November 2019
Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman













maritimraya.com - Batam, Dalam rangka memantapkan dan meningkatkan sistem keselamatan penerbangan dalam melakukan penanggulangan keadaan darurat (PKD), Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam menyelenggarakan latihan simulasi PKD Hang Nadim Jaya 2019 pada Kamis (28/11) bertempat di Lapangan PKP-PK Bandara Hang Nadim Batam.






Latihan PKD di Bandar Udara merupakan salah satu upaya memberi jaminan keselamatan terhadap operasional pesawat terbang di bandara.





Kegiatan Pelatihan PKD dilakukan guna menguji kesiapan personil, fasilitas, prosedur, serta kordinasi fungsi komunikasi dan komando masing-masing institusi dalam mengambil langkah dan tindakan serta meminimalkan jumlah korban. Selain itu juga untuk meminimalkan kerugian apabila terjadi kecelakaan di lingkungan bandar udara dengan mengerahkan segala potensi yang ada dalam memberikan pelayanan pertolongan maupun penyelamatan serta cepat dan tepat.









Simulasi yang diselenggarakan tersebut, dirancang mendekati keadaan yang sebenarnya (riil) dan secara langsung dipimpin oleh Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso selaku Ketua Komite PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019.





Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso selaku Ketua Komite PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019 melaporkan bahwa latihan PKD ini bersifat skala besar yang melibatkan bebagai pihak baik internal maupun eksternal. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan PKD ini diantaranya kelompok keamanan 125 personil, kelompok medis 44 personil, kelompok pertolongan 164 personil, Airnav Indonesia 20 personil, relawan 160 personil, undangan 200 personil, karyawan BUBU Hang Nadim 200 personil.





Ia menambahkan, “Dengan kegiatan ini, bandara ingin menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan standar aspek penting dalam penerapan 3S + 1C (Safety, Security, Services, dan Compliance) pada para pengguna jasa kebandar udaraan melalui kolaborasi yang intensif antara peserta latihan baik internal dan eksternal dalam pelaksanaan PKD”.





Dalam sambutannya, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto mengungkapkan bahwa, “BP Batam sebagai pengelola Banda Udara Hang Nadim mendukung sepenuhnya serta mendorong upaya-upaya BUBU Hang Nadim dalam menjamin keselamatan penerbangan di bandar udara kita ini.”





“Marilah kita laksanakan latihan hari ini dengan sungguh-sungguh sebagai salah satu bukti bakti kita buat bangsa dan negara yang kita cintai ini. Majulah Indonesia! Majulah Batam! Majulah BP Batam! Majulah Bandara Hang Nadim BP Batam!”, tutup Wakil Kepala BP Batam.





Usai laksanakan Apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019. Diketahui bahwa dalam kegiatan PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019 ada beberapa tim penilai dari Kementerian Perhubungan dan juga KNKT yang akan dievaluasi pada hari Jumat, 29 November 2019.





Suasana simulasi pun dirancang sedemikian rupa seperti kondisi nyata, sehingga pada skenario latihan tahun ini, BUBU Hang Nadim Batam menutup operasi penerbangan bandar udara mulai dari jam 10.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan segala sesuatunya yang sudah diperhitungkan dengan kordinasi bersama Airnav baik persiapan sampai dengan selesai.





Simulasi penanganan kecelakaan pesawat yang diskenariokan pada pukul 08.55 WIB pesawat Rajawali Air (maskapai fiktif) dengan nomor penerbangan RJ 1411 tipe pesawat Airbus 320 rute Batam – Pekan Baru mengalami trouble landing gear unlock sebelah kanan beberapa saat setelah take off dan pilot meminta kembali ke bandara asal Return to Bus (RTB) untuk melakukan fly pass di atas run way. Setelah ATC memastikan landing gear tidak masuk, pilot meminta untuk dumping fuel selama 45 menit. Hingga tepat pukul 09.45 WIB pada saat touch down landing gear sebelah kanan patah, pesawat swing ke kanan keluar landasan serta engine pesawat terlepas dan terbakar.





Akibat kejadian tersebut dilaporkan 104 orang selamat, 40 orang luka ringan, 8 luka sedang, 5 luka berat dan 3 orang meninggal dunia. Terlihat seluruh korban ditangani sesuai dengan prosedur penanganan korban saat kejadian darurat.





Turut Hadir menyaksikan jalannya kegiatan simulasi PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019 Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar, Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko, GM Airnav Batam Mi'wan Muhammad Bunay, Kepala Dinas Operasi Lanud Hang Nadim Batam Wardoyo, Ketua Jurusan Kespen STPI Curug Wahyu Kurniawan, Kepala Poltekbang Palembang Asep Muhammad Sholeh, Kapolsek Bandara Hang Nadim Nidya Astuty. **MC redaksi.


Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman









MARITIMRAYA.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam melaksanakan pembersihan eceng gondok di daerah tangkapan air waduk Duriangkang. Kamis (28/11/2019) pagi. Kegiatan ini melibatkan 500 personel yang dikemas dalam kegiatan gotong royong bersama lintas satuan kerja. Terdiri dari Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Ditpam BP Batam, Pol PP, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kota Batam, dan TNI-Polri.





Kepala BP Batam, Muhammad Rudi yang juga menjabat walikota Batam, mengatakan kegiatan pembersihan tersebut merupakan peran pemerintah dalam menjaga ketersedian air di kota Batam. Belia juga ingin menunjukkan kepada masyarakat untuk bersama melestarikan lingkungan terutama waduk di Batam.





“Kegiatan ini adalah bentuk kerja sosial yang akan menyelamatkan seluruh kota batam yaitu menyelamatkan air agar tidak berkurang dan bisa dinikmati, digunakan untuk keperluan masyarakat,” kata Rudi saat memberikan arahan apel pelaksanaan pembersihan eceng gondok di Alun - Alun Engku Putri, Batam Centre.





Pesatnya pertumbuhan eceng gondok di waduk Duriangkang saat ini dengan luasan 180 hektare di permukaan waduk seluas 2.300 hektare tersebut. Hal ini menurutnya jelas dapat mengkhawatirkan ketersediaan debit air di Kota Batam. Di sisi lain Rudi tidak menampik keterbatasan anggaran untuk merevitalisasi waduk. Untuk itu pihaknya menginisiasi kegiatan pembersihan waduk dengan melibatkan SDM yang dimiliki.





“Saya ingin mengetok hati Bapak Ibu semua. Bahwa menjaga ketersedian tanggungjawab kita semua. Saya berharap kita bekerja bersama mendukung pembangunan untuk masa depan Batam yang kita cintai,” pungkasnya.





Sementara Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan menyatakan akan terus berupaya menjaga ketersediaan air waduk. Dalam hal ini baik melibatkan masyarakat maupun dukungan penyediaan alat yaitu harvester eceng gondok atau alat pengumpul. Menurutnya dengan hadirnya alat tersebut dapat secara efisien dan efektif memulihkan waduk yang tercemar eceng gondok. Mengingat waduk Duriangkang menjadi sumber air baku di Batam terbesar dimana 70 persen air baku digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku di kota Batam.





“Pagi ini kita lakukan secara manual dan akan disusul masuk dua alat berat yakni Amphibius Excavator dan truck, dilaksanakan selama dua minggu kedepan dan minggu depan akan datang alat apung pemecah eceng gondok yaitu harvester eceng gondok artinya secara berkesinambungan ini mulai kita lakukan,” jelas Binsar.





Ia meyakini dalam enam bulan kedepan akan terlihat hasil yang signifikan atas pembersihan tersebut. “Area 180 Ha cukup luas dengan Harvester hanya mampu membersihkan empat ribu meter persegi per hari. Artinya hari alat itu akan bekerja selama enam bulan kedepan mulai tahun depan sehingga akan nampak nyata perubahan kedepannya,” ujarnya.





Hadir dalam kegitan gotong royong pembersihan eceng gondok Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin, Direktur Pemanfaatan Aset, Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Direktur Pengamanan BP Batam dan Kepala Satpol PP Pemerintah Kota Batam. ** rillis Humas BP Batam.






Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman

Maritimraya.com – Batam, Aksi penanggulangan pencemaran limbah slog oil oleh tim  dari petugas Pos Syahbandar Pulau Sambu bersama petugas Pertamina Pulau Sambu   di perairan  belakang padang yang terjadi minggu ( 17/11 ) terpotret  di beberapa titik lokasi pencemaran limbah cair dengan menggunakan berbagai macam peralatan





Kepalah Wilayah Kerja Syahbandar Pulau Sambu Aidil Rohman
mengatakan pada maritimraya.com pihaknya secara resmi melayangkan surat kepada
pertamina Pulau sambu untuk mengerahkan Tim dan peralatan penanggulangan
pencemaran limbah di perairan belakang padang .” Ada dua unit kapal yakni
Marine Surveyor dari Syahbandar Pulau Sambu dan speedboat Pertamina Pulau Sambu
“ Ujar Aidil.





Dikatakanya operasi penyelamatan lingkungan dilakukan Selama
dua hari (Minggu, Senin )  guna menanggulangi
pencemaran limbah di perairan Belakang padang  menggunakan peralatan penyemprotan Dispersan
dan mencedok oli kental masuk ke karung _karung goni.





“Sample Limbah telah dibawah ke laborotorium “Ujar Aidil.





Ditegaskan  Aidil
bahwa limbah tersebut bukan tumpahan minyak dari kapal yang sedang bongkar muat
di pertamina Sambu karna Saat terjadi pencemaran tidak ada kapal yang sandar di
pertamina Sambu, Hal ini menepis berbagai dugaan yang berspekulasi pencemaran
limbah cair terjadi akibat :kapal bocor, tumpahan minyak dan sengaja di buang
ke laut.





“ Tidak ada kapal sandar dan bongkar muat di Pertamina Pulau
Sambu, dan ini limbah kotor kemungkinan di buang kapal yang lewat malam hari “
Ujarnya.





Pencemaran limbah cair di perairan belakang padang yang dikenal sebutan pulau penawar rindu hampir setiap tahun terjadi dan berdampak bagi kerusakan lingkungan dan terancam kehidupan biota laut, serta mengancam  pencaharian nelayan tradisional.





Aleng ketua rumpun nelayan Belakang Padang pada maritimraya.com saat di hubungi mengatakan badan  kapal jenis pancung miliknya kotor dilumuri minyak hitam akibat tumpahan minyak , selain itu kolong – kolong rumah masih banyak limbah cair tebal tergenang di kolong –kolong pasar da rumah –rumah di belakang padang. “Kita susah mau klaim (Ganti Untung ), dan berharap pencemaran limbah  ini tidak terjadi lagi”Tutupnya. ** A.Mursalim






Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman

Maritimraya.com-Batam, Sejumlah operator keagenan kapal Fery pelabuhan Domestik Sekupang Batam mengeluhkan  tingginya kenaikan pungutan sewa –menyewa berbagai fasilitas pelabuhan serta sempitnya ruang - ruang loket,  untuk itu mengharapkan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pengelolah pelabuhan   untuk perbaikan ruang loket yang memadai serta membuat kebijakan terkait pungutan pelabuhanan.









Hal ini maritimraya.com ketahui saat konpirmasi kepada Dewan
Pembina assosiasi pelayaran Rakyat Kota Batam Asmadi pekan lalu di pelabuhan domestic
sekupang Batam.









Dikatakanya sejak terminal pelabuhan di pugar dengan
membangun gedung baru berlantai dua,kenaikan tariff sewa menyewa loket dan pungutan
jasa lainya naik hingga  mencapai 500%,
selain itu penyediaan loket dan kantor agen ruanganya sempit sehingga pihaknya  beberapa kali menemui deputi bidang sarana
prasarana pelabuhan BP Batam untuk mengakomodir keluhan agen kapal namun belum direspon.





“Kami ingin terciptanya harmonisasi antara agen dengan
pengelolah, jadi keluh kesah ini harus kami inpormasikan kepada pengelolah
pelabuhan” Ujarnya.





Asmadi mengatakan   terutama di ruang loket ukuran 2.5 M X 3 M
dengan tenaga kerja berjumlah 5 hingga 6 orang  hal ini tentu tidak nyaman.





“ ada 10 loket yang dibangun untuk agen –agen kapal, di
dalam ruang tersebut kami gunakan membuat laporan kedatangan dan keberangkatan
kapal, pernyataan nahkoda, membuat draft penumpang, Kru list dan tiket
penumpang tentu ini  perlu tempat yang
memadai “ Sebutnya.





Adapun  Sewa– menyewa dan
pungutan jasa pelabuhanan lainya agen kapal dikenakan sebagai berikut  loket Rp.1.9 Jt/bln, Listrik Rp. 1.7 Jt/bln,
Pas Orang Rp.350 Rb/bln dan parkir mobil Rp.135 Rb/bln.





“Listrik sebelumnya di pungut Rp. 300 rb/bln untuk loket
yang tidak punya Ac dan Rp.500 rb untuk loket yang punya AC, sekarang di patok
Rp.1.75 Jt katanya untuk membantu pendingin ruangan penumpang ,begitu juga pas
orang kalau pegawai punya 6 orang kali Rp. 350 rb/bln” Tuturnya.





Dia mengharap pihak pengelolah pelabuhan domestic sekupang
Batam mengevaluasi kembali fasilitas dan pungutan pelabuhan yang dinilai tidak
wajar.





Guna perimbangan berita maritimraya.com menghubungi kepala Badan Pengelolah Pelabuhan Batam Nasrul Amri latief namun hp tidak diangkat dan mengirim WA hingga kini belum di balas.





Pelabuhan domestic Sekupang Batam beroperasi mulai jam 07
pagi hingga jam 18.00 adapun rute yang dilayari : Tanjung Balai Karimun, Dumai,
Tanjung Batu, Moro, Tembilahan, Kuala Tungkal (Jambi). **A Mursalim.


no image
Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman





maritimraya.com - Batam, Guna mengoptimalkan daya tampung air di Daerah Tangkapan Air ( DTA ) Duriangkang Batam sebagai upaya mengantisipasi terhadap perubahan iklim PT. TDK Electronics Indonesia bekerjasama dengan Badan Pengusahaan Batam melalui Kantor Pengelolaan Air dan Limbah dan Direktorat Pengamanan melakukan penanaman pohon sebanyak 1.000 batang pohon jenis Saga, Andira dan Beringin di DTA Duriangkang pada Sabtu , 16 November 2019 lalu.









Penanaman pohon yang melibatkan 180 peserta terdiri dari pelajar SMA dan masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kondisi DTA (catchment area) serta meningkatkan ketahanan untuk penyediaan air dengan kuantitas, kualitas dan kontinuitas yang baik.





Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan penghijauan ini merupakan bagian dari program pembangunan air untuk menanggulangi lahan-lahan kritis.





Kantor Pengelolaan Air dan Limbah bekerjasama dengan perusahaan multinasional PT. TDK Electronics Indonesia, secara rutin melakukan CSR. Sedikitnya sudah 3 kali bekerjasama untuk penghijauan hutan dan daerah tangkapan air yang kritis.





“BP Batam, dalam hal ini, mengakomodir keterlibatan pihak swasta, baik itu yang berhubungan langsung dengan pengelolaan air/ketersedian air seperti ATB, perusahaan yang konsen dengan kondisi sumber air maupun daerah tangkapan air,” kata Binsar.





Pola-pola penghijauan ini dapat mengedukasi masyarakat, dan melibatkan perusahaan yang menyalurkan CSR-nya terhadap ketersediaan air.





Binsar mengatakan pemanfaatan semua sumber potensi air sebagai bentuk optimalisasi ketersediaan air yang terus perlu digagas dan diimplementasikan secara terencana untuk pemenuhan sumber air baku ke depan, baik untuk pemenuhan kebutuhan domestik maupun kawasan industri.





Pemanfaatan upaya optimalisasi bauran air perlu disiapkan untuk mempertahankan ketahanan penyediaan air di Batam, baik yang berasal dari air hujan (storm water), air laut (SWRO), maupun air hasil daur ulang air limbah melalui WWTP (waste water treatment plant).





Kondisi ini sudah sangat mendesak dan menjadi suatu program utama ketahanan air di masa sekarang ini. Upaya ini perlu dilakukan secara serius dan terencana melalui kegiatan Batam Integrated Total Water Management dengan memanfaatkan potensi optimalisasi seluruh sumber air, baik air bersih amupun air kotor.





Binsar juga menyampaikan rencana ke depan. “BP Batam terus berupaya dalam penghijauan, pengadaan harvester, program gotong royong membersihkan eceng gondok di DAM.





Selain melakukan penghijauan bersama PT TDK pada Sabtu (16/11), lalu dilanjutkan kembali pada Minggu (17/11) pagi, bersama PT. Suntech Plastic Industries Batam dengan menanam 200 pohon jenis Andira dan Pule di DTA Duriangkang Muka Kuning. ** Rillis MC.


no image
Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman





maritim raya.com - Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Promosi dan Humas dan Kantor Perwakilan BP Batam melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia pada Kamis (14/11) di Jakarta.













Agenda pembahasan dalam pertemuan ini antara lain adalah BP Batam memaparkan perkembangan investasi di Batam, khususnya perkembangan ekonomi digital pada Kawasan Ekonomi Khusus, seperti bidang Maintenance Repair Overhaul (MRO) pada Bandara Internasional Hang Nadim, bidang kesehatan pada RS BP Batam, serta pengembangan logistik pada Pelabuhan Batu Ampar.









Direktur Promosi dan Humas, Dendi Gustinandar, mengungkapkan bidang kemaritiman di negara Belanda terbilang sangat maju.





"Besar harapan kami, peluang bagi Batam untuk bekerja sama, khususnya dengan Pelabuhan Rotterdam, dapat terbuka,” ujar Direktur promosi dan Humas BP Batam, usai bertemu dengan Wakil Kepala Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Belanda Joost Nuijten dan Penasehat Kebijakan Lukas Rahmidin.





Dalam pertemuan itu Dendi Gustinandar yang didampingi oleh Kabag Hubungan Antarlembaga Inda Eka P dan Kasubdit Promosi Ariastuty S, juga menjelaskan peningkatan fasilitas dan peluang bisnis di Batam sangat memungkinkan, mengingat letak Batam yang strategis di Selat Malaka.





Wakil Kepala Bidang Ekonomi, Joost Nuijten dan Penasehat Kebijakan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Lukas Rahmidin mengapresiasi upaya BP Batam dalam menjalin hubungan baik dengan berbagai Kedutaan dan mengaku tertarik pada potensi kemaritiman Batam setelah mendengar pemaparan dari BP Batam.





Selain di bidang maritim, Belanda juga tertarik untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan Ekonomi Digital yang begitu maju di Batam.





"Indikasi suksesnya Batam menjadi daerah ekonomi digital dapat terlihat dengan lebih dari 70 tenant start up yang ada di sana," kata Dendi mengutip keterangan Joost Nuijten.





Industri bidang MRO juga diakui Wakil Kepala Bidang Ekonomo sangat berpeluang besar untuk dapat dikembangkan.





Dalam kesempatan tersebut, mewakili Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Joost menawarkan diri untuk memfasilitasi pertemuan BP Batam dengan Pengusaha Belanda.





“Beliau yakin, banyak pengusaha Belanda di bidang maritim, aviasi dan manufaktur yang ingin berinvestasi di Batam. Mereka pastikan akan mengikutsertakan BP Batam untuk bertemu dengan pengusaha Belanda dalam kegiatan business gathering," ungkap Dendi mengutip ucapan Joost dalam pertemuan tersebut. **(Rilis humas BP Batam)


no image
Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman





maritimraya.com - Batam, Direktorat Lalu Lintas Barang kantor Badan Pengusahaan ( BP ) Batam kembali menggelar pertemuan dengan pelaku usaha khususnya di sektor perdagangan.









Acara bertajuk Evaluasi Kuota Induk Lalu Lintas Barang, pada hari Kamis, 7 November 2019, bertempat di Ruang Balairungsari BP Batam, dan diikuti oleh 110 pelaku usaha, serta instansi terkait.









Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sosialisasi Penetapan Kebutuhan Kuota Tambahan di KPBPB Batam yang di gelar pada Selasa (5/11) lalu.









Kasubdit Perdagangan BP Batam Barlian Untoro, mengatakan bahwa usai sosialiasi yang dilakukan Selasa lalu, maka saat ini telah dilakukan proses kompilasi terhadap kuota tambahan yang telah diajukan oleh para pengusaha.





Pertemuan kembali hari ini merupakan proses tranparansi untuk dilakukan evaluasi bersama dengan para pelaku usaha. Evaluasi didasarkan sesuai dengan Kebutuhan, Urgensi, Neraca Keseimbangan dan Dampak Bagi Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Batam.





“Selasa lalu kita mengenalkan mekanisme kuota tambahan. Usai sosialisasi, kemudian dikompilasi, setelah kita kompilasi kita pastikan ke mereka kita sudah transparan, setelah kita kasih lihat ini kebutuhannya, kemudian kita ajukan dan minta persetujuan pimpinan,” ujar Barlian menjelaskan terkait proses penetapan kuota tambahan.





Untuk Batam telah ditetapkan Kuota Induk Barang Konsumsi sebanyak 2826 HS Code yang merupakan proyeksi kebutuhan selama satu tahun dan saat ini teridentifikasi adanya kekurangan Kuota Induk untuk beberapa HS Code, yaitu 19 Hs code yang habis kuotanya, 280 Hs code yang tidak mencukupi, dan 23 Hs code baru (jenis barang baru) yang merupakan kebutuhan umum dan industri di Batam.





Berdasar hasil identifikasi ini, maka BP Batam membuka penetapan kuota tambahan secara terbuka dan transparan dengan mengundang langsung para pelaku usaha.





Kuota Induk Barang Konsumsi yang dilakukan secara online (tersistem dan otomatis) di dalam Perka BP Batam terbaru merupakan bentuk evaluasi dan kontrol terhadap kegiatan lalu lintas barang konsumsi di Batam, khususnya kegiatan impor. Pembatasan kuotanya dilakukan agar kuota konsumsi dapat tepat dinikmati masyarakat Batam.





“Kami harus mencoba menjalankan mekanisme yang ada sebagai bentuk evaluasi sesuai koridor aturan dan hukum yang berlaku. Siapa yang responsif, cepat dan tranparan tentu sistem akan melihat. Evaluasi juga akan dilakukan. Nah, hasil bisa saja, jumlah yang disetujui belum tentu sama dengan yang diajukan, ini mempertimbangkan kebutuhan urgensi, neraca keseimbangan dan dampak bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Batam," imbuh Barlian.





Saat ditanya kapan hasil penetapan penambahan kuota ini akan diumumkan, Barlian mengatakan proses ini diprediksi paling lama akan selesai selama maksimal 1 minggu, dan bila tidak ada kendala bisa dalam satu hingga dua hari.





Barlian berharap para pelaku usaha dapat sabar dan tertib mengikuti peraturan yang ada dan melaksanakan kegiatan lalu lintas barang di Kawasan Bebas dan Perdagangan Bebas Batam dengan transparan untuk kepentingan Batam.





“Mari kita sama-sama transparan, kita jaga bersama fasilitas (pembebasan pajak dan fasilitas fiskal lainnya) ini, agar keberlangsungan layanan ini tetap berjalan. Pemerintah Pusat melihat, dan bukan tidak mungkin bila fasilitas yang ada tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, maka perubahan atas fasilitas itu bisa saja terjadi,” tegasnya.





Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Batam Rahyudin, mengungkapkan data neraca perdagangan Batam periode bulan September 2019 defisit US$26,91juta. Hasil ini didapat dari nilai Impor yang naik di angka US$780,77 juta melebihi nilai ekspor Batam sejumlah US$753,86 juta. * MC red


Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman

 

















Maritimraya.com -  Tanjung Balai Karimun, Brigadir Jenderal joko Rudi, SH, S.Ik, M.Si Direktur Pengkajian Sosbud dan Demograpi DebidJianstrat Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas ) RI,  sebagai sosok yang tidak asing lagi bagi masyarakat  Tanjung Balai Karimun (TBK) disamping  pernah menjabat Kapolres TBK merupakan pemimpin yang ramah dan komunikatif dan berpengalaman tentang kepulauan Karimun dan juga Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya, sehingga diharapkan dapat kembali bertugas di Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri ).





 Hal tersebut
dikatakan Bupati Kabupaten tanjung Balai Karimun, DR. Aunur Rafiq S.Sos, M.Si
saat di wawancarai sejumlah media usai acara sosialisasi kepemimpinan Nasional
yang berwawasan kebangsaan pada selasa (5/11), yang digelar Badan Kesatuan
Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas ) Pemerintah
Kabupaten Tanjung Balai Karimun di Gedung Nasional .









“Beliau pernah bertugas sebagai Kapolres Tanjung Balai
Karimun, sehingga dirinya sangat pengalaman tentang kepri dan Karimun, apalagi
saat ini beliau di Lemhanas, saya yakin beliau akan menjadi pemimpin masa
depan, datang ke daerah ini lagi beliau  bintang 1, dan mungkin bisa cepat ke bintang
2, kalau beliau ditugaskan di Kepri kan bagus, karena beliau sangat komunikatif
dengan berbagai kalanga sangat potensial untuk pemimpin yang akan datang,”
Ujarnya.





Secara terpisah Brigjen Joko Rudi menanggapi terkait apresiasi yang disampaikan Bupati, dengan senyum khasnya mengatakan  dirinya adalah seorang anggota bhayangkara yang setia kepada institusi dan pimpinan sehingga dalam hal bertugas siap ditempatkan dimanapun





“Kalau tugas kedepan Allahualam yang jelas kami sebagai  bhayangkara sejati anggota kepolisian
Republik Indonesia siap ditempatkan  di
manapun, tentu saya bersyukur Alhamdullillah mendapat respon yang baik dari
Bupati” Ujarnya.





Sedangkan terkait kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten tanjung Balai Karimun  yang pertama menghadirkan petinggi Lemhanas,  Ia menilai sangat bagus, dan mencerminkan bahwa Kepala Daerah berantusias mendorong warganya serta aparatnya untuk bisa meningkatkan kadar cinta nilai – nilai kebangsaan di wilayahnya, apalagi letaknya diperbatasan pulau terluar. *Tim


no image
Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman

maritimraya.com - Tanjung Balai Karimun, Pemerintah Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Propinsi Kepulauan Riau memintak Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas ) RI membuat kajian dari berbagai segi baik politik, Sosial Pertahanan dan Keamanan (Polsoshankam ) Serta ekonomi  dan budaya guna menggali potensi –potensi yang ada di Kabupaten Karimun.









Hal itu diungkapkan Bupati Tanjung Balai Karimun DR.Aunur
Rafiq, S.Sos, M.Si kepada 3 orang petinggi 
Lemhanas RI yakni, Laksamana Madya Erman Syahfril, SH, MM. Tenaga ahli
pengkaji bidang Sismenas, Laksamana Pertama, Suratno, SH, MM, Direktur
pembinaan dan pelaksanaan Taplai Debidtaplaikbs, dan Brigjen  Pol. Djoko Rudi, SH,  Sik, Msi, Direktur pengkajian Sosbud dan
Demografi Debidjianstrat, yang hadir sebagai narasumber di sosialisasi
kepemimpinan nasional yang berwawasan kebangsaan yang digelar Badan Kesatuan
Bangsa politik dan perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Pemerintah
Kabupaten Tanjung Balai Karimun di Gedung Nasional selasa (5/110).





“Untuk pengkajian tersebut, saya nanti akan membuat surat
resmi kepada Lemhanas,”ujar Bupati.





Disampaikanya dalam sesin Tanya jawab itu, bahwa saat ini
sejumla potensi daerah yang duluya menjadi ranah kabupaten telah di tarik ke
pusat maupun ke provinsi, padahal menurutnya potensi tersebut sangat membantu
untuk meningkatkan pendapatan kabupaten, untuk itu ia berharap Lemhanas dapat
membantu menyampaikan permasalahan tersebut ke Presiden.





“Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Tg Balai Karimun
senilai Rp.350 M/Tahun, yang mana sumber besarnya berasal dari sektor tambang”
Ujarnya.





Dikatakanya pendapatan dari sektor  labuh jangkar kapal -kapal  diharap dapat kembali ke kabupaten, karena
sektor ini sangat dapat meningkatkan PAD guna kesejahteraan masyarakat, selain
itu juga mengenai ekspor pasir, dulu sektor tambang pasir ini, sempat menjadi
primadona. “ kalau bisa pihak pusat dapat mengkaji kembali potensi untuk
memperbaiki perekonomian di Kabupaten Karimun” Kata Bupati.





Bupati turut menerangkan bahwa kabupaten karimun  terdiri dari 5 pulau besar dan 198 pulau kecil
lainnya dengan luas 7.984 Km. secara administrasi terdiri dari 12 kecamatan, 29
kelurahan dan 42 desa, dengan jumlah penduduk sekitar 237.000 jiwa.





Menanggapi penyampaian Bupati, Laksamana Pertama, Suratno,
SH, MH, mengatakan bahwa mengenai tambang pasir kemungkinan sulit untuk
diperbolehkan karena menyangkut letak batas daerah, pertambangan pasir jika
dibolehkan dikuatirkan akan membuat sebuah pulau hilang, sedangkan terkait
labuh jangkar pihaknya mengusulkan agar pemerintah kabupaten dapat
mengkoordinasikanya dengan Direktorat Jendral Perhubungan Laut.





Turut Hadir bersama rombongan Lemhanas RI, Kolonel Cba, Iyan
Suryana, Kolonel Prastyo Herminto, SIP, M.A.P.





Kegiatan dengan tema optimalisasi nilai –nilai kebangsaan
dalam rangka penguatan karakter kepemimpinan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
ini dihadiri seluruh Organisasai Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Karimun, OKP,
LSM, serta Mahasiswa dan Pelajar SMA. *Tim


no image
Maritim Raya merupakan Portal Berita yang fokus pada dunia kemaritiman

 





Maritimraya.com
– Batam, Menelisik  kapal KN.P 325 yang
tenggelam di samping ponton keberangkatan pelabuhan Domestik Sekupang Batam
pada sabtu (5/10) menjadi polemik di masyarakat khususnya pemerhati
kemaritiman, kapal dengan posisi terduduk di tepi kolam Bandar ini di duga
akibat tidak dilakukan perawatan sehingga bocor di lambung sebelah kiri karena dibiarkan
selama  bertahun _tahun.





Kepala
Wilayah Kerja (Kawilker) Pelabuhan Domestik Sekupang, Suherman Saat di hubungi
maritimraya.com pekan lalu terkait KN.P 325 mengelak memberi keterangan, “Sebaiknya
abang ke Manager Tehnik Badan Pengelolah Pelabuhan, dia yang menangani KN.P 325”
Ujar Suherman.









Secara
terpisah Manager Tehnik Ki Agus M Armansyah kepada awak media menerangkan kapal
KN.P 325 sudah lama di lelang  hingga
sekarang belum ada peminat yang mau beli sampai akhirnya lambung kapal sebelah
kiri bocor,” Kapalnya sudah di evakuasi di pelabuhan Beton” Ujarnya.





 Kini Kapal  yang di beli sebelum tahun 2000 dengan dana
APBN bekisar Rp. 60 M  telah  di Tarik oleh PT. Alex Sander dan teronggok di
kolam pelabuhan Beton Sekupang Batam.





 Menurut narasumber yang enggan di tulis
namanya mengatakan, Kapal milik Otorita Batam/BP Batam  di peruntukan  petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP
)  Direktorat Jendral Perhubungan Laut
(Ditjen Hubla) yang sebelumnya  bersatu
di struktur Kantor Pelabuhan Batam (Otorita Batam ).





 Namun sejak tahun 2015  “pecah kongsi “ KPLP yang di komandoi Mantan Kakanpel Batam, Bambang Gunawan menarik pegawai Bidang Syahbandar dan bidang kepelabuhan  pindah berkantor di kawasan Pelabuhan Domestik Sekupang ( Sebelumnya kantor pos Syahbandar ) hal ini berimbas kepada KN.P 325 seperti kehilangan induk.”Harusnya jika kapal tidak digunakan lagi oleh  pihak KSOP harus mengembalikan kepada BP Batam, karena kapal KN.P 325 resmi terdaptar di Perhubungan laut. “Ujarnya.





Salah satu mantan Pegawai KPLP yang diperbantukan di Kantor Pelabuhan Otorita Batam /BP Batam Subur Hanafiah  saat dihubungi maritimraya.com mengatakan  Kapal KN.P 325 salah satu armada pertama  dengan peralatan canggih dan dilengkapi senjata mesin adapun jumlah kru kapal 10 orang,seharusnya kapal asset negara ini masih layak beroperasi karna  kapal di bangun  tahun 1997.





“KN.P 325 merupakan Tipe penyapu ranjau,Ada 3 unit kapal Negara milik Otorita Batam yakni, KN.P 325, KN. 571, KN.466 (Rescue)” ujar Subur





Harapan
Subur kedua institusi yang sekarang bernama, Badan Pengelolah pelabuhan dan  Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan ( KSOP )
Khusus Batam, dapat bersinergi kembali menjalankan tugas sesuai amanat Undang –
Undang No.17 tahun 2008 Tentang Pelayaran, serta peraturan Pemerintah (PP) No.61
tentang Kepelabuhanan. “Harapan saya semoga kedepan lebih Harmonis “Tutupnya..
**Red