Juni 2020

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas

MARITIMRAYA.com - Pelayaran, Setelah empat hari pencaharian akhirnya jasad  Nahkoda TB Multi Sahabat 8 Bambang Hardiono ditemukan   pada Sabtu (27/6) siang di perairan TTS oleh kapal patroli Singapura.

Tampak posisi jasad  Nahkoda TB Multi Sahabat 8 tertelungkup terbujur kaku.

Nahkoda kapal patroli KN.330 milik  Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas 1 Batam Capt wolly saat dihubungi awak media maritimraya.com  terkait  penemuan  jasad nahkoda TB Multi Sahabat 8 membenarkan informasi tersebut.

" Benar tadi pihak police marine Singapura menginpormasi temuan Jasad mengapung di dekat OPL perbatasan Singapura, sekarang kami sedang menuju kapal patroli Singapura, " Ujarnya.

Dikatakan korban hanyut  dibawa arus ke perairan internasional TTS dan ditemukan kapal marine Singapura saat sedang patroli.

Evakuasi korban dilakukan KN.330 dan Tim SAR menuju kapal patroli Singapura untuk dibawa ke pelabuhan Batu Ampar Batam, selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara.

* (Amrullah)

MARITIMRAYA.com -Pelayaran, Pencarian kapal TB Multi Sahabat 8 dan  nahkodanya Bambang Hardiono yang tenggelam di perairan Batu Ampar Batam (24/6) masih belum ditemukan.

 Hingga kini Jumat (27/6/2010) Tim Search and Rescue (SAR)/ melaksanakan  Pencarian dan Penyelamatan sesuai SOP dengan sejumlah kapal penolong SAR dari unsur institusi perairan dikerahkan dibeberapa titik koordinat lokasi kejadian.

Tidak hanya itu, para penyelam dan peralatan pemasangan jaring telah ditebarkan di lokasi kejadian.

Pada pencarian ini, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan ( KSOP) Kelas 1 Batam mengerahkan 3 kapal Patroli.

Hal ini dikatakan salah satu pejabat PPNS KSOP Batam saat dihubungi awak media  yang menolak untuk memberi keterangan, sembari mengatakan tidak berkompeten memberi keterangan.
" Langsung ke kantor aja pak, saya tidak berwenang memberi keterangan" Ujarnya

Saat ditanya jumlah kapal patroli KSOP Batam yang ikut dalam pencaharian korban, petugas yang enggan di tulis namanya ini mengatakan ada sekitar 3 unit kapal patroli.

" Kami kerahkan kapal meliputi  KN.330, KN.376 dan Rubber Boat, " ujar Pejabat pegawai Penyelidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) KSOP Kelas 1 Batam.

Dikatakanya, pihaknya  membentuk Tim penyelidikan lapangan dan mengecek tempat kejadian perkara dan membuat sketsa untuk mencari bukti-bukti penyebab kecelakaan.

Seperti diketahui tugas Tim penyidik KSOP Batam melakukan dokumentasi pemetaan lokasi kejadian, memintak keterangan kru kapal, agen kapal serta Ka Pos Syahbandar Rempang Galang untuk selanjutnya dibuat 
Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan
( BAPP).

Sulitnya pencarian kapal TB Multi Sahabat 8 dan korban ditenggarai salah satunya karena faktor kedalaman laut yang mencapai sekitar 50 meter.

**( Amrullah)


MARITIMRAYA - Batam — Sebanyak Delapan Tim SAR dari institusi perairan melakukan pencaharian korban Kapal Tug Boat TB Multi Sahabat 8 yang tenggelam di Perairan Batu Ampar Batam, pada Rabu (24/6/2020), sekira pukul 14.10 WIB. Diketahui kapten kapal, Bambang Hardiono, ikut tenggelam bersama kapal. Hingga berita diturunkan, korban masih dalam pencaharian Tim SAR.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Mu’min, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), membenarkan insiden ini. Tim SAR gabungan telah turun ke lokasi kejadian melakukan pencarian terhadap satu orang korban, namun belum menemukan keberadaan korban.


Adapun unsur SAR gabungan terdiri dari, Kantor SAR Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Polair Polda Kepri, Polair Polresta Barelang, PLP Tanjung Uban, Bakamla Batam, KSOP kelas1 Batam, petugas navigasi VTS Batam.


Diketahui kru kapal berjumlah 5 (lima) orang, kapal jenis tunda ini diduga tengah melakukan pemasangan Dapra untuk merapat ke Kapal tanker MT Clear Ocean Appolon 11. dikarenakan cuaca buruk, kapal naas ini hilang keseimbangan dan tenggelam, 4 orang kru kapal selamat dan 1 orang belum ditemukan.


”Korban Kecelakaan Kapal Tag Bout yang belum ditemukan 1 orang,” katanya.


Koordinat posisi kapal telah ditemukan di kedalaman sekitar 40 meter, masih di sekitar lokasi kejadian. Karena, arus dan gelombang tinggi, membuat personil tim SAR gabungan kesulitan melakukan pencarian korban.


”Posisi kapal telah diketahui. Berada di kedalaman sekitar 40 meter, tidak jauh dari lokasi kejadian. Pencarian korban kita hentikan sementara, karena hari sudah gelap dan malam. Pencarian korban dilanjutkan hari Kamis” UjarMu’min.** Bersambung(red)


MARITIMRAYA - Batam, Bak pepatah didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat Bifza Cycling Community (BCC) BP Batam kembali melakukan aktifitas bersepeda di luar daerah dengan thema : “Tour d’Bintan 2020, gowes wisata & kuliner”, melaksanakan kegiatan tour ke pulau Bintan Propinsi Kepulauan Riau, dengan jarak tempuh perjalanan 70 km pada Minggu (21/6).


Dengan tetap berpedoman pada protokol Kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini, seperti memakai masker, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan, kegiatan ini berhasil dilakukan.

Sejumlah pejabat dan karyawan BP Batam beserta keluarga memeriahkan acara dengan menempuh jarak 70 km .

Dikarenakan dilakukan di luar daerah, BCC selalu melibatkan komunitas pesepeda lokal sebagai pemandu perjalanan dan sekaligus bersilaturahmi. Dan kali ini BCC melibatkan komunitas pesepeda Capung Tanjung Pinang yang menurunkan 3 pesepeda yang berpengalaman.

Mengusung sub Thema pada kegiatan ini yaitu gowes, wisata dan kuliner, maka tempat pemberhentian untuk kegiatan ini dilakukan di 3 tempat yaitu setelah menempuh 17 kilometer perjalanan BCC singgah di Gurun Pasir Bintan untuk istirahat sejenak, lalu berhenti di kedai durian di jalan Lintas Bar setelah menyelesaikan 33 kilometer perjalanan, dan persinggahan terakhir sekaligus istirahat sholat dan makan siang (ishoma) di halaman Kantor BP Bintan yaitu setelah menyelesaikan 51 kilometer perjalanan, lalu menyelesaikan perjalanan menuju Pelabuhan ferry Sri Bintan Pura sejauh 19 km, sehingga total jarak perjalanan kali ini sejauh 70 kilometer.




Menurut pengurus BCC sekaligus pemrakarsa kegiatan ini, Juhardi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pemanasan karena ada rencana ke depan setelah suasana kondusif dan pandemi covid-19 berakhir, akan melakukan tour ke Minangkabau, dengan thema Tour d’Minangkabau 2.
Kabag Rumah Tangga dan Pemeliharaan Aset BP Batam ini juga menjelaskan secara panjang lebar mengenai keberadaan BCC BP Batam yang sudah berdiri sejak tahun 2004. “Kita upayakan akan melakukan kegiatan ini setiap tahun. Waktunya pastilah menyesuaikan, misalnya pas libur panjang, sehingga teman-teman BP Batam bisa ikut berpartisipasi. Semua Karyawan dan keluarga dipersilahkan ikutan, karena kita itu gowesnya santai, tidak kebut-kebutan. Toh, teman-teman BCC sudah terlatih karena setiap Rabu kita gowes ke kantor”. Demikian jelasnya.




Bifza Cycling Community (BCC) BP Batam termasuk komunitas pesepeda yang aktif di Batam. Sejak berdiri hingga saat ini telah melakukan banyak perjalanan ke luar daerah seperti : Tour Singapore-Johor tahun 2014, Tour Bali tahun 2015, Tour ke Padang tahun 2015, Tour Bangka tahun 2016, Tour Cipayung tahun 2016, Bergabung dengan club Gowes 6 dengan rute Ambarawa ke Borobudur, Tour Bukit Tinggi tahun 2017, Tour ke Rinjani Lombok tahun 2018, Tour Medan tahun 2018.




“Tur d’Bintan ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya kami lakukan. Sebelumnya pada tahun 2018 pernah kami lakukan 2 kali”. Demikian dijelaskan salah satu anggota BCC, Binsar Tambunan yang merupakan Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam. “BCC tidak hanya aktif pada kegiatan bersepeda saja, namun setiap tahun terutama pada bulan Oktober, BCC selalu ikut aktif pada Kegiatan sosial penghijauan, yaitu melakukan penanaman pohon di pinggiran waduk”.




Kegiatan ini dilakukan 1 hari penuh di pulau Bintan. Dimulai dari keberangkatan jam 06:00 wib pagi dari Pelabuhan Telaga Punggur Batam, menyewa speedboat menuju Pelabuhan Tanjung Uban. Bersepeda menuju Kota Tanjung Pinang dengan jarak 70 kilometer. Lalu dengan Ferry di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang menyebrang kembali ke Telaga Punggur Batam.
(Sumber humas BP Batam)

MARITIMRAYA.com Jakarta, Guna meningkatkan keselamatan pelayaran di Alur Laut Kepulauan di Selat Sunda dan Selat Lombok kementerian perhubungan akan menerapkan Bagan pemisahan alur laut atau Traffic Separation Scheme (SCC) dengan siatem pelaporan secara terpadu.

Salah satunya melakukan peningkatan pengawasan di TSS, dimana Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengoptimalkan pengoperasian Vessel Traffic Service (VTS) Merak dan VTS Benoa.

Dilansir dari Berita Trans. com Direktur kenavigasian Hengki Angkasawan mengatakan pentingnya meningkatkan keselamatan pelayaran di selat Sunda dan Lombok??
"Sarana dan prasarana di VTS Merak dan VTS Benoa, termasuk Sumber Daya Manusia, Automatic Identification System (AIS), Radar, dan lain-lain siap untuk melaksanakan pengawasan di seluruh wilayah TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok,” jelas Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dengan telah ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 129 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 130 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Selat Sunda, maka juga diatur mengenai pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi (SUNDAREP dan LOMBOKREP) bagi kapal-kapal yang melintas pada TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok.


Pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi bertujuan agar terdapat manajemen lalu lintas yang efisien dan cepat, demi kepentingan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan laut, sebagaimana didefinisikan dalam konvensi internasional yang relevan.





"Hal tersebut juga sesuai dengan Konvensi SOLAS Chapter V, yang mengatur tentang fungsi dan peran terkait operasional Vessel Traffic Services (VTS) dan Ship Reporting System (SRS), serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2011 tentang Telekomunikasi Pelayaran,” katanya.





Nantinya kapal yang hendak melewati TSS Selat Sunda dan Selat Lombok diminta memberikan informasi sebelumnya tentang ukuran kapal, baik dalam kondisi ballast maupun bermuatan dan apakah membawa kargo berbahaya.





Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi ini bersifat wajib, yaitu bagi semua kapal berbendera Indonesia yang melintas, menyeberangi/memotong bagan pemisah lalu lintas (TSS) melalui daerah kewaspadaan (precaution area).
"Sedangkan bagi semua kapal asing yang memasuki bagan pemisah lalu lintas (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok sangat dianjurkan untuk berpartisipasi dalam Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi,” ujar dia.





Hengki mengatakan, dalam berkomunikasi di Selat Sunda dan Selat Lombok harus dilaksanakan dengan percakapan yang mudah dimengerti dan singkat.





Bagi TSS Selat Sunda melalui Radio VHF pada channel 22 atau 68 dengan nama panggil Merak VTS, sedangkan TSS Selat Lombok melalui Radio VHF pada channel 16 atau 68 dengan nama panggil Benoa VTS, dimana semua kapal yang melewati TSS harus sepenuhnya melaksanakan tugas jaga dengar.





Selain itu, peran VTS sangat vital dalam pelaksanaan Sistem Pelaporan dan Informasi Navigasi, mengingat kapal-kapal akan berkomunikasi dengan VTS, terkait dengan fungsi pelaporan kapal, serta terkait dengan pelayanan INS (Information Navigation Service) dan NAS (Navigational Assistance Service).





"Di mana semua kapal yang berlayar di kedua Selat tersebut direkomendasikan untuk mempergunakan informasi yang disiarkan oleh VTS Merak dan VTS Benoa,” ungkapnya.??
Pihaknya juga telah menyusun Format Pelaporan sesuai Standard Marine Communication Phrases (SMCP) IMO. Pertama format pada saat Kapal melintas di TSS Selat Sunda dan Selat Lombok, dan yang kedua pada saat Kapal memotong/menyeberang di TSS.





Selain itu, format Sistem Pelaporan Kapal disampaikan berdasarkan kode, Identifikasi pesan (jenis laporan) dan laporan pertama. Kode A disampaikan terkait informasi kapal (nama, tanda panggilan, nomor identifikasi IMO dan bendera kapal).
Kode P untuk muatan di atas kapal (kargo berbahaya atau tidak), Kode Q untuk informasi cacat/kerusakan/kekurangan/keterbatasan, dan Kode X untuk informasi lain-lain yang relevan.
"Bila diperlukan VTS operator daapt memintak inpormasi tambahan kepada kapal seperti destination, last port,syarat kapal serta memberikan pelayanan lainnya yang termasuk dalam pelayanan INS dan NAS" tutup Hengki.




(Berita Trans.com)


MARITIMRAYA.com - Jakarta, Kerja sama dan sinergitas antara TNI AD dengan pihak media perlu dipelihara dan ditingkatkan mulai saat ini dan di masa yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus pada saat mengadakan kunjungan media ke TV One, Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Dalam kunjungannya tersebut Kadispenad diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi TV One H. Karni Ilyas beserta beberapa staf redaksi, dan kunjungan ini bertujuan membangun kerja sama serta sinergitas antara TNI AD dengan media massa terutama dalam hal peningkatan publikasi TNI AD di media massa baik melalui media cetak, elektronik maupun media online.

“TNI AD dengan satuannya tergelar di seluruh wilayah Indonesia, selalu mempunyai sisi menarik dalam publikasi media massa dan tidak akan pernah habis diberitakan, ini perlu diketahui oleh masyarakat luas agar semakin bangga memiliki TNI AD yang kuat dan hebat,” ujar Nefra.




Lanjut Kadispenad, “Sebagai salah satu media massa papan atas di tanah air, TV One dipandang mempunyai nilai sangat strategis dalam penyebarluasan informasi pemberitaan menyangkut kegiatan dan profil satuan-satuan di jajaran TNI AD yang perlu diketahui oleh masyarakat luas.




Dalam kesempatan kunjungannya tersebut, Kadispenad juga menyampaikan kebijakan pimpinan Angkatan Darat berkaitan dengan optimalisasi fungsi Penerangan Angkatan Darat dan sudah barang tentu perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam menghadapi era teknologi informasi yang semakin pesat dan terus berkembang.




Diharapkan oleh Nefra, pihak TV One sebagai salah satu mitra media ke depannya dapat membantu meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki oleh personel Satuan Penerangan TNI Angkatan Darat, melalui berbagai kerja sama pelatihan Jurnalistik, diharapkan output pelatihan tersebut berkualitas secara nasional.




Di sisi lain, Karni Ilyas sebagai pimpinan TV One menyambut hangat kedatangan Kadispenad beserta staf, dan dalam suasana yang penuh keakraban tersebut, Karni Ilyas menyampaikan bahwa publikasi yang dilakukan oleh TNI AD banyak kemajuan terutama publikasi tayangan audio visual melalui channel media sosial yang dimiliki oleh TNI AD dan banyak menyedot pemirsa. Dirinya juga senang bilamana TV One ke depan dapat membantu meneruskan publikasi jajaran TNI AD dan peningkatan SDM di bidang Jurnalistik.




Usai saling berdiskusi singkat, Kadispenad beserta staf diajak keliling melihat fasilitas studio yang dimiliki TV One.
(Dispenad A Hidayat)

MARITIMRAYA.com - Pelayaran, Empat Armada KRI dari jenis fregat dan Korvet (Kapal anti kapal selam) berada di perairan Natuna Utara , penempatan kapal TNI tersebut guna meningkatkan keamanan dari kegiatan ilegal kapal asing di kawasan perairan Natuna Utara Indonesia.

Selain itu peningkatan pengamanan di perairan Natuna Utara ini dilakukan pemerintah Republik Indonesia menyingkapi ketegangan antara armada perang China dan Amerika serikat di perairan Natuna Utara beberapa hari lalu.




Hal ini dikatakan  Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Ahmad Heri Purwono, saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjungpinang, Kepri, Jumat (19/6), upaya tersebut untuk menyikapi konflik yang terjadi antara China dan Amerika Serikat di Laut Natuna Utara.




Dikatakanya, sebagai negara yang wilayahnya yang berada di kawasan konflik, tentu pemerintah Indonesia mengambil langkah kongkrit mengamankan wilayah perairan Natuna Utara untuk kedaulatan hukum NKRI.




“Penempatan Armada KRI, dua jenis fregat dan dua jenis korvet disiap siagakan, adapun tugas mereka adalah melakukan penegakan kedaulatan hukum, kapal – kapal asing yang masuk ke wilayah kedaulatan kita,” ujar dia.




Menurutnya, keberadaan kapal perang Republik Indonesia di Laut Natuna utara ini juga mengantisipasi dari dampak konflik di Laut Natuna utara, karena tidak menutup kemungkinan Natuna akan menjadi daerah persembunyian atau pendaratan oleh negara yang saat ini sedang ramai di perairan pulau terluar Indonesia.




“Kita punya hak kedaulatan dan hak berdaulat,kita harus mempertahankan wilayah kita jangan sampai dia ganggu negara asing,” ucapnya.




Lanjutnya menjelaskan, situasi di Laut China Selatan saat ini semakin memanas. Ketegangan meningkat usai militer Amerika Serikat mengerahkan kapal-kapal perang mereka ke wilayah itu.




Kabar terbaru, kata dia, Angkatan Laut dan Udara China memukul mundur USS Barry milik Amerika. Kapal perusak nuklir itu dikejar karena secara sengaja menerobos masuk ke wilayah teritorial China di sekitar perairan Pulau Xisha. Militer China menyebut jika perbuatan Amerika Serikat itu sengaja dilakukan untuk memprovokasi.




Kondisi ini pula tentu dikhawatirkan akan berdampak terhadap aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan tradisional di Natuna, karena takut akan konflik yang terjadi di bagian utara. Namun, Pangkoarmada I tetap meminta nelayan beraktivitas seperti biasa.




“Jangan takut untuk melakukan penangkapan ikan, kami dari TNI AL akan tetap mengawal kapal nelayan Indonesia saat menangkap ikan di laut,” Tutup Pangkoarmada 1, Laksda TNI Ahmad Heri Purwono (Red)

MARITIMRAYA.com - Pelayaran, PT. Elnusa TBK , anak usaha PT. Pertamina (Persero) tengah layarkan Elsa Regenr. Kapal survei seismik terbesar berbendera Indonesia, untuk mendukung kegiatan eksplorasi Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang di wilayah terbuka Indonesia sejak pertengahan November 2019 lalu
Kegiatan eksplorasi ini adalah kerja sama antara satuan Kerja Khusus pelaksana kegiatan hulu minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan PT. Pertamina (Persero) Group dan merupakan yang terbesar di Asia Pasifik & Australia pada kurun waktu terakhir

Elnusa sebagai perusahaan jasa energi mendapatkan kepercayaan penuh SKK Migas & Pertamina untuk mendukung kegiatan ekplorasi ini dan menjadi bagian dalam penemuan cadangan migas raksasa di Wilayah lautan Indonesia.

Hingga saat ini Elnusa hampir menyelesaikan target pekerjaan survei seismik tersebut
Laporan kemajuan pekerjaan ini disampaikan kepada kepala SKK Migas Dwi Sutjipto dan Direktur Hulu Pertamina Darmawan H Samsu dalam virtual Managemen Walk Throught (Virtual MWT) di kapal Elsa Regen, pekan lalu Selasa (26/5/2020).
" Kami berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan, kondisi operasional di perairan maupun pandemi Covid -19 merupakan suatu tantangan besar penyelesaian pekerjaan ini. Perlu berbagai penyesuaian kegiatan operasional untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas data sesuai harapan. Namun, kami optimis kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai target," kata Direktur Utama Elnusa, Elizar P Hasibuan.




Ditengah Pandemi Covid-19, Elnusa menerapkan berbagai protokol pencegahan infeksi. Setiap person on board diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk rapid test, maupun isilasisebelum naik ke Elsa Regenr.




Sementara untuk menghadapi tantangan operasional di perairan, Elnusa bekerja sama dengan berbagai pihak yang dapat mendukung kelancaran kegiatan. Elnusa juga menerapkan prosedur seismik ramah lingkungan yang berlaku secara internasional untuk memastikan kegiatan akuasisi data yang ramah biota laut.
" Kami berharap dukungan survei seismik ini menjadi awal baik untuk penemuan cadangan Migas raksasa di Indonesia dan target produksi minyak nasional satu juta barel per hari dapat tercapai pada tahun 2030," tambah Elizar.
***(Red)

MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Bidang Perencanaan Perhubungan dan Lingkungan Pusat Perencanaan Program Strategis membuka Sayembara Desain Taman Bundaran Plaza Internasional (Bundaran BP Batam) yang dimulai pada 10 s.d. 27 Juni 2020.

Sayembara Desain Taman Bundaran Plaza Internasional (Bundaran BP Batam) ini terbuka untuk Arsitek Perorangan atau Kelompok (maksimal 4 orang).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan arsitektur desain untuk memperindah wajah Kota Batam dan menyediakan prasarana dan sarana fisik, baik dari segi kualitas dan kuantitas yang ramah lingkungan, bersih, indah aman dan nyaman, serta mendukung program pemerintah di Bidang Pariwisata.




BP Batam menyediakan hadiah uang tunai dengan total Rp50 juta bagi tiga pemenang, yakni juara pertama mendapatkan Rp25 juta, juara kedua mendapatkan Rp15 juta, dan juara ketiga mendapatkan Rp10 juta dengan pajak pemenang ditanggung oleh setiap pemenang.




Adapun waktu pelaksanaan kegiatan, yakni untuk pendaftaran dimulai dari tanggal 10 s.d. 27 Juni 2020, untuk penjelasan sayembara dilakukan pada 15 Juni 2020.




Batas akhir pengumpulan desain tanggal 27 Juni 2020 pukul 17.00 WIB dan dapat dikirimkan ke email panitia: sayembarabundaran.bpbatam@gmail.com




Desain yang ikut dilombakan harus merupakan karya asli peserta, dan tidak pernah diikutsertakan pada sayembara lain.




Peserta juga harus mengisi formulir dan membuat Surat Pernyataan Orisinalitas Karya Sayembara Desain Penataan Taman Bundaran Plaza Internasional (Bundaran BP Batam).




Untuk penjurian tahap 1 dilakukan pada 29 Juni 2020, dan penjurian tahap 2 dilakukan pada 8 Juli 2020, serta penetapan pemenang pada 9 Juli 2020.




Hasil dari sayembara ini nantinya dinilai oleh ahli di bidangnya antara lain, Wakil Kepala BP Batam, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Direktur Infrastruktur dan Kawasan, serta juri profesional lainnya.




Sedangkan desain yang menjadi pemenang merupakan hak milik Badan Pengusahaan (BP) Batam dan berhak digunakan untuk keperluan publikasi.




Untuk informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Icut di nomor telepon 0821-3600-5106, atau dapat mengunjungi halaman https://bpbatam.go.id/pages/read/793.




Ayo warga Batam jadilah bagian dari Ikon Kota Batam, dengan mengikuti Sayembara Desain ini! ( Hms - red)






MARITIMRAYA.com - Batam. Guna menekan penyebaran Covid-19, BP Batam melalui Biro Humas, Promosi dan Protokol menyerahkan bantuan masker untuk Masjid B.J. Habibie dan Masjid Agung Batam, pada Senin (8/6/2020) sore.





Penyerahan masker dilakukan oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mewakili Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dan diterima oleh Ketua BKDI BP Batam, Asep Lili Kholilulloh dan Ketua DKM Masjid Agung Batam, Firmansyah.





“Penyerahan bantuan masker ini adalah dalam rangka bersiap menghadapi fase New Normal, sekaligus menjalin silaturahmi dengan para pengurus masjid di Bulan Syawal yang penuh rahmat ini,” ujar Dendi Gustinandar.





Dendi menambahkan, masker-masker tersebut merupakan bantuan yang diberikan kepada BP Batam dari the Belt and Road Research Institute (Shenzhen) for International Cooperation and Development dan Shenzhen Fondation For International Exchange and Cooperation, di mana sebelumnya telah dilaksanakan pembagian 71.000 masker gratis untuk warga Batam pada awal Juni lalu.





“Di masa pandemi, sangat penting bagi jama'ah masjid menggunakan masker, dan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas,” kata Dendi.





Ketua Pengurus Masjid Agung Batam, Firmansyah, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh BP Batam tersebut.





“Kami mengucapkan terima kasih kepada BP Batam yang telah menyerahkan bantuan 2.000 masker kepada kami. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian BP Batam terhadap jemaat Masjid Agung Batam,” kata Firmansyah.





Menurutnya, kegiatan tersebut sangat menunjang program para pengurus Masjid Agung Batam untuk membagikan masker kepada jama'ah yang ingin beribadah.





“Bantuan masker tersebut sangat membantu kami selaku pengurus, karena kebetulan stok masker di Masjid Agung Batam untuk jemaah sudah menipis. Kami harap program yang sudah berlangsung dapat terlaksana dengan baik dan jama'ah tetap dapat melangsungkan ibadah di Masjid Agung Batam,” ungkap Firmansyah.
(Hms -red)







MARITIMRAYA.com –
Pelayaran, Perjuangan panjang Indonesia melalui kementerian Perhubungan melalui
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam meningkatkan keselamatan pelayaran,
melindungi lingkungan maritim, serta memfasilitasi proses transit kapal yang
aman di Selat malaka dan Selat Singapura akhirnya berbuah manis dengan
diterbitkanya Surat Edaran Internasional Maritime Organization (IMO) Nomor
SN.I/Circ.338 Tentang Information Concerning The Availibility of Voluntary
Pilotage Service in The Straits of Mallaca and Singapore.





Direktur Jenderal
Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengungkapkan surat edaran tersebut
dikeluarkan oleh IMO dan diunggah di website resmi IMO pada Kamis (30/4), dimana
isinya memuat tiga negara pantai menginformasikan kepada organisasi
internasional dan masyarakat maritim bahwa layanan pemanduan luar biasa atau
Voluntary Pilotage Service (VPS) telah tersedia di Selat Malaka dan Selat Singapura
sejak tanggal 1 Januari 2019 oleh para pilot yang disertifikasi oleh masing –
masing pihak berwenang dari tiga negara pantai ( Indonesia, Malaysia,
Singapura).





Surat edaran
tersebut juga menyatakan tautan menuju Website resmi ketiga negara pantai yang
berisikan Guideline atau Panduan dalam pelaksanaan layanan pemanduan, dan telah
diadopsi ketiga negara pantai tersebut pada sidangTripartite Tecnical
Expert  Group on The Straits of Malacca
and Singapore (TTEG) ke-41 Tahun 2016 yang lalu.





“Dengan demikian,
bisa dikatakan perjuangan kita untuk melaksanakan pemanduan luar biasa secara
bersama dengan tiga negara pantai di kedua Selat tersebut telah resmi diakui
oleh IMO dan Dunia, “ ujar Dirjen Agus.





Sementara itu,
Direktur Kepelabuhanan Subagiyo mengungkapkan, bahwa pemanduan di Selat Malaka
dan Selat Singapura pertama kali diperkenalkan melaluiDokumen IMO Nomor Res.
A.375(x) tanggal 14 November 1977 tentangNavigation Through the strait malacca
and Singapore, dimanapada Annex V-nya disebutkan bahwa semua Deep Draught
Vessel (DDV) dan Very Large Crude Carrier (VLCC) direkomendasikan mengunakan
Pilot atau jasa pemanduan apabila telah tersedia.





Selanjutnya,
ketentuan dimaksud diperbaharui dengan SN.Circ 198 tanggal 26 Mei 1998 pada Annex
1 ketentuan umum butir 3 yang menyatakanrekomendasi untuk menggunakan layanan
pandu bagi kapal yang memiliki draft dalam dikala melintas di Selat Malaka dan
Singapura.





Lebih lanjut,
pembahasan terkait peningkatan keselamatan pelayarandan perlindungan lingkungan
maritim melalui jasa pemanduan juga muncul pada sidang TTEG ke- 18 di Malaysia
pada tahun 1993, namun demikian, pembahasan khusus menenai agenda pemanduan di
Selat Malaka dan Selat Singapura baru muncul kembali padasidang TTEG ke-41 di
Yogyakarta pada tahun 2016, yang menyepakati Guidelines on Voluntary Pilotage
Services in the straits of Malacca ang Singapore, dimana sebelumnya telah
melalui beberapa kali seri pertemuan oleh ketiga Negara pantai dalam rangka
menyusun pedoman pandu luar biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura yang
merupakan lalulintas kapal terpadat no.2 di Dunia.





“Guidelines
tersebut memuat ketentuan dalam pelaksanaan pemanduan luar biasa secara bersama
di Selat Malaka dan Singapura oleh tiga Negara pantai,”ujar Subagiyo.





Tiga Negara
pantai kemudian sepakat untuk membahas teknis kesiapan penyelenggaraan pandu
dimasing-masing negara dan menyampaikan draft surat edaran IMO yang berisi
pemberlakuan VPS di Selat Malaka dan Singapura kepada sekretariat IMO untuk
mendapatkan masukan dan persetujuan lebih lanjut.





“Sekretariat IMO
kemudian menyampaikan dukungan dan kesediaan untuk memproses lanjut draft
tersebut setelah Tiga Negara pantai melakukan pertemuan informal dengan
sekretariat IMO di Sela –sela Sidang IMO NCSR ke-7 di London pada Januari 2020
lalu sampai akhirnya dikeluarkan secara resmi pada bulan April ini,”tutup
Subagiyo. (Red)







MARITIMRAYA.com - Batam, Peristiwa kapal niaga kandas diperairan batu berenti kecamatan Belakang Padang kota Batam hampir terjadi setiap tahun, tentu hal ini menjadi sorotan negatip bagi dunia pelayaran internasional.





Seperti pada pertengahan bulan mei tepatnya pada Senin (11/5) yang lalu dua unit kapal niaga di hari yang sama yakni, kapal kargo MV. Samudra Sakti 1 berbendera indonesia dan kapal kargo MV Shahraz berbendera Iran kandas menabrak batu karang diperairan batu berenti kepulauan Batam.





Beruntung MV Samudra Sakti1 tidak mengalami kebocoran sehingga saat air pasang kapal dapat bergerak kembali, namun naas bagi kapal asing MV Shahraz yang memuat full ratusan kontainer, terlihat lambung sebelah kanan robek dan kondisi kapal melengkung seperti patah tengah.





MV. Shahraz yang sebelumnya berangkat dari Malaysia tujuan India, hingga kini tengah proses evakuasi kontainer ship to ship (STS) diperairan Batu Berenti , menurut Nara sumber kepada awak media mengatakan muatan kontainer dipindahkan ke kapal kargo lain, proses STS menggunakan crane kapal tongkang dan selanjutnya disusun diatas kapal kargo, " muatan yang sudah memenuhi kapasitas kapal kargo diberangkatkan negara tujuan yakni India" ujarnya.





Sementara kru kapal asing bendera Iran itu sebanyak 26 orang mereka semua berkebangsaan Pakistan sekarang berada di Rudenim imigrasi Kab Tanjung Balai Karimun" Sebutnya





Evakuasi Kapal asing Charaz yang kandas diperairan pulau berenti kecamatan Belakang Padang kota Batam terkesan tidak transparan, lambat serta memakan biaya tinggi, aneh bin ajaib perairan batu berenti secara geograpis masuk wilayah kerja Batam, namun sekarang berada di wilayah kerja Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kabuapten Tanjung Balai Karimun, yang mana sebelumnya berada wilayah kerja KSOP kelas III pulau sambu Batam.





Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan kelas 1 Tanjung Balai Karimun Capt. Barlet S, selaku regulator yang berwenang menangani keamanan dan keselamatan pelayaran saat dihubungi awak media tidak menggubris pada Jumat (29/5) dan kirim pesan via whatsapp tidak mau membalas.





Perairan batu berenti merupakan jalur lalu lintas kapal terpadat NO : 2 di dunia dan ditetapkan sebagai kawasan pandu luar biasa, kawasan yang rawan kecelakaan ini mendapat perhatian khususnya dari pemerintah Jepang akan keselamatan pelayaran kapal negara matahari terbit, sehingga pihaknya menghibahkan peralatan canggih Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di Batam dan di pulau takong hiu kecil sekitar tahun 2013





Ditengarai proses evakuasi STS memakan biaya sekitar Rp 50 M, namun hingga kini instansi berwenang belum memberi keterangan terkait perusahaan keagenan kapal dan perusahaan bongkar muat kapal serta perusahaan kerja bawah air (salvage) yang mengerjakan evakuasi kapal asing tersebut.**Tim
"










Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.