2020

1 Tewas 11 Delegasi 19 Pelatihan 2 Kapal Malaysia 2 Pelaku 2019 - 2024 2024 Penumpang 24 Pelatihan 30 Hari 3000 Penyelam 4 Awak Kapal 4 Korban Selamat 4 Tahun Kepemimpinan 4 Tersangka 6 Tersangka 74 TH 78% Pembangunan ABK ABK WNI Ahli Gizi Masyarakat AIS Alkes ALKI Aman Nusa II Anambas Anggaran Angkasa APBN 2020 Arahan Menhub Area Publik Badara Bahan Makanan Bakamla Batam Bakamla RI Bali Bandar Bandar Abadi Shipyard Bandara Hang Nadim Batam Bantuan Dana Bapelitbangda Bapemperda Batam Batu Ampar Bawang Putih Bea Cukai Batam Bea Cukai Sibolga Benih Lobster Berita Batam Bersih-bersih Bilateral Meeting Bintan Bintan Pesisir Birokrasi BP Batam BPBatam BPJS Ketenagakerjaan BPPRD Batam BPS Batam BPSK Batam Buah dan Sayur Budaya BUP BP Batam BUTIK BP Batam Cairan Tangan Cars City Covid-19 Covid-19 Batam DAM Tembesi Delegasi Singapura Dermaga Layang Dinkes Kepri Direktur Hukum Direktur Kenavigasian Direktur Keuangan Dishub Batam Disinfektan Ditpolairud Polda Kepri DJBC DPRD RI Edy Putra Ekonomi Ekspor dan Import Barang Ekspor Ikan Ekspor Kepri Ekspor Naik Fashion Fasilitas Umum Fish Mart Foods Forum Diskusi Forum Satu Data Frontliners Gaji Bulanan Galang Galeri Gallery Gelar Rapat GMNC IX Graphic Design GWR Hang nadim Hang Nadim Batam Hapus Denda Hari Jadi Ke 20 Harris Resort Waterffront Batam Headline Helikopter SAR Himbauan Himbauan Covid-19 Hukum HUT RI IAID 2019 Idul Adha 1440H Idul Fitri IFC Singapore IHK Ikan Ikan Sidat Ilegal Fishing Impor Import APD dan Alkes Indeks Trading Across Borders Indonesia Industri Inflasi Internasional Investasi IPB IPPOB Jaga Jarak Jajaran Kemenhub Januari-Maret Jaring Apung Jatuh Kelaut Jepang Jilid II JKDM Joko Widodo Juni 2019 Kadin Kadis Budpar Kadisperindag Kepri Kampung Tua Kapal Bubu Tangkap Kepiting Kapal Fiber Kapal Rusia Kapal Tenggelam Kapolresta Barelang Kapolri Karimun Karya Anak Bangsa Kawasan Pusat Bisnis Batam Kebakaran Kebutuhan Pangan Kegiatan Keagamaan Kejuaraan Taekwondo Keluar Rumah Kemaritiman Kemenko Marves Kementrian Agama Batam Kemnhub RI Kenaikkan Kepala BKIPM Kepri Kepulauan riau Kerjasama Kesultanan Tidore Ketua Asosiasi HRD Manager Hotel Batam Ketua Gugus Tugas Khusus Penyakit Menular Kijing Kirana angkasa KJRI Johor Bahru KKP KKP Kelas 1 Batam KM Kelud KM Lintas Laut 3 KM. Satoni KMP Sembilang KMS KN Tanjung Datu 301 Kolam Renang Kominfo Komisi III DPRD RI Konjen Singapura-Batam Kosong Kota Batam KPBPB Batam KPK KRI Kakap - 881 KSB KSOP Batam KSOP Kelas I Dumai Kunjungan Kehormatan Kunker Lapas Batam Larangan Ekspor Limbah Plastik Lingga Lockdown Logistik Luhut Binsar Pandjaitan Mahasiswa Mako Lantamal VI Malaysia Mamin Man Over Boat Manado Marina Line Maritim raya Masa Covid-19 Masa Pandemi Covid-19 Masker Media Batam Meninggal Dunia Menkeu RI Menko Maritim Menko Maritim RI Menko Marves Menko PMK Menlu Menperin Mentarau Menteri Agama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Menteri Susi Migas Mikol Motion Design Movies Music MV. Nika Nagoya Narkoba Nasional Nelayan Nelayan Bintan Net1 No.23 Tahun 2020 Non Migas Nongsa ODP Oknum Oknum PNS Operasi Aman Nusa II Operasi Terpusat ORI Kepri OTT Pademi Corona Pangkalan udara Panglima TNI Paripurna DPRD Batam Pasar Tutu PAT Patroli PBB-P2 PDP Pejabat dan Staff Pelabuhan Pelabuhan Batam Pelabuhan Batam Centre Pelabuhan Maumere Pelabuhan Tanjung Buton Pelabuhan Tanjung Pinggir Pelajar Pelatihan Pelatihan Kerja Pelayaran Pembahasan Road Map Pembersih Tangan Pemerintahan Batam Pemindai Suhu Tubuh Pemkab Lingga Pemko Batam Pemuda Pemulangan Penanganan Penanganan Covid-19 Penanganan Persebaran Covid-19 Pencarian Korban Pencemaran Pengamanan Pengukur Suhu Tubuh Pengunjung Kurang Pengurangan Jam Kerja Pengusaha Batam Penyeludupan Penyesuaian Jadwal People Perairan Bintan Perairan Nongsa Perairan Selat Malaka Percepat Layanan Import Peresmian Perhotelan Batam Perikanan Perjalanan Dinas Permendag RI Pers Gathering Perusahaan Phone Plt Gubernur Plt Gubernur Kepri PM No.7 2019 PMI PNS Pokja IV Polda Kepri Politeknik politik Polres Karimun Polresta Barelang Polsek Belakang Padang Polsek KKP Batam Pos Perbatasan Presiden Print Design Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan Promo Harrisku PSDKP PT. Angkasa Pura II Pulau Kanaan Pulau Terdepan Pulau Terong Puluhan WNI Qurban Ragam Ramadhan Ranperda Kampung Tua Rapat Finansial Rapat Sosialisasi Rapat Tingkat Menteri RAPBN Regulasi Rekor Dunia RI 1 Rice Cooker Rp 14 Miliar Rp 9.8 Miliar RS Khusus Virus RS Virus RTM Ruli Simpang DAM Sabu Sabu 2.3 Gram SAR Gabungan SAR Tanjungpinang SAR TPI Satgas PKE Satreskrim Satwas PSDKP Sayur Mayur SB Tenggiri IV Scrap Impor SDM SDM Unggul Indonesia Maju Sekolah Sekolah vokasi batam Sekupang Semakin Meningkat Semprot Disinfektan Server Short Singapura Sistem Manajemen Keselamatan Kapal SMAN 1 Batam Sosial Distancing Speed Boat Speedboat Sport Sports Sterilisasi Bakteri sumut Surakarta Surat Edaran Surat Kapolri Taekwondo Taekwondo Indonesia Tanjung Balai Karimun Tanjung uban Tanjung Uncang Tanjungpinang Tanki Meledak Tax Amnesty Technology Teluk Mata Ikan Telur Penyu Test Thermal Scanner Tiban Tidore Tiga Pokja Tiket Turun Tim Pengarah Gugus Tugas Tim Teknis Title Toko Obat TPI Online Travel TTS Tuan Rumah Tumpang Tindih Kewenangan Turun Udang UKM Taekwondo UNS United States Coast Guard Universitas Sebelas Maret Update US 350 USCG UTC6 Video Video Conerence Virus Corona Vitamin C Wabah Covid-19 Wajib Masker Wali Kota Batam Warga Nato Warga Ruli Muka Kuning WASI WBK Web Design WNI Workshop Zona Integritas

maritimraya.com - Batam, Sepanjang tahun 2020 Direktorat Infrastruktur Kawasan Badan Pengusahaan Batam telah melakukan sebanyak 21 paket pengelolaan dan penyelenggaraan, serta pengendalian mutu infrastruktur kawasan, di antaranya pekerjaan perbaikan jalan dan drainase.

Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, dalam keterangannya, yang disampaikan oleh PPK Pengelolaan dan Penyelenggaraan serta Pengendalian Mutu Infrastruktur Kawasan, Boy Zasmita, mengatakan, kegiatan yang bersumber dari PNBP TA 2020 dengan total nilai kontrak sejumlah Rp125.734.651.952,- yang terbagi dalam beberapa proyek perbaikan jalan dan drainase.

“Sejumlah proyek perbaikan jalan telah rampung 100%, di antaranya perbaikan Jalan Yos Sudarso, pembangunan jalan di Kaveling Sambau Nongsa, pembangunan jalur ke-2 Jalan Kawasan Industri Batam Centre, pembangunan Jalan Kolektor & Jembatan Kawasan Industri Sekupang, serta peningkatan kualitas jalan di sejumlah kawasan industri Kota Batam,” kata Boy Zasmita.

Boy, menambahkan, dana ini juga digunakan untuk pengadaan aspal swakelola, pengadaan dan pemeliharaan sarana dan peralatan kerja pemeliharaan jalan, Jembatan dan Transportasi Masal, dan Kajian Struktur serta sarana penunjang Jembatan Tuanku Tambusai Barelang.

Selanjutnya beberapa proyek yang juga telah rampung antara lain, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Wasco Engineering Indonesia, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Rotary Engineering Indonesia, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Dock Lautan Lestari, dan Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan Menuju PT Caterpillar Indonesia.

“Dalam pengelolaan ini ada pula proyek multiyears yang masih akan berlanjut hingga tahun depan, di antaranya pembangunan dan supervisi jalur ke-2 Jalan Hang Kesturi, pembangunan dan supervisi Jalan dan Lengan Simpang Batu Ampar, dan pembangunan Jalan Kolektor Bundaran Madani sampai dengan Bengkong Sadai,” kata Boy Zasmita.

Boy mengungkapkan, dari sisi pengelolaan drainase semua telah rampung 100%, yaitu proyek Pembangunan Bangunan Pelintas Kaveling Mandiri, dan Pembangunan Bangunan Pelintas Graha Nusa Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu, mengatakan, dengan adanya sistem drainase dan insfrastruktur yang baik dapat membuat Kota Batam semakin mempermudah akses sehingga mendongkrak perekonomian kota untuk mewujudkan menjadi bandar dunia madani. * ( Hms CC )

maritimraya.com - Batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, melaksanakan peletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid di Kawasan Bandara Hang Nadim Batam, pada Rabu 23 Desember 2020.

Peletakkan batu pertama ini didampingi Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, serta jajaran Forkopimda Kota Batam. 

Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, dalam laporannya menyampaikan, Masjid Bandara Hang Nadim Batam ini memiliki konsep arsitektur berbentuk Tanjak Melayu, dengan luas lahan 15.797 meter persegi, lantai 1 luas bangunan 2.094 meter persegi, lantai 2 (mezzanine) luas bangunan 468 meter persegi.

Tinggi bangunan masjid mencapai 39,5 meter, tinggi menara masjid 45 meter, kapasitas jamaah pria pada lantai 1 dapat menampung sebanyak 900 jamaah, dan kapasitas jamaah wanita pada lantai 2 dapat menampung sebanyak 350 jamaah. 

Struktur pondasi tiang pancang beton, dan tipe struktur bangunan kombinasi struktur beton bertulang dan baja, material arsitektur tanjak aluminium composite panel (ACP).

Biaya pembangunan masjid mencapai Rp39.937.665.520,- dengan sumber pembiayaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Kontraktor pemenang PT Nenci Citra Pratama, Konsultan Perencana Ir. Y. Seno Prakoso, MT dan Konsultan Supervisi PT. Narga Saraba Bhumi. 

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, masjid ini sudah dirancang lebih kurang satu tahun yang lalu antara BP Batam, MUI Kota Batam, dan seluruh tokoh masyarakat Islam di kota Batam. 

“Sesuai kesepakatan bersama, desain gambar bangunan, yaitu Tanjak Melayu. Semua sudah sepakat untuk kita bangun. Adapun waktu pembangunan lebih kurang enam belas bulan kemungkinan akan selesai pada tahun 2022,” ujar Muhammad Rudi.

Ia menambahkan, pembangunan masjid ini untuk memudahkan para penumpang dan pengguna jasa Bandara, sehingga para penumpang yang ingin berangkat melalui Bandara Hang Nadim apabila masuk waktu solat fardu mereka bisa melaksanakan ibadah di masjid ini. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, Usman Ahmad, menyampaikan apresiasi pembangunan masjid ini, karena lokasi ini adalah sebagai tempat lalu lintas para turis dan penumpang dari berbagai daerah. 

“Dengan keberadaan masjid ini sangat menunjang untuk beribadah. Ini adalah sebagai wujud nyata bahwa mereka di mana pun berada harus menegakkan agama dengan mengerjakan sholat. Ini sangat positif dan kami sangat mendukung semuanya,” kata Usman Ahmad.

Konsep massa bangunan terinspirasi dari bentuk Tanjak Melayu karena tanjak memiliki lambang kewibawaan dan identitas di kalangan masyarakat Melayu. Selain menjadi ikon baru Kota Batam, juga diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan. * ( Hms - CC)

 

maritimraya.com -  Batam, Pencuri Panen  Hanya satu malam  berhasil menggasak Tiga Unit Kendaraan bermotor roda dua milik warga di Perumahan KSB tiban mentarau kelurahan Patam Lestari kecamatan Sekupang Batam pada Senin malam (21/12).

Peristiwa pencurian  di perum tersebut  meresahkan warga karena aksi pencurian sering terjadi pada malam hari, seperti yang dialami Jepri dan Hutagaol tetangga berhadapan rumah 2 unit motor raib diteras depan rumah .

Jepri (45) saat dihubungi awak media  membenarkan 1 unit motor merek Honda beat BP. 3487 TO warna silver biru miliknya raib dicuri.

"Saya tahu kehilangan motor, saat keluar rumah usai sholat subuh sekitar jam 5 pagi motor diteras depan rumah sudah raib" Ujarnya.

Diterangkanya lagi, tetangganya melihat motor tersebut didorong satu orang, sekira jam 03 pagi, tapi dia tidak menyangka kalau itu pencuri, "Tetangga sebelah rumah saya (misli) melihat motor di dorong, tapi dikiranya yang mendorong motor anak saya"

Selanjutnya Jepri mengatakan bukan hanya motornya saja yang hilang tapi 3 motor raib, yakni tetangga depan rumah dan tetangga seberang jalan Blok E,

"Ada 3 motor yang digasak maling motor tetangga depan rumah dan tetangga seberang jalan jadi Total ada 3 unit motor digasak pencuri masing-masing 2 unit merek Honda beat dan 1 unit Honda Supra" Jelasnya.

Akibat kejadian pencurian tersebut ditaksir total kerugian mencapai belasan juta rupiah

Secara terpisah  satu lagi korban pencurian Boru Hutagaol saat dihubungi awak media membenarkan telah kehilangan motor dengan nomor plat BP.3616 DK, " iya motor saya dengan pak Jepri hilang" Ujarnya.

Diterangkanya pengurus RT dan security bergegas pergi melapor ke Polsek Sekupang Batam terkait warganya yang kehilangan motor, namun tidak bisa diproses oleh petugas  karena tidak ada surat kuasa dari korban.

"Tadi sekretaris RT dan security telah melapor kehilangan ke Polsek tapi tidak bisa diproses karena tidak ada surat kuasa, jadi rencana besok  suami saya yang akan melapor ke Polsek Sekupang" Katanya.

* Am




maritimraya.com - Batam,  Dewan  Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( DPD KNTI ) Kota Batam akan menggelar  acara penyuluhan dan  pelatihan keselamatan nelayan  pada Minggu (20/12) di Gedung  Auditorium Institut Teknologi Batam (ITEBA) Batam.

Selain itu DPD KNTI kota Batam akan membagikan 50 baju pelampung ( Life Jaket ) dan tabung pemadam api kepada nelayan yang hadir dan belum mendapat bantuan.

Ketua DPD KNTI Kota Batam  Amrah Fahnani kepada awak media mengatakan kegiatan ini kembali terlaksana atas dukungan dan bantuan Anggota Komisi VII Dapil Kepri, DR. Asman Abnur dan kami bagikan kepada nelayan tradisional,



 " Kami mengucapakan terimakasih kepada Bapak Asman Abnur yang telah membantu  nelayan mulai dari bantuan Sembako,  mesin ketinting Konversi BBM ke BBG, lampu bertenaga Surya untuk Nelayan Keramba, dan puluhan baju pelampung  serta tabung pemadam api untuk Nelayan tentunya kami mengundang beliau sebagai tamu kehormatan " Ungkapnya.

Secara terpisah ketua panitia Zulhendri kepada awak media menyampaikan acara ini selain mengedukasi keselamatan nelayan saat melaut, juga memberi penyuluhan hukum tentang area tangkap nelayan dan area alur pelayaran serta batas perairan internasional.

" 3 orang Nara sumber  kami undang sebagai pembicara  yakni, Pejabat Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, Dinas Perikanan Kota Batam dan Pakar hukum kemaritiman Kota Batam " Ujarnya.

Guna memutus rantai  Covid 19 pihak panitia telah mempersiapkan beberapa petugas dan memastikan penerapan protokol kesehatan dengan tetap melakukan pengecekan suhu badan, mencuci tangan, dan menjaga jarak semua yang hadir, " mohon Doanya agar acara kami besok berjalan sukses " Tutupnya.

*Am

maritimraya.com - Batam, Insiden tenggelam kapal  keruk King Richard X berbendera indonesia di area angker (Parkir) perairan Batu Ampar Batam pada Minggu malam (13/12 ) menambah daftar kapal yang hanyut di dasar laut  di area labuh.

Sebelumnya sekitar enam bulan lalu, tepatnya (24/6) kapal tagbout Multi Sahabat 8 tenggelam di perairan Batu Ampar hingga kini bangkai kapal tersebut belum berhasil ditemukan.

Pihak Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam sebagai penyelenggara pelabuhan menggelar konfrence pers pada Kamis (17/12) di halaman depan kantor KSOP, dan dihadiri pemilik kapal King Richard X, Hendrik, Agus, Agen Pelayaran, Osman Hasyim, guna menyampaikan  kronologis tenggelamnya kapal  berbobot GT.8779.

Kepala KSOP khusus Batam Drs. Herwanto, MM  kepada sejumlah awak media  mengatakan kapal King Richard X  tenggelam sedang angker dari tanggal 9 Maret 2018.

"  kapal angker  dari tanggal 9 Maret 2018 hingga terjadi insiden tenggelam tanggal 13 Desember 2020  tentu akan kita lakukan penyelidikan"

 Diketahui Kapal mengalami kebocoran dibahagian tangki minyak Minggu sore (13/12) oleh empat orang kru kapal, Selanjutnya kru kapal menghubungi pemilik kapal dan  berupaya mengatasi kebocoran kapal namun  pukul 23. 30 kapal mulai tenggelam " 4 orang kru dievakuasi KRI Belado dan dibawa KNP 376 untuk dimintai keterangan" ujar Herwanto didampingi jajaranya.

PT. Global Marine sebuah perusahaan Salvage (Perusahaan Bawah Air) melakukan pencaharian posisi kapal dan melihat  kebocoran kapal, " Dari pemeriksaan Salvage masih ditemukan kebocoran tangki kapal dan dilakukan penambalan"

Dikatakanya Tim Reaksi Cepat Dirjen Hubla (KSOP dan PLP Tanjung Uban) dibantu KRI  AL melakukan langkah keselamatan pelayaran dan antisipasi  penyebaran limbah dengan menggelar oil bom,membawa drum plastik kosong penampung limbah, serta pemasangan bouy penanda, 

" dengan mengerahkan kapal KNP Trisula, Jombio,Sarotama, Kalimasada melakukan  Evakuasi, keamanan dan keselamatan pelayaran " Terangnya.

Hendrik selaku perwakilan pemilik kapal King Richard X mengatakan mengetahui  terjadi kebocoran kapal dari inpormasi  kru kapal, " mendengar terjadi kebocoran kapal, Kami  menghubungi pihak agen pelayaran dan instansi terkait"   katanya.

 Dikatakanya kapal keruk  merupakan kapal bekas  (Hyundai) Korea  yang rencana mau beroperasi, namun di parkir untuk menunggu jadwal  kapal naik dok di Galangan." Rencana kapal akan di Dok dan dimodifikasi" Sebutnya.

Secara terpisah salah satu Nelayan Tradisional Aleng mengatakan tumpahan  limbah minyak telah mencemari  UNJA (Terumbu karang buatan) yang dibuat secara berkelompok   bantuan dana pemko Batam, " UNJA dibuat mulai puluhan tahun lalu dan sudah jadi batu karang, akibat tumpahan minyak ada sekitar delapan titik UNJA jadi rusak dan tercemar.

Selain itu lokasi terumbu karang buatan tersebut merupakan wilayah tempat ikan bermain dan beranak pinak seperti, ikan Kerapu, Karang, Selar, Selikur, Tamban, " limbah minyak  menempel di unja tentu ikan  pergi menjauh, nelayan merugi" Keluhnya.

 


maritimraya.com - Batam, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahan (BP) Batam menggelar rapat Koordinasi Keamanan dan Persiapan Angkutan Natal tahun 2020 dan Tahun Baru (Nataru) 2021 untuk mengantisipasi lonjakan angkutan penumpang, pada Jumat (18/12/2020) di Ruang Rapat BUP BP Batam.

Rapat kordinasi dihadiri oleh Perwakilan Polresta Barelang, Perwakilan Lanal Batam, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Kantor Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, Ditpam BP Batam dan beberapa unsur lainnya.

General Manager Pelabuhan Penumpang BP Batam, Ferry Wise Manullang, saat memimpin rapar koordinasi, menyampaikan, menghadapi lonjakan penumpang pada Natal dan tahun baru, pelabuhan penumpang sudah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung lonjakan penumpang yang nantinya akan menyangkut kenyamanan penumpang.

“Kita sudah mempersiapkan tiga pelabuhan domestik, yaitu Telaga Punggur, Sekupang dan Pelni ( Batu Ampar ) Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, yaitu Kepolisian, TNI Angkatan Laut, KKP, KSOP, Balai Karantina, dan lainnya. Dari hasil rapat tadi semua instansi terkait sudah siap mendukung, Dan semoga  berjalan dengan lancar,” kata Ferry Wise.

Persiapan ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Perhubungan bahwa kegiatan Natal dan tahun baru dimulai dari H-7 sampai H+7, yaitu pada tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021.

Ferry mengimbau kepada instansi terkait dan penumpang untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19. “Karena kita masih dalam masa pendemi, kita berkordinasi dengan instansi terkait untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Dan kepada para penumpang yang hendak berpergian untuk tetap mematuhi perotokol Kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” ujar Ferry Wise. (Hms - CC)

maritimraya.com - Batam, Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam menggelar rapat koordinasi mengantisipasi lonjakan arus penumpang dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2021, pada Selasa (15/12/2020) di Ruang Rapat Bandara Hang Nadim, Batam.

Rapat kordinasi dihadiri oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Agustono, Plt. Direktur BUBU dan TIK BP Batam, Dendi Gustinandar beserta jajaran, Kapolsek Kawasan Khusus Bandara Hang Nadim Batam, Perwakilan Lanud TNI AU Hang Nadim, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Hang Nadim, perwakilan maskapai, Avsec Hang Nadim, AirNav, dan beberapa unsur lainnya.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Agustono, mengatakan, Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah salah satu perayaan yang setiap tahunnya menjadi perhatian Kementerian Perhubungan, terkait angkutan udara yang harus ditingkatkan kewaspadaan, pengamanan, dan pelayanannya. 

“Untuk perayaan Nataru, biasanya penumpang sudah mulai melakukan perjalanan dari tanggal 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Namun diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi sekitar tanggal 23-24 Desember 2020 dan arus balik pada tanggal 3-4 Januari 2021,” ujarnya.

Agustono melanjutkan, terdapat 50 bandar udara untuk mengawasi angkutan udara Nataru di seluruh Indonesia, termasuk Batam, dan diperlukan operasional posko terpadu angkutan udara menyambut perayaan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Bandara Udara Internasional Hang Nadim Batam juga telah diinstruksikan oleh Dirjen Perhubungan Udara agar membangun posko yang diisi berbagai pemangku kepentingan dalam pengoperasian Bandar Udara untuk mengawasi lonjakan penumpang,” kata Agustono.

Agustono juga menjelaskan bahwa tidak ada penambahan atau perubahan dokumen kesehatan yang harus disiapkan oleh penumpang. 

Namun, ia mengimbau, agar masyarakat terus memperhatikan dengan saksama protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, sekaligus melindungi tugas dan fungsi para tenaga kesehatan yang bertugas.

“Kuncinya ada di penumpang. Jika para pengguna jasa transportasi udara abai terhadap protokol kesehatan, itu juga akan berimbas kepada para pengelola jasa transportasi udara. Sayangi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita,” harap Agustono

Plt. Direktur BUBU dan TIK BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan fasilitas yang memadai, sebagai langkah preventif untuk menekan penyebaran Covid-19 bagi penumpang. Di antaranya adalah penyiapan beberapa titik posko pengamanan dan penambahan anggota KKP di Bandara Hang Nadim. 

“Konsentrasinya adalah proyeksi dan antisipasi atas lonjakan penumpang yang akan terjadi dalam waktu dekat. BP Batam telah menentukan 2 titik posko, yaitu di terminal keberangkatan dan di dalam terminal itu sendiri. Kemudian dari KKP juga sudah menyiapkan 7 anggota tambahan untuk memudahkan perjalanan calon penumpang,” jelas Dendi.

Ia melanjutkan, hal tersebut sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, untuk terus menggiatkan protokol kesehatan di lingkungan kerja BP Batam. 

“Beberapa instansi juga sudah bersedia untuk membantu kelancaran proses arus mudik dan arus balik penumpang, di antaranya Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim, Lanud TNI AU Hang Nadim Batam, dan pihak maskapai penerbangan,” ujar Dendi.

Dendi berharap, para calon penumpang dapat mematuhi peraturan dan protokol kesehatan yang berlaku. 

Dendi juga mengimbau para calon penumpang pesawat agar datang lebih awal ke bandara untuk mengurangi kemungkinan antrean panjang yang akan terjadi di terminal keberangkatan. (Hms - rd)

 

maritimraya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan kerja Komisi VI DPR RI dalam rangka masa reses Persidangan II Tahun Sidang 2020-2021, Senin (14/12/2020), di Balairung Sari BP Batam, Batam Centre.


Kedatangan para Anggota Komisi VI DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI sekaligus Pimpinan Fraksi PDIP, Aria Bima Wikantyasa, disambut langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, bersama Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, dan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad.

Selain dengan BP Batam, kunjungan kerja Komisi VI DPR RI, juga melakukan rapat kerja bersama dengan Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, PT Pelabuhan Indonesia I, PT Persero, Perusahaan Umum Bulog, dan Perusahaan Gas Negara. 

Aria Bima Wikantyasa dalam kesempatan tersebut, mengatakan, pentingnya perbaikan dan peningkatan seluruh infrastruktur pendukung investasi yang berkaitan dengan lahan, gas, listrik, pelabuhan, hingga bandara guna mengejar ketertinggalan Batam.

Dikatakannya, sebagai daerah yang paling mudah untuk mengembangkan investasi di Indonesia, Batam menjadi titik tumpu utama dalam pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor industri. 

“Untuk itu, semua infrastruktur harus baik, jangan sampai pandemi Covid-19 membuat kita lengah,” kata Aria Bima.

Ia menyarankan agar BP Batam merangkul Singapura yang berstatus sebagai investor terbesar, sebagai mitra strategis investasi, sehingga pola industri dan reputasi Batam yang baik dapat terus terbangun.

Pada kesempatan itu pula, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, BP Batam akan menindaklanjuti saran-saran yang telah diberikan oleh Komisi VI kepada BP Batam dalam waktu dekat. 

"Ada regulasi yang harus kita selesaikan, meskipun telah berjalan. Bila regulasi tersebut bisa diselesaikan dalam waktu dekat, maka perubahan-perubahan yang disarankan oleh rekan-rekan Komisi VI DPR RI bisa kita laksanakan," kata Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga mengatakan, pihaknya berharap Pemerintah Pusat dapat mendistribusikan vaksin Covid-19 ke daerah-daerah, termasuk ke Batam, guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi di Batam. 

Dalam kunjungan kerja Komisi VI ke BP Batam tersebut, Kementerian/Lembaga yang menjadi mitra Komisi VI DPR RI, juga memaparkan sejumlah perkembangan kinerja sepanjang tahun 2020 dan juga rencana kerja Tahun 2021. (Hms - Rd)

maritimraya.com - Batam,  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)  Institut Teknologi Batam (ITEBA) menggelar acara penyerahan sekaligus workshop pelatihan penggunaan alat penerangan  keramba tancap tenaga Surya kepada 20 nelayan penerima manfaat pada Sabtu (12/12) di Gedung Auditorium  ITEBA Batam.

Pelatihan penggunaan Alat penerangan keramba tancap bertenaga Surya merupakan produksi ITEBA ini dilakukan untuk mengedukasi nelayan penerima manfaat cara penggunaan  alat penerangan energi terbarukan bertenaga Surya  yang dibiayai oleh Direktorat  Riset dan oengabdian masyarakat  Deputi Bidang Penguatan Riset dan pengembangan Kemenristek & Brin.

Hadir dalam acara tersebut antaranya, Anggota Komisi VII DPR RI dari Kepri DR. Asman Abnur, Rektor ITEBA,  Dr Ing Moch  Sukrisno Mardiyanto, Ketua Pengabdi/wakil Rektor Dipl Ing Heri Sunarsono, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI ) DPD Kota Batam, Amrah Fahnani SH, Ketua Koperasi Karya Nelaya Prima (KNP)  Armen Mustika S.kom, Direktur Riset pengabdian masyarakat  Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan yang diwakili Leli Nurlaili ( yang mengikuti secara daring).

Tim ketua Pengabdi  Heri Sunarsono  dalam sambutanya mengatakan kegiatan produksi teknologi energi terbarukan yang Didiminasikan kepada masyarakat nelayan ini telah melalui observasi dan azas pemanfaatan bagi Kelong keramba tancap perairan Batam.

Heri menyampaikan  visi misi keilmuan ITEBA salah satunya fokus terhadap teknologi kemaritiman yang mampu menciptakan produk unggulan sehingga meningkatkan pendapatan ikan  dan keselamatan nelayan.
" Produk perdana ITEBA  Dengan mitra kerja KNTI Kota Batam dan Koperasi KNP memproduksi sebanyak 11 modul set energi terbarukan"

Rektor ITEBA  Dr Ing Moch  Sukrisno Mardiyanto menyampaikan ITEBA sebagai Institut pendidikan bidang teknologi selayaknya  dapat menyampaikan dan mendidiseminasikan  hasil riset yang sangat bermanfaat bagi nelayan.

Kita telah  mendengar bersama Testimoni dari para nelayan yang mendapat bantuan alat penerangan bertenaga Surya untuk keramba tancap sangat bermanfaat  bagi peningkatan pendapatan dan keselamatan lingkungan, " Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemenristek Brin dan Anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur yang telah mendorong kami melaksanakan kegiatan ini, mudah- mudahan diikuti kegiatan lain yang tentunya bermanfaat" Sebutnya.

Anggota Komisi VII DPR RI daerah pemilihan Kepri DR. Asman Abnur dalam sambutanya mengatakan sangat mendukung kegiatan ini, hal ini dikarenakan Kepri merupakan kawasan perairan dengan 6% daratan dan 94% lautan.

Selain itu, nelayan Kepri pada musim gelombang tinggi berjibaku mengarungi lautan  untuk membeli BBM kedaratan.  "Produk teknologi terbarukan ini sangat bermanfaat sekali buat kita di Kepri, dan untuk itu saya akan terus mendorong agar program ini rutin dan meningkat terus" Ujar Mantan MenPAN RB.

" Mudah - mudahan didengar Kemeristek sekaligus tantangan buat ITEBA untuk membuat inovasi, mengukir prestasi dan pengembangan ilmunya ditantang disini" Imbuhnya

Acara workshop yang tetap mengikuti protokol kesehatan tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada mitra kerja dan nelayan penerima manfaat.
* Am

maririmraya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, menerima kunjungan delegasi Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, pada Kamis (10/12/2020), di Marketing Center BP Batam, Batam Centre, Batam. 

Kunjungan Deputi Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, Pavel Sorokin, bersama Kepala Divisi Ekspor Perwakilan Perdagangan Rusia, Ilya Shirmanov, diterima langsung oleh Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, didampingi Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, Kepala Sub Direktorat Pelayanan Penanaman Modal BP Batam, Wildan Arief, General Manager Pelabuhan Barang BP Batam, Kurnia Budi, dan Kepala Bagian Promosi BP Batam, Ariastuty Sirait.

Deputi Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, Pavel Sorokin, mengatakan, pihaknya telah membidik Batam sebagai salah satu wilayah tujuan investasi dengan mengedepankan teknologi sains, seperti aeronavigasi hingga perkapalan.

Menurutnya, dengan letak kawasan yang strategis dan kegiatan perdagangan yang baik, Batam dinilai sebagai lokasi yang tepat untuk melangsungkan bisnis.

“Kami memilih Batam atas kesadaran bahwa Batam merupakan salah satu dari pusat bisnis di Indonesia. Daerahnya sangat menarik dengan regulasi-regulasi yang tepat untuk para pebisnis,” kata Pavel.

Ia mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk menyiapkan para pengusaha Rusia melalui asosiasi perdagangan, serta menggandeng BP Batam sebagai lembaga pemerintah untuk menyokong persiapan para pengusaha Rusia berinvestasi di Batam.

Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dalam kesempatan tersebut memaparkan lima bidang yang ditawarkan kepada Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia, yaitu master developer yang dapat mengembangkan beberapa project di bawah BP Batam, antara lain bidang kesehatan, dengan pengembangan rumah sakit dari sisi teknologi, perobatan, fasilitas dll.

“Saat ini Rumah Sakit BP Batam tengah kami persiapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Bidang Kesehatan di Batam. Nantinya ini akan mencakup advanced research center, dengan fokus pengobatan kanker dan kardiovaskular,” ujar Syahril.

Kedua, bidang kepelabuhanan, untuk mengembangkan fasilitas dan juga pasar pelabuhan, sehingga bisa menurunkan biaya logistik.

Ketiga, bidang airport, pengembangan bandara walaupun sudah menunggu lelang internasional, tapi masih terbuka kesempatan untuk melakukan kerjasama.

Keempat, bidang teknologi informasi, pengembangan data centre dan teknologinya, dan kelima adalah bidang perminyakan (oil). Syahril, berharap, Rusia juga bisa mengembangkan usaha perdagangan minyak di Batam, sehingga bisa berkompetisi dan mampu mendorong penurunan biaya logistik.

Ia berharap, akan ada tindak lanjut dari pertemuan ini di kesempatan berikutnya agar mampu mendorong daya saing Batam di mata dunia. (Hms - Rd)

 



Maritimraya.com, Batam - Tim Institut Teknologi Batam (ITEBA) bersama Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( KNTI) Kota Batam meninjau pengoperasian  alat penerangan untuk menangkap ikan di Bagan Keramba perairan  kampung Kelembak Nongsa pada Kamis malam (10/12) di Batam.

Dengan menggunakan 1 unit kapal pompong rombongan tiba di kelong Kerambah apung milik Muhammad Hidayat yang berjarak sekitar 1/2 mil dari darat ke lokasi penangkap ikan.

Setiba dilokasi tidak ada cahaya lampu, M Hidayat  naik ke  Kelong dan membuka kotak battery dan tidak lama kemudian 5 bola Lampu langsung menyala menyinari kerambah apung.

Alat penerangan untuk nelayan   yang dirakit mahasiswa jurusan manajemen rekayasa teknologi industrial dan dibimbing dosen ITEBA ini merupakan produk perdana  berbasis tenaga Surya 

Wakil Rektor ITEBA Dipl Ing  Heri Suharsono kepada maritimraya.com menyampaikan alat ini ramah lingkungan dengan  enam perangkat komponen utama, sehingga nelayan tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak, serta nelayan  tidak takut kebakaran.

"Ini berjalan secara otonom, tidak berisik,Ketahanan alat ini  berkisar 7 hingga 10  tahun" Ujarnya.

Dikatakanya program ini kerjasama dengan KNTI Kota Batam dan mendapat bantuan dana dari Kemeristek & Dikti dan selanjutnya  kita serahkan modul ini kepada masyarakat nelayan. " Kita kesini malam- malam ingin melihat langsung lokasi dan pengoperasian lampu berbasis tenaga Surya dan menanyakan langsung manfaat kepada nelayan penerima bantuan serta membuat laporan ke Kemeristek & Dikti

Alat penerangan untuk menangkap ikan diproduksi sebanyak 11 modul set dengan harga sekitar Rp15 juta/ set, " Kalau ini sukses tahun depan akan kita ajukan untuk produksi kembali dan dibagikan kepada nelayan" Sebutnya.M

M Hidayat yang juga anggota KNTI Kota Batam mengatakan alat ini sangat membantu dan menguntungka bagi nelayan karna tidak menggunakan BBM, " Biasanya kami menggunakan minyak solar 5 liter untuk pengoperasian mesin, selain berisik minyakpun sulit didapat" Katanya yang didampingi pengurus KNTI Jauhari.

Ketua DPD KNTI Kota Batam Amrah Fahnani kepada awak media menyampaikan anggota KNTI menerima 10 modul set dan telah diberikan kepada nelayan yang memiliki kerambah apung dan kerambah cacak.

Amrah sangat apresiasi dan terimah kasih kepada kepada ITEBA yang telah membantu anggota KNTI sehingga lebih mempermudah, karena biasanya menggunakan mesin jenset, sekarang ini cukup sinar matahari lampu menerangi kerambah apung dan Kelong.

"Saya berharap lebih banyak lagi ITEBA memberi bantuan kepada anggota KNTI" harapnya.

Tampak hadir di kerambah apung antara lain wakil rektor ITEBA Dipl Ing Heri Suharsono,  Dosen, Mahasiswa ITEBA, Ketua DPD KNTI Kota Batam, Amrah Fahnani, Sekretaris Herry Irianto, Bendahara Amrullah Mursalim, Juhari

* Am

maritimraya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima Surat Keputusan Penugasan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Pertanian yang diserahkan oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian. 

Penyerahan tersebut dilakukan dalam acara Pembinaan Pegawai dan Penyerahan SK Penugasan PNS Kementerian Pertanian pada BP Batam, Sabtu (5/12/2020), di Balairungsari, BP Batam, Batam Centre.

Berdasarkan Surat Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian Nomor: B.2661/TU.040/A2/12/2020 tanggal 4 Desember 2020, 69 pegawai BP Batam ditugaskan untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Koordinasi dan Penyerahan Keputusan Penugasan PNS Kementerian Pertanian pada Badan Pengusahaan Batam. 

Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, Zulkifli, memberikan arahan dan menyerahkan Surat Keputusan Penugasan PNS Kementerian Pertanian pada BP Batam kepada 69 pegawai. 

Adapun pegawai yang menerima surat penugasan ditempatkan pada unit kerja Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Badan Usaha Bandara Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi, Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan dan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Biro SDM dan Organisasi BP Batam, Lilik Lujayanti, mengatakan, hari ini Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian menyerahkan SK kepada 69 PNS Kementerian Pertanian yang ditugaskan di BP Batam.

“Para pegawai tersebut yang semula statusnya diperbantukan menjadi ditugaskan, dan Alhamdulillah, beliau hadir secara langsung menyerakhan SK tersebut kepada pegawai BP Batam,” kata Lilik Lujayanti.

Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, Zulkifli, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil dari Kementerian Pertanian yang telah mendapatkan  penetapan keputusan penugasan secara resmi.

“Terima kasih untuk seluruh keluarga besar BP Batam dari PNS Kementerian Pertanian, dan saya ucapkan selamat karena telah mendapatkan penetapan keputusan penugasan secara resmi. Berarti pengaturan secara resmi sudah kita terapkan untuk peralihan dari diperbantukan menjadi ditugaskan,” kata Zulkifli.

Ia berpesan agar seluruh pegawai penerima Surat Keputusan Penugasan mempertahankan kinerja agar dapat mewujudkan tagline Kementerian Pertanian saat ini “Kinerja Berkualitas, Keluarga Prioritas”.

Ia juga berharap agar 69 pegawai tersebut dapat membuktikan bahwa Kementerian Pertanian bisa berkontribusi positif di BP Batam. (Hms mi)

maritimraya.com - Batam,  Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, melakukan inspeksi perdana pembangunan di tiga ruas jalan Kota Batam, pada Senin (7/12/2020) .

Lokasi peninjauan tersebut antara lain, Jalan Lumba-lumba Lengan Simpang Pelabuhan sampai Jalan Yos Sudarso Batu Ampar, Dermaga Selatan Pelabuhan Logistik Batu Ampar, dan Jalan Kolektor Bundaran Madani hingga Bengkong Sadai.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya sengaja ingin meninjau pembangunan jalan tersebut di penghujung tahun 2020 ini, untuk membuka akses dari Pelabuhan Logistik Batu Ampar hingga kawasan wisata di Bengkong. 

“BP Batam telah menyiapkan anggaran dan perencanaan untuk pembangunan ini. Kontrak juga sudah selesai dilaksanakan. Saya ingin pembangunan jalan ini bisa berjalan, minimal mendekati sempurna dan mampu menjadi pembangunan jalan percontohan di daerah lainnya,” ujar Muhammad Rudi.

Pembangunan di ketiga titik lokasi tersebut diproyeksikan akan selesai hingga enam bulan ke depan, dengan persiapan penambahan lima lajur dan total panjang ruas jalan ketiganya adalah 8,5 kilometer. 

Muhammad Rudi, menambahkan, pada pengembangan jalan kali ini, pihaknya telah mengusulkan penambahan jalur sepeda, jalur pejalan kaki, drainase, dan penghijauan di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Pembangunan jalan ini juga akan kami lanjutkan hingga pembangunan flyover kedua yang akan menghubungkan Batu Ampar hingga Simpang Kabil. Alhamdulillah, rencana tersebut sudah mendapat restu dari Pemerintah Pusat, kita doakan pada tahun depan sudah dapat terealisasi,” kata Muhammad Rudi.

Turut hadir dalam peninjauan, Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bahroni, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar, Kepala Dinas Kominfo Pemko Batam, Azril, dan Kasubdit Pembangunan Jalan dan Jembatan BP Batam, Boy Zasmita.(Hms rud)

maritimraya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima bantuan 2.000 paket Masker dan Hand Sanitizer dari Bank BTN Cabang Batam.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Kepala Cabang Bank BTN, Zulkifli, dan diterima langsung oleh Plh. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purwiyanto, yang didampingi oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Dan Organisasi, Lilik Lujayanti dan Kepala Biro Keuangan, Siswanto, pada Jumat (4/12/2020) siang, di Lt.7 Gedung Utama BP Batam, Batam Center.

Seluruh bantuan ini akan didistribusikan kepada para pegawai BP Batam yang bertugas di garda terdepan yang melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat Batam.

Kepala Biro SDM dan Organisasi BP Batam, Lilik Lujayanti, mengatakan, sebanyak 1.900 paket masker, pada Senin (30/11/2020) lalu, telah didistribusikan ke sejumlah unit kerja di lingkungan BP Batam yang memiliki resiko penularan lebih tinggi karena bertugas di bidang pelayanan, seperti di Bandara, Pelabuhan Laut, Rumah Sakit, Loket Pelayanan Lahan di MPP, dan Rusun BP Batam. 

Sisanya, sebanyak 100 paket masker dan hand sanitizer akan didistribusikan untuk pegawai BP Batam pada hari ini, Jumat (4/12/2020).

Rinciannya, unit kerja yang menerima bantuan paket masker dan hand sanitizer, antara lain Badan Usaha Bandar Udara dan TIK sebanyak 540 paket, Badan Usaha Pelabuhan sebanyak 206 paket, Direktorat Pengamanan Aset sebanyak 788 paket, Rumah Sakit BP Batam sebanyak 296 paket, Loket Pelayanan Lahan MPP sebanyak 30 paket, Rusun BP Batam sebanyak 40 paket.

Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ungkapan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang telah diberikan Bank BTN cabang Batam. 

Dikatakannya bantuan ini sangat bermanfaat sebagai upaya antisipasi penanganan pandemi Covid-19 di lingkungan kerja BP Batam. **(Hms)



maritimraya.com - Batam, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Tanjung Balai Karimun menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder kepelabuhanan, perangkat daerah, serta nelayan tradisional terkait dampak dari lepasnya kapal MV. Tina I yang kandas di perairan batu berenti kecamatan Belakang Padang Kota Batam pada Kamis (3/12) di Batam.

Koordinasi lintas sektoral selain membahas  dampak kerugian ekonomi dan ekologi bagi nelayan dan lingkungan hidup sesuai prinsip undang- undang lingkungan hidup, juga mengevaluasi proses evakuasi MV.Tina I oleh Tim SAR gabungan serta stakeholder kepelabuhanan.

Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Capt. Barlet S menyampaikan apresiasi kepada perusahaan pekerjaan bawah air PT. jaya Salvage Indonesia yang berhasil mengapungkan  MV. Tina I berbendera Cyprus pada 30 Nopember 2020 dengan dibantu menggunakan 3 unit kapal tagbout, 

"kapal MV. Tina I berhasil lepas dari Batu karang dan dievakuasi di perairan  pelabuhan Batu Ampar sambil menunggu inpormasi lebih lanjut dari surveyor apakah kapal layak untuk berlayar" katanya.

 Dikatakanya kepada segenap pemangku kepentingan dan nelayan sesuai hasil investigasi bersama MV. Tina I tidak ditemukan terjadinya tumpahan minyak atau pencemaran limbah cair.

 Akan tetapi lanjutnya, sebelum kapal MV. Tina I berangkat perlu koordinasi bersama , kemungkinan ada yang akan disampaikan dari Tim SAR gabungan kemaritiman, nelayan, terutama terkait dampak lingkungan hidup.

Direktur PT. Jaya Salvage Indonesia (JSI) Armand Van Kepen kepada awak media menyampaikan  PT. JSI



Sebagai Salvage fokus melakukan penanganan pengapungan kapal, sehingga tidak terjadi tumpahan minyak di laut serta tidak ada korban pada waktu pelaksanaan.

" Kami ditunjuk owner kapal dan mendapat perizinan Dirjen Hubla melakukan  penyelamatan kapal, selanjutnya kapal di engker area pelabuhan Batu Ampar Batam" Ujarnya.

Selanjutnya dijelaskanya  terkait dampak dari kapal kandas dibatu karang, pemilik kapal tentu mempunyai perlindungan asuransi perusahaan asing yakni P&I UK insurance

yang bertanggungjawab atas  kejadian dan dampak yang ditimbulkan, hal ini dikatakanya menanggapi permintaan Letter Of Understanding (LOU) atau penundaan keberangkatan kapal dari dinas lingkungan hidup kota Batam pada forum rapat

" Perlindungan asuransi bagi kapal terkena musibah itu sudah normal,  asuransi akan melindungi sesuai prosedur" Ucapnya.

Sebelumnya diberitakan MV. Tina I kandas diperairan batu berenti pada  Minggu malam (22/11), kapal yang mengangkut ratusan kontainer ini berangkat dari pelabuhan Singapura tujuan Jakarta.namun naas saat memasuki selat Singapura, pulau tekong kapal menabrak batu karang dan "terduduk" selama sembilan hari.

Adapun  yang tampak hadir antara lain, KSOP Tg Balai Karimun, CIQP Kota Batam, Bakamla, Polairud, Guskamla, Lanal Batam, Polres Barelang, BP Batam, Basarnas, Pangkalan PLP Tanjung Uban, Kantor Navigasi, Polsek Belakang Padang, Nelayan Tradisional, Himpunan Pemuda Tempatan, PT. Nine Line, PT. Lintas Jakarta Bunguran, PT. Jaya Salvage, P&I UK Insurance

Red

maritimraya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kawasan Maritime City di Pulau Galang, Minggu (29/11/2020), di Ruang Pertemuan Graha Kepri, Batam Center.

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, TS. Arif Fadhillah dan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, yang disaksikan oleh Pjs. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Bahtiar Baharuddin, dan Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto.

Turut hadir juga para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, dalam sambutannya, mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan sebagai komitmen BP Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengoptimalkan pengembangan Kawasan Maritim Galang yang menyimpan potensi kelautan dan perikanan yang besar.

“Jadi fokus kerja sama ini adalah pemanfaatan aset dan sumberdaya alam. Bila kedua hal ini bisa dilakukan dengan baik, maka nilai daya saing Batam, khususnya bagi pengembangan ekonomi di sektor kelautan bisa meningkat,” ujar Purwiyanto.

Ia berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan ini sadar pentingnya pengembangan ini untuk kemaslahatan masyarakat. 

Purwiyanto juga mengatakan, BP Batam akan mendukung penuh kegiatan ini agar berjalan lancar dan mengawal pelaksanaannya hingga selesai.

Sementara itu, Pjs. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, 96% wilayah Provinsi Kepulauan Riau adalah laut dan 4% sisanya merupakan daratan. 

Dari total wilayah tersebut kontribusi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya 38% saja.

“Saya sudah diskusi dengan masyarakat setempat, baik para nelayan dan warga, kami temukan beberapa masalah dalam pengelolaan hasil laut. Jadi dengan Nota Kesepakatan ini, kami harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri,” kata Bahtiar.

Bahtiar menilai, industri yang telah ada di Batam belum mampu menampung potensi perikanan di Provinsi Kepulauan Riau.

“Jadi melalui konsep pengembangan industri maritim Galang ini, kami yakin mampu menumbuhkan optimisme, khususnya para nelayan. Karena ini manfaatnya akan terasa langsung kepada mereka,” ujar Bahtiar. 

Ruang lingkup perjanjian ini mencakup, penyiapan studi pendahuluan, konsolidasi dan sinkronisasi pengadaan, persiapan regulasi, serta pengalokasian lahan untuk sarana dan prasarana yang mendukung program. (Hms - Rd)

maritimraya.com - Batam, PT. Jasa Raharja bersama BP Batam melakukan penanaman pohon bersama, pada Jumat (27/11/2020) pagi, bertempat di Daerah Tangkapan Air Waduk (DTA) Duriangkang, Senjulung, Batam.

Kegiatan yang mengusung tema “Hijaukan Alam Untuk Negeri” ini dihadiri oleh General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim Koto dan Plt. Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kepri, Masna Firles beserta jajarannya. 

“Kami mengapresiasi inisiasi Jasa Raharja yang telah turut serta berpartisipasi untuk melestarikan penghijauan di DTA Waduk di Batam, terutama Waduk Duriangkang. Karena sebagian besar pasokan air baku di Batam berasal dari waduk ini,” ujar General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim Koto.

Lebih lanjut, Ibrahim, mengatakan, BP Batam telah melakukan pemasangan pagar pada sebagian Waduk Duriangkang sebagai langkah preventif perusakan DTA. 

Ia juga menjelaskan pentingnya penghijauan di DTA untuk menjaga ketersediaan air baku di Waduk.

“Prinsipnya, air yang terserap di DTA pada akhirnya akan mengalir ke waduk. Sehingga, di saat air waduk kita berkurang karena terus digunakan oleh kebutuhan rumah tangga dan industri, DTA yang terjaga kandungan airnya, mampu menjadi sumber cadangan air yang akan memenuhi waduk,” jelas Ibrahim.

Ia berharap kegiatan penghijauan yang dilakukan Jasa Raharja dapat berlanjut di masa mendatang dan menjadi inspirasi bagi instansi dan komunitas penghijauan di Batam, sebagai wujud kepedulian menjaga keseimbangan pasokan air baku di Batam.

Plt. Kepala Jasa Raharja Cabang Kepri, Masna Firles, mengatakan, terdapat 500 bibit pohon yang ditanam dengan jenis tanaman berdaya serap air tinggi. 

Ia mengatakan, penanaman pohon ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun PT Jasa Raharja ke-60 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

“Penanaman pohon ini juga kami laksanakan untuk memenuhi salah satu misi PT Jasa Raharja, yaitu bakti kepada lingkungan. PT Jasa Raharja Cabang Kepri sendiri sebelumnya sudah melakukan kegiatan penghijauan beberapa kali, salah satu di antaranya adalah penanaman pohon mangrove di Kampung Terih dan Pulau Sempadan,” ujar Masna. (Hms rud )

maritimraya.com - Batam, Dalam rangka penerapan kebijakan pengembangan industri yang baik dan efektif yang mana diperlukan dukungan data yang valid dan terkini, Badan Pengusahaan (BP) Batam, bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI, menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), pada Rabu (25/11/2020) di Meeting Room Asialink Hotel, Batam.

Sosialisasi ini juga bertujuan untuk memantau kondisi industri dan kawasan industri secara menyeluruh, serta menghimpun data yang lengkap dan rinci, dan penyederhanaan perizinan.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, menjelaskan, sosialisasi ini merupakan bagian dari peran BP Batam untuk memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha di Batam. 

Menurutnya, inovasi dan perbaikan dibutuhkan untuk mempercepat produksi industri di Batam. “Kawasan industri, perusahaan, dan aktivitas perdagangannya menjadi satu-kesatuan untuk meningkatkan produksi, agar sejalan dengan misi Kementerian Perdagangan RI yang kini sedang menjaga fokus tren neraca perdagangan dengan memperbesar ekspor,” ujar Harlas.

Ia mengimbau agar para peserta workshop dapat memanfaatkan pertemuan ini dengan baik dan dapat mengisi data pada sistem SIINas dengan lengkap.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian RI, Janu Suryanto, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Janu Suryanto, menyampaikan beberapa hal terkait penyampaian laporan data dan pemanfaatan SIINas bagi pelaku usaha.

Dikatakan Janu, total Laporan Perusahaan Kota Batam pada Semester 1 tahun 2020, saat ini hanya mencapai 141 perusahaan atau 3% dari jumlah keseluruhan.

“Padahal jika SIINas ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, banyak kemudahan yang didapatkan oleh para pelaku usaha, seperti mengetahui potensi bahan baku industri, tersedianya database paten, maupun adanya rekomendasi penetapan harga produk usaha tertentu,” jelas Janu.

Ia menambahkan, nilai ekspor Migas dan Non Migas pada Oktober 2020 mencapai US$14,39 Miliar, di mana mengalami kenaikan 3,09% dibanding September 2020. 

Sedangkan untuk impor pada Oktober 2020 mengalami penurunan -6,79% dibanding September 2020.

“Untuk itu, Pemerintah sudah menyiapkan beberapa langkah strategis program subtitusi impor 35% dengan peningkatan utilisasi produksi seluruh sektor industri pengolahan pada tahun 2022 diperkirakan mencapai 80%,” ungkap Janu.

Turut hadir dalam acara, Ketua Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang, Wakil Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, dan Kepala Sub Direktorat Pelayanan Penanaman Modal, Wildan Arief. (Hms - Rud)

maritimraya.com - Batam, Pimpinan dan Anggota Bapemperda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, melakukan kunjungan ke Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), Rabu (25/11/2020).

Kunjungan Badan Pembentukan Peraturan Daerah tersebut diterima langsung oleh Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad, didampingi sejumlah Pejabat Tingkat II dan III BP Batam, di Gedung Marketing Centre BP Batam.

Pimpinan Bapemperda DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan, sekaligus ketua rombongan, dalam sambutannya mengatakan, tujuan kunjungan ke BP Batam adalah untuk melakukan koordinasi tentang rancangan peraturan daerah terkait dengan penyelesaian rencana tata ruang wilayah Kota Batam.

“Kami ke sini ingin membahas tentang rancangan peraturan daerah bersama BP Batam, bagaimana supaya pembahasan Ranperda RTRW ini bisa diselesaikan bersama-sama yang target kita selesai di bulan Desember ini,” katanya.

Ramadhan juga menambahkan, ada rancangan yang harus kita bahas lebih detail dan sekaligus kita mencari solusi bersama BP Batam. 

“Ada pembahasan yang lebih serius yang harus kita bahas dengan BP Batam, dan pembahasan ini lebih menonjol dari pembahasan yang lainnya, yaitu masalah kampung tua, yang di dalamnya juga ada masalah Peta Lokasi (PL) yang sudah bisa disepakati, namun ternyata di dalamnya peruntukannya belum sesuai dengan yang disepakati bahwa di dalamnya ada peruntukan jasa, industtri dan pariwisata. Sementara sudah disepakati bahwa kampung tua itu pemukiman,” tambahnya. 

Ramadhan menegaskan bahwa Ranperda RTRW ini harus selesai dengan target yang telah ditentukan.

”Kami dari siang sampe malam, pagi-sore, kita berusaha menyelesaikan Raperda RTRW tahun 2020-2040. Oleh karena itu kami juga akan melakukan pertemuan lanjutan sekali lagi bersama BP Batam, karena kita ingin mendapatkan solusi agar target tercapai,” tegasnya.

Sudirman Saad, di awal sambutannya, berharap pertemuan ini akan menjadi manfaat bagi masyarkat. 

“Kami sangat berterima kasih kepada pimpinan Bapemperda bersama jajaran DPRD kota Batam yang sudah sempat mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke BP Batam. Dan kami berharap pertemuan ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Batam,” ujar Sudirman Saad.

Sudirman juga menjelaskan bahwa ada masalah yang sudah lama ingin  dibahas dan akan dicari solusinya. “Ada pending issue yang sudah lama kita ingin bahas bersama, pada hari ini kita duduk bersama, kita akan membahas dan mencari solusi terbaik buat masyarakat,” katanya.

Dia juga menambahkan, bahwa BP Batam sudah bekerja sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang awalnya berbasis Peraturan Presiden (Perpres).

”Pada prinsipnya BP Batam bekerja berbasiskan Peraturan Presiden, yang dikatakan bahwa perencanaan yang dianut oleh BP Batam itu awalnya berbasis Perpres tentang tata ruang atau Perpres tetang Kawasan Strategis. Di dalam PP, dikatakan, bahwa perencanaan yang dirujuk oleh BP Batam, selain Perpres BBK, juga RTRW Kota Batam. Jadi eksklusif, sehigga BP Batam memiliki kepentingan terhadap RTRW ini, karena itu menjadi salah satu referensi kita untuk melakukan eksekusi tugas-tugas BP Batam,” tambahnya.

Sudirman kembali menjelaskan ada kesepakatan yang dapat kita ambil dari pertemuan pada hari ini terkait kampung tua. 

“Kita sepakati bahwa hasil pengukuran sementara terhadap 37 titik kampung tua itu luasnya 1.006 hektar, namun di dalamnya ada alokasi lahan yang sudah diterbitkan oleh BP Batam, yang luasnya kurang lebih 300 hektar, sehingga kurang lebih 700 hektar dari 1.006 hektar kampung tua itu sudah bisa dikatakan clear and clean, sehingga bisa diadopsi ke dalam RTRW. Sementara yang sudah dialokasikan akan dibahas di pertemuan berikutnya agar tidak menganggu proses penyelesaian RTRW yang ditargetkan pada bulan Desember tahun ini,” jelasnya.

“Pertemuan ini sangat produktif meskipun juga sangat dinamis, karena teman-teman DPRD yang datang ini dari berbagai partai politik yang membawa aspirasi dari konstituennya masing masing. Itu menjadi suatu hal yang konstitusional, tetapi tentu saja BP Batam dalam menanggapinya juga harus mengikuti aturan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu BP Batam juga harus tunduk di situ, jadi dengan prespektif itu kita sepakat, dan itu menjadi suatu yang sangat positif yang selama ini sempat tertunda,” tegasnya. * ( Hms Zhl)

maritimraya.com - Batam, Kapal Kargo berbendera Asing MV. Tuna I kandas  menabrak batu karang di perairan batu berantai kecamatan belakang Padang kota Batam pada Minggu malam (22/11).

Alur pelayaran di perairan batu berantai kecamatan belakang Padang kota Batam terkenal rawan bila kapal - kapal melintasi perairan tersebut.

kapal kargo MV.Tuna I berbendera Cyprus kandas berdekatan dengan kapal Shahraz berbendera Iran  yang masih teronggok seperti besi tua.

Kapal MV. Tuna I berbobot GT. 66332 yang memuat ratusan kontainer berangkat dari Pelabuhan Singapura tujuan Jakarta.

M Taufik Petugas kantor Distrik Navigasi kelas I Tanjung Pinang saat dihubungi awak media belum bisa memberi keterangan terkait kronologis kejadian, " Iya memang benar ada kapal kandas tadi malam, tapi saya belum bisa mengeluarkan statemen, saya mau investigasi, karna ini ada aturannya" Sebutnya.

Pengamat maritim Batam, Bernabus saat dimintai tanggapan insiden mengatakan ironis incident ini mengundang banyak pertanyaan. karena semua lampu navigasi laut mulai dari selat Malaka hingga selat singapura dan ke selat durian semuanya berfungsi baik  untuk menuntun kapal yang berlayar  melewati selat singapura ( batu berantai ) pulau takong. 

Dikatakanya  tidak ada alasan kapal kandas  dikatakan fouce mayour, itu mustahil karena sejak dahulu kala keadaan perairan disekitar itu menjadi perhatian dunia, dengan dilengkapi demikian rambu suar dan pelampung suar atau sarana Bantu Navigasi Pelayaran.

" ini perlu diselidiki oleh ahli team  DJPL umtuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan. kejadian ini, dapat dibayangkan resikonya kelak, apalagi insiden kapal asing  Shahraz kandas hingga saat ini masih nongkrong diatas batu karang diarea yang sama" Tutupnya*Am

 

maritimraya.com - Batam, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlatamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., hadiri acara peletakan lunas/keel laying pembangunan kapal di galangan kapal PT. Batamec Tanjung Uncang Batam Kepri, pada Rabu pagi (18/11/2020).

Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan Presiden Direktur (Presdir) PT.Batamec, lalu pelaksanaan Ke el Laying, dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Keel Laying, sambutan Asintel Kasal Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua, S.E., M.M., doa, lalu ditutup dengan foto bersama.

Pembangunan satu unit kapal type Kapal Bantu Cair Minyak (BCM) ini, dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa, hal tersebut ditandai peletakkan lunas/keel laying, pernyataan resmi pembangunan Kapal BCM dengan menekan tombol sirena oleh Asintel Kasal

Selain itu penandatanganan Berita Acara Peletakan Lunas/Keel Laying pembangunan kapal antara Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo, CHRMP., dengan Presiden Direktur PT Batamec Maya Miranda, S.H., MIB., yang disaksikan oleh Asintel Kasal

Dalam sambutannya Asintel Kasal mengatakan “PembangunanKapal BCM saat ini merupakan tindak lanjut pengadaan Alutsista dalam upaya meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut yang mengacu kepada Minimum Essential Force yang telah ditetapkan”, sebutnya.

Lebih jauh dikatakan “Sebagai salah satu galangan dalam negeri, PT.Batamec diharapkan mampu meningkatkan mutu serta kemampuan dalam membangun kapal perang produksi dalam negeri yang berteknologi tinggi, sehingga PT.Batamec dapat menjadi referensi bagi TNI Angkatan Laut untuk tetap menjalin kerja sama dimasa mendatang”, pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Kadislaikmatal Laksma TNI Udyatmiko, Danguskamla Laksma TNI Yayan Sofyan,S.T., Kasubdis dalada, Kasubdisadalut, Aslog Danlantamal IV Kolonel Laut (T) Cok Bagus Alit Y, S.T., Aslog Danguskamla Kolonel Laut (T) I Negah S, Dansatgas Kapal BCM Kolonel Laut (T) Dody serta perwakilan dari Bank Mandiri.


( Dirilis dari :Pelopor Wiratama)

  


maritimraya.com - Batam, Badan Penguasahaan (BP) Batam, melalui Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 83 Tahun 2020 dan Permendag Nomor 76 Tahun 2019 dengan mengundang para pelaku usaha Batam, Kamis (19/11/2020), di Aston Hotel Batam.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana dan menghadirkan Kepala Sub Direktorat Barang Modal Direktorat Impor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Muhammad Sulaiman Suaib dan Kasubdit Barang Kimia Berbahaya, Tambang dan Limbah Kemendag RI, Ernawati, sebagai narasumber.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Harlas Buana, dalam sambutannya mengatakan, perkembangan industri aktif bidang usaha daur ulang berdasarkan izin usaha kawasannya didominasi oleh industri daur ulang bukan logam.

“Untuk perusahaannya memang masih dominan industri daur ulang bukan logam, adapun jumlah industri yang aktif mengajukan pemasukan BMTB melalui SIKMB BP Batam terus mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir,” ujar Harlas.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, para pelaku usaha semakin mendapatkan pemahaman terkait ketentuan pemasukan limbah non B3 sebagai bahan baku industri maupun pemasukan BMTB, yang pada akhirnya dapat mewujudkan kemudahan dalam berinvestasi di Batam.

Adapun konsep perubahan Permendag Nomor 118 Tahun 2018 Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 76 Tahun 2019 yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Barang Modal Direktorat Impor Kemendag RI, Muhammad Sulaiman Suaib, mencakup kemudahan pengumpulan dokumen permohonan perizinan para pelaku usaha beserta simplifikasi persyaratannya.

“Dalam rangka menarik investasi, salah satu usulan konsepnya adalah terkait penambahan jenis mesin dalam keadaan tidak baru yang dapat diimpor kepada pembina industri, dalam hal ini Menteri Perindustrian, agar HS Code dapat diakomodir dalam regulasi Permendag Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru,” ujar Sulaiman Suaib.

Perubahan dan relaksasi atas peraturan tersebut, dikatakan Sulaiman Suaib, juga merupakan bentuk perhatian dari pemerintah pusat terhadap kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

Kasubdit Barang Kimia Berbahaya, Tambang dan Limbah Kemendag RI, Ernawati, menjelaskan beberapa perubahan yang tercantum dalam Permendag Nomor 83 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 84 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun Sebagai Bahan Baku Industri.

“Adapun perubahannya mengenai eksportir terdaftar, ketentuan dalam proses PI-nya sendiri disimplifikasi, termasuk di dalamnya penambahan pelabuhan tujuan, pengintegrasian sistem dan masa berlaku Bukti Eksportir Terdaftar (BET),” ujar Ernawati. 

"( Hms)

 

maritimraya.com - Batam, Pemerintah kota Batam bersama  Indonesian Maritime Pilot's Association (INAMPA)  menggelar acara Fokus Group Discussiin (FGD)  kemaritiman pada Kamis (19/11) di Hotel Golden Bay Bengkong Laut.

Acara bertema "Peluang tantangan dan sinergi untuk majukan bisnis maritim Kepri, khususnya Batam dan sekitarnya, ini dibuka secara resmi oleh Pjs Walikota Batam Syamsul Bahrum.

 Dengan menghadirkan Enam orang narasumber  yang sangat kompeten di bidang maritim yaitu, Ka Bakamla Zona maritim barat, Laksamana Pertama TNI Hadi Pranoto, Komandan Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan ST,  KSOP khusus Batam yang diwakili Kabid Kepelabuhan Rudi Abdisena,  KPU Bea Cukai Batam diwakili Akbar Afianto,  Direktur PT. Badan Usaha Pelabuhan Kepri, Capt. Darmansyah, serta  rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah). Agung Dhamar Syakti.

Syamsul Bahrum dalam sambutanya menyampaikan  peluang bisnis maritim Batam selama ini diketahui  sangat potensial untuk mendongkrak  ekonomi, hal itu dikarenakan ramainya aktifitas lalu lalang kapal yang cukup padat di perairan selat Malaka, namun aktifitas labuh, tambat kapal asing tersebut didominasi perairan Singapura dan Malaysia.

 ia mengingatkan pengembangkan bisnis maritim tetap menjaga kesetaraan antara pembangunan ekonomi dengan kekuatan pertahanan dan keamanan maritim.

"Saya mengharapkan FGD ini akan membuat tim yang memuat secara konferhensip semua kebijakan di bidang maritim meliputi, analisis, potensi, aturan, kekuatan, kelemahan, tantangan serta peluang untuk memajukan bisnis maritim" Harapnya.

President INAMPA Pasoroan Herman Harianja kepada awak media menyampaikan kegiatan FGD bersama Pemko Batam terselenggara sesuai semangat bersama untuk membangun daya saing kemaritiman.

Dikatakanya Inampa ridak hanya sebagai wadah resmi perwira pandu maritim Indonesia, namun organisasi profesi ini juga berperan sebagai salah satunya penasehat kemaritiman.

sebagai negara maritim kita harus mampu mengelolah bisnis maritim yang lebih terintegrasi dan berkolaborasi.

"Kolaborasi bersama stakeholders dalam layanan pemberi jasa kemaritiman membuat Semangkin efektip dan cepat karena operasional kapal niaga mengacu ketepatan waktu" ujarnya.

Tak kurang 170 unit per hari kapal asing lalu lalang di perairan selat Malaka, ironisnya market ini belum kita garap secara optimal.

" Kapal niaga asing tersebut banyak singgah di perairan Singapura dan Malaysia. Untuk melakukan bongkar muat barang" Sebutnya.

Untuk itu Batam sebagai miniatur kemaritiman Indonesia harus memiliki daya saing yang tinggi, dengan kemampuan Infrastruktur, suprastruktur, SDM, Inovasi, kreatifitas dan networking.

"Kalau ini bisa kita lakukan pasti kita punya daya saing lebih baik, dan harus kompak jangan ada ego sektoral" Pungkasnya.

*Redaksi

 


maritim raya.com - Batam, Direktorat Pengamanan Aset BP Batam melaksanakan survei Objek Vital Nasional (Obvitnas) di lingkungan BP Batam yang diasistensi oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Mabes Polri.

Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen Pol. Moch. Badrus, mengemukakan, asistensi ini merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah dilakukan sebelumnya pada beberapa waktu lalu

“Hari ini disampaikan hasilnya dan akan kita tidaklanjuti bersama di wilayah ini, objek vital nasional dan cara pengamanannya, mudah-mudahan ke depannya kita bisa lakukan pengamanan yang maksimal, sehingga investor yang akan berinvestasi di daerah ini merasa aman dan terjamin,” kata Moch. Badrus saat pemaparan hasil asistensi pada Rabu (18/11/2020) di Gedung Pusat Teknologi Informasi BP Batam, Batam Centre, Batam.

Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Suhendri, dalam penjelasannya mengemukakan, ada beberapa hal yang telah disarankan kepada pihak BP Batam terkait penetapan obvitnas.

“BP Batam diharapkan untuk bisa menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan pada objek vital tersebut. Sehingga nanti akan mendapatkan sertifikasi dari Polri dan hal ini ke depannya dapat bermanfaat bagi BP Batam dan juga Polri,” kata Brigjen Pol Suhendri.

Dalam asistensi tersebut dilakukan pemaparan laporan hasil asistensi dan penetapan beberapa aset BP Batam yang akan ditetapkan sebagai Obvitnas yang disampaikan oleh Auditor Sispamobvitnas Madya TK II Ditpamobvitnas Korsabhara, Kombes Pol. Yacobus Sukirno.

Sedangkan Sistem Manajemen Pengamanan dalam lembaga disampaikan oleh Auditor Profesional Sistem Manajemen Pengamanan, M. Roy Kusumawardhana, dan presentasi terkait koordinasi dan Pembinaan Operasional Obvitnas di Wilayah Kepulauan Riau yang disampaikan oleh Kombes Pol Agus Triatmaja menjadi akhir dari paparan dalam kegiatan Penyampaian Rekomendasi, Hasil Asistensi dan Survei Objek Vital Nasional di lingkungan BP Batam.

Dalam kegitan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan berita acara Asistensi dan Pendampingan Penetapan Obvitnas yang ditandatangani oleh Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Suhendri dan Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen Pol. Moch. Badrus. 

Kegiatan ditutup dengan melakukan peninjauan ke lapangan beserta seluruh jajaran terkait.

Turut Hadir dalam kegiatan, Ketua Korwil HKI Kepri, dan beberapa perwakilan dari Kawasan Industri Batam, dan sejumlah pejabat tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. 

( Hms BP)

maritimraya.com - Batam, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Jerry Sambuaga, melakukan kunjungan kerja ke Batam, Senin, 16 November 2020.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamendag RI, berkesempatan melakukan dialog dan mendengarkan aspirasi para pelaku usaha, khususnya para eksportir Batam, terkait kendala dan tantangan ekspor Batam, di Balairungsari, Senin malam.

Wamendag RI, Jerry Sambuaga, mengatakan, banyak potensi dan juga kesempatan yang bisa dikembangkan, salah satunya lewat hasil dari perjanjian dagang. 

“Kami, Wakil Menteri Perdagangan, lebih banyak fokus pada perjanjian dagang dan juga dalam perjanjian kawasan. Dan baru-baru ini ada yang namanya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang merupakan sebuah kerja sama perdagangan kawasan antara 16 negara di kawasan Asia Pasifik, di antaranya China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru dan 10 negara anggota ASEAN,” kata Jerry Sambuaga.

Ia menambahkan, Batam sebagai salah satu pintu masuk memiliki potensi yang bisa dikembangkan. 

“Tentunya kami dari Kemendag siap untuk memfasilitasi hal tersebut. Hasilnya adalah bagaimana kita bisa membawa produk-produk yang ada di daerah untuk bisa diekspor,” kata Jerry Sambuaga.

“Saya pikir bagus, kegiatan publik hearing tadi banyak yang disampaikan masukan dan juga tantangan yang ada di daerah dan juga beberapa hal yang harus di follow up oleh beberapa instansi, tidak hanya dari Kementerian Perdagangan, tapi melibatkan Kementerian Lembaga lainnya.  Kami mengapresiasi masukan-masukan yang disampaikan para pelaku usaha dan kami akan mencoba memfollow up dan mencari solusinya,” ujar Jerry Sambuaga.

Dalam pertemuan tersebut, Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, berkesempatan memaparkan kepada Wakil Menteri Perdagangan RI dan para pengusaha yang hadir.

Purwiyanto mengungkapkan tugas BP Batam antara lain membangun daya saing dalam hal investasi dan industri melalui pemberian insentif, perjanjian perdagangan, dan pelayanan (bandara, pelabuhan, air, pemukiman, dan penyediaan lahan), serta penyediaan infrastruktur pendukung.

Dikatakannya, daya saing pada dasarnya dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk menjual dengan harga yang relatif lebih murah. “Untuk itu faktor insentif kemudahan, kecepatan, dan kemurahan dari proses ekonomi merupakan hal yang sangat menentukan,” kata Purwiyanto. 

Purwiyanto mengatakan, faktor lainnya yang juga penting bagi daya saing adalah biaya produksi yang bersaing, antara lain yang ditentukan oleh harga bahan baku dan bahan penolong, produktivitas tenaga kerja, dan teknologi produksi. 

“Hal lain yang juga penting adalah biaya logistik yang terdiri dari biaya angkut, biaya bahan bakar, dan bahkan biaya air,” ujar Purwiyanto.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Pjs. Walikota Batam, Syamsul Bahrum, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan Dan Investasi, Sudirman Saad, Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal modal, Harlas Buana, Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Endry Abzan, Himpunan Kawasan Industri Provinsi Kepri, dan HIPMI Kota Batam. 
(Hms BP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.