersebut kita semua harus bekerja keras, dengan membuka layanan vaksinasi ini,” ujar Muhammad Rudi.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan berlangsung setiap hari dalam seminggu hingga akhir Bulan Juni.

“Saya, bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, sudah sepakat akan mengerahkan seluruh kecamatan agar setiap harinya masyarakat memanfaatkan layanan vaksinasi ini,” kata Muhammad Rudi.

Menurutnya, bila 70 persen masyakat sudah melakukan vaksinasi, maka imunitas tubuh serta-merta akan meningkat dan menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam, serta membuka peluang untuk meningkatkan perekonomian di Kota Batam.

Senada dengan Kepala BP Batam, Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang, Kombes Pol Yos Guntur, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi hari pertama berjalan dengan lancar. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai implementasi dari perintah Presiden RI guna mendirikan sentra vaksinasi di Kota Batam.

“Untuk teknisnya, masing-masing kecamatan, Polsek dan Komando Rayon Militer akan mengerahkan masyarakat yang belum divaksin untuk hadir di Temenggung Abdul Jamal, agar target 70 persen tersebut dapat tercapai,” ujar Yos Guntur.

Ia berharap, masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik, untuk meningkatkan imunitas tubuh guna melawan Covid-19, sambil memenuhi target pemulihan ekonomi nasional, khususnya Kota Batam.

Kepala Seksi Dokkes Polresta Barelang, dr. Leonardo, Sp.FM, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan hingga akhir bulan, dimulai tanggal 13-25 Juni 2021, untuk mengejar target pencapaian Kota Batam. 

“Nantinya akan ada empat sampai enam titik lainnya yang kita bangun. Target kita 20.000 orang per harinya,” ujar Leo.

Dengan adanya sentra vaksinasi di Batam, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mereduksi titik-titik vaksinasi yang tersebar di Kota Batam, sehingga baik proses vaksinasi maupun vaksinator yang bertugas lebih efisien. 

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi. Jadi misalnya Dinas Kesehatan memiliki vaksin, kami dari TNI/Polri memiliki kekuatan untuk menggerakkan massa. Jadi semuanya saling melengkapi dan kegiatan dapat berjalan maksimal,” terang Leo.

Untuk jenis vaksin yang digunakan adalah AstraZeneca, dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Batam, Puskesmas, TNI/Polri, serta para civitas academica yang terdiri dari mahasiswa kedokteran Universitas Batam sebagai petugas adminstrasi.

“Bila selama ini vaksinator juga diberi beban untuk menginput data, kali ini kami hadirkan para mahasiswa untuk membantu proses administrasi,” kata Leo.

Untuk proses pendaftarannya sendiri dikatakan Leo, cukup membawa fotokopi kartu identitas dan alat tulis untuk mengisi formulir pendaftaran. * Hms- red

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyerahkan dua Peraturan Pemerintah (PP) tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berlokasi di Batam yang telah ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada 8 Juni 2021 lalu.

Dua PP yang ditandatangani Presiden tersebut, yaitu PP Nomor 67 Tahun 2021 tentang KEK Batam Aero Technic (BAT) dan PP Nomor 68 Tahun 2021 tentang KEK Nongsa. 

Penyerahan dua PP tersebut masing-masing dilakukan di lokasi KEK Batam Aero Technic kawasan Bandara Hang Nadim Batam dan di KEK Nongsa Digital Park, Nongsa, Batam, Sabtu (12/6/2021).


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto, dalam sambutannya dalam penyerahan Peraturan Pemerintah No. 67 dan 68 Tahun 2021, mengatakan penetapan kedua KEK tersebut sangat strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Batam, Bintan dan Karimun yang saat ini telah dikembangkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone yang telah mampu menarik investasi, baik asing maupun dalam negeri.

Dikatakan Menko Perekonomian, KEK Batam Aero Technic seluas 30 ha, memiliki target investasi sebesar Rp7,2 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan 9.976 tenaga kerja. Sesuai PP Penetapannya, KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) pesawat.

Pengembangan KEK Batam Aero Technic bersifat Brown Field Project, berbeda dengan KEK lainnya yang berlokasi di luar KPBPB Batam yang sifatnya Green Field Project. Disebut Brown Field Project karena sebelum ditetapkan menjadi KEK, kawasan tersebut telah dibangun berbagai fasilitas, di antaranya untuk area hanggar maintenance, hanggar painting, hanggar cleaning, apron, taxiway, dsb untuk tahap 1 dan 2 seluas 6 Ha. Kedepan, setelah menjadi KEK akan dikembangkan beberapa hanggar maintenance baru, component shop, serta workshop untuk tools & equipment.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto berharap KEK Batam Aero Technic dapat menjadi showcase utama perekonomian Indonesia dan membuat Indonesia setara dengan negara maju modern dan sejahtera, dan dapat segera merealisasikan komitmen pembangunan kawasan dan menghadirkan investasi pelaku usaha sesuai dengan target yang telah ditetapkan bahkan bisa lebih cepat. 

Diharapkan investasi yang dihadirkan adalah investasi yang dapat berkontribusi optimal dalam pengembangan industri dirgantara nasional, serta untuk peningkatan perekonomian wilayah dan nasional. 

“KEK BAT perlu segera memperluas pasar, tidak hanya untuk pasar maskapai Lion Group, tapi untuk menarik pasar maskapai nasional dan international lainnya dan dapat sukses dan berhasil serta menjadi success story untuk pengembangan KEK berbasis MRO di Indonesia,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Sedangkan KEK Nongsa seluas 166.45 ha, memiliki target investasi sebesar Rp16 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan 16.500 tenaga kerja. KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan berbasis IT- digital dan pariwisata.

Seperti KEK BAT, pengembangan KEK Nongsa atau Nongsa Digital Park (NDP) juga bersifat Brown Field Project, berbeda dengan KEK lainnya yang berlokasi di luar KPBPB Batam yang sifatnya Green Field Project. Disebut Brown Field Project karena sebelum ditetapkan menjadi KEK telah dibangun berbagai akomodasi dan atraksi pariwisata bertaraf internasional, serta sudah terbangun infrastruktur pendukungnya, seperti Turi Beach Resort, Nongsa Point Marina, Nongsa Terminal Bahari, Nongsa Village, dan Infinite Framerwork Studio.

“Fasilitas Investasi KEK eks KPBPB, seperti KEK Nongsa ini, berbeda dengan fasilitas investasi di KEK lain di luar KPBPB Batam ini. Fasilitas KEK di sini kami sebut Fasilitas FTZ plus karena tidak serta merta hilang fasilias FTZ-nya,” kata Menko Perekonomian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto, berharap KEK NDP ini dapat menjadi showcase utama perekonomian Indonesia dan membuat Indonesia setara dengan negara maju modern dan sejahtera, dapat segera merealisasikan komitmen pembangunan kawasan dan menghadirkan investasi pelaku usaha sesuai dengan target yang telah ditetapkan bahkan bisa lebih cepat. 

“Diharapkan investasi yang dihadirkan adalah investasi yang dapat berkontribusi optimal dalam pengembangan IT-digital dan pariwisata di Indonesia, serta pertumbuhan ekonomi wilayah dan nasional serta dapat sukses dan berhasil serta menjadi success story untuk pengembangan KEK Digital di Indonesia,” kata Airlangga Hartarto.

Penyerahan kedua PP tentang KEK tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; Walikota Batam dan juga Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi; Jajaran dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian/LPNK lainnya; Jajaran Pimpinan BP Batam; 

Pimpinan Lion Group yang diwakili oleh pak Edward Sirait, Direktur Utama PT Batam Teknik, serta Jajaran Lion Group dan PT.Batam Teknik; Komisaris Utama PT Taman Resor Internet (Nongsa Digital Park), Kris Wiluan dan jajarannya, serta Para Pelaku Usaha di KEK Nongsa. Hms - Red

 


MARITIMRAYA.com- Batam, Pungutan pass pelabuhan tahunan yang ditetapkan Badan Pengusahaan ( BP) Batam dikeluhkan  salah satu pengguna jasa pelabuhan, hal ini dikarenakan kendaraan roda empat miliknya selama setahun hanya 4 (empat) kali memasuki pelabuhan namun dikenai pass pelabuhan tahunan dengan tarif yang mecekik leher.

Pengusaha  bengkel alat keselamatan kapal Amrah mengatakan kepada awak media ini pada  Rabu (9/6) di sei panas Batam.

Dikatakanya,  selama ini mobilitas usahanya di area sejumlah pelabuhan - pelabuhan  Galangan kapal Batam, sedangkan di Pelabuhan Umum batu Ampar dan pelabuhan umum CPO Kabil dalam setahun tak lebih dari lima kali.

' Pass pelabuhan tahunan mobil roda empat beserta pengemudi dikenakan tarif registrasi dan tarif pass tahunan sekitar Rp.1.2 JT sedangkan kami hanya empat kali ke pelabuhan yang dikelolah BP Batam.

" Saya harap ada kebijakan penerapan  pungutan tarif harian atau bulanan khususnya bagi kendaraan yang jarang memasuki pelabuhan  BP Batam' harapnya.

" Urus pass pelabuhan itu biaya mahal.padahal di pakai cuma 3 x dalam setahun. tapi kalau tidak di urus kami tidak bisa masuk pelabuhan" sebutnya.

"kalo patokan  tahunan bagi perusahaan pelayaran atau perusahaan  bongkar muat barang memang tak masalah itu" 

Secara terpisah kepala koordinasi pengendalian administrasi dan operasi pelabuhan umum Batu Ampar Batam Azhari yang diwakili Rustam  saat dikonfirmasi terkait pungutan Pass tahunan pelabuhan  kepada awak media mengatakan tidak berkompeten memberi keterangan." Ke kantor pusat aja pak, temui Bu Ratna dilantai dua' Ujarnya.

Namun Rustam menjelaskan pelabuhan umum Batu Ampar complay dan memiliki sertifikat ISPS code sehingga  sesuai aturan yang berlaku melakukan pengetatan terhadap keluar masuk kendaraan, barang dan orang.

Sesuai Edaran No.22 Tahun 2018 Tentang  pemberlakuan pass pelabuhan yakni Penerapan pungutan Pass pelabuhan tahunan (PPT) di lingkungan pelabuhan BP Batam, di pelabuhan  umum Batu Ampar dan CPO Kabil  meliputi, PTT Orang, kendaraan roda empat, roda enam dan alat berat.* Red

 


MARITIMRAYA.com - Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual bersama Komisi VI DPR RI yang membahas tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam Tahun 2022.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam RDP tersebut hadir secara virtual di Gedung Pemko Batam, pada kesempatan yang sama Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Pengembangan Kawasan Investasi, Sudirman Saad, dan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin hadir secara langsung di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta Pusat pada Selasa (8/6/2021).

Dalam RDP ini Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, menyampaikan Kinerja Pelaksanaan Anggaran BP Batam dan RKP dan RKA BP Batam.

Purwiyanto, memaparkan pelaksanaan anggaran 2021 tidak terlepas dari terjadinya pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan terhadap pergerakan roda ekonomi di Batam dalam tahun 2021, dan masih berjalannya proses pengadaan dari belanja tambahan yang bersumber dari saldo.


Terkait kinerja ini, dalam sisa waktu tahun 2021, BP Batam akan berusaha untuk mempercepat realisasi penerimaan PNBP, antara lain melalui penagihan piutang dan mempercepat kegiatan yang menghasilkan PNBP.

Purwiyanto juga menyampaikan, dalam tahun 2022, fokus pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam adalah Pemulihan Industri, Pariwisata, dan Investasi. 

“Fokus tersebut sejalan dengan salah satu Fokus Pembangunan Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022, yaitu Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural,” kata Purwiyanto. 

Sehubungan dengan itu dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020-2024, BP Batam akan mendukung perkembangan 4 (empat) sektor prioritas, yaitu:

1. Industri Manufaktur yang mempunyai nilai tambah tinggi, seperti industri smartphone, teknologi informasi dan komunikasi, dan kedirgantaraan;

2. Industri Jasa, seperti maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat dan kapal, shipbuilding dan shipyard, pendidikan & kesehatan internasional, serta financial service khususnya digital financial;

3. Kegiatan Pengembangan Logistik, seperti transhipment, e-commerce, warehouse dan infrastructure link; serta

4. Pariwisata yang berfokus pada pembangunan destinasi wisata dan event pariwisata, serta pengembangan industri kreatif (sinematografi).

Selain dengan BP Batam, Komisi VI DPR RI juga menggelar RDP dengan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kepala BP Kawasan Sabang dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). * Hms - red

 Tumbuhkan Perekonomian dan Pariwisata, 


MARITIMRAYA.com - Batam, Pulau Batam dalam waktu dekat akan memiliki sirkuit balap betaraf internasional. Hal ini dipastikan setelah Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo, meninjau lokasi rencana pembangunan sirkuit balap bertaraf internasional di kawasan Nongsa, Batam, Jumat (4/6/2021).

Dalam peninjauan ini Bambang Soesatyo didampingi oleh Gubernur Provinsi Kepualauan Riau, Ansar Ahmad; Kepala BP Batam/Walikota Batam, Muhammad Rudi; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, BP Batam, Sudirman Saad, dan IMI Provinsi Kepulauan Riau.

Bambang Soesatyo mengatakan, sirkuit ini nantinya akan terintegrasi dengan berbagai bidang di Batam, salah satunya adalah sektor pariwisata. 

“Lahan yang sudah kami tinjau sudah bagus dari berbagai aspek, terutama dari geografis yang berdekatan dengan negara Singapura dan Malaysia, karena memang target kita adalah wisman dari sana,” ujar Bambang.

Menurutnya, para wisman yang berasal dari kedua negara tersebut ditujukan untuk kegiatan-kegiatan rutin, seperti pelatihan dan penyaluran hobi dengan menyimpan kendaraan beserta perlengkapannya di Batam.

“Sehingga setiap weekend, mereka tinggal bawa badan saja. Nah, ini yang kita dorong untuk mendukung pariwisata olahraga otomotif dan harus kita optimalkan untuk menyelamatkan devisa negara kita yang selama ini tercurah ke Singapura saat pelaksanaan turnamen F1. Jadi Kepri, khususnya Batam dapat memanfaatkan momentum ini,” kata Bambang.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyambut positif rencana tersebut. Ia  mengatakan pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 154 hektare, yang berdekatan dengan Waduk Nongsa. Menurutnya, rencana pembangunan sirkuit bertaraf internasional ini tidak hanya akan melahirkan pariwisata olahraga otomotif, namun juga wisata perairan yang bisa dilakukan di sekitar waduk.

Muhammad Rudi juga mengatakan, pihaknya telah membebaskan 35 persen lahan di sekitar lokasi untuk mendukung pembangunan sirkuit. Persiapan lainnya juga turut dilakukan untuk memudahkan akses bagi para pengunjung di antaranya, konektivitas jalan, pelabuhan laut dan bandara.

Muhammad Rudi berharap dukungan penuh dapat diberikan oleh  Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan seluruh pemangku kepentingan yang terkait sehingga dapat dikoordinasikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Dewan Kawasan Kota Batam. 

“Bayangkan saja, jika ini sudah terbangun, berapa banyak wisatawan yang akan berkunjung? Seberapa besar perputaran ekonomi yang terjadi di Kota Batam, khususnya wilayah Nongsa? Multiplier effect-nya akan terasa sekali oleh teman-teman UMKM kita. Ini yang harus kita jaga dan tingkatkan. Mudah-mudahan semuanya mendukung dan berjalan lancar,” ujar Muhammad Rudi.* Hms - red

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.